Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Diposting oleh On 10:54:00 AM


PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Puluhan warga tumplek mengikuti sosialisasi sekaligus verifikasi calon penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang dicanangkan Kementerian Sosial di Kantor Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (20/02) siang.

Namun, banyak yang datang ke kantor Kelurahan Jembatan Lima kebingungan dan tidak mengerti fungsi dan manfaat PKH. Informasinya setiap warga yang lolos verifikasi, akan diusulkan namanya ke Kementerian Sosial untuk mendapatkan dana manfaat PKH hampir sebesar Rp 10 juta per tahun.

Pantauan Media Pewarta Tambora, Rabu (20/02) sejak pukul 08.00 WIB, warga silih berganti datang ke Kantor Kelurahan Jembatan Lima, mengikuti verifikasi calon peserta PKH. Sebagian datang menumpang ojek. Sebagian lainnya diantar keluarga dan ada pula warga mengendarai sepeda motor sendiri.

Heri Tambora salah seorang Pendiri Komunitas Pewarta (KOPER) Tambora menyayangkan program pengentasan kemiskinan PKH kurang sosialisasi, terutama untuk warga miskin yang tinggalnya di kampung-kampung.

"Jadi jangan heran ketika verifikasi data, banyak calon penerima PKH yang bingung, jangankan untuk mendaftarkan datanya," ungkap Heri Tambora kepada media ini, Kamis (21/2/2019).


Menurutnya, PKH merupakan program pengentasan kemiskinan dari Kementerian Sosial dan sudah lama berlangsung. Seharusnya, sebut dia, Pihak terkait lebih pada pendekatan kepada masyarakat setempat sekaligus melakukan sosialisasi baik melalui Ketua RT atau Forum lainnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa tahun ini Pemerintah telah melipatgandakan bantuan kepada penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) hingga hampir Rp. 10 juta nilainya.

"Sekarang di 2019 penerima PKH dulunya kan semua sama Rp. 1.890.000, sekarang ada yang dapat ini yang maksimal bisa dapat Rp. 9.600.000 karena ibu hamil anaknya ada, lansia ada, bisa dapat Rp. 9 juta," ungkap Jokowi di GOR ciracas, Jakarta Timur, pada Kamis (10/1/2019).

Saat ini uang untuk penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tidak akan dihitung secara datar (flat) mulai tahun 2019 penyalurannya akan dihitung berdasarkan beban tanggungan keluarga.

Penyaluran akan memperhatikan beban tanggungan keluarga yang dibagi ke dalam 7 komponen, yakni ada ibu hamil, ada anak dengan pendidikan SD, SMP, SMA, ada lansia, ada penyandang disabilitas dalam sebuah keluarga.


KPM hanya bisa menerima 4 komponen. Tidak bisa lebih dari itu. Misalnya, komponen pertama ada ibu hamil, lansia, disabilitas, dan anak SD. Nah empat. Kalau masih ada anak SMA itu tidak akan ditambah.

Adapun perhitungan PKH pada tahun 2019 adalah KPM pada dasarnya akan menerima uang bantuan tetap senilai Rp. 550 ribu/keluarga. Lalu ditambah dengan faktor kondisi anggota keluarga.

Misalnya, bila di suatu keluarga ada ibu hamil, balita, penyandang disabilitas, dan lansia, masing-masingnya akan mendapatkan tambahan Rp. 2,4 juta. Kemudian bila ada anak SD, akan mendapatkan tambahan Rp. 900 rb, SMP Rp. 1,5 juta, serta SMA sederajat Rp. 2 juta. Bila KPM tinggal di daerah yang sulit akan mendapatkan tambahan pula senilai Rp. 1 juta.

Sementara, untuk jadwal tahap bantuan PKH di tahun 2019 ini akan di salurkan pada Tahap I (bulan Januari), Tahap II (bulan Maret), Tahap III (bulan Juli), dan untuk Tahap IV (bulan Oktober)

Untuk mendapatkan program PKH maka anda harus terdaftar sebagai calon penerima manfaat dari program keluarga harapan. Terkait dengan bantuan keluarga harapan juga memiliki syarat serta ketentuan yang berlaku sesuai dengan peraturan program.

Mulai dari kriteria hingga kelayakan, bahkan memiliki komponen dalam sebuah keluarga sebagai syarat utama untuk bisa mendapatkan bantuan PKH. sebagaimana data yang ada pada Pemerintah melalui sensus yang dilaksanakan oleh badan statistik sosial (BPS).

Nah dengan demikian tentunya menjadi peluang besar bagi masyarakat yang belum mendapatkan kartu PKH, hingga menjadi calon penerima manfaat bantuan keluarga harapan. Anda hanya perlu menunggu proses validasi data oleh pendamping PKH saat nama anda termasuk ke dalam daftar penerima bantuan PKH.

CATAT !!!! walaupun anda tidak mampu. Bila data anda tidak terdapat pada data validasi calon penerima bantuan PKH. maka anda tidak disebut sebagai calon penerima bantuan keluarga harapan (PKH). maka anda perlu bersabar dan bersyukur agar kedepan bantuan uang tunai bersyarat tersebut bisa anda nikmati.

Bagi anda yang sejauh ini belum masuk ke daftar calon penerima manfaat keluarga miskin. Maka, anda mungkin belum termasuk kategori program keluarga harapan (PKH). dan bagi anda yang keluarga tidak mampu dan belum mendapat bantuan sosial program PKH, mungkin dalam perluasan ini termasuk data anda yang belum mendapatkan, mungkin akan terdaftar kembali.

"Semoga program Pemerintah melalui Kementerian Sosial ini menjadi program unggulan yang benar-benar akan memberantas kemiskinan di Indonesia, saya juga berharap kepada para pendamping PKH dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya," pungkas Heri Tambora.

Reporter : Sutisna/Nur

thumbnail

Diposting oleh On 9:46:00 PM

JAKARTA - Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat hari ini menggelar Festival Pecinan 2019 di Jalan Pancoran Petak Sembilan, Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (19/2/2019)

Festival yang dilangsungkan selama dua hari dari tanggal 19 sampai 20 Februari 2019 sengaja digelar dalam rangka perayaan Cap Go Meh 2019 dengan menyongsong tema "Kebudayaan Untuk Perdamaian",

Menurut Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat Ahmad Syaropi, afa yang spesial pada Festival Pecinan tahun ini. Hal yang beda dari tahun sebelumnya adalah keberadaan gedung Pancoran Chinatown dan pameran lukisan Cina-Betawi di dalamnya.


"Tahun-tahun sebelumnya, gedung ini belum jadi, Pancoran Chinatown ini belum jadi. Jadi saya menganggap ini menarik ya. Meskipun tentu bukan punya Pemda DKI ya. Tetapi karena ini memang hari raya mereka, ya tentu saya menganggap ini sesuati yang menarik," ujarnya.

Ditempat sama, dalam sambutannya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang setiap tahun menghadiri festival menyampaikan, bahwa kawasan pecinan menjadi budaya yang ada di Jakarta harus dikembangkan.


"Karena itu kita berharap kawasan Pecinan Glodok yang sudah ada sejak jaman Kolonial bukan saja dilestarikan tetapi harus dikembangkan," ujarnya.

Adapun acara festival tersebut dimeriahkan oleh sejumlah kebudayaan Tionghoa dan juga Betawi, diantaranya pagelaran tari, musik etnis Tionghoa, Parade Koko dan Cici, Barongsai, Liong, Guzhen, Potechi Cinwa, hingga Tari 1000 tangan Dewi Kuan Im.


Sementara untuk kebudayaan Betawi yang ditampilkan pada acara Festival Pecinan 2019 di Pancoran diantaranya adalah Tanjidor, Musik Gambang Kromong, Ondel-ondel juga Enggrang.

Festival Pecinan 2019 yang digelar di Pancoran tersebut merupakan rangkaian perayaan Cap Go Meh 2019, berlangsung dari Pukul 14.00 hingga Pukul 22.00 WIB (Selama Dua Hari)

Sebelumnya, hingga berita ini diturunkan, Kasudin Perhubungan Jakarta Barat, Leo Amstrong mengatakan saat acara Festival Pecinan 2019, lalu lintas di Jalan Pancoran Sisi Utara akan ditutup.

"Untuk Sisi Utara akan ditutup, namun untuk sisi Selatan tetap berfungsi seperti biasa. Kami juga akan berkoordinasi dengan lantas," ungkap Leo Amstrong. (ril/h2t)

thumbnail

Diposting oleh On 8:24:00 PM

PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) bakal menggelar kegiatan bersama dengan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih dalam waktu dekat. Bentuk kegiatan bersama itu difokuskan dalam bidang jurnalistik, pengembangan media massa, dan publikasi.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, kepada pewarta media ini melalui saluran WhatsApp-nya, usai temu silahturahmi dengan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Sabtu, 9 Februari 2019.

Hadir dalam pertemuan informal sambil "ngopi-bareng" bertempat di Taman Anggrek, Jakarta Barat, itu, Kapendam Cenderawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi, Fachruddin dari Republika dan Daeng Amran dari Portalindo.


"Sebenarnya sudah lama kami diskusikan tentang kemungkinan kerjasama PPWI dengan Kodam XVII/Cenderawasih ini melalui komunikasi telepon, namun baru tadi sore kita bicarakan serius dalam pertemuan tatap muka langsung antar kita," ujar Wilson Lalengke yang sudah melatih ribuan anggota TNI, Polri, PNS, guru, dosen, mahasiswa, wartawan dan masyarakat umum di bidang jurnalistik warga itu.

Bentuk kerjasamanya, lanjut Wilson, antara lain penataran (pelatihan - red) jurnalistik warga bagi anggota TNI pemangku fungsi penerangan dan kehumasan di lingkungan Kodam Cenderawasih, di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Sebagaimana kerjasama yang pernah kita lakukan dengan Kodam Jaya/Jayakarta beberapa waktu lalu, kerjasama PPWI dengan Kodam XVII/Cenderawasih nanti antara lain dalam bentuk penataran atau pelatihan jurnalistik warga bagi anggota TNI di lingkungan Kodam Cenderawasih," imbuh lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Selain itu, PPWI juga akan membantu Kodam XVII Cenderawasih dalam hal publikasi dan penyebar-luasan informasi dari wilayah Papua dan Papua Barat, baik yang langsung terkait dengan kegiatan Kodam maupun situasi dan kondisi lingkungan masyarakat di wilayah teritorial Kodam Cenderawasih.

"PPWI juga akan beri dukungan dan bantuan penuh dalam hal pengembangan media dan publikasi," ungkap Wilson yang sangat konsern dengan peningkatan melek media bagi seluruh elemen masyarakat ini.

Ketika ditanyakan tentang kapan kegiatan kerjasama PPWI dengan Kodam XVII Cenderawasih akan dimulai, pria lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, Pekanbaru, itu mengatakan bahwa pihaknya menunggu penjadwalan kegiatan dari Kodam Cenderawasih.

"Sesuai hasil pembicaraan dengan Pak Kapendam Cenderawasih tadi, Kodam akan segera menjadwalkan pelaksanaan penataran di Jayapura dengan mengundang para anggota TNI dan PNS dari Korem maupun Kodim seluruh Papua dan Papua Barat. Nanti trainer PPWI akan ke Jayapura memberikan pelatihan tersebut," kata Wilson mengutip penyampaian Kapendam Cenderawasih, Kolonel Inf. Muhammad Aidi dalam pertemuan tersebut.

Walaupun demikian, menurut dia, kerjasama PPWI dengan Kodam XVII Cenderawasih sebenarnya sudah berjalan selama ini, terutama dalam hal publikasi berita dari unit penerangan Kodam di media-media yang tergabung dalam PPWI Media Group. (APL/Red)

thumbnail

Diposting oleh On 8:08:00 PM

PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - 'Coffee in Culture Heritage' menjadi tajuk utama dalam acara pameran lukisan yang diselenggarakan oleh Museum Seni Rupa dan Keramik di Area Kota Tua, Pinangsia Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (09/02)

Ketua Pelaksana Jan Praba mengatakan, dari pameran lukisan yang bertema "Coffee in Culture Heritage", diantaranya mengenalkan para pelukis yang ikut berperan dalam giat pameran lukisan di gedung museum seni rupa dan keramik.


"Selain memamerkan hasil karya lukisan, kami juga memperkenalkan para seniman lukisan," ujar Jan Praba kepada media ini.

Sementara Kepala Museum Seni Rupa dan Keramik Esti Utami mengatakan, museum ini sebagai saksi lahirnya seni rupa yang berkarakter dasar media lukisan kopi.

"Museum Seni Rupa dan Keramik ini sebagai tempat edukasi dan wisata dengan bekerjasama bersama kalangan khalayak ramai sebagai wahana untuk menyalurkan bakat dan ekspresi para penggemar seni," ungkapnya.


Hal senada juga disampaikan Kasubdit Polmas Polda Metro Jaya AKBP Sri Wardiningsih, pembinaan komunitas dikedepankan dalam rangka mendekatkan diri dengan harkamtibmas serta digalakkan untuk diadakan lomba di tingkat nasional maupun Internasional.

"Sukses untuk para komunitas pelukis yang disamoaikan titipan salam dari Direktur Binmas Polda Metro Jaya," ucapnya.

Hingga berita ini dilansir, di penghujung acara dilanjutkan penandatanganan bersama terkait pelaksanaan pameran lukisan dan dilanjutkan dengan foto bersama dan melihat lukisan dari bahan kopi.

Hadir dalam acara pameran Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Barat AKBP Aslan Sulastomo, SH, kapolsek Metro Tamansari AKBP ruly Indra Wijayanto, SIK, msi, Kanit Binmas Polsek Metro Tamansari Kompol Sariman, Kanit Binpolmas Restro Jakarta Barat Iptu Tunari.

Selain itu hadir pula, para pelukis dan para tamu undangan, tampak mereka mendapat wejangan dari anak-anak sanggar Museum Seni Lukis dengan sajian tari jaranan. (ril/Nur)

thumbnail

Diposting oleh On 12:51:00 AM

Disela Fogging Caleg Perindo Foto Bersama Ketua RT. 005/06 Jembatan Lima, Tambora, Jakbar, Sabtu (9/2/2019)
PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Dalam rangka mengantisifasi menjalarnya penyakit DBD saat ini, terlebih saat musim pancoroba pergantian dari musim kemarau ke musim hujan perlu kiranya dilakukan pengasapan (Fogging) di setiap wilayah.

Hal ini pun menjadi perhatian khusus bagi Partai Perindo yang dikenal sebagai partai yang peduli dengan adanya musibah penyakit demam berdarah yang saat ini sedang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia khususnya DKI Jakarta.

Disela Fogging Caleg Perindo Foto Bersama Ketua RT.005 dan Ketua RT.007/06 Jembatan Lima

Pantauan tim Media GMN, tampak duet Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 9 Jakarta Barat, Sutrisna (Nomor Urut 9) dan Ong Eva (Nomor Urut 8) dengan Caleg DPR RI Dapil DKI III Nomor Urut 6 Fifi Tirtoprodjo, bersama melakukan pengasapan (Fogging) di wilayah RT.005/06, Jembatan Lima.

"Alhamdulillah meski kegiatan ini dilakukan dengan mendadak, alhasil kegiatan ini tentunya dapat mengurangi terjangkitnya wabah demam berdarah yang saat ini sedang mewabah," ujar Ketua RT.005/06 Nurhalim kepada media ini, Sabtu (9/2/2019) Sore.


Nurhalim juga menyampaikan apresiasi kepada Caleg DPR RI Fifi, juga Caleg DPRD DKI Ong Eva, khususnya kepada Sutrisna Caleg DPRD DKI Dapil 9 Jakbar nomor Urut 9 yang turut serta andil dalam kegiatan Fogging di wilayah kami.

"Ini yang kiranya patut menjadi perhatian kita bersama, dan merupakan apresiasi buat kami kepada mereka bertiga,sehingga terselenggara kegiatan pengasapan (Fogging) di wilayah kami." ujarnya.


"Saya berharap kegiatan ini tidak hanya seremonial saja atau hanya sebatas ajang untuk meraih simpatik warga kami, tapi saya ingin kegiatan ini bisa dilakukan setiap satu bulan sekali," timpal Heri Tambora selaku Pemuda RT. 005/06 yang juga Ceo GemaMedia Network.

Rep : Saiful/Tisna/Sanen

thumbnail

Diposting oleh On 11:30:00 PM

PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Sahabat Gias Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat bekerjasama bersama pengurus RW, LMK, RT, Karang Taruna RW.08 kelurahan Pekojan,Tambora, Jakarta Barat melakukan giat pengasapan (Fogging), Jumat (8/2/2018) siang.

Ketua RT.001/08 Budiyanto didampingi Ketua RW. 08 Samuti bersama Pemuda Karang Taruna mengatakan, bahwa kegiatan ini diadakan untuk mengantisifasi menjalarnya penyakit Demam Berdarah terlebih saat musim pancoraba pergantian tahun dari musim kemarau ke musim hujan.


"Kegiatan pengasapan (fogging) ini meliputi dari wilayah RT. 001 sampai wilayah RT. 011/08, alhamdulillah warga disini sangat merespon dengan adanya fogging dan mereka pun antusias menerimanya," ujar Ketua RT.001 Budiyanto.

Dikatakan Budiyanto, kegiatan ini berlangsung tidak hanya dilakukan oleh pengurus RT namun juga berkat kepedulian dan kerjasama dari tim Sahabat Gias, salah satu Caleg DPRD DKI Partai Gerindra Nomor Urut 5 asli Putra Pekojan.


"Semoga kegiatan yang kita adakan ini, dapat bermanfaat untuk warga sekitar, dan kami juga berharap kegiatan ini menjadi program rutin yang dapat diadakan untuk wilayah, khususnya di Kelurahan Pekojan," pungkasnya mengakhiri.

thumbnail

Diposting oleh On 8:47:00 PM

PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IPJI DKI Jakarta tengah melakukan pelantikan kepengurusan DPC IPJI Lima Kota Adminstrasi Provinsi DKI Jakarta, bertempat di Kampung Kite Resto, Jalan Kramat Sentiong Raya No.49, Jakarta Pusat, Senin (4/2/2019).

Pantauan Tim GMN, tampak Ketua DPC IPJI Jakarta Barat yang dikomandoi Lutfi Ramli bersama jajaran lainnya menjadi bagian dari proses Pelantikan yang dihelat Oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) DKI Jakarta.

"Selain diadakannya pelantikan para Pengurus Lima Kota Administrasi Provinsi DKI jakarta, acara ini juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi antar sesama anggota IPJI tingkat DKI Jakarta," ujar Ketua DPC IPJI Jakarta Barat, Lutfi Ramli kepada media ini.


Dikatakan Lutfi, dengan kehadiran DPC IPJI Jakarta Barat semoga dapat memberikan informasi yang berimbang juga dapat menghindari kabar atau berita Hoax yang saat ini sedang merajalela.

"Kami sebagai Pengurus IPJI Jakarta Barat berharap dapat berperan dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat tentunya dengan sinergi bersama aparatur pemerintah Kota Jakarta Barat serta instansi lainnya," pungkasnya

Rep : Lth
Ed : Heri Tambora