PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA BARAT – Pemerintah terus berupaya memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan. Salah satunya melalui program “Sekolah Kembali” yang menyasar anak-anak putus sekolah dan warga usia sekolah yang belum mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan formal.
Program tersebut dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tambora dan Taman Sari, Jakarta Barat, sebagai upaya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk kembali belajar dan mengejar cita-cita mereka.
Dalam keterangannya, Sudin Pendidikan wilayah 1 Jakarta Barat, Agus Ramdani saat mendampingi Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah dalam acara pelaksanaan pembelajaran kelas jauh sekolah kembali, menyampaikan bahwa program Sekolah Kembali dibentuk karena belum tersedianya satuan pendidikan kesetaraan (SKP) negeri di Kecamatan Tambora dan Taman Sari.
“Program ini terbentuk karena tidak adanya SKP negeri di Kecamatan Tambora dan Taman Sari. Kami bersama camat dan lurah mencoba menjaring anak-anak kita yang tentunya tidak boleh tertinggal. Tidak boleh ada anak yang tertinggal dalam hak pendidikannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan Sekolah Kembali di Tambora awalnya diikuti 56 anak saat masa pengenalan lingkungan sekolah (FLS). Dalam kurun waktu dua minggu, jumlah peserta bertambah 11 anak sehingga saat ini mencapai 67 peserta. Sementara di Kecamatan Taman Sari tercatat sebanyak 29 peserta.
Para peserta mendapatkan pembelajaran dengan melibatkan pejabat struktural di lingkungan Sudin Pendidikan Jakarta Barat yang memiliki latar belakang sebagai tenaga pendidik maupun kepala sekolah.
“Kami mengajak para pejabat struktural untuk mengajar kembali. Alhamdulillah semuanya mau dan memberikan dukungan terhadap program ini,” katanya.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan setiap Senin, Selasa, dan Kamis dengan metode tatap muka langsung serta penugasan. Pola pembelajaran dibuat fleksibel karena sebagian peserta juga sudah bekerja atau memiliki aktivitas lain.
“Fleksibilitas ini tentunya tidak menjadi halangan. Yang terpenting dalam satu bulan mereka tetap aktif mengikuti pembelajaran dan memberikan kabar,” ujarnya.
Program Sekolah Kembali juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur kesetaraan, mulai dari Paket A, Paket B hingga Paket C. Bahkan, peserta yang memenuhi persyaratan dan masih sesuai usia dapat diarahkan kembali ke sekolah formal.
Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki kondisi, karakter, dan cara belajar yang berbeda. Karena itu, program ini tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga membangun kembali semangat belajar dan kepercayaan diri para peserta.
“Anak-anak di sini adalah anak-anak hebat. Mereka masih terus memiliki semangat untuk meraih cita-citanya,” tuturnya.
Semangat tersebut tergambar dari cita-cita yang mereka tuliskan dalam sebuah “pohon harapan”. Ada peserta yang bercita-cita menjadi nakhoda, pengusaha, dokter, anggota TNI, polisi hingga berbagai profesi lainnya.
Menurutnya, cita-cita tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah dan para pendidik untuk terus memberikan pendampingan.
“Tanggung jawab pemerintah adalah membantu mereka untuk bangkit kembali, memiliki semangat kembali, meraih cita-cita, membahagiakan orang tua, dan membuktikan bahwa mereka juga mampu mewujudkan cita-citanya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Jakarta Barat yang telah hadir dan memberikan semangat secara langsung kepada para peserta Sekolah Kembali.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membuat program Sekolah Kembali terus berjalan dan berkembang sehingga tidak ada lagi anak di wilayah Tambora dan Taman Sari yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
“Anak-anak harus terus semangat. Insyaallah kami semua akan membimbing hingga mereka bisa meraih cita-citanya,” katanya.
Ia menambahkan, setelah menyelesaikan Paket C, para peserta tetap memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Setelah Paket C, anak-anak juga bisa mengikuti kuliah. Mau ke UI, UPN, ITB, silakan. Semua bisa meraih kesuksesan,” ujarnya.
Menurutnya, bukan tidak mungkin dari program Sekolah Kembali kelak lahir generasi yang menjadi pemimpin bangsa, pengusaha, birokrat, bahkan menteri.
“Bukan tidak mungkin dari kelas Sekolah Kembali ini akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa, pengusaha hebat, birokrat hebat, bahkan menteri. Siapa tahu akan lahir dari kelas Sekolah Kembali ini,” pungkasnya. [YS]


