Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Posted by On 8:53:00 PM


PEWARTA-TAMBORA.COM (Jakarta) - Masjid Tambora berada di jalan Tambora IV, konon Masjid Tambora ini dibangun oleh tokoh masyarakat Bima, Sumbawa Nusa Tenggara Barat, H.Moestoyib, bersama seorang kontraktor Tionghoa Muslim yang berasal dari Makasar pada tahun 1761.

Dalam sejarah, konon kedua Muballigh itu ditahan oleh penguasa Belanda selama kurang lebih 5 Tahun dengan tuduhan makar, tetapi tuduhan itu tidak terbukti dan mereka pun dibebaskan, lalu penguasa Belanda memberikan sebidang tanah di luar tembok Batavia yang kemudian dibangun Masjid Tambora.

Menurut Sejarawan Belanda, Adolf Heuken SJ, dalam bukunya yang berjudul Masjid-Masjid Bersejarah di Jakarta, Makam itu adalah Makam Muhammad Djabbarti, seorang guru Agama Islam asal Sudan, Afrika Utara. Kemudian menurut versi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Pariwisata itu adalah Makam H.Moestoyib, Namun Adolf Heuken tidak percaya, kalau itu Makam H.Moestoyib karena tidak ada info yang jelas tentang H.Moestoyib tersebut. 


 Terlepas dari itu, Masjid ini memiliki 4 pilar bergaya arab, menggambarkan perjuangan Rosulullah SAW dan para sahabatnya, sedangkan pintu pertama berwarna merah pada Masjid Tambora ini bergaya khas Tionghoa.

Tujuan dari pendirian Masjid Tambora ini adalah untuk berdakwa pada masyarakat Tambora Nusa Tenggara Barat, yang mendiami daerah atau wilayah ini, Masjid Tambora ini memiliki pengaruh gaya kolonial Belanda dan Tionghoa, Dalam Buku Masjid-masjid bersejarah di jakarta Adolf Heuken menulis bahwa Masjid Tambora dikelilingi oleh benteng-benteng Belanda dan telah mengalami Renovasi pada Tahun 1969, 1971, 1979 dan Tahun 1992.

Masjid Tua Tambora ini perlu mendapat perhatian kembali oleh Pemerintah, menurut Ustad Izzi, selaku Ketua Pengurus Masjid Tambora, pengembangan dalam perbaikan bangunan disadari atau tidak, memang sekarang ini terasa stagnant karena perhatian dinas terkait tidak cenderumg pada bangunan bersejarah hasil peninggalan kolonial Belanda, ketimbang gedung tua yang dibangun oleh masyarakat asli pribumi itu sendiri.

Diharapkan dengan adanya keberadaan Masjid Tua Tambora yang memiliki nilai historis ini , setidaknya kita bangga tentang bagaimana apresiasi masyarakat Bima dan penduduk setempat menjadikannya pusat pengembangan Islam dan pusat perlawaanan pemuda terhadap pasukan jepang dan belanda, dan peristiwa diabadikannya dengan berdirinya Monumen “Pahlawan Tak Di Kenal”, yakni para pejuang yang gugur pada saat itu,

Mengenai makam pejuang tersebut persis posisinya berada dibelakang Masjid Tambora. “keberadaan makam pendiri Masjid Tua Tambora dan Monumen Pahlawan tak di kenal ini sudah sejak lama banyak dikunjungi para wisatawan dan para peziarah, itu semua sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangannya.” Disamping tentunya sebagai sebuah reflesksi sejarah.” Ujar Ustad Izzi,

Demikianlah sekilas perjalanan wisata ziarah tim Pewarta Tambora yang dapat kami suguhkan, nantikan jalan wisata dan budaya pada edisi selanjutnya.


Oleh : Nurhalim 

thumbnail

Posted by On 6:44:00 PM


PEWARTA TAMBORA.COM, Jakarta - Ketua Umum Brigade Anak Jakarta, Eky Pitung bersama puluhan Pesilat Betawi dari berbagai perguruan tengah berkumpul di Taman Kota Intan Cengkeh, Jakarta, Minggu (10/12/2017) Membahas serta mengatur jadwal juga strategi untuk meraih rekor Muri.

Sebagaimana diketahui Festival Tradisi Silat Betawi yang akan diselenggarakan di Museum Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, berlangsung pada tanggal 15-17 Desember. Akan menampilkan atraksi silat betawi selama 24 Jam Non Stop.

Dikesempatannya, Eky Pitung yang juga sebagai Ketua Antar Lembaga Bamus Betawi, menyampaikan kepada para peserta silat betawi yang nantinya akan mengikuti atraksi silat betawi selama 24 jam Non Stop untuk dapat mengatur jadwal dan strategi.


“para pesilat betawi harus disusun dan diatur, jangan sampai putus diacara memecah rekor muri 24 jam non stop,” Ungkap Eky Pitung.

Kepada para peserta pesilat, Eky Pitung juga memberikan support dan masukan yang positif untuk disiplin serta semangat serta harus bisa menjaga fisik dan kesehatan. Sebab diacara yang luar biasa ini sangat rawan bagi acara yang bagian tengah malam.

“saya berbicara gamblang teransparan mengenai disegala bidang dan acara ini benar - benar acara untuk mengangkat derajat budaya betawi sampai kemancanegara. Persaratan Peserta diharuskan memakai seragam pangsi tidak boleh memakai seragam kaos,” pungkasnya.


Hingga berita ini disusun, tampak para peserta dari pelbagai perguruan pesilat semuanya bersemangat menunjukan keahlian dan kemampuan mereka masing-masing. (Muklis)

thumbnail

Posted by On 5:04:00 PM

Perhelatan Asian Games XVIII yang akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September 2018, dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan roda perekonomian lokal, khususnya di Jakarta yang menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan pesta olahraga benua Asia empat tahunan ini.
Hal ini karena para pelaku Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) didorong terlibat memproduksi souvenir atau cenderamata untuk dipasarkan ke peserta Asian Games. Tidak hanya itu, para pelaku UMKM di bidang kuliner pun, dapat memasarkan produk kuliner khas Jakarta dan daerah-daerah lainnya.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan dengan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Kota Jakarta mendapatkan banyak keuntungan. Tidak hanya dari segi promosi budaya, juga dapat meningkatkan perekonomian loka di jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan dengan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Kota Jakarta mendapatkan banyak keuntungan. Tidak hanya dari segi promosi budaya, juga dapat meningkatkan perekonomian lokal di Jakarta.

“Dengan datangnya para atlet dan tim official dari negara-negara di Benua Asia, maka otomatis Jakarta dipromosikan. Baik dari segi budaya, maupun dari sisi kuliner dan parawisata. Diharapkan, perekonomian Jakarta dalam dua pekan pelaksanaan Asian Games 2018 dapat meningkat,” kata Anies.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan hadir untuk berpihak pada pelaku UMKM dalam penyelenggaraan Asian Games tahun depan.
“Kami hadir untuk berpihak pada pelaku UMKM. Saya sudah berbicara kepada Kepala Dinas KUMKMP DKI, Irwandi. Untuk melibatkan pelaku UMKM di Jakarta dalam membuat souvenir atau merchandise terkait Asian Games dan khas Jakarta,” kata Sandiaga.
Dengan melibatkan ratusan pelaku UMKMP ini, ia mengharapkan Asian Games 2018 bisa menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Kami masih punya waktu sekitar 10 bulan menyiapkan para pelaku membuat produksi merchandise Asian Games. Sehingga ini akan menggerakkan ekonomi, khususnya di ekonomi di akar rumput,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI, Irwandi mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat bersama para pelaku UMKM untuk mempersiapkan sovenir atau merchandise Asian Games 2018.
“Kita akan mulai menggerakkan para pelaku UMKM untuk memproduksi merchandise Asian Games 2018. Kita akan minta bantuan Hipmi dan Kadin DKI untuk menggerakkan anggotanya supaya ikut juga,” kata Irwandi.
Untuk pemasaran merchandise, pihaknya akan menyiapkan dua hingga tiga booth di setiap venue Asian Games 2018. Ada lima venue Asian Games di Jakarta. Yaitu, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Velodrome Rawamangun, Equestrian (pacuan kuda) Pulomas, Layar di Ancol dan Golf di Pondok Indah. 
“Kita sudah buatkan anggaran untuk membuat booth-booth UMKM di setiap venue. Ada dua hingga tiga venue untuk UMKM dagang disitu. Kita sudah anggarkan di APBD DKI 2018 sebesar Rp 1,3 miliar untuk pembuatan booth-booth tersebut,” ujarnya.
Para pelaku UMKM itu akan memproduksi berbagai suvenir untuk dijual di lokasi Asian Games. Beberapa suvenir yang akan dibuat di antaranya boneka, kaus, syal, handuk, hingga ikat kepala.
"Suvernirnya betul-betul khas UKM dan bisa menjadi penggerak ekonomi lokal," kata dia.
Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi menegaskan Pemprov DKI bersama DPRD DKI juga siap untuk memberikan kemudahan pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta. Seperti memberikan kemudahan pajak untuk memasang banner atau reklame tentang Asian Games.
Tidak hanya itu, DPRD DKI juga telah meminta INASGOC untuk menyediakan tempat bagi para pelaku UMKM DKI di venue-venue Asian Games yang ada di Jakarta.
“Produk UMKM ini bisa dijadikan oleh-oleh yang bagus bagi para peserta Asian Games. Sehingga dapat menopang perekonomian lokal, khususnya pelaku UMKM di Jakarta,” kata Prasetio.
Kemudian, ia memastikan momentum perhelatan Asian Games 2018 ini akan dijadikan ajang promosi budaya dan kuliner serta kearifan lokal Jakarta. Karena banyak destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik.
“Seperti Kota Tua, Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Intinya sih Jakarta siap. DPRD siap membantu pelaksanaan Asian Games,” ujarnya.
Kementerian Pariwisata mendorong industri dan asosiasi di bidang pariwisata menyiapkan paket-paket wisata dalam menyambut Asian Games 2018. Lebih dari puluhan ribu orang diperkirakan akan hadir, mulai dari atlet, offisial tim hingga suporter, dalam gelaran pesta olah raga Asia yang akan dihelat di Jakarta dan Palembang. 
Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu mengatakan, terkait Asian Games Kemenpar telah ditugaskan untuk mengantisipasi dan melihat apa yang bisa dilakukan mengingat akan ada puluhan ribu orang yang datang. 
"Salah satu yang tengah dipersiapkan dengan baik adalah menggandeng industri, asosiasi, untuk dapat membuat paket-paket wisata yang dapat dipilih para atlet, offisial, maupun suporter dari berbagai negara nantinya," kata Vinsensius.
Vinsen menjelaskan, bahkan persiapan sudah dilakukan sejak bulan April kemarin dengan melakukan road show ke berbagai daerah seperti Bali, Palembang, Banten dan Bandung untuk melakukan sosialisasi kepada diinas-dinas terkait, industri dan juga asosiasi bahwa akan ada kerja besar Asian Games 2018. 
Hasilnya, ujar Vinsen, total ada 151 paket wisata dibuat dimana 70 persen diataranya terkonsentrasidi tiga lokasi venue Asian Games 2018, yaitu Palembang, Jakarta dan Jawa Barat serta Banten. 
Namun karena dinilai terlalu banyak dan banyak kemiripan antara satu paket tur dengan tur lainnya, maka diperkecil hingga tersisa 70 paket yang terbagi dalam dua kategori. 
Pertama adalah one day tour yang menawarkan paket melancong ke berbagai destinasi dalam satu hari atau yang juga biasa disebut city tour. 
Kemudian kategori kedua adalah paket overstay yang akan menawarkan para atlet, offisial maupun suporter paket perjalanan ke berbagai destinasi pilihan. "Nantinya paket-paket tersebut akan dipromosikan ke negara-negara peserta Asian Games," ujar Vinsen.
Seperti diketahui, acara multievent olahraga regional Asia ini rencananya akan diselenggarakan di Indonesia pada 18 Agustus 2018-2 September 2018 di dua tempat yaitu Jakarta dan Palembang serta tuan rumah pendukung Lampung, Jawa Barat, dan Banten.
Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 41 cabang, terdiri dari 33 cabang olahraga olimpiade, dan delapan cabang olahraga nonolimpiade.
Ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games setelah Asian Games ke-IV yang diadakan di Jakarta pada 1962. 

Sebagian fasilitas yang dibangun untuk Asian Games IV akan kembali digunakan dalam Asian Games XVIII ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Asian Games akan diadakan di dua kota sekaligus. (Adv)

thumbnail

Posted by On 5:01:00 PM


PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta Ratiyono didampingi Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat Aldi Andi tengah membuka acara Asian Games Sport Festival (Locfest Identity Jakarta) di Taman Fatahillah, Museum Sejarah Jakarta, Sabtu (9/12/2017).

Asian Games Sport Festival (Locfest Identity Jakarta) merupakan acara diselenggarakan oleh Indonesia Asian Games 2018 Organizing Commite (INASGOC) yang gencar mempromosikan Asian Games 2018 yang bakal dihelat di Jakarta dan Palembang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono menyatakan siap mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018. Ia akan melakukan evaluasi dari waktu ke waktu. "Dispora akan siap mendukung dan bertahap akan kita lakukan evaluasi progress dari waktu ke waktu agar bisa on the track,” Kata Ratiyono


 Demi menyemarakkan suasana, pihak panitia menyediakan beberapa stan yang berisi aneka hiburan. Contohnya, pengunjung dapat berfoto di booth foto yang telah dihias dengan cantik sesuai tema Asian Games 2018.

Selain itu, pengunjung dapat bermain game secara virtual reality. Permainan tinju dan tenis menjadi pilihan untuk masyarakat yang tertarik mencoba. Asyiknya, kita tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk menikmati segala fasilitas yang ada.

Selain tersedia stan yang memanjakan pengunjung, pihak panitia juga menyediakan tempat untuk pihak sponsor memasarkan produknya. Bahkan, beberapa dari sponsor menyediakan promo menarik.


 Tidak berhenti sampai di situ. Pada malam hari akan ada pertunjukkan video mapping yang kian memanjakan mata. Acara puncak ditutup dengan penampilan spesial dari grup band Gigi yang dijadwalkan mulai beraksi pada jam 20.00 WIB.


Asian Games 2018 akan dihelat di dua kota yakni Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus 2018-2 September 2018. Sebelumnya Indonesia pernah menyelenggarakan event empat tahunan tersebut pada 1962.

thumbnail

Posted by On 12:00:00 PM


PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Pengurus Forum Peduli Anak DKI Jakarta Dayat, tengah menghadiri pemilihan Ketua Forum Peduli Anak Se Kelurahan Jembatan Lima, Minggu (10/12/2017)di Ruang Aula Kantor Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat.

Terpilih sebagai Ketua  Forum Peduli Anak Se Kelurahan Jembatan Lima, Safi Hidayat dari Rw.03, Wakil Ketua Putting dari Rw.05, Sekretaris Ines dari Rw.08, dan Bendahara Cindy dari Rw.04.

Sebagai Informasi Forum Peduli Anak adalah forum yang bergerak dibidang pendidikan dan memiliki kepedulian terhadap anak indonesia.


Hingga berita ini disusun, acara pemilihan yang diadakan pada pukul 10.00 hingga selesai ditutup oleh Kasie Kelurahan Jembatan Lima, Pujowati,  berlangsung dengan sukses dan lancar. (fiq-in/red)


thumbnail

Posted by On 9:48:00 PM


PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Ancaman dan intimidasi kembali menerpa Wartawan di Timika Papua. Ancaman datang dari oknum polisi satuan shabara Polres Mimika, Bripka Daniel Sitawa menggunakan senjata laras panjang dengan dua penyangga di depan, disertai amunisi lengkap yang diarahkan kepada wartawan.

Ancaman yang dinilai bukan main-main itu ditanggapi langsung Ketua Presidium Forum Pers Independen Indonesia (FPII), Kasihhati.

"Ini merupakan preseden buruk bagi situasi keamanan di Timika, khususnya bagi kalangan Wartawan, sebab tindakan kekerasan dan ancaman ini sangat luar biasa," jelas Kasihhati kepada Wartawan di Jakarta, Kamis, (7/12/2017).

Senjata kaliber berat dengan dua penyangga dan ribuan amunisi lengkap dan seolah-olah siap menyerbu Wartawan? "Perilaku ini jelas mengerikan. Oknum itu ingin membantai wartawan? ini tak cuma membahayakan rekan-rekan Wartawan yang bertugas, namun juga memalukan Korps Polri. 

Tak cuma sekedar dilakukan penindakan Hukum, namun harus ada solusi yang masif yang harus dilakukan Polri untuk membenahi personil mereka di Timika, Papua." Kata Wanita yang akrab dipanggil Bunda ini.

Kasihhati menekankan, Polri tak cuma harus membenahi personilnya dari tindakan kekerasan, namun harus ada tindakan menyeluruh lainnya agar peristiwa itu tidak terulang. Hal ini sama saja membongkar borok keamanan di Papua terutama di Timika yang saat ini masih bergejolak. Terlebih dengan ucapan sang Oknum yang begitu mudahnya menyatakan akan bergabung dengan KKB?

"Ketika pandangan Oknum itu begitu mudahnya mengucapkan akan bergabung dengan KKB, maka inilah titik rawan terjadinya pengkhianatan terhadap NKRI. Rasa nasionalisme yang luntur ini jelas bisa membahayakan Korps Polri yang termasuk menjadi garda terdepan keamanan bangsa Indonesia, khususnya dalam negeri." kata Kasihhati.

"Apalagi ketika sang Oknum sudah menganggap wartawan sebagai musuh, maka tidak tertutup kemungkinan akan ada tindakan yang sama dari oknum-oknum Polisi lainnya yang bertugas disana yang juga menganggap wartawan sebagai Musuh, kan ini mengerikan," tambah dia.

Kasihhati pun menyarankan agar wartawan lebih merapat ke TNI untuk sementara waktu ini demi keselamatan diri mereka, sebab meskipun kasus ini sudah ditangani Polda Papua, namun kewaspadaan tinggi bagi wartawan yang bertugas di Timika sangat diperlukan.

"Kalau oknum tersebut tidak suka dengan masalah pemberitaan yang ditulis oleh teman-teman, ada ruang memberikan hak jawab. Kalau ada masalah pribadi bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Bukan arogansi begitu. Hal ini tidak bisa ditolerir, hukum dan bila perlu dipecat agar jadi efek jera buat yang lain," tegas Kasihhati.

Meski begitu, Kasihhati juga menghimbau kepada rekan-rekan wartawan yang bertugas di Timika untuk tetap melakukan koordinasi kepada Kepolisian setempat jika memang ditemukan masalah yang menyangkut personil Polisi.

Sebelumnya diketahui, peristiwa ancaman dengan senjata laras panjang terjadi di tempat kongkow wartawan di Timika. Dalam keadaan mabuk, oknum polisi satuan shabara Polres Mimika, Bripka Daniel Sitawa, mendatangi lokasi nongkrong wartawan sekitar pukul 24.30 WIT, lusa lalu, Selasa 05/12/2017) di Timika-Papua.

Dari arah kantor Lantas Oknum Anggota Polisi itu mendatangi lokasi yang menjadi tongkrongan para wartawan sambil teriak wartawan siapa yang jago disini. Ucapnya sambil berjalan menuju arah kios sambil memukul atap seng.

Tidak hanya itu oknum polisi itu juga memaki seluruh wartawan dengan kata-kata itu yang sangat menciderai profesi wartawan.

"Kalian wartawan tidak tau malu, kalian hidup dari polisi saja kok gaya sekali. Info dapat dari polisi kok,” ucapnya dengan nada dipengaruhi minuman keras. Melihat aksinya itu beberapa anggota polisi yang ada di TKP satu perwira dan tiga anggota lainya berusaha menenangkan oknum polisi tersebut ke lantas.

Suasana sempat hening namun tiba tiba oknum polisi itu kembali dan menantang para wartawan, "Siapa yang jago disini anj*ng, sambil mengepalkan tangan ke arah wartawan seputar Papua.com.

Sambil teriak mana Saldi mana Saldi, “bilang sama dia Jangan sampai saya ketemu dia, saya ramas dia, saya baru dari Tembagapura, kalian jago sekali eee, saya tidak takut di pecat kalau saya dipecat saya gabung dengan KKB, saya tembak mati kalian semua, saya punya peluru 1.700 butir peluru di rumah.

"Saya anak Papua yang punya tanah ini, dan tau basis OPM itu ada disaya punya tempat di keroom. Saya akan tembak mati kalian. Saya siap diperiksa propam," kata sang Oknum.

Oknum polisi kemudian pergi dan kembali lagi sekitar 30 menit dengan mengunakan ojek sambil membawa senjata Laras panjang dengan penyangga dua didepan. (pakai kaki) dengan amunisi lengkap.

Setelah puas memaki dia pergi lagi dan sekitar pukul 02.00 WIT dini hari dia kembali dengan membawa senso dan merusak bangku dan meja yang ada. Untungnya pada saat melakukan aksi perusakan, sudah tidak ada wartawan atau orang lain yang nongkrong di tempat tersebut.
Pernyataan Polisi

Menyikapi banyaknya pemberitaan di atas kejadiaan tersebut, Kabid Humas Mabes Polri mengatakan akan berkoordinasi dengan pimpinan kepolisian di Mimika.

"Saya minta beri jaminan keamanan kepada rekan-rekan wartawan di sana. Perlu ada pengamanan secara tertutup, dengan menempatkan intelijen di tempat-tempat berkumpulnya wartawan. Ini juga untuk mengantisipasi pihak-pihak ketiga yang masuk dan memperkeruh masalah." jelas dia.


"Kami berusaha bagaimanapun rekan-rekan dalam situasi aman di sana. Yang bersangkutan akan kami bawa dari timika untuk diperiksa di Jayapura. Semua akan diselidiki, termasuk apa maksud pernyataan Pelaku ingin bergabung dengan KKB. Kami akan dalami, apa maksud dari pernyataan itu." Pungkasnya. (fpii-in/red)

thumbnail

Posted by On 11:53:00 AM




PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Lurah Angke M.Dirhamsyah, tengah meninjau kegiatan posyandu yang berlangsung di Sekretariat RW.04, Jalan Angke Gg Siaga 1, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (7/12/2017). Dalam kegiatan tersebut 80 Balita mendapatkan pemeriksaan disertai penimbangan.



Selain dihadiri Lurah Angke, M.Dirhamsyah, pantauan tim Media ini, hadir terlebih dahulu Sekkel Angke, Adith Pratama, serta Bidan Kelurahan Angke, Mala, Para Ketua RT/RW, dan juga LMK

Dalam kesempatannya, Sekretaris Kelurahan Angke, Adith Pratama berpesan, agar para kader posyandu terus meningkatkan, serta kepada kader terus peningkatan pemeriksaan jentik, untuk mencegah DBD. “Musim penghujan akan segera tiba,” imbuhnya. (yus-in/red)