![]() |
| Tampak Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu Saat melantik Karang Taruna Kecamatan Tambora. |
PEWARTA-TAMBORA.COM, Kepengurusan Karang Taruna Kecamatan Tambora masa bakti 2026–2031 resmi dilantik dan dikukuhkan dalam sebuah kegiatan yang digelar di lantai 4 Aula Kecamatan Tambora Jakarta Barat, Sabtu (26/9/2026).
Pelantikan dan pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi Karang Taruna Kecamatan Tambora untuk memperkuat peran organisasi kepemudaan dalam mendukung pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Tambora Pangestu Aji Swandhanu menyampaikan apresiasi atas semangat para pengurus dan anggota Karang Taruna yang hadir serta berkomitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Pangestu menekankan bahwa Karang Taruna tidak boleh hanya aktif ketika terdapat kegiatan seremonial. Menurutnya, organisasi kepemudaan tersebut harus mampu menjadi motor penggerak yang hadir di tengah masyarakat dan membangun kolaborasi dengan berbagai unsur.
“Jadilah motor penggerak teman-teman kita. Jangan hanya hadir ketika ada kegiatan seperti ini saja, tetapi juga harus hadir dan bekerja bersama masyarakat di tempat-tempat lainnya,” pesan Pangestu dalam sambutannya.
![]() |
| Tampak Ketua Karang Taruna Kecamatan Tambora, Andri Aldian AR (bertopi) saat menerima pataka dari Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu |
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas dan kekompakan antaranggota maupun dengan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, Karang Taruna merupakan bagian dari masyarakat sehingga keberadaannya harus mampu memberikan manfaat nyata.
Pangestu juga menyoroti pentingnya etika dalam kehidupan organisasi, khususnya dalam menghargai undangan dan membangun komunikasi, hal tersebut diungkapkan, karena masih ada Lurah yang tidak mengirimi perwakilan undangan Karang Taruna.
“Undangan adalah suatu kehormatan. Siapa pun yang mengundang, kita harus menghormati. Kalau ada kendala waktu atau kesibukan, berikan izin dan konfirmasi. Itu namanya etika,” tegasnya.
Menurutnya, budaya saling menghormati dan menjaga etika harus menjadi fondasi dalam membangun organisasi yang solid. Dengan etika yang baik, komunikasi dan kerja sama diharapkan dapat berjalan semakin baik ke depannya.
Lebih lanjut, Pangestu mendorong Karang Taruna untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah, para lurah, organisasi kemasyarakatan, PKK, FKDM, serta seluruh lapisan masyarakat.
Ia berharap program kerja Karang Taruna nantinya tidak berjalan sendiri, tetapi dapat dikolaborasikan dengan berbagai pihak sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Tambora.
“Jangan sampai kita berdiri sendiri. Kita semua adalah bagian dari masyarakat. Karena itu, jaga solidaritas dan kekompakan,” ujarnya.
Pangestu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan para pemuda bukan hanya untuk menyukseskan kegiatan, tetapi juga harus diarahkan untuk membangun kerukunan, meningkatkan nilai kebangsaan, serta memperkuat semangat kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Ia berharap kepengurusan Karang Taruna Kecamatan Tambora periode 2026–2031 mampu menjalankan program kerja secara konsisten dan menjadi organisasi yang kreatif, kompak, serta inovatif.
“Harapannya, Karang Taruna Tambora dapat menjadi teladan, kreatif, kompak, dan terus berinovasi,” pesannya.
Menutup sambutannya, Ia kemudian kembali menegaskan harapannya agar para pemuda Karang Taruna dapat terus bergerak dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru periode 2026–2031, Karang Taruna Kecamatan Tambora diharapkan semakin mampu menjadi wadah pemberdayaan generasi muda sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun lingkungan sosial yang rukun, produktif, kreatif, dan berdaya. [YS]

