PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA — Camat Tambora, Aji Pangestu, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Masjid Al-Mansur, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Jum'at (30/2/2026)
Saat di hubungi awak media Aji Pangestu menyampaikan bahwa peringatan satu abad NU merupakan momentum yang sangat istimewa dan penuh makna sejarah.
Menurutnya, peringatan ini menjadi jembatan sejarah yang menghubungkan perjalanan panjang NU dari masa lalu hingga masa depan. Seratus tahun lalu, para muassis NU seperti Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, serta para kiai lainnya telah menanam benih perjuangan bernama Nahdlatul Ulama.
“Benih yang ditanam dengan riyadhah dan doa itu kini telah tumbuh menjadi pohon besar yang menaungi bangsa, menjaga keutuhan NKRI, serta menjadi benteng Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” ujar Aji Pangestu dalam sambutannya.
Pada momentum satu abad ini, Aji Pangestu menyampaikan sejumlah harapan besar bagi NU ke depan. Salah satunya adalah penguatan kemandirian ekonomi jamaah, agar NU tetap berdaya dan mampu menjawab tantangan perubahan zaman.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya literasi digital dan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, NU memiliki peran strategis untuk memastikan nilai-nilai kesantunan, kesejukan, dan tawasuth (moderat) tetap hadir di ruang digital yang semakin bising dan penuh dinamika.
Lebih jauh, Camat Tambora berharap NU terus memperluas kiprahnya di tingkat global. Sejalan dengan tema peringatan, NU diharapkan tidak hanya berkhidmat untuk Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi perdamaian bagi peradaban dunia.
Dengan mengusung tema “Merawat Jagat, Membangun Peradaban,” Aji Pangestu menegaskan bahwa NU telah dan akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan, stabilitas sosial, serta pembangunan masyarakat yang berkeadaban. [YS]

