PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA — Lalu lintas di Jalan Daan Mogot Raya, Jakarta Barat, lumpuh total di kedua arah sejak Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kondisi ini dipicu oleh genangan banjir yang menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan mengular panjang dari arah Tangerang menuju Grogol, begitu pula sebaliknya. Sejumlah pengendara terpaksa memutar balik, bahkan ada yang memilih berjalan kaki untuk mencapai tempat tujuan.
Salah satu pekerja, Yanto (37), warga Kota Tangerang yang bekerja di Jakarta Barat, mengaku terpaksa berjalan kaki dari kawasan lampu merah Cengkareng menuju kantornya akibat jalan tidak bisa dilalui kendaraan.
“Parah, semua kendaraan tidak bisa bergerak karena ruas jalan tergenang air. Akhirnya saya jalan kaki ke kantor,” ujar Yanto.
Ia juga mengeluhkan banjir yang telah berlangsung hampir dua pekan terakhir. Menurutnya, jika sistem saluran air berfungsi dengan baik, genangan tidak akan meluap hingga ke badan jalan.
“Informasi yang saya dengar, penyebabnya karena curah hujan tinggi, kiriman air, dan buruknya drainase,” katanya.
Lebih lanjut, Yanto mengaku khawatir penghasilannya berkurang karena di tempat ia bekerja terdapat aturan pemotongan gaji bagi karyawan yang terlambat.
“Kalau kondisi seperti ini terus, gaji saya pasti berkurang. Setiap jam terlambat ada potongan,” keluhnya.
Ia berharap pihak perusahaan dapat memberikan kebijakan khusus mengingat kondisi banjir yang berada di luar kendali para pekerja. Selain potongan jam kerja, keterlambatan juga berdampak pada pemotongan uang makan.
“Mudah-mudahan pimpinan bisa mengerti situasi sekarang ini,” harapnya.
Sementara itu, Yanto menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seharusnya dapat melakukan langkah antisipasi lebih dini. Pasalnya, peringatan terkait potensi banjir akibat rob, curah hujan tinggi, kiriman air, dan cuaca ekstrem telah disampaikan oleh BMKG sebelumnya.
“Seharusnya bisa diantisipasi. Minimal jangan sampai jalan protokol seperti ini tergenang parah,” pungkasnya. [AN/RBT/Red]
