Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Diposting oleh On 7:52:00 PM


PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Aksi pembakaran sejumlah surat suara dan Pemilu 2019 terjadi di Distrik Tingginamu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Hal tersebut diketahui dari sebuah video yang telah beredar di media sosial.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Papua Theodorus Kossay membenarkan aksi pembakaran tersebut. Menurutnya, peristiwa pembakaran surat suara di Distrik Tingginamu terjadi pada Selasa (23/4).

"Pembakaran itu benar," kata Theodorus Seperti dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (24/4).

Video aksi pembakaran sudah tersebar di media sosial. Dalam video tersebut sejumlah orang terlihat membakar ratusan surat suara yang diambil dari kotak suara

Namun Theodorus mengaku belum mengetahui berapa jumlah surat suara yang dibakar dalam peristiwa itu. Theodorus juga mengatakan pihaknya masih menyelidiki hal yang melatarbelakangi masyarakat membakar surat suara Pileg dan Pilpres 2019 itu.

Dia menyatakan telah memerintahkan pihak KPUD Puncak Jaya untuk berkoordinasi dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan pihak keamanan untuk menyelidiki kejadian tersebut. Termasuk siapa yang memerintahkan masyarakat untuk melakukan aksi pembakaran surat suara.

Selain itu, Theodorus menambahkan, pihaknya juga akan mencari sosok yang merekam kemudian menyebarkan video aksi pembakaran surat suara di Distrik Tingginamu itu.

"Sekarang saya sudah perintahkan KPU Puncak Jaya berkoordinasi dengan Panwaslu dan pihak keamanan, kira-kira siapa yang menyuruh, kemudian juga siapa yang merekam video itu," kata dia. (cnn)

thumbnail

Diposting oleh On 5:02:00 PM

MAKASSAR - Dua oknum Pengawas TPS di Makassar dipecat karena foto pose jari ala capres. Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu Sulsel) Laode Arumahi mengatakan pemecatan ini dilakukan setelah keduanya berfoto mengacungkan jari ala capres-cawapres usai Apel Siaga Pemilu 2019 di Makassar.

"Sudah, sudah dipecat itu sudah tak boleh sebagai penyelenggara," kata Laode Seperti dikutip Detik.com Senin (15/4/2019).

Laode meminta penyelenggara pemilu bersikap netral sesuai amanat undang-undang. Bawaslu Sulsel sendiri telah mengganti keduanya dengan petugas yang baru.

"Sudah dipecat. Undang-undang mengatur, tidak ada alasan untuk tidak netral," jelasnya.

"Sudah ada penggantinya, sudah ada," paparnya.

Sebelumnya, ribuan anggota pengawas Pemilu 2019 menggelar Apel di Lapangan Karebosi Makassar. Keduanya menjadi viral setelah foto pose jari ala peserta pemilu tersebut beredar di media sosial. (gbr/tor)

thumbnail

Diposting oleh On 4:58:00 PM

ACEH - Lima Petugas Pengawas Pemilihan Umum Kelurahan/Desa di Aceh Tamiang diberhentikan. Mereka diberhentikan karena melanggar etika penyelenggara dengan berpose dua jari ala capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi. 

Ketua Bawaslu Kabupaten Aceh Tamiang Imran SE mengatakan pemberhentian tersebut dilakukan setelah proses kajian dan persidangan dugaan ketidaknetralan para pengawas tersebut. Pose dua jari itu viral di media sosial.

"Sudah diberhentikan, pengawas pemilu wajib menjaga etika dan netralitas, mereka pengawas di lima desa di Kecamatan Kejuruan muda," kata Imran, Seperti dikutip Kumparan Selasa 16 April 2019.

Imran menjelaskan, awalnya anggota Pengawas Desa tersebut berfoto bersama dengan menunjukkan salah satu simbol yang erat dikaitkan dengan salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02.

"Mereka berpose setelah apel siaga pengawasan masa tenang dan Pengawasan Politik Uang, yang diselenggarakan di halaman Kantor Pengawas Pemilihan Kabupaten Aceh Tamiang," jelas dia.

Imran kemudian langsung menelusuri foto-foto tersebut. Akhirnya, ditemukan bahwa sumbernya berasal dari status WhatsApp seorang anggota panwas desa yang selanjutnya di screenshot oleh seorang aktivis salah satu partai dan disebarkan ke media sosial hingga menjadi viral.

“Kita langsung panggil dan proses. Tidak ada toleransi bagi jajaran yang melanggar, kenetralan jajaran pengawas pemilu ,dalam sikap, tingkah laku dan ucapan serta perbuatan adalah hal utama yang harus dijaga,” ujar Imran.

Imran mengatakan institusinya sudah berusaha maksimal dalam menghadirkan petugas yang profesional saat perekrutan anggota Pengawas Pemilihan Umum Kelurahan/Desa.

"Panwaslih Kabupaten Aceh Tamiang berkomitmen untuk menjaga jajaran agar kejadian ini tidak sampai terulang kembali di masa depan, dan mengharapkan kepada masyarakat untuk memenatau gerak gerik Pengawas di tingkat Kecamatan, Kelurahan/Desa serta Pengawas TPS, jika ditemukan ada yang tidak netral, segera laporkan ke Panwaslih Kabupaten Aceh Tamiang. Kami akan menindak lanjutinya," katanya.

Kabupaten Aceh Tamiang secara geografis yang berbatasan dengan Medan Sumatera utara memiliki 12 kecamatan, untuk mengawasi pemilu pileg pilpres 2019 memiliki 36 orang pengawas tingkat kecamatan, 213 pengawas Desa, dan 912 pengawas TPS. (kmp)

thumbnail

Diposting oleh On 11:13:00 PM

Madiun, Bertempat di Lapas Klas 1 Madiun Jl. Yos Sudarso No.100 Kec. Manguharjo Kota Madiun, Pabung 0803/Madiun Mayor Inf Dwi Atmo menghadiri acara Pembukaan Pekan Olah Raga Pegawai UPT Se-Korwil Madiun dan Penanaman Pohon dalam rangka hari Bakti Pemasyarakatan Ke - 55 tahun 2019, Jumat (22/03/2019)

Acara pembukaan Pekan Olah Raga Pegawai UPT Se-Korwil Madiun yang di buka oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Pusat Jakarta Ibu Sri Puguh Budi Utami dihadiri oleh Kapolres Kota Madiun AKBP Nasrun Pasaribu, SIK, MH, Walikota Madiun diwakili Aspem dan pembangunan Bpk. R Andriono Waskito Murti, SH, WaKaden Brimob Kompol Yoyok Priyo Priyanto, Kejaksaan Negeri Kota Madiun diwakili Kasipudum Rosyid, SH, Kalapas Klas 1 Madiun Thurman Saud Marojahan Hutapea, Bc.IP, SH, perwakilan Muspika Kec. Manguharjo, KPKL, Staf, ASN Lapas se Korwil Madiun, Perwakilan Narapidana Lapas Klas 1 Madiun dan Perwakilan BUMN/BUMD Kota Madiun.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Ibu Sri Puguh Budi Utami dalam sambutannya menyampaikan, “ Puja dan puji syukur kita panjatkan bersama pada pagi ini kita dapat melaksanakan upacara Pembukaan Pekan Olah Raga Pegawai UPT se-Korwil Madiun dan Penanaman Pohon dalam rangka hari Bakti Pemasyarakatan Ke - 55 tahun 2019, kita harapkan di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” jelasnya.

“Nanti kita olah raga bersama dilanjutkan melaksanakan penghijauan, penghijuan ini kita laksanakan di seluruh indonesia, dengan tujuan akan diberikan untuk kita dan cucu kita nantinya, anak mempunyai hak untuk menikmati, “ imbuh Ibu Sri Puguh Budi Utami.



Selesai kegiatan, kepada awak media, Pabung 0803/Madiun Mayor Inf Dwi Atmo juga menyampaikan,” Pekan Olah Raga Pegawai UPT Se-Korwil Madiun bertujuan untuk meningkatkan kemauan pegawai dan juga masyarakat untuk lebih bersemangat dalam berolahraga, sehingga dapat meningkatkan etos kereja para pegawai,” ungkap Pabung 0803/Madiun.

“Selain itu kegiatan penanaman pohon yang juga dilaksanakan, sangat bermanfaat untuk jangka panjang, karena pohon dapat mencegah kerusakan lingkungan dan bahaya banjir,” pungkasnya (mc0803)

thumbnail

Diposting oleh On 11:08:00 PM

Madiun, Dalam rangka Pengamanan Pemilu Tahun 2019 perlu peningkatan stabilitas keamanan wilayah guna terselenggaranya Pemilu Tahun 2019 yang tertib dan aman.

Melihat pentingnya pengamanan dalam pemilu, Polres Madiun bekerja sama dengan Kodim 0803/Madiun dan instansi terkait lainnya menggelar Apel Gelar Pasukan dalam Rangka Pam Menghadapi Kampanye Terbuka Pemilu Tahun 2019 bertempat di Lapangan Tri Brata Polres Madiun, Jum’at (22/03/2019)

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K SH. ,M.H sebagai Pimpinan apel dalam amanatnya mengatakan  Apel Gelar Pasukan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personil, sarana dan prasarana sebelum terjunkan untuk melaksanakan pengamanan," tegas Kapolres


“Selain itu, di era demokrasi juga diwujudkan dalam bentuk adanya jaminan keamanan dalam penyelenggaraan berbagai agenda demokrasi, seperti  penyampaian pendapat dimuka umum, kemerdekaan berserikat dan berkumpul serta jaminan keamanan dalam penyelenggaraan pemilihan langsung oleh publik untuk memilih Kepala Daerah, Anggota Legislatif serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI.” Imbuhnya.

“Untuk itu Polri dibantu dengan unsur TNI dan stekeholders terkait lainnya akan menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi “Mantap Brata”. Pungkas Kapolres Madiun.

Saat diwawancarai kepada awak media, Dandim 0803/Madiun Letkol Czi Nur Alam Sucipto,S. Sos mengatakan, ” Apel gelar pasukan merupakan tahapan penting yang harus dilaksanakan, untuk memastikan bahwa seluruh Instansi terkait benar-benar siap dari segi kekuatan personil, maupun kelengkapan sarana prasarana yang akan digunakan sebelum diturunkan ke lapangan,” tegas Dandim 0803/Madiun

“Terkait dengan TNI khususnya Kodim 0803/Madiun akan selalu siap dalam mendukung dan membantu keamanan, kenyamanan dan kondusifitas pada pelaksanaan tahapan pemilu tahun 2019 ini,” ungkap Letkol Czi Nur Alam Sucipto,S. Sos.

Acara ini juga dihadiri  oleh Danrem 081/DSJ Kol Inf Masduki SE.Msi., Kajari Kab. Madiun Sugeng Sumarno, S.H. Hum, Kakesbangpoldagri Drs. Agus Budi Wahyono, Perwakilan Lanud Iswahyudi, Kapolsek jajaran Polres Madiun dan sekitar 500 orang Pasukan Gabungan (mc0803)

thumbnail

Diposting oleh On 7:46:00 PM

Pandeglang - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten benar-benar giat bekerja memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah kerjanya, Provinsi Banten. Semua kalangan disasar dengan berbagai kegiatan yang bertema stop narkoba. Baru-baru ini misalnya, Bidang P2M BNNP Banten menyelenggarakan kegiatan kampanye stop narkoba yang dibarengi dengan acara donor darah, tes urine, dan santunan anak yatim.

Kegiatan yang melibatkan para pejabat, staf dan team kesehatan dari BNNP Banten itu dilaksanakan di Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (19/03/2019).

Hadir pada acara tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Banten, Abdul Madjid, SH, MH, Kasi Pencegahan, Ainul Mardiah, S.K.M, bersama beberapa orang dokter BNNP dan pejabat pemerintah kecamatan setempat.

Dalam arahannya, Abdul Madjid mengatakan bahwa kegiatan yang menyasar pelajar sekolah dan warga masyarakat umum di Kecamatan Cimanuk tersebut bertujuan untuk menyebarluaskan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. "Kegiatan ini merupakan upaya kita bersama dalam menyebarluaskan informasi mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sekaligus deteksi dini penyalahgunaan narkoba di masyarakat Kecamatan Cimanuk," jelas Abdul Madjid yang merupakan anggota polisi berpangkat Komisaris Besar Polisi ini.

Sementara itu, Ainul Mardiah menerangkan kepada awak media bahwa kegiatan kali ini diikuti tidak kurang dari 500 orang yang diawali dengan senam bersama. "Sekitar lima ratus warga yang ikut dalam kegiatan kampanye stop narkoba kali ini. Ada pelajar, perangkat desa dan kecamatan, serta masyarakat umum," ujar Ainul kepada pewarta media usai acara tersebut.

Lebih lanjut Ainul menjelaskan bahwa kegiatan yang turut disponsori oleh perusahaan motor Honda, PT. Banten Bakti Motor itu, diisi dengan beberapa acara sosial, yakni donor darah dan santunan anak yatim. "Yàa, disamping penyuluhan stop narkoba dan tes urine, kita juga melakukan aksi sosial donor darah dan santunan anak yatim. Jadi, tidak hanya kampanye anti narkoba, tetapi juga ada kegiatan sosialnya," imbuh Ainul yang merupakan praktisi kesehatan masyarakat itu.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar sesuai rencana. Hasil tes urine dari 50 warga sampel, semuanya dinyatakan negatif. "Hasil pemeriksaan urine atau air seni dari 50 warga, semua dinyatakan negatif," pungkas Ainul mengakhiri keterangannya. (AML/Red)

thumbnail

Diposting oleh On 12:03:00 AM

PEWARTA-TAMBORA.COM, SUMENEP - Meski mendatangkan Grub Band papan atas seperti Jikustik, Launcing Opening Visit Wisata Sumenep yang diadakan di Pantai Selopeng, Desa Samaan, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sepi peminat. Minggu (10/03/2019).

Selain Grand Opening Louncing Visit Sumenep juga diisi berbagai kegiatan, mulai dari Gowes start depan Kodim 0827 Menuju pantai Slopeng, pembagian Doorprize Gowes, penampilan Band Lokal dan NOS Band Asal Djogja, hingga terakhir Band Papan Atas Jikustik, meski berbagi hiburan yang disajikan oleh panitia, tapi masih belum nemikat minat masyarakat Sumenep.

Sebagaimana dilansir Madura Post, Minggu (10/3/2019) Salah satu penjual asongan mengeluhkan sepinya peminat atas kegiatan tersebut.

"Kalau di lihat dari acaranya seperti akan banyak pengunjung, tapi gak taunya seperti ini saja dari pagi hinga sore,” tuturnya pria yang enggan disebut namanya.

Sementara Bupati Sumenep Busyro Karim, berharap agar kegiatan tersebut bisa menambah inovasi dibidang pariwisata.

"Semoga Visit Sumenep 2019 akan lebih baik, baik dari sisi pelaksanaan, kunjungan wisatawan, Inovaso Event maupun pendukung lainya Jika di bandingkan Visit 2018 lalu,” harapnya.

Bupati yang telah terpilih dua periode tersebut juga menambahkan, agar pengelolaan Prawisata di Sumenep merupakan tanggung jawab bersama.

"Visit Sumenep adalah tangung jawab Bersama, sehingga harus di kelola bersama sama, sehinga bisa memberikan dampak positif bagi masyarkat sumenep,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Grand Opening Louncing Visit Sumenep di hadiri Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Pimpinan Opd, dan para pelaku Pariwisata

Reporter : Fatholla (FJRI)