Popular Posts

Kategori

Follow by Email

PPWI MEDIA NETWORK

thumbnail

Diposting oleh On 19.55.00

Pewarta-Tambora.com, Jawa Barat -Mayjend TNI (Purn) H.Tatang Zaenudin, yang akrab disapa kang Tatang/TZ, putra asli Jawa Barat asal Cianjur ini adalah sosok pemimpin Jabar yang cukup menjanjikan untuk rakyat Jawa Barat saat ini.

Selain putra asli Jawa Barat asal Cianjur dirinya pun seorang purnawirawan Jendral dan mantan Birokrat dilingkungan Basarnas yang pernah menoreh berbagai prestasi terutama dalam operasi pencarian Pesawat Lion Air dikala itu.

Dalam situasi politik Indonesia saat ini, sepertinya sosok seorang Purna Jenderal yang cukup menarik untuk dicermati selain tokoh figur yang sudah menyatakan untuk maju dalam pencalonan di Jawa Barat.

"Tidak ada kata selesai dalam tugas untuk seorang Prajurit TNI," ungkap Kang Tatang dalam bincang santainya kepada beberapa awak media, belum lama ini, Kamis(21/9/2017).

Kesiapan Mayjend TNI (Purn) H.Tatang Zaenudin ini telah dibuktikannya dengan melakukan sosialisasi kebeberapa daerah di Jawa Barat dalam upaya mengenalkan diri dan meraih simpatik warga masyarakat, dan langkah tersebut mendapat apresiasi baik dari pelbagai pihak maupun masyarakat.

Kang Tatang adalah sosok yang tidak hanya dekat dengan beberapa elemen masyarakat, namun dirinya juga dekat dengan kepemudaan khusunya dalam bidang pencinta alam serta penanggulangan bencana.

"Saya akan mewakafkan diri untuk rakyat Jawa Barat, demi mewujudkan Jawa Barat yang aman, nyaman, dan sejahtera,"tutur putra asal Jawab Barat.

Belum lama ini, dengan antusiasme warga Jabar mengapresiasikan dengan dibentuknya Barisan Relawan Tatang Zaenudin yang disingkat 'BAREZT yang diketuai oleh Arie Pujianto.SH, yang merupakan gabungan dari bebrapa organ elemen masyarakat yang ada di Jawa Barat.

Dalam kesempatan yang sama Andy Boxer mewakili BARETZ, menyampaikan, Mayjend TNI (Purn) H.Tatang Zaenudin adalah sosok yang sangat dinantikan masyarakat Jawa Barat sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan untuk rakyat jawa barat dan sesuai dengan karekteristik serta letak geografiknya. Hanya seorang prajurit TNI lah yang dapat memahami itu dengan baik.

"Kami bersama tim relawan beserta jaringan organisasi mereka yang sangat militan siap memenangkan kang Tatang menuju Jabar Kahiji, demi masyarakat Jawa Barat yany lebih baik," pungkasnya. (Her/rls).

thumbnail

Diposting oleh On 22.52.00

Pewarta-Tambora.com, JAKARTA - Bangunan liar (Bangli) sepanjang jalan Angke Barat dari RW 01sampai dengan RW 02, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakbar, di tertibkan petugas, sekitar pukul 08.30 WIB, Rabu (20/9/2017). Adapun giat penertiban bangunan liar dilakukan dalam rangka SCORD CARD Tingkat Kecamatan Tambora.

Turut hadir dalam giat penertiban tersebut Sekertaris Kecamatan (Sekcam) Tambora H.Naman, Manpol PP Tambora Ivan Sugiro, serta jajaran Tiga Pilar dan PPSU Kelurahan Angke.

Dalam arahannya H.Naman selaku Sekcam Tambora menghimbau kepada semua petugas pelaksanan penertiban untuk menjalani tugas sesuai Peraturan dan Undang-undang  yang sudah di tentukan Oleh Perda.

Sementara itu selama dalam pelaksanaan penertiban, Lurah Angke bersama jajarannya turut mendampingi hingga pelaksanaan penertiban berjalan dengan lancar dan tuntas.

"Sebelum penertiban dilakukan kami sudah memberikan surat himbauan yang diberikan pihak Kecamatan Tambora untuk warga yang berada di Angke Barat ini," ujar Dirham Syah lurah Angke.

Dikatakan lurah Angke bahwa sebelumnya sudah dilakukan kordinasi dan himbauan kepada para ketua RT/ RW dan tokoh masyarakat terkait penertiban bangunan liar. Oleh karena itu sudah banyak bangunan liar yang di bongkar oleh pemiliknya sendiri atas dasar kesadaran masing-masing warga.

"Alhamdulillah penertiban hari ini tinggal beberapa bangunan permanen saja yang di bongkar, karena membutuhkan alat berat," ucapnya.(Dedy/Ipung)

thumbnail

Diposting oleh On 02.50.00

Pewarta Tambora.com, Bima - Jubaidah yang biasa dikenal dengan sebutan Ina Bodi yang berasal dari Desa Mpuri, Kec. Madapangga, Kab. Bima, Seorang wanita paruh baya Penjual Sepi (Bima) keliling di sekitar Desa Woro, Mpuri dan Tonda hidup dengan mengidap Penyakit Gondok sudah 5 Tahun. Namun dalam seminggu terakhir ini, Penyakit Ina Bodi semakin tambah parah dan semakin terlihat membesar, Rabu (20/09/2017).

Ina Bodi merupakan istri dari Muhdar yang hanya bekerja serabutan sebagai Petani memiliki empat orang anak dan satu diantaranya telah meninggal dunia setahun yang lalu akibat Sakit Komplikasi, Sedangkan yang lain merantau adu nasib di Ibu Kota sebagai Buruh Pabrik. Selain dari anaknya yang dirantauan, Ina Bodi tinggal dengan anak laki - lakinya yang sudah berkeluarga, Namun telah dipisahkan oleh Ajal. Sebut saja Muslih, Seorang ayah dari anak perempuannya yang hanya kerja serabutan di Sawah dan Ladang dengan Upah serta waktu yang tak menentu.

Dalam kesehariannya berjualan Sepi, Penghasilan Ina Bodi pun tak menentu, Terkadang pendapatannya setiap hari hanya 20 - 30 ribu rupiah. Dengan cara menjunjung Bakul jualannya berjalan mengelilingi desa demi desa, Tak terasa penyakitnya tambah semakin parah.

Menurut Muslih, Ina Bodi baru saja pulang di rawat sekitar beberapa hari di RSUD Dompu dan disarankan oleh Dokter setempat untuk di Rujuk dan segera di Operasi di RSUP NTB Mataram. Namun apa yang bisa dibuat, Pihak keluarga memilih untuk dirawat dirumah singgahnya, Sebab ekonomi tak mencukupi, Jelasnya.

Menambahkan, " Untuk sementara pengobatan alternatif yang digunakan oleh Ina Bodi adalah Loi Keta untuk sedikit meringankan rasa sakit dan nyeri nya saja, " Keluh Muslih.

Sakitnya selama ini ditahan demi bisa berjualan Sepi (Bima) keliling setiap Desa, Saat ini Ina Bodi hanya bisa terbaring dan duduk menahan rasa sakitnya. Entah sampai kapan.....?

Keluarga berharap kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah agar serius memperhatikan Rakyat Kecil. Kami butuh uluran tangan dari para Dermawan yang sekiranya dapat meringankan beban Penderitaan Ina Bodi. (Her/rls)

thumbnail

Diposting oleh On 02.26.00

Pewarta Tambora.com, Blora - Sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis air bersih akibat kemarau panjang di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H turun langsung menyalurkan bantuan air bersih. Sasaran utama pembagian air bersih kali ini adalah warga yang sedang mengalami krisis air di Desa Jepangrejo, Selasa (19/9/2017).

Volume air bersih yang disalurkan sebanyak 15 (lima belas) truk tangki, masing-masing berkapasitas 6000 liter. Bantuan air bersih ini berasal dari Sat Lantas Polres Blora yang disalurkan langsung oleh Kapolres Blora AKBP Saptono bersama jajarannya.


Sebelumnya, Kapolres Blora terjun langsung ke lapangan melihat kondisi masyarakat di wilayah hukum Polres Blora, menemukan beberapa desa yang mengalami kekeringan dan terjadi krisis air bersih. Salah satunya adalah Desa Jepangrejo, yang hari ini menjadi sasaran kegiatan penyaluran air bersih tersebut.

“Kami salurkan bantuan berupa air bersih kepada warga yang sedang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Dengan harapan, bantuan tersebut bisa membantu warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga untuk keperluan sehari-hari,” ungkap Kapolres Saptono.

Kedangtangan Kapolres ke Desa Jepangrejo disambut dengan penuh kehangatan dari siswa SD maupun dari warga sekitar yang sudah sejak pagi mengantri di balai desa. Semuanya riuh dan berebut bersalaman dengan orang nomor satu di Polres Blora itu.

“Senang sekali saya bisa terjun langsung melihat kondisi warga yang sedang mengalami musibah kekeringan, apalagi disambut dengan semeriah seperti ini,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, penyaluran bantuan air bersih bukan hanya dalam rangka HUT Polantas yang ke-62 saja, akan tetapi akan dilanjutkan secara berkala ke wilayah lain yang juga sedang mengalami musibah kekeringan. Ini sesuai dengan perintah Kapolri, dimana polisi dituntut harus selalu dekat dan peduli dengan masyarakat yang ada di wilayahnya.

Kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami krisis air bersih juga sangat sesuai dengan kegiatan Program Polisi Peduli. Sebuah, program kepedulian terhadap masyarakat yang dibuat dan dijalankan pada saat kepemimpinan AKBP Saptono.

Membantu warga yang sedang kesulitan air bersih di musim kemarau ini juga termasuk bukti kepedulian Polisi terhadap masyarakat. “Kegiatan pendistribusian air bersih juga merupakan Program “Polisi Peduli” yang bersamaan dengan peringatan HUT Lantas tahun 2017,” ungkapnya.

Kegiatan ini, merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat, karena masyarakat merupakan mitra polisi yang saling berkaitan. Dimana, Polisi harus selalu berada di tengah-tengah masyarakat di wilayahnya. Termasuk, dengan membantu setiap kesulitan yang dialami masyarakat.

“Yang sangat membahagiakan kami, saat bantuan air datang, warga desa yang sedang mengalami kekurangan air bersih itu, berlarian menuju tangki air bersih yang berasal dari Polres Blora. Wajah mereka, nampak ada secercah kebahagian saat bantuan air bersih itu datang. Mereka juga rela mengantri untuk memperoleh giliran pengisian air bersih dari wadah yang mereka bawa,” ujar Kapolres.

Suparman (40), warga Desa Jepangrejo, mengatakan bahwa pemberian bantuan air bersih sangat bermanfaat bagi warga, karena sudah hampir 2 bulan ini Desanya dilanda kekeringan.

“Alhamdulillah dapat bantuan air bersih. Terimakasih banyak Pak Kapolres yang sudah bantu kami, semoga diberikan kesehatan, dan kelancaran rejeki,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jepangrejo Suparlan, mengungkapkan, wilayah desanya memang sudah menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau tiba, hal itu yang menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Di wilayah kami ada beberapa dusun yang terdeteksi mengalami krisis air bersih. Untuk mendapatkan air, warga mengambilnya di sungai atau sumur yang jaraknya cukup jauh,” ungkap Suparlan kepada wartawan yang menemuinya di lokasi pembagian air bersih tersebut.(HER/MBP/YUS/JALMO/RIL)

thumbnail

Diposting oleh On 02.06.00

Pewarta Tambora.com, Jakarta - Temu audiensi yang dilaksanakan Dewan Pimpinan Nasional PPWI yang dikomandoi Wilson Lalengke bersama Direktur Pengelolaan Media Publikasi (PMP) Kementerian Komunikasi dan Informasi RI berlangsung penuh dengan keharmonisan bertempat di ruang rapat Direktur PMP Jl.Merdeka Barat No.9, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017).

Adapun temu audiensi terselenggara untuk menindaklanjuti surat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI), Nomor : 016/PPWI/U/viii-2017 tentang Permohonan Audiensi dengan Presiden RI.

Selain dihadiri Wilson Lalengke selaku Ketua Umum DPN PPWI, juga dihadiri Mung Pujanarko,Ketua I DPN PPWI, Wina L, Bendahara Umum DPN PPWI), Faika Putri (Duta PPWI, Ahmad Syarief, Ketua DPC Jakbar, Yeni H, Mugiono, Junaidin Algura, Bambang Herman. SH dan Christin.


Direktur Pengelolaan Media Publik, Sunaryo, saat Audiensi menyambut baik kedatangan teman - teman PPWI beserta program - program yang sudah disampaikan. Menurutnya, PMP selama ini mengelola hal yang sama dengan apa yang sudah dilakukan PPWI, terutama terkait dengan literasi pencerdasan publik tentang media, termasuk media sosial.

"Selama ini Direktorat PMP melaksanakan kegiatan - kegiatan yang mirip, atau bahkan sama dengan yang dilakukan oleh organisasi PPWI. Yaitu mengadakan diklat-diklat, mengembangkan jaringan, dan menumbuhkan serta meningkatkan kemampuan bagi para siswa maupun masyarakat umum, dalam hal membuat atau menghasilkan karya jurnalistik, yang sifatnya dihasilkan oleh warga masyarakat biasa, bukan wartawan," ujar Sunaryo.

Sementara itu, Ketum PPWI menjelaskan, terkait dengan hal kerjasama, Direktorat PMP menyampaikan akan mengakomodir program yang telah disampaikan PPWI.

"Mudah-mudahan pada masa-masa yang akan datang bisa kerjasama dengan PPWI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan, termasuk diantaranya kegiatan diklat, berbagai lomba, dan lain sebagainya," tutur Wilson.

Tambah Wilson, dari PPWI berharap terutama bisa menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan Kementerian Komunikasi, dan instansi-instansi Pemerintah maupun instansi swasta yang lain, dalam rangka mencerdaskan bangsa.

Wilson juga menjelaskan, PPWI akan melaksanakan MUNAS pada November mendatang, ia berharap Presiden Jokowi bisa menyempatkan diri hadir untuk membuka MUNAS tersebut. [Muezza/her/rls]

thumbnail

Diposting oleh On 18.08.00

Prabowo Saat Menjadi Pembicara Dalam Acara Bedah Buku di FEB UI depok, Senin (18/9/2017)
Pewarta Tambora. com, Depok - Nasionalisme Sosialisme Pragmatisme : Pemikiran Ekonomi Politik Sumitro Djojohadikusumo" menjadi tajuk utama dalam acara "Bedah Buku" yang diselenggarakan oleh FEB UI bersama Yayasan Arsari Djojohadikusumo, bertrmpat di Auditorium FEB UI, Depok, Senin (18/9/2017). Siang.

Prabowo tampil penuh kecerdasan bicara mengenai ekonomi nasional dan global dalam acara bedah buku saat di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, dihadapan para Profesor, antara lain Prof Emil Salim, Prof Dawam Rahardjo, Prof Dorojatun Kuntjorojakti, serta Prof Sudrajat Dwiwandono.
Kenny Widjaja Saat Menghadiri Acara Bedah Buku di FEB UI depok, Senin (18/9/2017)

Turut hadir pula para pakar ekonomi pendukung Jokowi, seperti Christianto Wibisono, Miranda Goeltom, Faisal Basri, serta para pembantu rektor dan Dekan FEB UI.

Prabowo yang tampil tanpa tex, bicara tentang realita perekonomian Indonesia yang disebut dengan "Paradox Indonesia" mendapati riuh dengan tepuk tangan oleh para tamu undangan yang hadir.

"Nanti saya kalau bicara, katanya Prabowo tukang kritik, karena Pemerintah sekarang agak susah menerima kritik. Nanti kalau tanpa kamera dan wartawan saya undang anda untuk bisa bicara apa adanya," kata Prabowo saat menyinggung kondisi kekuatan pasukan yang menyedihkan.

Prabowo yang mengaku sebenarnya grogi, karena dirinya bukan Profesor tapi disuruh bicara ekonomi, mengajak para intelektual untuk mulai bicara Jujur soal Paradox Indonesia, yaitu negara yang kaya raya, dimana kekakayaan kita nomer 5 terbesar di dunia, "tapi hutangnya menumpuk dan rakyatnya belum makmur.

Kegagalan kita dalam membangun perekonomian kita, karena dalam menjalankan program ekonomi tidak berlandaskan pada UUD 45 Pasal 33. "Kunci ketidakberhasilan kita, karena kita tidak patuh pada pasal 33 Undang-undang 1945," ujar Prabowo.

Dikatakan Prabowo dari buku ilmu ekonomi yang dipelajari, bahwa kekayaan sesungguhnya suatu negara itu adalah "Tanah". Namun ironisnya kita malah melepas tanah-tanah itu bukan menjadi kekayaan negara, tapi dikuasai asing dan sedikit perusahaan korporasi Indonesia. Itulah yang membuat Indonesia yang harusnya kaya raya menjadi negara miskin.

Suasana dalam ruangan menjadi panas, saat Prabowo membagi "oleh-oleh" setelah dua minggu bertemu para pakar ekonomi Eropa dan Timur Tengah. Menurut Prabowo, masalah ekonomi tidak bisa dipisah-pisah dengan politik, keamanan, dan juga Sosial," ungkapnya.

Prabowo pun membeberkan soal geopolitik dan geo ekonomi, dimana saat ini terjadi hegemoni "peperangan" antara China dan Amerika. Dengan data yang komplit Prabowo membeberkan dimana saja China sudah menyalip Amerika, dan ini menggelisahkan Amerika.

Prabowo juga bicara mengenai laut China yang bakal menjadi medan tempur perebutan, karena China dan Amerika, masing-masing memperebutkan minyak dan gas di dalam laut China tersebut, dan Indonesia akan terkena imbasnya karena laut China bersinggung dengan Natuna.

Si sela-sela uraiannya, Prabowo sempat membuat hadirin menjerit saat Prabowo menghadiahkan sebuah buku yang baru dibelinya di luar negeri untuk FEB UI yang berjudul "Ghost Fleet" dimana dalam buku tersebut sudah ditulis Indonesia akan lenyap pada tahun 2030.

"Bagaimana Indonesia tidak akan hilang kalau tanah kita, kekayaan kita dikuasai asing dan sekelompok orang," ujarnya pedih. (ISKW).

thumbnail

Diposting oleh On 09.32.00



Pewarta-Tambora.com, Langsa - Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA merasakan prihatinnya, terkait dengan beredarnya sebuah video bernuansa sadisme melalui kiriman WhatsApp ke beberapa warga yang diduga dilakukan oleh seorang oknum Walikota di Provinsi Aceh, video yang memperlihatkan peristiwa penyiksaan dan pembunuhan dengan memenggal leher korban oleh sekelompok orang berpakaian ala militer, pada Senin, 11 September 2017.

Terkait dengan kasus tersebut, Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA menyampaikan rasa prihatin yang sangat mendalam dan meminta semua warga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman pembunuhan yang berkemungkinan didalangi oleh oknum penyebar video sadis tersebut. Pasalnya, menurut lulusan PPRA-48 Lemhanas RI tahun 2012 itu, sikap dan perilaku sadistis seperti yang ditunjukkan oknum walikota berinisial UA itu terindikasi kuat sebagai gejala psikopat.

"Pola pikir, sikap, dan perilaku sadisme biasanya diperlihatkan oleh orang-orang yang diduga mengidap psikopat, seperti yang ditunjukkan oleh oknum Walikota Langsa itu. Jadi seluruh warga tanpa kecuali harus senantiasa waspada terhadap yang bersangkutan," ujar Wilson melalui pesan WhatsApp-nya, seperti dirilis redaksi KOPI, Minggu (17/9/2017).

Secara teori, lanjutnya, psikopat dipahami sebagai 'sakit jiwa'. "Tapi bukan gila yaa, beda. Psikopat adalah penyakit kejiwaan yang diidap seseorang, namun pikirannya dalam kondisi sadar, normal seperti orang kebanyakan. Dalam banyak kasus, penderita psikopat memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Untuk lebih detilnya, para ahli kesehatan jiwa yang perlu menjelaskan," ungkap Wilson yang pernah kuliah di Inggris, Belanda, dan Swedia itu.

Salah satu ciri umum seorang psikopat adalah gemar bersikap dan bertindak sadis tanpa merasa bersalah, bahkan merasa bahagia ketika berhasil melakukan tindakan brutal, semisal menggorok leher korbannya. "Seorang psikopat merasa tidak berbeda sama sekali ketika memotong leher ayam dan menggorok leher manusia, sama saja rasanya, tiada rasa empati, tidak merasa bersalah, bahkan sebaliknya merasa senang dan bahagia melakukannya," imbuh pria kelahiran Sulawesi Tengah ini.

Dari video yang dikirimkan oleh oknum Walikota UA ke anggota PPWI, BW, ditambah 2-3 potong percakapan antara sipengirim video dengan BW, Wilson menduga kuat bahwa yang bersangkutan terindikasi mengidap kelainan jiwa alias psikopat. Untuk itu, selain mengingatkan warga waspada, ia juga mendesak agar aparat berwenang, termasuk tenaga kesehatan jiwa, memberikan perhatian serius terhadap kasus ini dan mengambil langkah-langkah antisipatif serta tindakan medis atau apapun yang diperlukan.

"Jangan menunggu ada korban digorok dulu baru sibuk melakukan penanganan. Yaa, semasih belum ada korban jiwa, jika indikasi psikopatinya sudah cukup kuat, harus segera diambil tindakan penanganan," jelas Wilson yang pernah mengajar di Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara Jakarta itu.

Sebagaimana ramai diberitakan bahwa Senin, tanggal 11 September lalu, beberapa wartawan menerima kiriman via WA sebuah video berisi penyiksaan, potong kaki dan tangan, dan kemudian disembelih lehernya hingga putus, oleh sekelompok orang berpakaian hijau loreng. Video itu dikirim dari nomor kontak pribadi yang mereka kenal sehari-hari sebagai Walikota Langsa, Aceh. Wartawan media online beritanya.info yang juga anggota PPWI Langsa mencoba mengkonfirmasi maksud pengiriman video tersebut kepada oknum walikota. Kuat dugaan, pengiriman video itu terkait erat dengan pemberitaan tentang sejumlah proyek yang terindikasi tidak beres, berbau mark-up, kolusi, dan korupsi, di lingkungan Pemko Langsa.(Her/rls)