PEWARTA-TAMBORA. COM, JAKARTA —* Kondisi perdagangan ikan hias di kawasan Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jalan Cenderawasih, Jakarta Barat, tengah menghadapi tantangan serius. Sejumlah pedagang mengeluhkan penurunan jumlah pembeli dalam beberapa waktu terakhir, yang berdampak langsung terhadap omzet penjualan dan keberlangsungan usaha mereka.
Di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan persaingan pasar yang semakin ketat, para pedagang berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, khususnya melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, untuk memperkuat pembinaan serta promosi sektor perikanan hias.
Sebagai perangkat teknis di bawah Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Sudin KPKP memiliki peran strategis dalam pengawasan, pembinaan teknis, promosi hasil perikanan, hingga pengawasan kualitas dan kesehatan komoditas perikanan yang dipasarkan kepada masyarakat.
Namun, menurut sejumlah pedagang, implementasi pembinaan di lapangan dinilai masih perlu diperkuat agar mampu menjawab kebutuhan riil para pelaku usaha.
Para pedagang mengaku masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari teknik perawatan ikan yang semakin berkembang, pengelolaan kualitas produk, hingga strategi pemasaran yang dinilai penting untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) turut menyampaikan harapan agar pemerintah tidak hanya hadir dalam fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pengembangan usaha para pedagang.
“Yang kami butuhkan bukan hanya pengawasan, tetapi juga pembinaan yang berkelanjutan. Mulai dari edukasi perawatan ikan, peningkatan kualitas, sampai strategi pemasaran agar usaha kami bisa bertahan,” ujar Ahmad, salah satu pedagang, Sabtu (25/4/2026).
Selain persoalan pembinaan, kondisi sarana dan prasarana di kawasan TPHP Cengkareng juga menjadi perhatian. Sejumlah fasilitas dinilai membutuhkan pembenahan, mulai dari kondisi bangunan yang mulai mengalami penurunan kualitas, penataan area parkir, hingga fasilitas umum seperti toilet dan kantin yang dinilai perlu ditingkatkan kenyamanan dan kelayakannya.
Menurut para pedagang, keberadaan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendorong aktivitas perdagangan.
Di sisi lain, aspek promosi juga menjadi sorotan utama. Para pedagang menilai kawasan TPHP Cengkareng yang sejak awal dirancang sebagai pusat promosi hasil perikanan membutuhkan dukungan promosi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, baik melalui kegiatan pameran, event tematik, maupun publikasi yang lebih luas.
“Kalau promosi diperkuat, masyarakat bisa kembali mengenal tempat ini sebagai sentra ikan hias. Dengan begitu, kunjungan pembeli bisa meningkat dan ekonomi pedagang ikut bergerak,” kata Ahmad.
Kondisi ini dinilai menjadi perhatian penting, mengingat sektor perdagangan ikan hias merupakan bagian dari ekosistem usaha mikro yang turut menopang perekonomian lokal dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Para pedagang berharap pemerintah daerah, baik di tingkat kota maupun provinsi, dapat mengambil langkah konkret melalui peningkatan program pembinaan, penguatan promosi, serta penataan kawasan TPHP Cengkareng agar kembali menjadi pusat perdagangan ikan hias yang hidup dan berkembang.
Dengan dukungan yang tepat dan berkelanjutan, para pelaku usaha optimistis kawasan TPHP Cengkareng dapat kembali menggeliat dan menjadi salah satu sentra perdagangan ikan hias unggulan di Jakarta Barat.[red]
