Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Diposting oleh On 11:00:00 PM



PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Waka Polsek Tambora, AKP Kasranto, SE mewakili Kapolsek Tambora, Kompol Iver Son Manossoh, SH tengah melakukan apel pagi sekaligus mengadakan kerja bakti di kawasan Masjid Nurul Islam Fatahillah, di jalan Roa Malaka III, Kelurahan Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (22/6/2018).


Giat kerja bakti yang diikuti oleh seluruh Personil Polsek Tambora, Pengurus Lingkungan, RT, RW maupun Pengurus Masjid tersebut merupakan dari rangkaian dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-72 Tahun.


Waka Polsek Tambora menyampaikan, apresiasi kepada seluruh anggota yang berperan aktif dalam kegiatan Bhakti Sosial dan Kerja Bakti yang serentak digelar di Wilayah Hukum Jakarta Barat, hal tersebut berdasarkan instruksi Kapolres Kombes Pol Hengki Haryadi, Sik, MH.

“Adapun target kegiatan kerja bakti tersebut meliputi obyek tempat ibadah baik Masjid, Gereja, Vihara Pura maupun tempat ibadah lainya, dalam event menyambut HUT Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli,” ujarnya.

Sementara, Pengurus Masjid Nurul Islam Fatahillah Uztad H. Zainal Abidin menyampaikan terimaksih kepada Pihak Kepolisian, khususnya Polsek Tambora, beserta jajaran personil Polsek Tambora.

“Dengan kegiatan Bakti sosial di Masjid Nurul Islam Fatahillah, berharap agar kedepan kegiatan tersebut dapat berkesinambungan di tempat-tempat ibadah lainnya,” pungkasnya. (rls/red)


thumbnail

Diposting oleh On 12:01:00 AM



PEWARTA-TAMBORA.COM, TANGERANG - Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan landasan pacu (runway) ketiga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis, 21 Juni 2018. Bersamaan dengan itu, Presiden juga meninjau arus balik libur Lebaran 2018.

Presiden tiba di Terminal 1C sekitar pukul 09.21 WIB. Di sini, selain meninjau arus balik Lebaran, Presiden juga menyempatkan untuk menyapa masyarakat. Setelah itu, sekitar pukul 09.35 WIB, Presiden kemudian menuju runway dengan menggunakan bis airport.

Presiden kemudian meninjau landasan pacu dengan menggunakan kendaraan. Setelah itu, Presiden menyempatkan diri menyapa dan menyalami warga. Presiden juga membagikan kain batik dan buku.

Kepala Negara mengatakan bahwa pertumbuhan penerbangan penumpang udara per tahun mencapai 9 persen. Dengan pertumbuhan yang sangat cepat tersebut, lanjut Presiden, pemerintah terus membangun infrastruktur baru seperti airport baru maupun terminal baru.

"Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini adalah bandara yang paling sibuk, paling ramai di negara kita. Dan kita tahu, pertumbuhan penerbangan penumpang udara per tahun di negara kita adalah kurang lebih 9 persen. Ini adalah pertumbuhan yang sangat cepat sekali. Oleh sebab itu kita terus bangun airport baru, terminal-terminal baru, termasuk yang kita bangun adalah Bandara Soekarno-Hatta," ucapnya.

Sementara untuk landasan pacu (runway) ketiga yang ada di sebelah utara, Presiden menuturkan akan selesai bulan Juni 2019. Pembangunan runway ketiga ini diharapkan akan meningkatkan kapasitas pergerakan pesawat menjadi 120 pesawat per jam, dari saat ini yang hanya 81 pesawat per jam (take off dan landing).

"Jadi meloncat hampir 50 persen ya. Kalau runway ketiga itu selesai, nanti tak ada antrian. Tapi kalau penumpangnya tambah lagi, kita akan tambah lagi runway-nya. Ini kan kejar-kejaran dengan pertumbuhan penerbangan di negara kita yang tumbuh 9 persen. Ini hati-hati harus antisipasi harus ada hitung-hitungan," ungkapnya.

Presiden juga mengatakan bahwa dengan adanya runway ketiga ini, diharapkan bisa menambah slot penerbangan dari luar negeri yang ingin masuk ke Indonesia. Hal ini menurutnya juga memberi dampak dari segi ekonomi.

"Tentu saja ini kan sebetulnya banyak yang antre ingin terbang ke Jakarta lewat airport Soekarno-Hatta baik dari Timur Tengah, dari Asia, dari Eropa, tetapi sudah tidak memiliki kapasitas lagi di sini. Oleh sebab itu, nanti tentu saja dengan adanya runway ketiga bisa menambah slot penerbangan dari luar yang ingin masuk ke Indonesia," paparnya.

Selain itu, untuk mengurangi kepadatan penumpang, Presiden juga mengatakan bahwa saat ini sedang dibangun east cross taxi way dan pararel taxi way di sebelah utara.

"Pembebasan sudah selesai 70 persen, konstruksi juga sudah dimulai prosesnya, dan kita harapkan yang pararel taxi way ini selesai pada akhir Desember 2018," lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga sudah memerintahkan Menteri Perhubungan dan Direktur Utama Angkasa Pura II untuk menyiapkan terminal yang keempat. Hal ini menurut Presiden penting disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

"Jangan sampai lonjakan penumpang, yang sekarang ini penumpang kurang lebih 63 juta, kita perkirakan 2025 itu sudah mencapai lebih dari 100 juta. Jadi kalau terminal ini tidak segera kita siapkan, kita akan kedodoran lagi. Inilah persiapan-persiapan yang hari ini saya tinjau," ungkapnya.

Terkait dengan pembangunan terminal keempat ini, Presiden mengatakan saat ini masih dalam proses detil enginering design.

"Kita perkirakan 2020 itu akan dimulai. Memang sudah enggak ada kesempatan lagi, begitu direncanakan design, langsung dikerjakan. Kurang lebih 2020 kita mulai, disiapkan dan dimulai," ujarnya.

Pembangunan terminal keempat ini akan menelan biaya kurang lebih Rp11 trilyun. Presiden pun mengatakan bahwa pemerintah akan menggandeng sektor swasta dalam pengerjaan proyek yang akan dibangun di lahan bekas lapangan golf ini.

"Ya kita berusaha di setiap pembangunan itu selalu menggandeng private sector, dari sektor swasta, tapi ini terserah Angkasa Pura dengan siapa," katanya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam peninjauan ini adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dan Direktur Utama PT Pembangunan Perusahaan (PP) Lukman Hidayat.

thumbnail

Diposting oleh On 4:01:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Tim Pencari Fakta (TPF) yang diawaki oleh Persatuan Wartawan Indonesia dalam menelisik kasus tewasnya Mohamad Yusuf, wartawan Sinar Pagi Baru yang tewas di tahanan Polres Katabaru, Kalimantan Selatan, dituding dibiayai oleh pengusaha hitam berinisial IS.

"Endingnya mudah ditebak, PWI akan mengeluarkan pernyataan bahwa almarhum meninggal secara wajar," ungkap Wilson Lalengke, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga  Indonesia (PPWI) melalui WA-nya di grup Menggugat Dewan Pers, malam ini sekitar 22.30 WIB.

Menurut Wilson, aroma tidak sedap itu mencuat, berdasar informasi yang diperolehnya, dua hari setelah meninggalnya Mohammad Yusuf, ratusan wartawan di Kalsel "pesta pora" di rumah Gubernur Kalsel. Seperti diketahui, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, adalah paman kandung IS.

"Walau tema acara buka puasa bersama, tapi IS bagi-bagi ampau," ungkap Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu. Dia menyebut, wartawan junior dan kroco menerima ampau sebesar Rp 500 ribu. Sedang Pemred maupun owner media diguga mencapai belasan juta.

"Maksudnya apa itu? Tak masuk dalam nalar saya," tulisnya di WA, seraya menyebut para wartawan itu sebagai robot tanpa hati, para begundal IS.

"Kawannya tewas di penjara, eh, malah mereka berbahagia dibagi THR oleh simafioso itu," sambungnya dengan nada jengkel.

Lagi-lagi Wilson menyebut mereka gerombolan pecundang gila. "Semua wartawan di sana penakut, penjilat pantat Isam," ujarnya.

Wilson juga meminta hati-hati terhadap manuvet PWI yang dinilainya pengkhianat pers. "Waspada dan siapkan semangat perlawanan," pintanya kepada jajaran pers yang tidak tercatat pada PWI dan Dewan Pers.

Apalagi, tambahnya, mendiang Mohammad Yusuf tidak tercatat sebagai anggota PWI, yang selalu dicibir dan dianggap sebelah mata sebagai wartawan abal-abal.

"Lho kok, tiba-tiba mereka peduli menelisik kematian almarhum dengan membentuk TPF," ujar Wilson.

Begitupun Ketua Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Taufiq Rachman SH, Ssos, juga mensinyalir ketidakberesan PWI sebagai TPF.

"Kan, PWI selama ini tidak pernah membela wartawan yang bukan anggotanya. Lho kok sekarang, adanya dugaan pelanggaran berat tewasnya mendiang, kok PWI punya solidaritas tinggi. Mau jadi pahlawan kesiangan," semprot Taufiq.

Padahal, menurut dia, tewasnya Mohammad Yusuf, tak bisa dilepaskan dari induk semangnya PWI, Dewan Pers. Sebab, Dewan Pers yang  memberikan rekomendasi kasus almarhum tindak pidana. Bukan delik pers.

"Rekomendasi itu yang membuat penyidik menahan sehingga tewas di tahanan," ujar Taufiq yang menyakini tidak adanya pembelaan dari Dewan Pers.

"Jika ada, saya yakin nasib Mohammad Yusuf tidak mengenaskan," sambungnya.

Taufiq menyebut, andai saja rekomendasi meminta H. Isam untuk melakukan bantahan sesuai Kode Etik Jurnalistik, kasusnya tidak akan seperti itu.

"Cuma, karena Dewan Pers memandang sebelah mata, ya akhirnya Allah punya cara lain membuka aib diskriminasi Dewan Pers pada wartawan di Indonesia," papar Taufiq  (IPJI/PPWI)

thumbnail

Diposting oleh On 3:42:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Petugas Kepolisian Subnit Narkoba Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat di Pimpin Iptu Subartyo, SH berhasil menangkap dan mengamankan dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba bertempat di Jalan Jembatan Besi I RT.03 RW.01 No.26, Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (21/6/2018).

Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh, SH didampingi Kanit Reskrim AKP Supriyatin, SH mengatakan, dua orang tersangka tersebut adalah RA (41) tahun, warga Jembatan Besi, dan SA (50) tahun warga Angke, Tambora, Jakarta Barat.

Para tersangka ditangkap berdasarkan laporan masyarakat yang merasa resah dengan mulai maraknya dan menyebutkan di lokasi penangkapan sering dijadikan sebagai tempat memakai narkoba.

 
Selanjutnya, Tim Buser Narkoba Pimpinan Iptu Subartyo, SH bergerak cepat menuju TKP untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan tim menemukan salah satu rumah/kamar yang pintunya terbuka, dimana ada 2 orang laki-laki yang mencurigakan.

“Saat anggota melakukan penggerebekan dan penggeledahan, kami geledah di kamar tersebut, Polisi menemukan dua paket kecil narkoba jenis sabu yang terbungkus amplop,” tutur Kompol Iver Son Manossoh, SH.

Ia melanjutkan, dari pengakuan tersangka, narkoba tersebut dibeli dari salah seorang yang tinggal di daerah Boncos, seharga Rp.1,5 Juta dengan cara patungan, (RA) Rp.700.000 dan (SA) Rp.600.000, sedangkan tersangka satu lagi (DPO) Rp.200.000.

“Jadi sabu yang disita itu merupakan sisa dari mereka yang sebelumnya telah mereka konsumsi,” tandasnya.

Hingga berita ini disusun, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 112 UU RI. No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti masih didalami oleh Polsek Tembora untuk proses penyidikan lebih lanjut. (rls/red)

thumbnail

Diposting oleh On 12:11:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Berita apa saja yang mendapat banyak perhatian pembaca Pewarta Tambora untuk bulan Juni 2018? Berikut lima topik yang ramai dibaca oleh pembaca setia Pewarta Tambora sepanjang Jumat, 20 Juni 2018.

1. Ketum PPWI Komentari Soal Tewasnya Wartawan di Tahanan

Seorang wartawan media Kemajuan Rakyat dikabarkan telah meninggal dunia di Rumah Tahanan Kotabaru, Minggu (10/6). Ia ditahan saat menjalani proses hukum atas dugaan pelanggaran UU ITE.

Wartawan Kemajuan Rakyat, M.Yusuf (40) ditangkap lantaran dilaporkan oleh Managemen PT.Multi Sarana Argo Mandiri (MSAM) atas kasus pencemaran nama baik.

Hal ini pun menuai banyak perhatian dan juga keprihatinan bagi kalangan pimpinan organisasi Pers, Kuasa Hukum almarhum M.yusuf hingga pihak Dewan Pers


2. Jelang Idul Fitri, Ketua RW.04 Angke Adakan Rakor Bersama Ketua RT

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Ketua RW.04 Kelurahan Angke, Tan Tjoen Bie mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) bertempat di Ruang Aula Lantai 2 Sekretariat RW.04 Jalan Pangeran Tubagus Angke, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat. Minggu (10/6/2018).

Rapat Koordinasi (Rakor) bersama warga dan pengurus RT tersebut adalah guna mengantisifasi tindak kriminal pencurian dan bahaya kebakaraan saat menjelang idul fitri. Rakor tersebut dimulai setelah sholat tarawih dengan dihadiri Sekretaris RW, Narmin, LMK 04, Robby, para Ketua RT, Kasie RW.04

Dalam kesempatannya, Narmin yang mewakili Ketua RW.04, menyampaikan sambutannya serta himbauan kepada para Ketua RT yang hadir agar memeriksa rumah-rumah kosong (Rumsong) yang ditinggal mudik penghuninya


3. GP Ansor Tebar Inspirasi di Mall Seasons City

Hal yang tidak biasa terjadi pada Mall Seasons City, umumnya Mall dijadikan tempat untuk belanja, makan, nongkrong dan kegiatan hiburan lainnya. Kali ini, PAC GP ANSOR Kecamatan Tambora Jakarta Barat berhasil menyulapnya menjadi sebuah tempat nongkrong yang inovatif, dengan mengemasnya menjadi ajang kreatifitas para pemuda dalam menyalurkan bakatnya.

Ya, momen ramadan menjadi makna tersendiri bagi Rizky iQra ketua ANSOR Tambora, terlebih ada istilah di masyarakat akhir perjalanan ramadan banyak orang menyibukkan diri di Mall guna belanja menyiapkan keperluan hari raya. Hal inilah yang kemudian menjadi akar pemikiran Rizky iQra dan para pengurus yang lainnya untuk berkhidmat di tempat keramaian.


4. Lurah Bersama PPSU Kelurahan Tanah Sereal Berbagi Sukacita di Bulan Suci Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan persiapan bagi umat muslim yang menyambut Hari Raya Idul Fitri. Setelah berpuasa jasmani dan mendekatkan diri pada Allah SWT selama satu bulan penuh, mereka mengharapkan dapat meraih kemenangan yaitu kelahiran kembali rohani mereka yang suci (fitri) di Hari Raya Idul Fitri nanti.

Lurah Tanah Sereal, Suharti bersama PPSU turut berbagi tali kasih dengan membagikan santunan kepada 45 anak yatim, dalam acara berbuka puasa bersama di Kantor Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (7/6/2018)


5. Ketua RW.010 Pekojan Berikan Santunan Untuk 250 Anak Yatim Piatu

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan yang tentunya merupakan momen yang tepat dalam menikmati kebahagiaan bersama. Seiring hal itu moment Ramadhan kali Ketua RW.010, Albert Kumala tengah mengadakan santunan untuk anak yatim piatu.

Acara yang dihelat di Gedong Panjang 1 RT.08/010, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Senin (2/6/2018). sekira pukul 15.00 WIB, selain dihadiri masyarakat setempat juga diikuti oleh ratusan anak yatim piatu yang menjadi bagian dari berbagi tali kasih oleh Ketua RW.010, Albert Kumala.

Adapun santunan diberika untuk 250 anak yatim piatu yang terbagi dari RW.01 hingga RW.012 Sekelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.


Demikian 5 topik berita yang ramai dibaca oleh pembaca setia Pewarta Tambora sepanjang Selasa, 20 Juni 2018. Kita nantikan Pembaca berikutnya di masa Juli 2018, Topik apakah yang menarik pembaca untuk masa juli nanti !

Catatan Redaksi : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 9:30:00 PM



PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Anggota Pos Pengamanan lebaran dalam Gelar Ops Ketupat Jaya 2018 Polsek Tambora Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap dan mengamankan ARP (19), diduga pelaku penjambretan di wilayah Jl.Prof Dr. Latumenten Jakarta Barat Selasa (19/06/2018).

Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh SH melalui Kanit Reskrim Akp Supriyatin, SH menjelaskan, tersangka ditangkap usai melakukan aksi penjambretan.

Pada saat itu korban yang sedang duduk dekat Pom Bensin Cell di warung pinggir trotoar kemudian datang pelaku dengan menggunakan sepeda motor Mio J warna Putih merah. Ketika itu pelaku berboncengan dengan pacarnya AP (17).

"Pelaku langsung menjambret Hp korban yang sedang duduk," tutur Kompol Iver Son Manossoh Selasa Siang (19/06/2018).

Kompol Iver Son Manossoh menjelaskan, seketika itu korban mengadakan perlawanan sehingga pelaku ARP terjatuh dari motornya dan mengakibatkan luka lecet di sekitar wajah,  sedangkan motornya dibawa kabur oleh pacarnya melarikan diri yang masih dalam pengejaran.

"Pada saat itu korban melapor ke polisi yang sedang melintas. Selanjutnya Anggota Pos Pemgamanan Lebaran Polsek Tambora yang sedang berpatroli langsung mendatangi lokasi kejadian dan berhasil mengamankan pelaku," katanya.

Selanjutnya korban dan pelaku dibawa ke Pospam Ops Ketupat Jaya 2018, Polsek Tambora dan diterima oleh Ka Pospam dan  selanjutnya Tersangka dan barang bukti sebuah Hp OPO Seri A39 di serahkan kepada Polsek Tanjung Duren sehubungan TKP ada di wilayah Polsek Tanjung Duren Jakarta Barat, Guna penyelidikan lanjut. (rls)