Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Diposting oleh On 7:44:00 PM

Pewarta Tambora, Jakarta, –  Santunan Anak Yatim sekaligus Buka Puasa bersama para Kaum Dhuafa, Janda dan Anak yatim yang diadakan oleh Ketua RW 002 Jemb-Lima dan Forum Silaturahmi Ulama Tambora (FORSIMA) Se-Kecamatan Tambora di Jalan Laksa IV Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat, Senin (19/6/ 2017) dengan materi acara kultum Ust.Oo Suyitno yang merupakan Ketua FORSIMA mendapat simpatik dan apresiasi dari masyarakat.





“Alhamdulillah, acara yang dilaksanakan ini lancar dan sukses, ini sudah menjadi agenda tahunan kami disetiap tahunnya,” Ujar Chaerul Anwar, Ketua RW 02 Kelurahan Jembatan Lima.

Acara yang dilaksanakan dengan partisipasi aktif seluruh Jamaah Musholla Nurrul Huda dan Masyarakat yang ada, hingga saat digelarnya santunan dan buka puasa bersama itu terkesan begitu semarak, dan meriah diiringi Tim Hadroh RePos ( Remaja Positif) dari Laksa IV Jemb-Lima, asuhan Ketua RW 02 Chaerul Anwar.

Suasana sore, dan tepat pukul 17.49 WIB banyak anggota masyarakat, disertai Ormas maupun Lembaga dan Instansi tiga pilar serta FKDM Kec. Tambora datang langsung membentuk formasi barisan duduk bersila di halaman Mashollah Nurul Huda
kemudian diikuti dengan semua panitia beserta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, berbuka puasa bersama anak yatim dan para janda.

Hal sependapat diutarakan Sekcam Tambora H.Naman yang mewakili Camat Tambora dan Sekkel Jembatan Lima, sangat mengapresiasi sekali dengan acara diselenggarakan oleh Ketua RW.02 dan FORSIMA Se-Kecamatan Tambora.

Menurut Chaerul Anwar Ketua RW.02 menyatakan bahwa acara yang terselenggarakan ini berkat sponsor dari bapak Aseng warga RW.02 yang mendonasikan Dana dan 100 paket sembako.

"kami ingin beribadah, menyantuni anak yatim, dan berbuka puasa bersama, untuk umat Islam di wilayah ini dan juga rangka beribadah mengadakan kegiatan keislaman sudah rutin dilakukan khususnya setiap bulan Suci Ramdhan dan ini adalah juga hak dan keadilan untuk umat Islam saat ini,” pugkas Chaerul Anwar.

Sementara ditempat terpisah Donatur Aseng, mengatakan apa yang dilaksanakan untuk acara santunan, ini adalah bentuk kepedulian dan rasa berbagi kasih terhadap sesama.

"Semoga kedepan kami bisa berbuat lebih dan diberikan kesehatan serta dapat meningkatkan tali kekeluargaan antara warga masyarakat", ujar Aseng mengakhiri.

[TIM Pewarta]

thumbnail

Diposting oleh On 5:23:00 PM

Pewarta Tambora, JAKARTA, - Dengan mengusung tema “Hakikat Ramadhan : Keluarkan Buih-buih Kepalsuan Dalam Diri Untuk Mencapai Kemurnian,” Yayasan Tunas Sejati yang menaungi Institut Kajian Ilmu Al-Quran An-Najm, meluncurkan 4 buku ketauhidan karya Susilawati Susmono, yang diselenggarakan di Hotel Sofyan Betawi Menteng, Jakarta Pusat, Minggu malam (18/6/2017).

Susilawati Susmono sendiri merupakan guru besar Institut Kajian Ilmu Al-Quran An-Najm, yang hinggi kini sudah menerbitkan 83 karya buku.

Keempat buku ketauhidan yang diluncurkan diantaranya berjudul Hakikat Al An’aam, Duka Kawanku, Kebangkitan dan Al’raaf.

Dikatakan Sugianto, Ketua Institut Kajian Ilmu Al-Quran An-Najm, buku-buku yang diterbitkan dari karya Susilawati Susmono, secara umum juga dikhususkan bagi masyarakat luas yang ingin memperdalam mengenai ilmu tauhid.

“Hasil bukunya agar dapat dibaca oleh masyarakat luas,”ujar Sugianto ketika membuka peluncuran 4 buku ketauhidan di Jakarta, Minggu (18/6/2017).

Sugianto memaparkan bahwa buku-buku yang diterbitkan merupakan buku yang syarat bagi pelajaran batiniah.

“Buku ini mengarah pada pelajar batiniah. Disini diterangkan sudah tidak ada istilah bantah- membantah. Karena, buih-buih kepalsuan diri sudah tidak ada lagi. Artinya, jiwanya telah murni, jiwanya telah kembali kedalam ruhnya. Tidak ada lagi rasa duka, melainkan Sang Cahaya sudah dimasukkan ke dalam relung diri. Dan, semua itu kembali kepada Maha Cipta,”terang Sugianto.

Sementara itu Ketua Yayasan Tunas Sejati, Nuzulia Hasanah, menyatakan, pesan-pesan yang diangkat dalam peluncuran keempat buku ketauhidan diantaranya, pada bulan suci Ramadhan umat Islam ditekankan untuk meningkatkan kualitas diri untuk dapat naik kelas.

“Ramadhan yang berarti “membakar”, membawa pesan bahwa dalam sekolah kehidupan kita diminta untuk memerangi hawa nafsu, sifat munafik, yang penuh kepalsuan. Dusta serta kesombongan,”papar Nuzulia Hasanah.

Nuzulia Hasanah menjelaskan bahwa, hasil akhir bagi mereka yang naik kelas setelah Ramadhan adalah menjadi orang-orang yang bertakwa.

“Bagi mereka yang mampu mengakui semua kesalahan yang pernah diperbuatnya, tiada lagi rasa sombong apalagi keberadaan diri. Maka diri ini seolah telanjang di hadapan Allah. Telanjang dalam pengertian bersih, fitrah dan suci, karena telah bertobat dan mendapat ampunan dari Allah. Mereka dalam golongan ini akan mampu mengenal RuhKU, mengenal Ruh Muhammad dan mengenal Allah, pungkas nya.(Dedy)

thumbnail

Diposting oleh On 5:15:00 PM

Pewarta Tambora, Jakarta - Dengan takwa yang ada di dalam dada, kita bisa menunaikan puasa sebulan penuh dengan keyakinan bulat, semata karena Allah, serta hanya mengharap ridha-Nya, bukan karena apapun, dan siapapun.

Begitu juga dengan takwa, kita bisa mendirikan qiyam Ramadhan sebulan penuh dengan keyakinan bulat, semata karena Allah, serta hanya mengharap ridha-Nya, bukan karena apapun, dan siapapun. Dengan semuanya itu, Nabi pun menegaskan, bahwa dosa-dosa kita sebelumnya akan diampuni oleh Allah.
Demikian yang tersirat dalam pemikiran Chadra Motik disela-sela kunjungan Bakti sosialnya di Masjid Tua bersejarah yakni Masjid Luar Batang, Pasar Ikan, Jakarta Utara. Minggu (18/6/2017)

Kegiatan yang dilasanakan oleh Wima Indonesia dan Chandra Motik Maritime Center, selama Ramadhan, dengan bakti sosial di sejumlah titik kawasan DKI Jakarta adalah karena bentuk takwa di dalam dada.

“kita menghidupkan siang dan malamnya dengan ketaatan. Dengannya, kita pun berhasil memanen sebanyak-banyaknya amal shalih,” ungkap Chandra.

Belum lagi, lanjut Chandra, saat nilainya dilipatgandakan oleh Allah, sehingga keberkahannya mengalir deras. Terlebih, ketika kita berhasil mewujudkan misi-misi dan kerja-kerja besar di bulan yang agung dan mulia ini.

"Wajar, jika karena semuanya itu, kita lantas merayakan Hari Raya Idul Fitri, untuk merayakan kemenangan dan kesuksesan kita. Kemenangan dan kesuksesan kita mengalahkan syaitan, musuh bebuyutan kita, baik syaitan Jin maupun Manusia, termasuk diri kita sendiri,” terangnya.

Kita pun sukses menjaga diri kita dalam ketaatan, dan tak mencatatkan dosa atau maksiat. Karenanya, kesuksesan ini layak kita rayakan, sebagai Hari Raya kita. Sembari terus berikhtiar dan berdo'a, agar kita bisa meraih Hari Raya berikutnya.

Hal senada juga di katakan Sekretaris DKM Masjid Luar Batang Mansur Amin, Bahwa apa yang dilaksanakan oleh Bunda Chandra Motik adalah merupakan hal yang sangat luar biasa, tentang kepedulian dan rasa sasialnya yang begitu tinggi.

"Semoga kegiatan yang dilakukan Bunda Chandra ini, mendapat keberkahan dan pahala yang setimpal dari Allah SWT", ujar Daeng Mansyur sapaan akrabnya mengakhiri. (Nurhalim)

thumbnail

Diposting oleh On 3:33:00 PM

Pewarta Tambora, Jakarta – Pengurus dan jajaran Media Pewarta Tambora beserta Pengurus Simpul Persatuan Pewarta Warga Indonesia ( PPWI ) Tambora, mengadakan kegiatan ifthar jama’i (berbuka puasa bersama) dengan para anak yatim dan santunan di Sekretatariat Redaksi Online Pewarta Tambora yang bertempat di  Jalan Sawah Lio 1 Jemb-Lima, Kecamatan Tambora, Jak Bar. Minggu, (18/6/2017).

Para awak Media dan Lembaga FPII yang hadir seperti Rommi dan, Arifin ( Pelaku usaha pasar buah) Tokoh Agama ust. Aang Bachtiar Pengurus FORSIMA - NU dan para Tokoh Masyarakat setempat, sementara para pewarta lainnya tidak bisa bersama terkendala agenda lain di waktu yang sama. Selain Tim Mangement Pewarta buka bersama juga diikuti oleh kader  Majelis Taklim Al-Jihad lainnya.

Sebelum tiba waktu berbuka puasa, Nurhalim HS, Selaku Pimpinan Redaksi dan Tokoh Pemuda Tambora yang  juga Pengurus PPWI Simpul Tambora membuka acara dan dilanjutkan dengan siraman Rohani oleh Ustadz Aang Bachtiar selaku tokoh agama dan juga merupakan pengurus NU Kec. Tambora dan Anggota MUI Jakarta Barat. 

“Kegiatan ifthar ini sekaligus ajang silaturahim antar Tim Pewarta Tambora, Masyarakat Jembatan Lima, Tambora juga saling berbagi kasih serta sharing tentang kegiatan kita di Pewarta selanjutnya silahkan diajukan. Karena kegiatan yang kita adakan berasal dari ide bersama dan dijalankan bersama pula. Dari kita untuk kita”, jelas beliau.

Setelah waktu berbuka, dilanjutkan dengan berbagi santunan untuk yatim piatu dan diteruskan dengan foto bersama Tim dan Pengurus Pewarta Tambora dan Lembaga, serta Masyarakat Seputar Tambora.

Ifthar jama’i merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan ramadhan dan diikuti seluruh jajaran Tim Pewarta, Keluarga  Besar Gema Media Group Biasanya, kegiatan ini dilaksanakan di awal atau paling lambat pertengahan ramadhan. Mengingat sebagian besar Tim Pewarta dan masyarakat anak yatim merupakan perantau yang akan bergegas pulang ke kampung masing-masing sebelum Idul Fitri tiba.

Hal Senada disampaikan Romy mewakili Forum Pers Indpendent Indonesia (FPII), Saya sangat mengapresiasi dalam kegiatan Ramadhan 1438 H yang diadakan oleh Media Pewarta Tambora, semoga apa yang menjadi perhatian dan kepeduliannya atas kegiatan Media Pewarta Tambora menjadikan langkah awal dalam mempererat tali silaturhami bersama Media Pewarta Tambora.

Dikatakan Romy, Bulan Suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, penuh ampunan, serta bulan yang di dalamnya terdapat beberapa ke istimewaan yang besar. Semoga ini menjadi langkah awal dalam merajut tali silaturahmi kita di bulan suci Ramadhan serta dapat menjadi ajang berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu.

“Semoga acara ini dapat terus di laksanakan setiap tahunnya, dan smoga Kami dari FPII bisa bersinergi dengan Pewarta Tambora dalam hal program media dan karya nyata sisi kemanusiaan universal, sosial dan budaya,” pungkas Romy mengakhiri. (TIM)

thumbnail

Diposting oleh On 2:06:00 PM



Pewarta Tambora, Jakarta – “Amal Sosial Ramadhan Kemanusiaan” menjadi tajuk utama dalam kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim piatu dan janda shuafa yang dilaksanakan oleh Badan Investigasi Independen Peneliti kekayaan Pejabat Dan Pengusaha Republik Indonesia (BIIPKPPRI) bertempat di PKBM Al Munir, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Minggu (18/6/2017) sekaligus menggelar acara kesenian Musik lagu-lagu shalawat, dan untuk memberi edukasi pada anak-anak kita

Kepada Pewarta Tambora, Darsuli Ketua BIIPKPPRI menyampaikan, banyak berbagai macam cara untuk meningkatkan kepedulian kita pada anak yatim dan kaum duafa diantaranya adalah dengan membuat mereka senang riang gembira, serta memperhatikan mereka dengan cara memberikan mereka edukasi pendidikan pengetahuan.


“dengan mengajak mereka melakukan buka puasa bersama dan beribadah bersama, tentuunya hal itu akan membuat mereka merasa mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya dan bisa bahagia, merasa diperhatikan oleh kita semua,” kata Darsuli.


Lanjut Darsuli, untuk acara hari ini kita menyuguhkan kreatif perform seputar Ramadhon, Bapak KH, Syatibi Munir, Ustadz Nahri Widodo, pembacaan do’a, setelah itu acara dilanjutkan dengan memberikan santunan anak yatim piatu, janda, dan Dhuafa, 200 peserta di sini.


Dia juga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga pada semua pihak yang telah mendukung Gerakan Amal Sosial manusia Berbagi BIIPKPPRI di bulan suci Ramadhan ini mari kita tingkatkan kepedulian terhadap sesama umat.

“Kami selaku panitia bersama jajaran mengucapkan terimakasih pada pihak Yayasan PKBM Al Munir  yang telah memberikan dukungan penuh hingga acara ini bisa berjalan dengan sukses seperti ini,” ungkapya.

Kami juga mengucapkan terimakasih pada teman-teman yang mensupport acara ini, yakni “BIIPKPPRI, Pemerintah Administrasi jakarta Barat, PKBM Al munir, dan juga pada Pewarta Tambora yang terus mendukung setiap acara yang diselenggarakan oleh BIIPKPPRI,” Darsuli mengakhiri. (Heri/rls)

thumbnail

Diposting oleh On 1:38:00 PM


Pewarta Tambora, Krendang – Majelis Taklim (MT) Hidayahtul Wasyilah mengadakan agenda rutin di Bulan Suci Ramadan yaitu Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim Di Musollah Al Karomah  bertempat Jln Krendang Barat Rt 012/04 Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Minggu (18/6/2017).

Ketua MT Hidayahtul Wasyilah mengatakan bahwa Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim memang rutin diadakan setiap bulan puasa.

“tetapi pada tahun ini MT Hidayatul Wasilah- bekerjasama dengan komunitas ormas dan warga masyarakat  dengan tujuan dana yang terkumpul bisa banyak,” ujarnya


Ditambahkan Ketua panitia bapak syakron mengatakan  bahwa kegiatan bersama dengan komunitas Ormas dan warga masyarakat  baru pertama kali diadakan.

“Tahun lalu kita adakan kegiatan berbeda dan masing-masing, tapi tahun ini besama-sama dan menjadi satu. Alhamdulillah dengan kolaborasi ini kita bisa mengumpulkan dana yang lebih banyak untuk diberikan santunan pada anak yatim,” ungkapnya.

Pada kegiatan MT Hidayatul Wasilah mengundang sebanyak 200 anak yatim Se-Kecamtan Tambora, adapun  Anak-anak yang ikut serta berasal dari 4 Kelurahan yakni, kelurahan Jembatan besi, Kelurahan Jembatan lima , Kelurahan Krendang dan Kelurahan Angke, dengan diikuti 200 anak yatim piatu mendapatkan uang tunai dan bingkisan lebaran serta snack dan makanan untuk buka puasa.

MT Hidayatul Wasilah memang kerap melakukan berbagai kegiatan sosial dan salah satunya santunan anak yatim baik pada bulan puasa atau bulan lain. Adapun MT Hidayatul Wasilah  memiliki moto bakti sosial yaitu “Bahagia bukan untuk diri sendiri, Bahagia lebih berarti saat berbagi”.

“ kegiatan ini di hadiri Lurah Krendang Andre Ravnic S stp  yang di dampingi camat tambora Djaharuddin SE dan Babinsa Serka Dody, tokoh Masyarakat Rt /Rw,Lmk Fkdm dalam sambutanya andre sangat terima kasih kegiatan yang di adakan oleh Majlis Taklim Hidayahtul Wasilah dalam rangka menyantuni anak yatim,karena kagiatan ini sangat positif sesuai yang di anjurkan Nabi Muhamad saw,bahwa yatim merupakan bagian  tanggung jawab kita baik  merawat  dan memberikan pendidikan dia layaknya anak kita bukan saja harus di santuni saja semoga kegiatan ini tidak berhenti disini saja dan harus lebih besar lagi,” harapnya.

Selanjutnya Camat Tambora Djaharuddin Mengatakan dalam pesannya Pemerintah Daerah mengharapkan dengan kegiatan yang di adakan tetap harus dijaga dengan baik agar kedepan nanti kegiatan ini dapat lebih senergik lagi antara masyarakat dan pemerintah.

Djahauddin juga meminta pada warga masyarakat yang akan pulang mudik untuk berlebaran jangan sampai lupa untuk mengontrol aliran instalatir listrik jangan sampai terlena karena dampak dari arus pendek dapat membuat mara bahaya kebakaran.

“Kami menyediakan Fasilitas tempat penitipan kendaraan untuk warga yang mudik dengan tidak membawa kendaraan baik roda dua maupun roda empat, tempat disediakan bukan saja di halaman kantor kecamatan saja, namun di kantor-kantor kelurahan pun disediakan karena kami sudah koordinasikan dengan para lurah,” pungkasnya. (Lth)

thumbnail

Diposting oleh On 11:02:00 PM

Pewarta Tambora, Jakarta - Ramadhan merupakan bulan penuh hikmah dan menjadi “lumbung” untuk mencari pahala dalam setiap kegiatan positif dihitung menjadi amal.

Seperti halnya Remaja Masjid Baitul Huda (RISBAH) mengambil bagian dalam bulan Ramadhan ini dimana banyak kegiatan yang dilaksanakan oleh para remaja di bulan ramadhan.

Ketua Remaja Masjid Baitul Huda (RISBAH) Taufik menyampaikan, bahwa kegiatan remaja Masjid Baitul Huda dibulan suci ramadhan merupakan salah satu kegiatan rutin setiap tahunnya.

"namun di tahun ini Remaja Baitul Huda akan menggelar kegiatan yang dilaksanakan pada saat sehabis solat Taraweh, sekaligus  memberikan santunan pada yatim dan janda / Duafa sebanyak 50 0rang," ungkapnya kepada awak media Pewarta Tambora, Sabtu (17/6/2017)

Menurut Taufik sapaan akrabnya, kegiatan yang dilaksanakan ini meliputi Silaturahmi dengan Anak Yatim-Piatu, Kaum Dhuafa serta Janda, kemudian silaturahmi remaja masjid dengan Jamaah Masjid Baitul Huda yang beralamat di jln krendang Barat Rt 006/04 Kelurahan Krendang Kecamatan Tambora Jakarta Barat.

Hal senada disampaikan Ketua DKM Masdjid Baitul Huda HM, Idrus dalam sambutanya sangat mengapresiasi atas kegiatan yang diadakan oleh remaja Masdjid Baitul Huda atas kepedulian terhadap yatim Janda Duafa semoga allah Swt memberikan atas Ridhonya amin

Selanjutnya, ditempat sama Sadipin Selaku Ketua Rw 04 mengucapkan terimakasihnya kepada jamaah dan warga terkait kegiatan yang diselenggarakan oleh Remaja Masdjid Baitul Huda adalah kegiatan rutin setiap tahun bahkan dalam satu tahun dua kali dalam memberikan santunan bukan di bulan Ramadhan saja di bulan Muharam pun selalu di adakan,

"kepada warga apabila nanti warga yang ingin pulang kampung agar dapat memperhatikan aliran listrik jangan sampai ditinggal begitu saja karena khawatir terjadi konsleting sehingga menimbulkan musibah kebakaran ," ungkap Sadipin mengakhiri sambutannya.(Lth)