Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Diposting oleh On 6:30:00 PM

Foto : Wilson Lalengke (Ketiga dari kanan) bersama Mr. Nishijima (Keempat dari kanan) Pimpinan IM Japan, Asep Gunawan (Kedua dari kanan) Direktur Pemagangan Kemenaker RI, Asriel Ketua Gambatte Indonesia (Kelima dari kanan), Al-Ustadz Muryanto HR, Ketua Yayasan Sejahtera Insani Subang (Pertama dari kanan), serta Kailani (Keenam dari kanan) mantan peserta magang Jepang angkatan tahun 1997
PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke bersama Mr. Nishijima Pimpinan IM Japan, Asep Gunawan Direktur Pemagangan Kemenaker RI,  serta Asriel Ketua Gambatte Indonesia, tengah melaksanakan pelepasan 149 Siswa Magang Jepang di Balai Besar Pusat Pelatihan Kerja (BBPK) Lembang, Bandung Jawa Barat, Selasa (2/1/2018).

Pemberangkatan siswa magang yang dilakukan pada Rabu (3/1/2018) malam ini, dihadiri juga oleh Al-Ustadz Muryanto HR, Ketua Yayasan Sejahtera Insani Subang, serta Kailani salah satu mantan peserta magang Jepang angkatan tahun 1997.

Pasalnya, para Siswa magang tersebut diberangkatkan ke Jepang untuk menjalani program magang (belajar sambil kerja, kerja sambil belajar) di berbagai perusahaan dan institusi swasta di negeri matahari terbit selama 3 hingga 5 tahun.

Sebagaimana diketahui, PPWI bersama Gambatte Indonesia, menyelenggarakan program pelatihan calon siswa magang ke Jepang, melalui kerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja RI dan juga IM Japan.

Kesempatan magang ke Jepang ini diberikan seluas-luasnya bagi Siswa lulusan SMA, SMK, MAN, dan juga lulusan persamaan Paket C, untuk bisa mengikuti program pelatihan calon siswa magang Jepang.

“Gaji rata-rata siswa magang tidak kurang dari Rp. 15 juta, dengan lama kontrak 3 hingga 5 tahun. Jika ada yang berminat silahkan hubungi saya di 081371549165” Ungkap Wilson Lalengke sebagaimana pesan informasi melalui Broadcast WA.

Dikatakan Wilson, sekiranya ada anak-anak Bapak/Ibu lulusan SMA dan SMK, sangat bagus jika disalurkan untuk mengikuti seleksi ini dan diberangkatkan ke Jepang. “Kita dari Gambatte Indonesia akan bantu maksimal untuk persiapannya agar bisa lulus seleksi, dan mengikuti program magang di Jepang,” Pungkasnya.

Adapun persyaratan umum bagi calon siswa Magang ke Jepang baik lulusan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah sebagai berikut.

Persyaratan umum:
1. Pria dan wanita WNI
2. Minimal lulusan SMA/SMK
3. Usia 18,5 sd 26 tahun
4. Tinggi badan minimal: 160 cm (pria), 155 cm (wanita).
5. Berat badan proporsional (tinggi badan dikurangi 110)
6. Tidak bertato
7. Tidak bertindik telinga (pria)
8. Tidak ada bekas patah tulang
9. Tidak ada bekas operasi
10. Gigi berlubang/dicabut maksimal 4 buah
11. Tidak berkacamata (minus/plus)
12. Bisa lari dengan jarak 3 km dalam waktu maksimal 15 menit (hanya pria)
13. Bisa push-up 35 kali tanpa henti (pria), 15 kali (wanita)
14. Bisa sit-up 25 kali tanpa henti (pria), 15 kali (wanita)

# WilsonLalengke
# MagangJepang

thumbnail

Diposting oleh On 3:36:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, SIK,MH bersama Damdim 0503 Jakarta Barat Letkol Inf. Hendry Masengi melaksanakan pengamanan kunjungan Presiden RI Joko Widodo di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (2/1/2018) Sekira Pukul 09. 00 WIB.

Presiden Jokowi memlaksanakan Peresmian Pengoperasian KA Bandara, dengan simbolis penekanan tombol sirine yang menyuarakan genta, didampingi oleh Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, Gubernur Banten, Dirjen Perkeretaapian Kemhub, Dirut AP2, Dirut PT KAI, dan Dirut Railink menaiki Kereta Bandara Stasiun Duri dalam rangka lawatan Kunjungan Kerja dan melintas di Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat.

Dalam kegiatan Pengamanan tersebut bersama Kabag Ops Polres Jakbar Akbp Priyo Utomo, Kasat Intelkam Akbp Drs. Museni, Kasat Sabhara Akbp Manurung serta Kapolsek Tambora Kompol H, Slamet, Danramil Tambora Kapten Inf. Trisnotobersama personil 3 Pilar baik TNI, Polri maupun Sat Pol PP Kecamatan Tambora Jakbar, berjumlah Kurang lebih 60 Personil.

Selanjutnya dalam Kegiatan tersebut kunjungan kerja Presiden RI ke Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat berlangsung tertib dan kondusif sesuai harapan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi, Sik. MH. (lth-in/red)


thumbnail

Diposting oleh On 7:42:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Nikah massal yang digelar oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan pada perayaan malam pergantian tahun, diikuti juga oleh lima pasangan calon pengantin dari wilayah Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat pada Minggu (31/12) malam.
Lurah Pekojan, Tri Prasetyo mengatakan, lima pasang warganya yang ikut serta nikah massal yaitu Agus Wahyudi-Hayati, Suratman-Sariah, Slamet Riyadi-Suirah, Tasrif-Koriah, dan Suparman-Sukarmi. Tri mengaku, kelima pasangan tersebut sudah menjalin hubungan sejak lama, tapi belum mampu menikah karena himpitan ekonomi.
“acara syukuran nikah massal program gubernur dan wakil gubernur dalam menyambut pergantian tahun akan diselenggarakan mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai,” Ungkap tri kepada Pewarta Tambora.
Tak hanya itu, lanjut Tri, kemeriahan acara juga akan diisi panggung hiburan rakyat. Musisi dangdut lokal akan mengiringi malam pertama pasangan pengantin.
"Ada dangdutan juga. Sebelumnya juga kita adakan doa bersama," pungkasnya. (lim-in/red)

thumbnail

Diposting oleh On 7:24:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Walikota Jakarta Barat H.M.Anas Efendi tengah mendampingi wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meresmikan komunitas gerakan OK OCE Smart, di Taman Kota Intan, Jalan Cengkeh, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (31/12/2017).

Sandiaga dalam sambutannya menampaiokan, OK OCE Smart adalah komunitas anggota OK OCE. Komunitas itu memiliki beberapa kegiatan salah satunya membuka pasar sembako dengan harga murah.

"Alhamdulillah, kawasan ini (Taman Kota Intan) mudah-mudahan bisa menjadi tempat OK OCE Smart bergulir, dan menciptakan lapangan kerja. OK OCE Smart memiliki kegiatan beragam. Gerakan ketahanan pangan melalui pasar murah sembako, ada industri kreatif dan pemberdayaan musik jalanan," terang Sandiaga.

Seusai pidato, Sandiaga kemudian memotong tumpeng simbolis peresmian OK OCE Smart. Potongan tumpeng diberikan Sandiaga kepada Ketua OK OCE Smart Lina Sari.

Ditemui usai acara peresmian, Sandiaga Uno menyebut OK OCE Smart yang diresmikannya itu akan menjadi yang pertama di Jakarta. Rencananya, kedepannya minimal akan ada satu OK OCE SMART di tiap Kecamatan.

“OK OCE Smart akan ada di masing-masing Kecamatan di Jakarta dan program ini akan bekerjasama secara kemitraan dan masih terbuka untuk para simpatisan, para investor maupun pengusaha yang ingin bermitra dengan OK OCE Smart ini,” Pungkasnya (lth-in/red).



thumbnail

Diposting oleh On 1:38:00 PM


PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Ketua Cabang Bhayangkari Polres Metro Jakarta Barat Intan Hengky bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana cab XVII Lydia Andre Masengi, tengah melaksanakan giat kunjungan Pospam Ops Lilin Jaya 2017 untuk sekitar wilayah daerah Jakarta Barat, Sabtu (30/12/2017).

Adapun Pospam Ops Lilin Jaya 2017 yang menjadi tempat titik kunjungannya adalah, Pospam Ops Lilin Jaya wilayah TL Slipy Palmerah Jakarta barat, Pospam Ops Lilin Jaya Central Park Tanjung Duren Jakarta Barat, dan Pospam Lilin Jaya Seasons City, Tambora Jakarta Barat.

Dalam giat kunjungan tersebut Ketua Cabang Bhayangkari Polres Jakarta Barat Intan Hengki dan Ketua Persit Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVII Lydia Andre Masengi memberikan bantuan sembako kepada para petugas Pospam Ops Llilin Jaya 2017 di Wilayah Jakarta Barat.


Hal tersebut dilakukan sebagai wujud sinergisitas kebersamaan antara TNI dan juga Polri yang semakin solid. Hingga berita ini disusun, acara kunjungan berlangsung dengan lancar dan juga kondusif, (lth-in/red)


thumbnail

Diposting oleh On 11:00:00 PM


PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Ketua Karang Taruna Provinsi DKI Jakarta Hj.Siti Djaozah tengah menghadiri giat bulan bakti Karang Taruna DKI Jakarta yang diselenggarakan di Plaza Museum Sejarah Jakarta (Fatahillah) Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (29/12/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Sosial DKI Jakarta Masrokhan, Kadis Kesbangpol DKI Jakarta Darwis, Kepala BKKKS Budihardjo, Wakil Ketua DPRD DKI Taufik, Ketum Bamus Betawi H.Zainudin (H.Oding), Kasudin Sosial, Walikota, Camat, Lurah, serta Anggota Karang Taruna se Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Karang Taruna DKI Jakarta Hj.Siti Djaozah menyampaikan, kegiatan bulan bakti Karang Taruna DKI Jakarta ini selain memperingati HUT Katar yang ke 57 juga sebagai wujud kebersamaan demi terciptanya keharmonisan antar anggota Karang Taruna di seluruh DKI Jakarta khususnya.


“Kita adalah organisasi sosial kepemudaan, kita Karang Taruna harus merasa bangga menjadi anggota Karang Taruna, karena satu-satunya organisasi pemuda yang dilindungi secara Undang-undang, bahwa anggota Karang Taruna adalah seluruh Pemuda Indonesia, yang berumur 13 – 45 Tahun,” Tegasnya.

Bulan bakti Karang Taruna selain disii dengan beragam kegiatan, juga diadakan pemberian penghargaan bagi para pejabat yang selama ini melakukan pembinaan Karang Taruna di DKI Jakarta, sehingga menjadi yang terbaik untuk tingkat Nasional.

Adapun penghargaan diberikan kepada Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Camat Setia Budi dan juga Lurah Guntur. “Penghargaan diberikan karena berhasil membina Karang taruna Guntur mewakili DKI Jakarta pada lomba Karang Taruna tingkat Nasional,” Ungkapnya.

Lanjut bunda Siti, biasa disapa, kegiatan bulan bakti Karang Taruna DKI Jakarta sebagai tahun konsolidasi dengan merevatilisasi surat keputusan (SK) Karang Taruna yang sudah mati, “Saat ini anggota Karang Taruna di DKI Jakarta mencapai sekitar 20 ribu orang,” Ujarnya.

Dikesempatannya, Hj.Siti Djaozah juga menyampaikan beberapa program yang saat ini bekerjasama dengan pihak Bank BNI terkait dengan program e-money untuk anggota Karang Taruna Se Provinsi DKI Jakarta. “Kami bekerjasama dengan bank BNI untuk pembuatan kartua anggota Karang Taruna DKI Jakarta melalui program e-money,” Pungkasnya mengakhiri. (yus/imp-i/red)

thumbnail

Diposting oleh On 10:10:00 PM

Lutfi Ramli Ketua FKDM Kecamatan Tambora, Jakarta Barat
PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta, - Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Tambora Jakarta Barat Lutfi Ramli mengatakan, ia telah memerintahkan anggotanya yang berjumlah 87 orang untuk melaksanakan tugas yang diberikan Camat Tambora Djaharuddin, terkait perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Kita tak ingin mengecewakan Camat, semua anggota FKDM harus maksimal demi kebaikan, keamanan dan ketentraman kita bersama," kata Ketua Fkdm Lutfi Ramli, Senin (25/12/2017), pada saat di temui awak madia Pewarta Tambora di ruang sekretariatnya.

Seperti diketahui, saat FKDM berkoordinasi  dengan dengan Camat Tambora Djaharuddin 20 Desember   2017, Djaharuddin  memberikan tugas penting kepada intel plat merah yang dibentuk berdasarkan Permendagri No 12 Tahun 2006 dan Pergub DKI No.110 Tahun 2008 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat tersebut.

Di antara ketiga tugas yang diberikan Djaharuddin adalah memastikan terjaganya persatuan warga, sehingga umat Nasrani yang merayakan Natal dan perayaan tahun baru 2018 dapat berjalan tertib dan aman, tanpa gangguan.

Lutfi  mengatakan, untuk mengemban amanat ini, ia menugaskan anggota FKDM untuk melakukan pendampingan terhadap semua kegiatan Camat, Kapolsek dan juga Danramil, yang terkait dengan kegiatan Natal dan Tahun Baru 2018.

"Mereka juga saya minta berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, tokoh keagamaan, tokoh masyarakat, Ormas, dan pihak-pihak yang terkait lainnya agar setiap ada potensi gangguan, dapat diketahui dan dicegah sedini mungkin," Tuturnya .

Ia berharap perayaan Natal dan tahun baru dapat berjalan aman seperti tahun-tahun lalu, sehingga umat Nasrani dapat merayakan ritual keagamaannya dengan khidmat dan tenang, serta perayaan malam pergantian tahun dapat berlangsung dengan meriah.

Seperti diketahui, FKDM berperan sebagai mata dan telinga Pemprov DKI, tugasnya seperti intelijen pada umumnya, sehingga anggota organisasi plat merah ini dapat berada dimana saja, dengan tanpa terdeteksi, karena saat melaksanakan tugas, mereka tidak berseragam, alias berpakaian preman. (lth-in/red)