Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Diposting oleh On 10:10:00 AM

PEWARTA TAMBORA,  JAKARTA - Warga masyarakat Kelurahan Jembatan Lima antusias sambut kedatangan Astronot turun ke Bumi, tepatnya di wilayah Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (2/3/2019).

Tidak seperti pada umumnya, kali ini tampak Astronot sedang membawa alat pengasapan (Fogging) untuk pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Seputar Wilayah Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Pantauan tim Media Pewarta Tambora, tampak tim Astronot tengah melakukan pengasapan (Fogging) dari rumah ke rumah tepatnya di Jalan Sawah Lio IV RT. 001/06 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat.


"Kami melakukan Fogging di wilayah RT. 001/06 Jembatan Lima, disamping permintaan dari warga setempat juga mengupayakan untuk pencegahan terhadap penyakit demam berdarah (DBD) ditambah lagi adanya informasi salah seorang yang sudah terkena DBD," ungkap salah seorang tim Astronot

Dikatakannya, upaya pengasapan (Fogging) dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran nyamuk demam berdarah tentunya hal ini diharapkan dapat meminimalisir penyebaran nyamuk aedes aegepty.


H. Lili Rodjali mengatakan, dengan adanya pengasapan (Fogging) gratis, warga sangat bersyukur, kebetulan lokasi fogging ini banyak sekali ada lahan kosong, terlebih kondisi sanitasi di sekirar lingkungan tersebut juga tidak lancar sehingga berpotensi menjadi sarang nyamuk.

"Kami sangat berterima kasih kepada Astronot fogging yang telah membantu warganya untuk memberantas sarang nyamuk diwilayahnya sehingga dapat mengurangi resiko penyakit demam berdarah yang dapar menimpa warga," ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, sesekali tampak Asronot bercanda gurau dengan anak-anak sekitar dan memberikan uang jajanan sekedarnya untuk memberikan rasa riang dan gembira.

Hingga saat ini, kehadiran astronot tersebut masih menyimpan misteri, Siapa sosok Astronot misterius yang tengah ramai dibicarakan warga Sawah Lio Kelurahan Jembatan Lima, Akankah Asronot kembali datang ke wilayah anda ?

Rep : Lth

thumbnail

Diposting oleh On 6:43:00 PM

PEWARTA-TAMBORA. COM, Jakarta - Warga masyarakat Kelurahan Pekojan kembali mengadakan kerja bakti dengan dihadiri Lurah Pekojan Saipul Fuad, kerja bakti dilakukan serentak bersama seluruh warga RT.001, 011/008, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (3/3/2019). Pagi

Kegiatan kerja bakti serentak yang dimotori oleh Ketua RW.008, Samuti, dihadiri juga oleh Kasie Lingkungan Kelurahan Pekojan Budi Arno, serta Saepudin dengan diperbantu PPSU kelurahan Pekojan


Pantauan Tim Media Pewarta Tambora, meski diguyur hujan, tampak para Ketua RT dengan diperbantukan oleh anggota PPSU, semangat dan kebersamaan tampak terlihat saat mengangkut sampah dinaikan ke sebuah truk yang telah disediakan.

Giat kerja bakti yang diikuti warga pribumi maupun warga pendatang tampak semangat terlebih saat adanya Lurah Pekojan Sipul Fuad hadir ditengah-tengah saat giat kerja bakti berlangsung.


“Alhamdulillah dalam giat kerjabakti kali ini diikuti oleh Lurah Pekojan baru bersama jajarannya, ini merupakan apresiasi bagi lami selaku warga Ternyata masih ada Lurah yang mau ikut serta kerjabakti seperti Lurah Pekojan Saipul Fuad, kami para Ketua RT di wilayah RW.008 sangat merasa bangga ketika kami dibantu beliau,” Pungkas salah satu Ketua RT.

Reporter : Budiyanto
Editor : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 11:34:00 PM

PEWARTA TAMBORA JAKARTA - Suasana haru bercampur sedih mewarnai acara pisah sambut Lurah Angke M. Dirhamsyah kepada Tedy Martadila, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Jumat (1/3/2019) malam.

Acara yang berlangsung di Kantor Kelurahan Angke, selain dihadiri jajaran staf Kelurahan angke, Sekel Angke Adit Pratama, juga dihadiri para Ketua RT/RW, LMK, FKDM, tokoh masyarakat, juga Tokoh Agama.


Dalam sambutannya, Lurah Angke M. Dirhamsyah menyampaikan terimakasihnya kepada para Ketua RT/RW serta Steakholder Kelurahan Angke yang selama ini telah membantunya dalam melaksanakan tugas sebagai Lurah.

"Bila ada salah kata atau tindakan saya yang kurang berkenan pada para Ketua RT/RW, yang tidak lain saya hanya menjalankan kebijakan pimpinan dan juga demi kebaikan wilayah Angke yang sama-sama kita cintai dan kita banggakan," ujarnya.


Dikesempatan yang sama Tedy Martadila selaku Lurah Angke baru menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Lurah lama yang telah membenahi Angke menjadi lebih baik, terutama dalam mengolah RPTRA Kalijodo.

Dihadapan para Ketua RT/RW dan juga Steakholder, Tedy Martadila juga memohon bantuan dan kerjasamanya dalam memajukan wilayah Kelurahan Angke.

"Program saya di awal ini adalah masalah jam belajar malam, saya akan potensikan wilayah RW. 01 s/d 011 untuk mengadakan JBM," tambah Lurah Angke Tedy Martadila disela sambutannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Kelurahan Angke Adit Pratama yanf mewakili para staf atas kerja M. Dirhamsyah yang menurutnya adalah pekerja yang tangguh dan tegas.

Hingga berita ini diturunkan, acara demi acara berlangsung lancar dan ditutup dengan pemberian cinderamata untuk Lurah dan Kasie.

Rep : Yustrisna
Editor : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 12:11:00 PM

JAKARTA – 5 rumah di RW 06 Kelurahan krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat mendapat teguran saat razia listrik oleh petugas gabungan, Rabu (27/2/2019).

Camat Tambora, Bambang s. yang memimpin penertiban menjelaskan hasil operasi penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) atau opal di RW 06 tidak ada aliran listrik yang diputus petugas.

“Tapi kami menegur sejumlah pemilik rumah  karena instalasi kabel tidak sesuai standar dan berantakan,  kata Bambang  didampingi  Asisten kepemerintahan kota admistrasi jakarta barat, Yunus Burhan dan Lurah Krendang , Andre.

Sasaran opal adalah rumah warga, tempat usaha, kontrakan bertujuan melindungi masyarakat dari dampak pencurian listrik maupun penggunaan kabel tidak standar agar terhindar dari bahaya kebakaran.


Bambang mengajak seluruh warganya agar memerhatikan instalasi listrik serta menggunakan kabel standar. Bagi warga yang meiliki tempat usaha, diimbau memenuhi standar keamanan, antara lain menyiapkan alat pemadam kebakaran api ringan (Apar) dan lainnya.

Lurah Krendang Andre menambahkan wilayah  Lingkungan RW 06 menjadi sasaran opal karena permukiman padat penduduk.

“Di RW 06 cukup padat serta banyak tempat usaha dan kontrakan. Kami ingin warga memahami dan sadar tentang pemakaian maupun instalasi listrik agar terhindar dari kebakaran,” katanya. (lth/eka)

thumbnail

Diposting oleh On 9:28:00 PM

Sewaktu saya masih kecil dulu, saya heran kenapa dulu orang tua saya selalu meminta saya utk membawa air putih di dalam teko ketika ada acara pengajian atau acara sholawatan di Mesjid dekat rumah ?

Yang lebih mengherankan lagi " Air Putih " tsb harus saya minum bersama saudara2 saya ? Katanya biar "Berkah". Apa hubunganya ? Pikirku waktu itu ? " Pengajian dan Sholawatan dgn Air Putih ? Tapi karena perintah orang tua...yah...sudah diikutin saja...biar Beliau senang hati...he..he..

Nah...ada satu hal lagi yg agak aneh,... kalau badan saya agak panas, tdk jarang ibu membawa saya ke Guru Ngaji setempat, dan minta air putih utk didoakan dan saya diminta utk segera meminum air tsb ....he..he..ngalahin dokter aja saya pikir ?...

Tapi kini... setelah beberapa puluh tahun kemudian, baru tersingkap secara ilmiah bahwa perintah orang tua tsb ternyata bukan tanpa dasar, ada kandungan Hikmah dan Rahasia Besar yg terkandung di dalamnya...

Adalah Dr. Masaru Emoto Dalam bukunya The Hidden Message in Water menguraikan bahwa air ternyata bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.

Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain.

Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit dan Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air.

Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan.

Air putih galon di rumah, bila setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari.

RasulUllah saw. bersabda, “Zamzam lima syuriba lahu”, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya”. Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. SubhanAllah !..... Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.

Hasil penelitian Dr. Masaru Emoto tsb terus dicoba diulangi dengan misalnya membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama.

Selanjutnya ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk.

Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga, tapi ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristalnya jadi hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya.

Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan sedemikian indahnya.... SubhanAllah…..

Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia.

Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tetapi kita belum melakukan dzikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. AstaghfirUllah.

“Jadi, Jika kita ingin air terasa manis, masukkan gula, jika ingin air berwarna maka masukan pewarna dan jika ingin air itu mulia, maka masukanlah ayat-ayat yang mulia kedalamnya”

Semoga bermanfaat...

thumbnail

Diposting oleh On 4:29:00 PM

PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Persoalan kepemimpinan menjadi satu pembahasan serius dalam acara Dialog Kebangsaan yang digelar setiap Minggunya oleh Gerakan Kebangsaan (GK) Relawan Prabowo Sandi Indonesia Berdaulat Adil Makmur, dengan mengusung Tema "Mencari sosok Pemimpin  Masa Depan Indonesia dan Penegakan Hukum Tajam ke lawan Tumpul ke kawan" acara di selenggarakan di Rumah Aspirasi Jl. Cut Mutiah 18 Menteng Jakarta- Pusat pada Sabtu (23/02/19)

Dalam dialog itu dibahas pula kepemimpinan yang berjiwa negarawan, membawa Negara pada keadilan,    makmur dan berdaulat.

Ketua Umum Gerakan Kebangsaan Relawan Prabowo Sandi, Ir. Andy Saputra. AR. MSI sekaligus sebagai Nara Sumber dalam acara ini menegaskan, gagasan atau hasil yang diputuskan dalam dialog tidak hanya sebagai arsip, seremonial dan menguap ketika pada tataran pelaksanaan.


“Implementasi kerja sesuai rumusan kerja Program Gerakan Kebangsaan (GK) Relawan Prabowo Sandi hari ini adalah hal yang terpenting, demi terwujudnya keadilan dan kemakmuran bangsa Khususnya demi tegaknya Indonesia yang berdaulat,” katanya.

Selain persoalan kepemimpinan, dialog juga membahas dua hal lain yakni penegakan hukum dan pemerintah yang adil, dan pengembangan atau pemberdayaan sumber daya hukum.

T. Nasrullah.SH.MH, selaku Nara Sumber menyampaikan pandangannya selaku Advokat Independen menyoal penegakan hukum yang kurang adil dirasakan masyarakan akan membawa petaka.


"Hukum dan Kekuasaan dalam pengertian yang seadilnya bukan lagi hukum digunakan untuk melanggengkan kekuasaan, namun kekuasaan sejatinya untuk menjaga hukum. Jangan lagi hukum menjadi tajam ke lawan, tumpul ke kawan". katanya
             
Sementara itu dalam pembukaan Dialog Kebangsaan kali ini Pengurus Gerakan Kebangsaan (GK) mengundang dua nara sumber yang kompeten dibidangnya. Undangan pada kegiatan rutin ini terbuka untuk para relawan Prabiwo Sandi.

Ketua Pelaksana Dialog kebangsaan menjelaskan, dialog kali ini difokuskan pada rancangan kegiatan Pilpres yang akan dilaksanakan oleh pengurus Gerakan Kebangsaan untuk pemenangan Probowo Sandi .

Acara Dialog ini di tutup dengan ramah tsmah, dengan harapan meneguhkan rasa nasionalisme dan menumbuhkan semangat gerakan relawan Probowo Sandi untuk  Indonesia serta mempererat ikatan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat lintas ormas. (Nur/Tis)

thumbnail

Diposting oleh On 12:32:00 PM

PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Camat Tambora Djaharuddin didampingi Lurah Tanah Sereal Suharti, tengah membuka resmi acara Festival Olahraga Rakyat (FOR) Sepanjang Tahun 2019 Tingkat Kelurahan di Lapangan Halaman Kantor Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (23/2/2019).

Dalam sambutannya, Camat Tambora Djaharuddin menyampaikan bahwa Festival Olahraga ini diikuti oleh 15 tim dari seluruh RW SeKelurahan Tanah Sereal mulai dari tingkat SD, SMP dan tingkat SMA.

"Festival Futsal ini akan digelar selama dua hari, nanti yang menjadi pemenang ditingkat Kelurahan akan dikirim untuk mengikuti Festival Olahraga Rakyat tingkat Kecamatan Tambora, Jakarta Barat," ungkapnya.


Hal senada juga disampaikan Lurah Tanah Sereal Suharti, bahwa Festival Olahraga Rakyat sepanjang tahun ini adalah salah satu program unggulan Gubernur DKI jakarta Anies Baswedan. Selain mengolahragakan rakyat juga mempererat tali silaturahmi dan sebagai tempat interaksi antar sesama warga masyarakat.

"Saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat Kelurahan Tanah Sereal beserta jajarannya yang telah mendukung terselenggaranya Festival Olahraga Rakyat ini mulai dari seleksi tingkat RT hingga ke tingkat RW," ungkap Lurah Tanah Sereal Suharti.

Suharti juga mengingatkan kepada para peserta agar tetap menjunjung tinggi sportifitas dalam bermain, "Saya berharap dengan adanya Festival Olahraga ini kedepan akan dapat menciptakan bibit atlet sepakbola yang berprestasi baik nanti di tingkat Kecamatan maupun timgkat Kota," harapnya.


Suharti berpesan kepada para peserta harus siap menang siap kalah. Mereka juga harus menjunjung sportifitas, sebab dalam pertanding kalah dan menang sudah biasa yang penting harus tetap jaga keakraban dan kerukunan serta saling menahan amarah dari setiap perselisihan.

Hingga berita ini dilansir, dalam Festival Olahraga Rakyat dengan kategori Futsal tersebut, menghadirkan seorang wasit perempuan dari salah satu Universitas Negeri Jakarta (UNJ). kegiatan ini selain sebagai ajang silaturahni juga untuk mencari bibit-bibit unggul di bidang olahraga sepak bola.

Rep : Lutfi