PEWARTA-TAMBORA.COM – Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi A dari Fraksi PDI Perjuangan, Lauw Siegvrieda, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap layanan kesehatan, khususnya terkait keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan, menjelang pelaksanaan tindakan medis dan operasi di rumah sakit.
Imbauan tersebut disampaikan Lauw Siegvrieda saat menggelar reses di daerah pemilihannya, di Kelurahan Angke, Tambora Jakarta Barat, Minggu (8/02/2026)
Menyusul adanya kasus warga yang gagal menjalani operasi karena status BPJS Kesehatan tidak aktif. Salah satu kasus tercatat pada pasien yang dijadwalkan menjalani operasi, namun saat pemeriksaan administrasi diketahui kepesertaan BPJS-nya tidak aktif.
“Pengaktifan kembali BPJS tidak bisa dilakukan secara instan. Prosesnya membutuhkan waktu minimal satu bulan dan tidak dapat dipercepat karena sudah diatur dalam mekanisme dan prosedur resmi,” ujar Siegvrieda.
Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk secara rutin mengecek status BPJS Kesehatan, agar tidak mengalami kendala saat membutuhkan pelayanan kesehatan yang bersifat mendesak.
Selain itu, Siegvrieda juga mengimbau warga agar memilih rumah sakit dengan fasilitas medis yang lengkap, terutama bagi pasien dengan kondisi serius. Menurutnya, sering terjadi pasien sudah dirawat beberapa hari, namun harus dirujuk kembali karena keterbatasan alat medis, dokter spesialis, atau ruang ICU yang penuh, sehingga kondisi pasien semakin memburuk.
Untuk kondisi gawat darurat, ia menegaskan bahwa masyarakat dapat langsung membawa pasien ke Unit Gawat Darurat (UGD) tanpa surat rujukan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Rumah sakit rujukan alternatif juga telah disiapkan jika rumah sakit utama mengalami kepadatan pasien.
Di bidang pendidikan, Siegvrieda turut mengingatkan para orang tua penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) agar lebih mengawasi anak-anaknya. Ia menegaskan bahwa penerima KJP wajib menjaga perilaku, tidak terlibat tawuran, serta tetap rajin bersekolah. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung pada penghentian bantuan.
“Bantuan pendidikan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan prestasi anak dan membuka peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.
Tak hanya itu, Siegvrieda juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap kesehatan anak, khususnya jika mengalami batuk berkepanjangan. Ia mengimbau orang tua agar segera membawa anak ke rumah sakit apabila batuk tidak kunjung sembuh selama dua hingga tiga hari, meskipun sudah diberikan obat.
Imbauan ini disampaikan seiring dengan mulai munculnya peningkatan penyakit menular, termasuk TBC, di beberapa wilayah. Deteksi dan penanganan dini dinilai penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Ia juga mendorong orang tua untuk menerapkan pola hidup sehat bagi anak-anak, seperti membiasakan paparan sinar matahari pagi antara pukul 09.00 hingga 11.30 WIB, serta memastikan asupan makanan bergizi guna meningkatkan daya tahan tubuh.
“Langkah sederhana ini sangat penting agar anak-anak terhindar dari berbagai penyakit dan dapat tumbuh serta berkembang secara optimal,” pungkasnya.[ys]

