![]() |
| Ormas Jembatan Kemajuan Bangsa (JKB) Saat Mengikuti Kegiatan Pelaksanaan Peningkatan Ketahanan Ekonomi Tahun 2026, di Kantor Walikota Jakarta Barat, Selasa (14/7/2026) |
Jakarta Barat – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Jembatan Kemajuan Bangsa (JKB) turut berpartisipasi dalam kegiatan Rincian Sub Kegiatan Pelaksanaan Peningkatan Ketahanan Ekonomi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Barat di Ruang Ali Sadikin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Kesbangpol untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dengan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan masyarakat.
Acara dibuka oleh Nur Zakiyah Mardlatillah, Kepala Subkelompok (Kasubkel) Ketahanan Ekonomi, Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan (Kesbak) yang menyampaikan pentingnya membangun ketahanan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan pelaku usaha.
![]() |
| Hj. Nur Zakiyah Mardlatillah menjabat sebagai Kepala Subkelompok (Kasubkel) Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Kemasyarakatan (Kesbak). |
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat memerlukan sinergi lintas sektor agar program pemerintah dapat dirasakan secara nyata.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi dari dr. Siska Gerfianti, Sp.DLP., M.H.Kes, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Barat. Ia memaparkan 10 Program Pokok TP PKK sebagai landasan pemberdayaan keluarga yang mencakup penguatan ekonomi keluarga, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Sobirin, perwakilan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang menjelaskan mekanisme Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu instrumen pemerintah dalam memperkuat permodalan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Dalam paparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai persyaratan pengajuan KUR, proses penilaian oleh bank penyalur, serta strategi agar pelaku usaha memiliki peluang lebih besar memperoleh pembiayaan.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai pengembangan UMKM, akses pembiayaan, hingga peluang kerja sama organisasi kemasyarakatan dalam mendukung program peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat.
Selain JKB, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya, antara lain PERISAI Serikat Islam, Persatuan Pedagang Wisata Kota Tua (PERWISTA), Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH), dan Ormas Elang Mas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan organisasi kemasyarakatan dapat menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, serta memperluas akses masyarakat terhadap berbagai program pemberdayaan ekonomi yang disediakan pemerintah. (rls)

