PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta Barat — Malam yang seharusnya dilalui dengan tenang berubah menjadi momen menegangkan bagi Dedi (35), warga Tambora yang menjadi korban aksi begal di kawasan Grogol Petamburan, Jumat (25/4/2026) malam.
Saat melintas di jalan yang relatif sepi di kawasan Jembatan Besi, korban tiba-tiba dihentikan oleh dua orang pelaku. Dengan ancaman senjata tajam, pelaku memaksa korban menyerahkan dompet dan telepon genggamnya. Demi keselamatan, korban pun tak berdaya dan menuruti permintaan tersebut.
Namun, situasi semakin mencekam ketika pelaku berusaha merampas sepeda motor miliknya. Dalam kondisi tertekan, korban berusaha mempertahankan kendaraannya dengan mengunci stang motor. Aksi itu membuat pelaku gagal membawa kabur kendaraan, meski korban harus menerima luka sabetan di bagian wajah.
Dalam kondisi terluka, korban memilih menyelamatkan diri dan segera menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Keesokan harinya, dengan didampingi jajaran Polsek Tambora, korban kembali ke lokasi kejadian.
Dipimpin Panit Reskrim Priyo Purnomo, petugas melakukan pengecekan dan memastikan kondisi di sekitar tempat kejadian.
Hasilnya, sepeda motor milik korban masih berada di lokasi dalam keadaan terkunci dan aman.
Momen itu pun menjadi secercah harapan di tengah peristiwa yang sempat mengguncang.
Korban bersama kendaraannya kemudian dibawa ke Polsek Tambora untuk proses lebih lanjut, sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
Dengan penuh haru, Dedi menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan pendampingan polisi yang sigap merespons laporannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di tengah ancaman kejahatan, kehadiran polisi tetap menjadi harapan bagi masyarakat.
Bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam memberikan rasa aman, pendampingan, dan kepedulian bagi mereka yang membutuhkan. [Humas polres]
