Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Diposting oleh On 11:07:00 PM

JAKARTA - Kebahagiaan dengan para anak yatim piatu jadi rutinitas bagi umat muslim dan juga seluruh masyarakat di Indonesia, terlebih saat jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Hal inipun menjadi perhatian khusus bagi warga RW.08 Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, menyantuni 100 anak yatim piatu dan juga janda tidak mampu di Masjid Al Mutaqin, Sabtu (1/6/2019) malam.

Dewan Pembina Masjid Al Mutaqin Ustad Mohamad Syafei, menyampaikan, bahwa giat ini kita lakukan bersama masyarakat, pengurus dan donatur, iuran untuk memberikan santunan kepada anak yatim dan janda tidak mampu.


"Kita harus berbagi kebahagiaanlah, kita yang mendapat kesempatan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang berhak, baik anak-anak maupun orang tua," ungkapnya kepada Media ini.

Adapun anak-anak yatim dan janda yang didatangkan meliputi dari 15 RW SeKelurahan Tanah Sereal. "Saya senang dan bahagia menerima bingkisan dan juga amplop berisi uang, semoga lancar rizkinya," ujar salah satu anak yatim penerima santunan.


Ditempat sama, warga juga menyambut baik acara santunan tersebut.Menurutnya, acara ini, adalah acara yang kesekian kalinya dilakukan oleh Masjid Al Mutaqin.

"Ya, Alhamdulillah kita diberikan kesehatan, kemudian dilimpahkan rezeki. Jadi, Ramadhan ini penuh berkah. Untuk itu, kita ingin berbagi dengan anak-anak yang kurang mampu," ujarnya.

Dikatakannya, Kita memang mengundang sekurang-kurangnya seratusan anak yatim piatu dan juga janda yang sekiranya kurang mampu," tutur warga.

Tujuannya, sambung warga lagi, agar anak-anak yatim piatu bisa ikut merasakan kebahagiaan dan berkah di bulan suci Ramadhan ini. Tentunya ini sudah jadi kewajiban orang-orang yang mampu untuk berbagi kepada yang miskin.

"Insya Allah tiap tahun akan terus diadakan di bulan suci ramadhan. Tapi tentu tidak hanya itu, ada kegiatan-kegiatan lain seperti keperihatinan terhadap bencana di daerah. Karena kegiatan sosial sudah beberapa kali dilaksanakan," bebernya.

Hingga berita ini disusun, tampak hadir dalam giat tersebut, para Tokoh Agama, Pengurus RT dan juga Pengurus RW SeKelurahan Tanah Sereal, Tambora tengah membagikan paket bantuan dan juga uang santunan.

Pewarta : Hendrie
Editor : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 10:07:00 PM

JAKARTA - Bersama Kita Jaga Kepedulian dan Jalin Silaturahmi Antar Sesama, menjadi tajuk utama dalam sebuah acara buka puasa bersama yang di selenggarakan oleh Jajaran Pengurus Media OTORITAS.

Acara yang dilaksanakan sekira pukul 18.30 WIB di Gedung SKKT Karang Taruna, Jalan Laksa 2, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (1/6/2019) dihadiri oleh Tokoh Masyarakat, Karang Taruna Unit RW.01-08, Pengurus RW.02 Jembatan Lima, Perwakilan Media, Organisasi Pers, LSM juga Intansi Pemerintah.


Pimpinan Media Otoritas Andi M.Nirwansyah, mengatakan, bahwa giat yang kita adakan ini adalah bentuk dari kepedulian kita sebagai pelaku media yang juga bertujuan untuk bisa saling menjalin sikaturahni antar media kepada masyarakat setempat.

"Intinya kami ada karena masyarakat, begitu pun sebaliknya, khususnya di bulan suci yang penuh berkah ini, kiranya kita semua berupaya untuk bisa saling bersilaturahmi dan juga berbagi bersama masyarakat," ungkap Andi M.Nirwansyah.


Sebelumnya, informasi yang didapat Media ini, acara pagelaran yang diadakan oleh Media OTORITAS meliputi Dialog Ramadhan/Kewirausahaan Syariah yang disampaikan oleh Kokolim Online, Ustad Wisnu, Motivator Enterpreaneur oleh Ustad Firdaus atau Dosen Trisakti.

Selanjutnya, Diskusi Media yang dipandu oleh Wakil Ketua Umum Media Online Indonesia (MOI), Siraman Rohani yang disampaikan oleh Ustar Askar Al Bantani, dan juga Quiz Ramadhan di pandu oleh Toni Flamingo.


Dalam Tausiyahnya, H.Arief Muhamad Arief menyampaikan ulasan tentang hikmahnya bulan puasa di bulan suci Ramadhan dan juga keutamaan dalam nenjalankan puasa selama 30 hari penuh.

"Orang-orang Yahudi pernah bertanya kepada Nabi Muhammad, Kenapa Puasa 30 Hari," kata Ustad H.M.Arief

Kemudian Nabi Muhammad menjawab, lanjut Ustad H.M.Arief, karena Nabi Adam 30 hari 30 malam menelan buah quldi dan selama 30 menyangkut ditenggorokan, maka diwajibkan umat Muslim berpuasa selama 30 hari.


"Agar kita semua umat muslim dapat merasakan apa yang seperti Nabi Adam rasakan saat itu, dan puasa di bulan ramadhan juga dihancurkan oleh Allah barang haram yang kita makan jadi halal," terangnya.

Ustad H.M.Arief juga menyampaikan, bahwa berpuasa pada bulan suci ramadhan, tentunya kasih sayang dengan Allah akan semakin dekat, maka dikabulkan segala doa, dan amalan pun dilipatgandakan berkali-kali lipat.


"Terutama di hari kiamat, di padang Mahsyar tidak akan kehausan, terhindar dari siksa kubur, Allah akan berikan cahaya melewati jembatan sirotol Mustaqim, Janji Allah akan masuk Surga," ungkapnya.

Diakhir Tausiyahnya, Ustad H.Muhama Arie juga menyampaikan, semoga di Indonesia ini, kita semua diberikan kasih sayang oleh Allah SWT, dan juga semoga ngeri kita yang kita cintai yakni Indonesia menjadi Negeri yang selalu aman, tentram dan juga damai. (ril)

Editor : Heri Tambora