PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta Barat, 19 April 2025 — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti Kampung Pinggir Rawa, Jalan 20 Desember RT 003/RW 003, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, dalam gelaran Lebaran Betawi 2026. Mengusung tema *“Merawat Budaya, Menguatkan Silaturahmi”*, acara ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk melestarikan budaya Betawi sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Kegiatan yang digagas oleh komunitas peci marun, masyarakat rw 03 bersama komunitas penggiat budaya Betawi ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah. Kehadiran rombongan Wali Kota disambut meriah oleh warga dengan bunyi petasan yang menggema di sepanjang jalan kampung serta atraksi palang pintu khas Betawi yang penuh semangat dan nilai tradisi.
Atraksi palang pintu yang menampilkan seni bela diri dan pantun Betawi menjadi simbol penyambutan tamu kehormatan sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya lokal yang masih terjaga. Warga tampak antusias menyaksikan prosesi tersebut, bahkan banyak di antaranya yang mengabadikan momen melalui ponsel.
Turut hadir dalam acara tersebut Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kalideres, Raditian Ramajaya, Lurah Pegadungan Anugerah S. Susilo, para ketua RW dan RT, serta sejumlah tokoh penting masyarakat Betawi. Di antaranya H. A. Mudjamil Saleh dan Ketua MUI Jakarta Barat, KH. Abdurrahman Shoheh. Kehadiran para tokoh ini menambah khidmat sekaligus menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya Betawi di tengah perkembangan kota metropolitan.
Dalam sambutannya, Iin Mutmainnah menyoroti tingginya antusiasme masyarakat yang hadir sejak pagi hari. Ia mengaitkan suasana cerah dengan semangat kebersamaan yang terpancar dari warga.
“Hari ini cuaca cerah, dengan matahari memberikan sinarnya kepada kita di sini. Ini memberikan kesehatan, karena pastinya ada sebuah hal yang membuat kita semakin semangat. Walaupun panas terik, pengunjung banyak sekali,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Jakarta barat, khususnya warga RT 003/RW 003 Kelurahan Pegadungan, untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kerukunan yang telah menjadi ciri khas masyarakat Betawi.
“Mari kita meningkatkan kerukunan dan keguyuban. Masyarakat Betawi itu cinta kerukunan, cinta dengan keguyuban. Buktinya, setiap kegiatan semua datang, bahkan tanpa diundang pun tetap hadir, karena kita sudah merasa satu saudara, satu keluarga,” tuturnya.
Lebih lanjut, Iin menegaskan bahwa nilai gotong royong dan toleransi merupakan akar budaya Betawi yang harus terus dijaga. Ia menilai, keterbukaan masyarakat Betawi menjadi salah satu faktor penting yang membuat Jakarta dapat menjadi kota yang dihuni oleh berbagai latar belakang masyarakat.
“Saya yakin masyarakat Betawi dari budayanya, dari akarnya, dari leluhurnya, sudah diajarkan kegotongroyongan. Keguyuban ini dibangun dengan mencintai toleransi. Kalau tidak ada itu, pendatang tidak akan bisa tinggal di Jakarta. Karena warga Betawi mencintai kerukunan dan persaudaraan, semua dapat diterima dengan baik,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman.
“Yang penting kita sama-sama menjaga kota, menjaga lingkungan, dengan hidup rukun dan nyaman,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Iin berharap kegiatan Lebaran Betawi ini dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat serta terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Ia juga menekankan pentingnya mengenalkan budaya kepada generasi muda.
“Mudah-mudahan dengan silaturahmi ini mendatangkan keberkahan untuk kita semua. Terima kasih kepada panitia. Semoga acara ini dapat rutin dilakukan setiap tahun. Kita ajak anak-anak kita belajar budaya. Walaupun kita maju, tidak boleh meninggalkan kearifan lokal, tidak boleh meninggalkan aspek budaya yang menunjukkan karakteristik bangsa Indonesia, jati diri kita sebagai warga negara,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Lurah Pegadungan Anugerah S. Susilo mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana memperkuat solidaritas warga sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui partisipasi UMKM.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun, karena selain menjaga budaya, juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Acara Lebaran Betawi 2026 Pegadungan semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni tradisional Betawi. Penampilan musik khas betawi, tari-tarian Betawi, serta lawakan khas Betawi menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Kehadiran bintang tamu Baba H. Mandra dan Bang Sabar H. Bokir turut menghibur warga dengan gaya khas yang mengundang tawa.
Tak hanya itu, partisipasi generasi muda juga terlihat melalui penampilan Abang & None Karang Taruna (Katar) 03 Pegadungan. Mereka mengangkat nilai-nilai budaya Betawi, sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam melestarikan tradisi.
Di sisi lain, bazar kuliner khas Betawi menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung. Beragam makanan tradisional seperti kerak telor, dodol Betawi, selendang mayang, hingga asinan Betawi khas Bang Aan yang telah dikenal memiliki cita rasa lezat, disajikan untuk memanjakan lidah para pengunjung.
Bazar UMKM lokal juga turut meramaikan acara dengan menjajakan berbagai produk kreatif warga, mulai dari makanan olahan hingga kerajinan tangan. Kehadiran bazar ini memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produknya sekaligus meningkatkan pendapatan.
Selain hiburan dan bazar, kegiatan sosial juga menjadi bagian penting dalam rangkaian acara. Panitia menyelenggarakan santunan bagi anak yatim piatu dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. 86 penerima santunan tampak hadir dan menerima bantuan dengan penuh rasa syukur.
Sementara itu, sesepuh warga setempat, Matsuaini Gaos, menyampaikan bahwa Lebaran Betawi di Pegadungan bukan hanya dihadiri warga lokal, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah.
“Masyarakat seantero dari Jawa Barat dan Tangerang numplek di sini semua,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para leluhur dan tokoh Betawi yang memiliki peran penting dalam sejarah wilayah tersebut.
“Saya ingin menyampaikan kepada keruhun kita, para sesepuh, kepada keturunan Engkong Rawa bin Buduk, Engkong Pike bin Burut, Engkong Parang bin Arif, keluarga besar Rilan bin Noan, Mandor Saan, para mandor jawara, hingga Engkong Mukmin Habib, terima kasih atas jasa dan warisannya,” tuturnya.
Matsuaini mengungkapkan bahwa dirinya bersama para sesepuh dan mantan lurah pernah menggagas pembentukan organisasi masyarakat Betawi di wilayah Kalideres.
“Dulu kami bermusyawarah hingga terbentuk Betawi Kalideres pada 2008 bersama RW Cemong,” jelasnya.
Ia juga mengenang masa lalu kawasan Pinggir Rawa yang masih sangat terbatas dari sisi fasilitas pendidikan dan budaya.
“Dulu di sini sekolah saja belum ada. Tahun 1984 saya bersama Joko S, pencipta lagu ondel-ondel Betawi, mulai membuka kesenian seperti lenong,” katanya.
Menurutnya, upaya tersebut kini membuahkan hasil dengan munculnya generasi penerus seni Betawi.
“Sampai sekarang masih ada kader-kadernya. Terima kasih kepada pimpinan lenong Betawi, Bang Mandor Jani, Peci Maron Bang Dani Dadap, dan semua pihak yang berpartisipasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kawasan yang dulunya tertinggal kini telah berkembang pesat menjadi bagian dari pusat kota.
“Dulu Pinggir Rawa ini daerah tertinggal, sekarang sudah menjadi bagian dari tengah kota,” katanya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang acara berlangsung. Tidak hanya warga Pegadungan, tetapi juga ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Jakarta Barat turut hadir meramaikan kegiatan tersebut. Mereka tampak menikmati setiap rangkaian acara, mulai dari pertunjukan seni hingga kuliner khas Betawi.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Lebaran Betawi 2026 di Pegadungan, diharapkan kegiatan ini dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memperkuat ikatan sosial masyarakat.
Acara ini menjadi bukti bahwa di tengah modernisasi kota, nilai-nilai tradisi dan kebersamaan masih dapat dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan, melainkan cerminan identitas dan kekuatan sosial masyarakat Betawi di Jakarta Barat.[tim]

