Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Diposting oleh On 12:25:00 AM

PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Lurah Angke sampaikan selamat hari raya idul fitri kepada seluruh warga kelurahan angke, demikian ungkap Teddy Martadila saat diadakannya acara halal bihalal bersama Citra Bhayangkara.

Acara yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Angke, Sabtu (15/6/2019) malam, dihadiri juga oleh Pimpinan Citra Bhayangkara T.10.3 Ambon H.Dody Sunandar.

Selain itu hadir pula Bhabinkamtibmas Kelurahan Angke Aiptu Cecep Supriadi, Perwakilan Pengurus RW, LMK, FKDM juga perwakilan dari jajaran T.10 Cecep Wahyu.


"Jangan termakan atau ikut-ikutan menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya atau hoax, apalagi terkait keputusan sidang MK," Ungkap Lurah Angke dalam sambutannya.

Sementara, Pimpinan Citra Bhayangkara T.10.3 Ambon H.Dody Sunandar dalan kesempatan tersebut memanfaatkan momentum idul fitri untuk saling maaf memafkan.

"Selama kami memimpin kiranya dimaafkan apabila masih banyaknya kekurangan atau masih adanya program serta wacana yang belum terealisasikan," ujarnya.


Hala sama juga diungkap Aiptu Cecep, ia berpesan untuk tetap eksis lagi dan lebih kompak pasca Pilpres kemarin, kiranya beda pilihan tentunya dalam momentum idul fitri ini tetap kita bersatu.

"Kita jadikan semangat untuk tetap menjaga wilayah Kelurahan Angke agar selalu aman, damai dan juga kondusif," ungkap Bhabinkamtibmas Aiptu Cecep Supriadi.

Pewarta : Yustrisna
Editor : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 7:23:00 PM

JAKARTA - Berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim piatu tentunya jadi rutinitas bagi umat muslim di Indonesia, terlebih saat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H tahun 2019.

Hal ini pun menjadi sebuah keharusan bagi Pengurus Komunitas Pewarta (KOPER) bersama Media Pewarta Tambora dengan berbagi santunan untuk anak yatim piatu di Jalan Sawah Lio IV, No.26, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Senin (3/6/2019).


Pemimpin Redaksi Media Pewarta Tambora Nurhalim, menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada rekan-rekan yang sudah memberikan donasinya, akhirnya donasi yang disampaikan tersalurkan juga, meski acara ini tidak semeriah seperti ditahun lalu.

"Tahun ini memang dirasa lesu, namun kami semua merasa tentunya ini adalah sebuah keharusan bagi kami untuk tetap melaksanakan berbagi bersama anak yatim, meski tidak semeriah yang kita harapkan," ungkapnya.


Dikatakan Nurhalim, bila tahun-tahun sebelumnya seperti tahun 2017 dan tahun 2018 kami bersama jajaran tentunya melaksanakan giat iftar dan berbagi dengan anak yatim piatu dirasa sangat luar biasa meriahnya ketimbang tahun ini.

"Intinya, apa yang kita lakukan semua ini semata hanyalah ingin mendapat berkah dari yang maha kuasa Allah SWT, terlebih dengan sedikit berbagi kebahagiaan bersama anak yatim piatu," tuturnya.

Pewarta : Sutisna/Sanen
Editor : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 7:36:00 PM

PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Sebanyak 30 anak yatim piatu mendapatkan santunan dari Anggota PPSU Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (2/6/2019). Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepeduliam kepada sesama, terlebih saat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Lurah Tanah Sereal Hj.Suharti mengakui, bahwa anggota PPSU di wilayahnya menggelar santunan kepada anak yatim piatu. Menurutnya,pemberian santunan bagi anak-anak yatim piatu dalam rangka memperingati bulan suci romadhon.


“Dana santunan ini murni dari iuran yang dilakukan oleh anggota PPSU yang ada di kelurahan tanah sereal jakarta barat. Alhamdulillah dari dana tersebut kita dapat berbagi kepada sesama,” ungkapnya, Minggu (2/6/2019).

Hj.Suharti juga menyampaikan, ini merupakan momen penting di bulan romadhon untuk saling peduli dan menyayangi sesama manusia, terlebih bagi mereka yg kurang beruntung. Diharapkan dengan cara seperti ini dapat membantu terutama anak yatim piatu akan merasakan kebahagiaan.


Sementara itu Reza (23) salah seorang anggota PPSU mengatakan, memang dirinya bersama kawan-kawan ingin berbagi di bulan romadhon yg penuh maqfiroh dan barokah ini. Dirinya berharap dengan adanya santunan ini dapat membantu anak-anak yatim dan kurang mampu.

"Jangan dilihat dari nilai, tapi kepedulian kita, mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini juga dapat membantu anak-anak yatim. Kami juga berharap kedepan program seperti ini akan terus berlanjut,” pungkas Reza.

Pewarta : Hendrie
Editor : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 2:22:00 PM

JAKARTA - Kebersamaan dan kekeluargaan tampak terlihat dalam sebuah acara silaturahmi dan juga buka puasa bersama yang diadakan oleh Sohib Langgar Tinggi dan Sunda Kelapa Heritage (SKH), bertempat di Aula Masjid Langgar Tinggi, Sabtu (1/6/2019) malam.

Hadir dalam giat tersebut, sahabat-sahabat Sohib Langgar Tinggi dan juga Sunda Kelapa Heritage, diantaranya, Horse Power Indonesia, BPPKB Penjaringan, BPPKB Banten, Pemuda Pancasila Tamansari, Laskar Merah Putih Tambora, Kendari Kreatif, Ketua RW.08, Ketua RW.07 Kelurahan Pekojan.


Hadir pula, Seorang Sutradara dan Penulis Naskah Drama dan Film, Fotografer yang karya-karyanya sudah keliling dunia Bung Ilyas, Pengurus Masjid Jamie Kampung Baru, Keroncong Tugu Cafrinho, Perwakilan Tokoh Pemuda Tambora, Komunitas Glodok, para pemuda Karang Taruna RW.08 Kelurahan Pekojan, serta Bamus Betawi Jakarta Utara.

Ketua Sunda Kelapa Heritage Daeng Mansur Amin, mengatakan, 14 bulan sudah waktu berlalu, sekian lama itu pula sunda Kelapa Heritage berkiprah di Pekojan. "Alhamdulillah sudah ada beberapa pencapaian yang diraih diantaranya di Langgar Tinggi (RW.01)," terangnya.


"Dan kita menjadi mensupport beberapa hal kecil kepada Panitia Pembangunan Area tambah di Majid Jamir Kampung Baru (RW.05), dan juga kegiatan pembuatan Mural di RW.04 Kampung Koja," ungkap Daeng.

Dikatakan Daeng, yang juga selaku Ketua Sohib Langgar Tinggi mengatakan, bahwa dalam kurun satu tahun lebih tersebut Sunda Kelapa Heritage juga sedikit memberikan sumbangsih baik dalam pemikiran maupun hal lain dalam kegiatan kepemudaan di wilayah RW.08 Kelurahan Pekojan.


Daeng Mansur Amin juga menguraikan, bahwa dalam perjalanannya setahun lalu, Sunda Kelapa Heritage bersama masyarakat lokal dari Pekojan dan juga Angke membentuk sebuah wadah bersama yang bernama Sohib Langgar Tinggi.

"Berdirinya Sohib Langgar Tinggi berupaya keras melakukan perawatan fisik sesuai kemampuan, misalnya melakukan pengecatan, penggantian lampu menjadi LED, pembelian seperangkat alat sound system dan juga membiayai pembayaran listrik untuk Kantor DKM," ungkapnya.


Disamping itu, lanjut Daeng Mansur, kami juga berusaha menghubungi rekan-rekan yang memiliki jaringan agar turut membantu dilakukannya restorasi atau perbaikan Langgar Tinggi yang sudah sangat termakan usia

Tentunya, dalam perjalanan sekitar 14 bulan ini, kami berupaya melakukan evaluasi terhadap capaian dan membahas gerak langkah ditahun ke dua dan dalam buka puasa bersama ini berhasil disepakati 2 rencana kerja yang diantaranya,


Pertama, akan membuat legalitas atau Badan Hukum terhadap Sunda Kelapa Heritage, karena selama berkiprah sejak tahun 2011 belum pernah membuat badan hukum.

Kedua, melakukan pendokumentasian Pekojan,

Ketiga, Melakukan kegiatan pendokumentasian dan diskusi sejarah, budaya, seni, heritage sebagai bagian dari persiapan pembuatan buku jejak syiar Islam di Pekojan.

Kemudian, ke empat, membuat Video dokumentasi wawancara dengan warga Pekojan yang tujuannya juga untuk dapat dilahirkan sebuah buku sekilas kisah pekojan dalan ingatan warganya.

"Semua diatas, insya allah akan dilakukan setelah lebaran ini, banyak suka duka, hambatan dan rintangan, selama satu tahun ini menjadi pengalaman berharga bagi kami dalam melangkah kedepannya," tutur Daeng Mansur.

Daeng Mansur Amin juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada sahabat-sahabat yang sudah turut membantu dalam acara bukber ini, dan kami juga berharap, untuk kedepannya, semoga kami selalu mendapat dukungan dari warga masyarakat Pekojan, Stakeholder dan juga pemerintah. (Tim)

Editor : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 11:07:00 PM

JAKARTA - Kebahagiaan dengan para anak yatim piatu jadi rutinitas bagi umat muslim dan juga seluruh masyarakat di Indonesia, terlebih saat jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Hal inipun menjadi perhatian khusus bagi warga RW.08 Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, menyantuni 100 anak yatim piatu dan juga janda tidak mampu di Masjid Al Mutaqin, Sabtu (1/6/2019) malam.

Dewan Pembina Masjid Al Mutaqin Ustad Mohamad Syafei, menyampaikan, bahwa giat ini kita lakukan bersama masyarakat, pengurus dan donatur, iuran untuk memberikan santunan kepada anak yatim dan janda tidak mampu.


"Kita harus berbagi kebahagiaanlah, kita yang mendapat kesempatan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang berhak, baik anak-anak maupun orang tua," ungkapnya kepada Media ini.

Adapun anak-anak yatim dan janda yang didatangkan meliputi dari 15 RW SeKelurahan Tanah Sereal. "Saya senang dan bahagia menerima bingkisan dan juga amplop berisi uang, semoga lancar rizkinya," ujar salah satu anak yatim penerima santunan.


Ditempat sama, warga juga menyambut baik acara santunan tersebut.Menurutnya, acara ini, adalah acara yang kesekian kalinya dilakukan oleh Masjid Al Mutaqin.

"Ya, Alhamdulillah kita diberikan kesehatan, kemudian dilimpahkan rezeki. Jadi, Ramadhan ini penuh berkah. Untuk itu, kita ingin berbagi dengan anak-anak yang kurang mampu," ujarnya.

Dikatakannya, Kita memang mengundang sekurang-kurangnya seratusan anak yatim piatu dan juga janda yang sekiranya kurang mampu," tutur warga.

Tujuannya, sambung warga lagi, agar anak-anak yatim piatu bisa ikut merasakan kebahagiaan dan berkah di bulan suci Ramadhan ini. Tentunya ini sudah jadi kewajiban orang-orang yang mampu untuk berbagi kepada yang miskin.

"Insya Allah tiap tahun akan terus diadakan di bulan suci ramadhan. Tapi tentu tidak hanya itu, ada kegiatan-kegiatan lain seperti keperihatinan terhadap bencana di daerah. Karena kegiatan sosial sudah beberapa kali dilaksanakan," bebernya.

Hingga berita ini disusun, tampak hadir dalam giat tersebut, para Tokoh Agama, Pengurus RT dan juga Pengurus RW SeKelurahan Tanah Sereal, Tambora tengah membagikan paket bantuan dan juga uang santunan.

Pewarta : Hendrie
Editor : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 10:07:00 PM

JAKARTA - Bersama Kita Jaga Kepedulian dan Jalin Silaturahmi Antar Sesama, menjadi tajuk utama dalam sebuah acara buka puasa bersama yang di selenggarakan oleh Jajaran Pengurus Media OTORITAS.

Acara yang dilaksanakan sekira pukul 18.30 WIB di Gedung SKKT Karang Taruna, Jalan Laksa 2, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (1/6/2019) dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Karang Taruna Unit RW.01-08, Pengurus RW.02 Jembatan Lima, Perwakilan Media, Organisasi Pers, LSM juga Intansi Pemerintah.


Pimpinan Media Otoritas Andi M.Nirwansyah, mengatakan, bahwa giat yang kita adakan ini adalah bentuk dari kepedulian kita sebagai pelaku media yang juga bertujuan untuk bisa saling menjalin sikaturahni antar media kepada masyarakat setempat.

"Intinya kami ada karena masyarakat, begitu pun sebaliknya, khususnya di bulan suci yang penuh berkah ini, kiranya kita semua berupaya untuk bisa saling bersilaturahmi dan juga berbagi bersama masyarakat," ungkap Andi M.Nirwansyah.


Sebelumnya, informasi yang didapat Media ini, acara pagelaran yang diadakan oleh Media OTORITAS meliputi Dialog Ramadhan/Kewirausahaan Syariah yang disampaikan oleh Kokolim Online, Ustad Wisnu, Motivator Enterpreaneur oleh Ustad Firdaus atau Dosen Trisakti.

Selanjutnya, Diskusi Media yang dipandu oleh Wakil Ketua Umum Media Online Indonesia (MOI), Siraman Rohani yang disampaikan oleh Ustar Askar Al Bantani, dan juga Quiz Ramadhan di pandu oleh Toni Flamingo.


Dalam Tausiyahnya, H.Arief Muhamad Arief menyampaikan ulasan tentang hikmahnya bulan puasa di bulan suci Ramadhan dan juga keutamaan dalam nenjalankan puasa selama 30 hari penuh.

"Orang-orang Yahudi pernah bertanya kepada Nabi Muhammad, Kenapa Puasa 30 Hari," kata Ustad H.M.Arief

Kemudian Nabi Muhammad menjawab, lanjut Ustad H.M.Arief, karena Nabi Adam 30 hari 30 malam menelan buah quldi dan selama 30 menyangkut ditenggorokan, maka diwajibkan umat Muslim berpuasa selama 30 hari.


"Agar kita semua umat muslim dapat merasakan apa yang seperti Nabi Adam rasakan saat itu, dan puasa di bulan ramadhan juga dihancurkan oleh Allah barang haram yang kita makan jadi halal," terangnya.

Ustad H.M.Arief juga menyampaikan, bahwa berpuasa pada bulan suci ramadhan, tentunya kasih sayang dengan Allah akan semakin dekat, maka dikabulkan segala doa, dan amalan pun dilipatgandakan berkali-kali lipat.


"Terutama di hari kiamat, di padang Mahsyar tidak akan kehausan, terhindar dari siksa kubur, Allah akan berikan cahaya melewati jembatan sirotol Mustaqim, Janji Allah akan masuk Surga," ungkapnya.

Diakhir Tausiyahnya, Ustad H.Muhama Arie juga menyampaikan, semoga di Indonesia ini, kita semua diberikan kasih sayang oleh Allah SWT, dan juga semoga ngeri kita yang kita cintai yakni Indonesia menjadi Negeri yang selalu aman, tentram dan juga damai. (ril)

Editor : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 11:26:00 PM

PEWARTA TAMBORA, JAKARTA BARAT - uluhan warga dan Pemuda di RW.008 Kelurahan Pekojan antuaias mengikuti giat pengukuhan Ketua RW.008 Samuti, yang berlangsung disamping Kantor Pos Sekretariat RW.008, Sabtu malam (18/6/2019).

Meski giat dilaksanakan dengan cara menggelar karpet di tengah jalan, namun terlihat acara berjalan dengan lancar, pantauan wartawan Pewarta Tambora, sebelum dilakukan pengukuhan Ketua RW.008 Kelurahan Pekojan Samuti melakukan penyerahan laporan pertanggung jawaban (LPJ) kepada Ketua Panitia Saepudin.


Ketua RW.008 Kelurahan Pekojan Samuti menyampaikan terimakasihnya kepada segenap Panitia juga warga atas kepercayaannya yang telah diberikannya.

"Insya Allah dengan terpilihnya saya kembali menjadi Ketua RW, saya akan menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin, saya juga berharap kepada warga jika dalam perjalanan sebagai Ketua RW dapat memberikan masukan dan juga kritik membangun wilayah," ungkapnya.


Sementara warga berharap kepada Ketua RW.008 yang kembali terpilih untuk menjadi lebih aktif dalam setiap kegiatan, juga mengedepankan kepentingan masyarakat, serta mengawal kegiatan kepemudaan.

Sedangkan kritikan dan saran mewakili PKK berharap kepada Ibu RW agar lebih aktif di setiap kegiatan PKK maupun pengajian.

Hingga berita ini disusun sebagai penutup doa disampaikan oleh Ustad Syukron dengan dihadiri Babinsa Kelurahan Pekojan, Pemuda Karang Taruna, PKK Unit RW.008 Pekojan, Para Ketua RT 001 s/d 011 Kelurahan Pekojan, tokoh agama juga Tokoh Masyarakat setempat.

Rep : Budiyanto