Popular Posts

Kategori

Follow by Email

Komando Lintas Barat (KLB) Ojek Online Gelar Bakti Sosial di Brebes.

Diposting oleh On 5:45:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Sebagai wujud rasa kebersamaan dan peduli pada bencana alam, Komando Lintas Barat (KLB) Ojek Online, tengah memberikan bantuan berupa alat-alat tulis sekolah dan juga donasi, di wilayah Desa Raja wetan Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Senin (13/3 /2018).

Adapun bantuan yang diberikan itu antara lain dalam bentuk keberlangsungan kegiatan belajar siswa juga bentuk perangkat penunjang sekolah lainnya.

“Bantuan program bencana longsor yang disalurkan ini berupa perangkat sekolah kepada masyarakat di empat RW terdiri atas 300 alat tulis.” Ujar Beno kepada Media ini, Jumat, (16/3/2018).

Dikatakan Beno, bantuan sosial ini sejalan dengan isi program kerja Komando Lintas Barat, bahwa KLB sebagai ojeg online wajib untuk peduli terhadap lingkungan, terlebih dalam bentuk program Community Ojek Online.

“Objek penerima bantuan program tersebut adalah masyarakat disekitar lokasi bencana atau masyarakat yang langsung terkena bencana.” Tuturnya.

Sabeno selaku Dewan Pembina KLB juga sebagai tim GMN-Pewarta Tambora, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh anggota ojeg online yang tergabung di KLB atas peran serta dan kepedulian sosialnya terhadap musibah bencana alam.

“Mudah-mudahan di tahun mendatang program sosial seperti baksos, santunan dan program lainnya Komando Lintas Barat (KLB) ojek online tetap bisa dilaksanakan dan terjalin rasa kebersamaan dan jalinan silaturahim yang baik.” Harapnya.


Menurut Pembina Komando Lintas Barat (KLB) Ojek Online Sabeno dan Ayub selaku Ketua Komunitas Rumah Ijo bahwa kejadian bencana alam di desa Rajawetan tersebut terjadi pada Kamis malam Jum'at, (13/3/2017) sekira pukul 22.00 Wib, karena telah terjadi pergeseran tanah atau tanah amblas dan diperkirakan kerugian materi 71 dari rumah 90 Kartu Keluarga yang keseluruhan rusak diakibatkan oleh hujan yang deras.

Hasil pantauan tim GMN, hingga saat ini masih dirasakan terjadinya pergeseran tanah setiap waktu, untuk warga sendiri sementara mengungsi kerumah tetangga atau saudara terdekat. "karena dikhawatirkan akan ada tanah retak-retak dari geseran susulan", ujar Sabeno

Sementara untuk saat ini daerah tersebut masih minim dalam menerima bantuan dari luar kota bumi ayu dikarenakan medan tempuh yang sulit dijangkau.

Keterangan yang diperoleh dari Kepala Desa Rajawetan yang diwakili oleh Herman sebagai Kepala Dusun (Kadus), menyampaikan bahwa yang terkena akibat bencana longsor korban berjumlah empat (4) RW.

“Diantaranya, RW 01. Juhari, RW 02. Kasub dan RW.04, Sajum serta RW.05, Sopani, kesemuanya warga Desa Rajawetan yang terkena musibah tanah longsor atau pergeseran tanah,” pungkasnya. (tim/beno)


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih Atas Atensi Anda, Saran dan Masukan Sampaikan Kepada Kami