Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Posted by On 1:03:00 PM


Pewarta-Tambora.Com, Jakarta - Sebuah bangunan yang diduga sebagai tempat gudang kosmetik terbakar di jalan Bandengan I No.56, Kel.Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Senin (4/12/2017).

Dari informasi yang didapat, bangunan gudang kosmetik tersebit terbakar sekitar pukul 10.43 WIB, namun belum diketahui penyebab kebakaran gudang kosmetik tersebut.

Hingga berita ini disusun, tim pemadam kebakaran Jakarta Barat berhasil memadamkan kobaran api, dengan mengerahkan 20 unit mobil kebakaran, dan kini tengah melakukan pendinginan atas kebakaran tersebut.

"saat ini masih proses pendinginan, belum diketahui apakah ada korban jiwa aau tidak, pengerahan mobil sejauh ini 15 unit," ucapa Kasudin penaggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta bArat, Abdul Cholik. (rd-in/red)




thumbnail

Posted by On 5:19:00 PM

Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS)
PEWARTA-TAMBORA.COM, Surabaya  - Masjid merupakan tempat ibadah bagi Umat Islam untuk melakukan Sholat dan diperuntukkan juga sebagai pusat kehidupan komunitas muslim melakukan kegiatan Perayaan Hari Besar, Diskusi, Kajian Agama, Ceramah, Belajar Al Qur'an, serta turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan.

Namun sangat disayangkan, Pembongkaran terhadap Masjid Assakinah yang berada tidak jauh dari Kantor Wali Kota Surabaya dan berada di area DPRD Kota Surabaya telah terjadi.

Anehnya lagi, Tidak ada Aparat Penegak Hukum maupun Pemerintah Republik Indonesia yang turun untuk menindak tegas Para Pelaku Pembongkaran.

Masjid Assakinah yang terletak di Komplek Balai Pemuda Surabaya Jalan Gubernur Suryo No.15 Surabaya, Hancur dan tinggal reruntuhan bangunan tersisa yang berdiri tegak.

Arek - Arek Suroboyo yang tergabung didalam Komunitas Bambu Runcing Surabaya sangat geram melihat Pembongkaran Masjid Assakinah, Pasalnya masjid tersebut tempat ibadah dan ditambah lagi belum jelas pemenang lelang serta siapa penanggung jawab dalam pembongkaran masjid itu.

Udin Sakera selaku Organisasi Comite (OC) KBRS mengatakan, Pembangunan tempat ibadah umat Islam, Khususnya Masjid harus berdiri sendiri, Karena rumah itu adalah untuk menghadap dan memuliakan Allah SWT.

“Kita akan terus sikapi hingga Masjid ini di bangun kembali, Jika tidak, Kita akan terus melawan,” Ucap Udin Sakeradengan lantang.

Komunitas Bambu Runcing Surabaya (KBRS) bersama kuasa hukumnya dengan tegas melaporkan Pemerintah Kota Surabaya dan Ketua DPRD Kota Surabaya sebagai pejabat Kota Surabaya ke Polda Jawa Timur dan Mabes Polri

KBRS menuding Walikota Surabaya dan Ketua DPRD Kota Surabaya telah mendukung atas pembongkaran Masjid Assakinah yang merupakan tempat ibadah Ummat Islam, Tak luput juga Kepala Dinas PU Cipta Karya pun ikut terseret di laporkan.

Sementara itu, Koordinator KBRS, Wawan Kemplo mengatakan, Pembongkaran Masjid Assakinah di lingkungan Komplek Balai Pemuda Surabaya yang juga merupakan salah satu Cagar Budaya Kota Surabaya dianggap tidak beretika dengan alasan akan dibangun Gedung Perkantoran Mewah.

“Pertemuan dengan Ketua DPRD Kota Surabaya tidak ada titik temu dalam menyelesaikan Pembongkaran Masjid Assakinah, Padahal permintaan kita sebenarnya sederhana, Kembalikan saja Masjid seperti semula,” Ujarnya kepada awak media Gerbangnews.com, Minggu (26/11/2017).

Pembongkaran Masjid, Lanjut Wawan Kemplo, Seharusnya masjid baru dibangun dulu, Lalu masjid lama dibongkar. Bukannya masjid langsung di Bongkar, Kemudian dibangunkan lagi yang lebih besar.

"Kami sudah berusaha mencoba temui Walikota Surabaya, Namun pertemuan dengan Tri Rismaharini tidak kunjung terlaksana dan terkesan Walikota Terbaik ini menyepelekan, " Cetusnya.

Wawan Kemplo menambahkan, Masih belum jelas siapa yang bangun, Siapa yang bertanggung jawab, dan Siapa yang membongkar Masjid ini.


"Rencananya,Pembangunan Masjid Baru ditempatkan di lantai bawah Gedung DPRD yang akan dibangun 8 lantai dan Masjid tersebut terletak dibawah kantor mereka (DPRD), " Terangnya. (syam-in/red)

thumbnail

Posted by On 2:19:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM - Tuban Jawa Timur l Pungutan Liar (Pungli) dan Premanisme yang mengatasnamakan Paguyuban marak terjadi di Terminal Bus Makam Sunan Bonang, di Jalan Panglima Sudirman, Sukolilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Hal ini dialami langsung oleh Penasehat dari Media Online Gerbangnews.com M.Machmud saat melakukan Ziarah ke Makam Sunan Bonang pada Minggu, (12/11/2017) saat bersama Rombongan Majelis Dzikir dengan menggunakan 4 buah Bus. 

Dikatakan M.Machmud, saat itu kami dari Majelis Dzikir tengah melakukan ziarah rutin ke Makam Sunan Bonang dengan menggunakan 4 Bus. Saat sampai di depan Makam Sunan Bonang, Saya langsung koordinasi di Pos Polisi untuk bisa menurunkan Penumpang karena kebanyakan para peziarah sudah tua dan Alhamdulillah Petugas Kepolisian mengizinkan.

"Kami semua masuk ke dalam Makam, Sedangkan Bus parkir di rumah makan Wahyu Utama 2 yang sudah kita pesan. Namun, Tidak lama kemudian Para Preman mendatangi Bus yang terparkir agar parkir di Terminal, " Tutur M.Machmud.

Karena takut dengan ancaman preman, lanjut M.Machmud, Ke 4 Bus mengikuti arahan dari Para Preman untuk masuk dan parkir didalam terminal.

Lebih jauh, M.Machmud mengatakan, sebelum keluar dari tempat ziarah, saya mendapatkan pesan singkat (SMS) dari nomor yang tidak dikenal yang berbunyi, 'Kalau untuk Peziarah harus parkir di Sentral Parkir dan harus naik becak pulang-pergi, Daripada ada masalah lebih baik naik becak aja ke Sentral Parkir'.

"Langsung kami semua naik becak menuju ke terminal, sesampainya di Terminal kami dihadang oleh puluhan orang yang mengatasnamakan Paguyuban, " Ungkap Penasehat Gerbangnews.com.

Masih menurut M.Machmud, Bus yang kami tumpangi di sandera oleh para preman didalam terminal. Jika ingin 4 Bus itu bisa keluar, Saya disuruh bayar sebesar Rp. 1.200.000,- (satu juta dua ratus ribu rupiah). "Melihat para peziarah sudah tua dan tidak berdaya, lantas saya bayar dan minta kwitansi, " Ujarnya.

Dengan adanya kejadian Pungutan Liar yang sangat meresahkan masyarakat hendak ziarah ke Makam Sunan Bonang, Dalam waktu dekat ini, Kami akan segera Lapor ke Mapolres Tuban.


"Kami berharap kepada Kepolisian Jawa Timur agar memberantas segala bentuk pungutan liar tanpa pandang bulu dan tebang pilih, supaya tercipta situasi Kamtibmas yang Kondusif," Pungkasnya mengakhiri.

Sumber : GerbangNews

thumbnail

Posted by On 9:24:00 PM

Kapolrestra Tangerang AKBP Sabilul Alif S.Ik Tengah Olah TKP terkait pasangan yang diduga berbuat mesum di Cikupa di Rumah Kontrakan Milik Helmi di Kp. Kadu Rt. 07/03 Kel. Sukamulya Kec. Cikupa Kab Tangerang, Selasa (14/11/2017)
PEWARTA-TAMBORA.COM, Tangerang - Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif S.Ik tengah menindak lanjuti perkembangan pasca penggerebekan pasangan yang diduga berbuat mesum di Cikupa pada Jum'at (10/11/2017) lalu, sekira pukul 23.30 WIB. Dari hasil Visum terhadap keduanya terdapat luka-luka lebam bekas penganiayaan.

“mereka sangat trauma dengan kejadian ini, mereka menyampaikan  terimakasih kepada pihak Kepolisian yang menangani permasalahan ini.” Ungkap AKBP Sabilul Alif S.Ik di Kp. Kadu Rt. 07/03 Kel. Sukamulya Kec. Cikupa Kab Tangerang. Selasa (14/11/2017) sekira pukul 13.10 di TKP Kontrakan milik Helmi.

Menurut pengakuan yang bersangkutan, keduanya tidak berbuat mesum, karena dalam waktu dekat ini  mereka mau menikah. “nntuk motif lain masih belum ditemukan,” Ujarnya.

Dikatakan AKBP Sabilul, hal ini menjadi pembelajaran hukum, karena wanita yang berasal dari daerah Sumatera ini hidup sebatang kara di daerah cikupa, tidak ada sanak saudara di tangerang, bahkan yang bersangkutan merupakan Yatim Piatu.

“Tersangka penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan saat ini yang diamanakan berjumlah 6 orang,  mereka dikenai pasal 170, 335 ancaman mak 5 tahun,” Jelas AKBP Sabilul kepada awak Media.

Masih kata AKBP Sabilul, Kejadian ini merupakan Pembelajaran hukum untuk kita bersama, sedangkan dari ke 6 tersangka telah membenarkan apa yang terjadi tersebut.

Lebih jauh AKBP Sabilul mengungkapkan, penyebar video yang di unggah di Medsos ada 4 akun yang langsung di tutup, ada beberapa akun lain yang sedang dalam pengembangan kepolisian. “Dari ke enam tersangka akan dilakukan pengembangan, siapa yang pertama menyebarkan video.” Ucapnya.

Adapun ke enam pelaku yang diamankan oleh pihak Polretra Tangerang diataranya, Gunawan (36), Toto Komarudin (44), Endang Anom (32), Iis Suparlan (28), Nuryadi (33), dan Anwar Jabrig (30).

Sedangkan korban saat ini sudah di rumah aman dibawah pengawasan Polresta Tangerang, “fokus ini penganiayaan, masalah yang bersangkutan melakukan mesum ataupun tidak sedang kita dalami.” Pungkasnya.

Rep : Beno
Editor : Heri Tambora

thumbnail

Posted by On 9:17:00 PM

Pewarta-Tambora.com, Jakarta - Kebakaran yang melanda pada setiap wilayah manapun umumnya menimbulkan sisa rasa pilu terlebih bagi korban yang rumahnya ikut terbakar, hal ini pula dialami oleh warga RW.02 Kelurahan Jembatan Lima beberapa waktu lalu.

Kebakaran yang terjadi di wilayah RT.09 RW.02 Jembatan Lima tepatnya di Jalan Laksa IV Kelurahan Jembatan Lima tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik pada sebuah rumah yang dimiliki oleh seorang warga yang tak lain seorang mantan Dewan Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat.

Kobaran api yang disebabkan akibat korsleting listrik itupun dengan cepatnya melahap rumah bangunan miliknya, tepatnya pada lantai 2  yang hanya terbuat dari balok dan kayu pun musnah terbakar hingga luluh lantah yang hanya menyisakan lantai 1 yang terbuat dari beton.

Dengan kesigapan warga bersama pengurus Rw.02, dibantu petugas pemadam kebakaran, akhirnya peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa (10/10/2017) sekira pukul 20.00 WIB dapat dipadamkan kurang lebih hanya dalam waktu satu jam.

"Kebakaran yang terjadi diwilayah kami, hanya satu rumah dan alhamdulillah tidak menimbulkan korban jiwa, walaupun ada korban luka bakar dan korban lain yang kebetulan sudah ditangani pihak rumah sakit setempat," ungkap Ichwan Lazuardi LMK Unit RW.02, Minggu (15/10/2017).

Dikatakan Ichwan Lazuardi, walaupun keberadaan LMK yang masa bhaktinya sesaat lagi akan habis tentunya kami bersama Pengurus RW.02 mencoba untuk melakukan penggalangan dana bantuan terhadap korban kebakaran diwilayah kami.

"Dana yang terkumpul dalam penggalangan tersebut tentunya langsung kami serahkan kepada kepala keluarga korban kebakaran," ungkapnya yang juga Wakil Pimpinan Redaksi Media Pewarta Tambora.

Kami sepakat, lanjut Ichwan Lazuardi, bahwa bantuan dana tersebut bisa ikut membantu korban agar bisa merenovasi rumah yang menurut pantauan kami memang rusak parah.

"Kami berharap, kiranya ada bantuan dari donatur lain agar renovasi rumah korban dapat cepat terealisasi hingga korban dapat nyaman tinggal dirumahnya seperti sedia kala," pungkasnya mengakhiri perbincangannya bersama Media PETA.

Rep : M.Rafiq
Ed : Heri Tambora

thumbnail

Posted by On 12:16:00 AM

Jakarta, Pewarta Tambora - Selang beberapa jam kebakaran yang melanda wilayah Angke, kini kebakaran terjadi di wilayah Laksa 4 tepatnya di perbatasan antara wilayah RT.09 dan RT. 011/02, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (10/10/2017) sekira pukul 20.00 WIB.

Informasi yang didapat Media PETA, kronologis kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang terjadi pada salah satu rumah padat penduduk, hingga menghanguskan sedikitnya satu rumah

Pantauan Tim Media Pewarta Tambora, tampak keberadaan Lurah Jembatan Lima, Djoni Palar bersama jajarannya di lokasi kebakaran.

"kebetulan saya sedang ada acara dimonas,  mendengar diwilayah ada kebakaran,  saya bersama staf langsung kemari," Ujar Lurah Jembatan Lima, Djoni Palar di lokasi kebakaran.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu mulanya diketahui warga dari kepulan asap dan bau hangus, dan pemadaman kebakaran dilakukan petugas selama sekitar satu jam.

Hingga berita ini disusun, belum diketahui pasti penyebab kebakaran dan kerugian yang ditaksir. Adapun korban luka ringan akibat kebakaran kini sedang dalam penanganan pihak rumah sakit.

Rep : M.Rafiq

thumbnail

Posted by On 5:00:00 PM

Jakarta, Pewarta Tambora - Kebakaran di Angke hanguskan 6 rumah, kebakaran diduga berasal dari sebuah rumah dipemukiman padat, tepatnya di Jalan Padamulya IX dan X RT.07/09, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (10/10/2017). Sekira Pukul 14.15 WIB.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Heru (45) yang sedang menuju warung, seketika melihat asap mengepul dari salah satu atap rumah yang ada di wilayah Padamulya IX RT.07/09, kemudian api dari bagian bawah menjalar dan membakar rumah milik Mukenah, H.Sarimin (Ketua RW.09), serta rumah milik Sujatno.

Selanjutnya, Heru (45) yang menjadi saksi dibantu warga setempat bersama warga serentak membantu memadamkan api dibantu dengan petugas Damkar Pimpinan R.Romlih dengan mengerahkan 20 Unit DPK, hingga pukul 15.00 WIB api dapat dipadamkan.

Hingga berita ini disusun, kebakaran yang menghanguskan 6 rumah tersebut, terbuat dari bangunan tembok serta kayu yang mudah terbakar, belum diketahui kerugian yang ditaksir, dan kini kasus kebakaran ditangani Unit Reskrim Polsek Tambora.

Rep : Yustrisna/M.Rafiq

thumbnail

Posted by On 5:33:00 PM

Jakarta, Pewarta Tambora - Perlintasan kereta api Angke kembali memakan korban jiwa satu pengendara motor tewas seketika terseret kereta api sejauh kurang lebih 50 meter, jurusan Manggarai - Bogor, Jumat (6/10) sekira pukul 16.20

Hingga berita ini disusun, sampai saat ini identitas korban belum di ketahui dan belum di temukan surat kendaraan motornya,



thumbnail

Posted by On 11:03:00 AM

AKBP Saptono, ketika berdialog dengan warga yang menuntut tersangka Wartono dibebaskan
Blora, Pewarta Tambora - Aksi yang tergolong nekat telah dilakukan oleh sekawanan pencuri kayu jati dengan menyandera seorang petugas Perum Perhutani KPH Randublatung, pada Sabtu (30/9) kemarin.

Penyanderaan terhadap Santoso (50) yang merupakan seorang petugas Perum Perhutani KPH Randublatung, terjadi lantaran satu dari sekawanan pencuri kayu bernama Wartono (28) ditangkap oleh petugas pada operasi rutin yang di lakukan di wilayah hutan petak 69 RPH Sumengko, BKPH Boto, KPH Randublatung, turut Desa Bodeh, Kecamatan Randublatung, Sabtu (30/9) kemarin.

Setelah melalui proses mediasi yang cukup alot, akhirnya Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H, berhasil membebaskan Santoso (50) pegawai Perum Perhutani yang ditangkap dan disandera oleh sekawanan pencuri kayu jati Sabtu (30/9) lalu.

"Setelah melakukan proses dialog yang cukup alot dan panjang. Alhamdulillah, pukul 16.30 WIB Santoso berhasil kita keluarkan dan kita bebaskan," kata AKBP Saptono, Senin, (2/10/2017). Sebagaimana dilansir Tarranews.com.

 Korban Santoso (tengah) diapit oleh Adm Perhutani KPH Randublatung, dan Kasat Lantas AKP Febriyani Aer
Operasi pembebasan sandera yang dipimpin langsung oleh perwira polisi dengan dua melati dipundak tersebut sempat beberapa kali tidak menemui titik temu. Bahkan suasana tiba-tiba menjadi ricuh kembali lantaran warga kembali menuntut agar tersangka Wartono (28) segera dibebaskan ditukar dengan Santoso (50).

"Sebelumnya memang saya sudah diberitahu oleh intel bahwa suasana semakin tidak kondusif, bahkan info yang masuk, sekawanan penyandera sempat merusak  Pos 77 BKPH Boto, KPH Randublatung. Mereka semakin kalap, memecahkan kaca jendela dan melempari Pos 77 dengan batu," ujar AKBP Saptono.

AKBP Saptono, kembali mengatakan, dirinya bersama dengan anggota yang lain lagi-lagi kembali di hadang oleh sekelompok warga agar tidak dapat bertemu dengan Kades Dukuh Bapangan, Desa Menden, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, guna melakukan negosiasi.

"Saya sempat berfikir untuk bersikap tegas memerintahkan anggota yang sudah dipersenjatai dengan lengkap waktu itu. Akan tetapi niat tersebut kembali saya urungkan. Saya kembali berfikir jika sampai terjadi bentrokan pasti akan jatuh korban di kedua belah pihak," tukasnya.

Ditengah kerumunan warga yang terlihat semakin emosi, dan menuntut Polisi agar tersangka Wartono segera dibebaskan. Masih penuh dengan kesabaran AKBP Saptono, mencoba memberikan penjelasan kepada para warga, bahwa persoalan tersebut sudah menjadi tanggungjawab pihak yang berwajib.

Penjelasan dari Kapolres Sepertinya masih belum dapat diterima oleh warga, warga juga masih bersikukuh, bahwa hal itu sudah menjadi syarat mutlak jika ingin Santoso dibebaskan.

"Bebaskan Wartono, tukarkan dengan Santoso," yel yel teriakan dari warga semakin membuat suasana semakin menjadi kembali ricuh dan gaduh.

Kapolres kembali meyakinkan kepada seluruh warga, bahwa Wartono akan baik-baik saja. Bahkan Kapolres juga memberikan fasilitas bagi warga yang menjenguk Wartono di ruang tahanan Mapolres Blora.

"Disini saya menjaminkan diri saya atas tersangka Wartono. Semua akan kami fasilitasi bagi warga yang ingin menjenguk Wartono di ruang tahanan Polres Blora. Baik Polres Blora dan Polsek Kradenan, akan memfasilitasi semua," tandasnya.

Sepertinya penjelasan dari Kapolres kali ini mulai dapat diterima oleh warga. Hingga pada akhirnya, peoses negosiasi tersebut membuahkan hasil. Sabtu (30/9) pukul 16.30 WIB, korban penyanderaan Santoso dapat dipertemukan dengan pihak polisi, untuk kemudian dibebaskan.

"Rasa syukur kami ucapkan kepada Allah Subhanallahu Wa Ta'ala yang telah memberikan perlindungan kepada saya dan anggota yang bertugas saat itu. Bagi kami ini adalah pelajaran yang dapat dipetik hikmahnya, meski dalam kondisi berbahaya sekalipun, kami ingin menunjukkan bahwa Polisi itu adalah sahabat, teman dan pelayan bagi masyarakat," pungkasnya. (Her/Ari Prayudhanto/ TN).

thumbnail

Posted by On 12:32:00 AM

Pewarta-Tambora, Pekojan - Pemerintah Kelurahan bersama petugas Damkar, 3 Pilar, RT/RW, FKDM, RGC, PPSU dengan seluruh masyarakat, serentak bersatu dan melayani penanganan Pasca Jaya 65, di Jalan Pengukiran 3, RT.013/03, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (23/9/2017).

Pasca kebakaran yang terjadi di pengukiran pada Jumat, 22/9, kini sedang dalam penanganan Damkar, BPBD DKI Jakarta, PMI Jakart Barat, PLN Posko Bandengan, AGD Dinkes, Satpol PP Kecamatan Tambora, PSK dan Tagana Sudin Sosial Jakarta Barat.

Adapun upaya yang sudah ditangani BPBD DKI Jakarta dengan membantu proses koordinasi dengan PLN terkait pemutusan arus listril untuk proses pemadaman melalui PUSDATIN kebencanaan (So1, So2 dan Call Center Jakarta Siaga 112).

Selanjutnya, membantu proses koordinasi dengan proses koordinasi dengan SKPD terkait melalui Pusat Data dan Informasi Kebencanaan dan Call Center Jakarta Siaga 112, selanjutkan Tim Piket BPBD melakulan Assesment ke Lokasi Kebakaran dan melakukan koordinasi dengab SKPD terkait.

Hingga berita ini disusun, terkait informasi yang diterima melalui chat WAG, kebakaran di Pekojan mengakibatkan salah seorang orang petugas terjatuh dari tangga hingga dirujuk ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta.

Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo, menyampaikan kepada seluruh masyarakat Pekojan agar selalu berhati-hati terhadap potensi terjadinya kebakaran.(Lutfi)

thumbnail

Posted by On 11:55:00 PM

Pewarta Tambora, Pekojan - Kebakaran terjadi di sebuah rumah konfeksi di kawasan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan si jago merah.

"Yang terbakar rumah konfeksi diduga rumah tersebut milik Irawan, sebanyak 20 Unit mobil damkar sedang berjibaku," kata warga setempat. Jumat (22/9/2017).

Sumber Tim PETA menyampaikan Kebakaran terjadi di Jl.Pengukiran 3 RT.002 RW.03, Pekojan, Tambora, Jakbar, pada pukul 23.50 WIB. Petugas pemadam sedang berjibaku memadamkan api.



"Informasi di lapangan pada pukul 24.00 WIb, api masih menyala. Rumah permanen yang terbakar," lanjutnya.

Hingga berita ini disusun, belum diketahui penyebab kebakaran maupun total kerugian yang dialami. Petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan api.(Budi/Yus)

thumbnail

Posted by On 9:32:00 AM



Pewarta-Tambora.com, Langsa - Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA merasakan prihatinnya, terkait dengan beredarnya sebuah video bernuansa sadisme melalui kiriman WhatsApp ke beberapa warga yang diduga dilakukan oleh seorang oknum Walikota di Provinsi Aceh, video yang memperlihatkan peristiwa penyiksaan dan pembunuhan dengan memenggal leher korban oleh sekelompok orang berpakaian ala militer, pada Senin, 11 September 2017.

Terkait dengan kasus tersebut, Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA menyampaikan rasa prihatin yang sangat mendalam dan meminta semua warga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman pembunuhan yang berkemungkinan didalangi oleh oknum penyebar video sadis tersebut. Pasalnya, menurut lulusan PPRA-48 Lemhanas RI tahun 2012 itu, sikap dan perilaku sadistis seperti yang ditunjukkan oknum walikota berinisial UA itu terindikasi kuat sebagai gejala psikopat.

"Pola pikir, sikap, dan perilaku sadisme biasanya diperlihatkan oleh orang-orang yang diduga mengidap psikopat, seperti yang ditunjukkan oleh oknum Walikota Langsa itu. Jadi seluruh warga tanpa kecuali harus senantiasa waspada terhadap yang bersangkutan," ujar Wilson melalui pesan WhatsApp-nya, seperti dirilis redaksi KOPI, Minggu (17/9/2017).

Secara teori, lanjutnya, psikopat dipahami sebagai 'sakit jiwa'. "Tapi bukan gila yaa, beda. Psikopat adalah penyakit kejiwaan yang diidap seseorang, namun pikirannya dalam kondisi sadar, normal seperti orang kebanyakan. Dalam banyak kasus, penderita psikopat memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Untuk lebih detilnya, para ahli kesehatan jiwa yang perlu menjelaskan," ungkap Wilson yang pernah kuliah di Inggris, Belanda, dan Swedia itu.

Salah satu ciri umum seorang psikopat adalah gemar bersikap dan bertindak sadis tanpa merasa bersalah, bahkan merasa bahagia ketika berhasil melakukan tindakan brutal, semisal menggorok leher korbannya. "Seorang psikopat merasa tidak berbeda sama sekali ketika memotong leher ayam dan menggorok leher manusia, sama saja rasanya, tiada rasa empati, tidak merasa bersalah, bahkan sebaliknya merasa senang dan bahagia melakukannya," imbuh pria kelahiran Sulawesi Tengah ini.

Dari video yang dikirimkan oleh oknum Walikota UA ke anggota PPWI, BW, ditambah 2-3 potong percakapan antara sipengirim video dengan BW, Wilson menduga kuat bahwa yang bersangkutan terindikasi mengidap kelainan jiwa alias psikopat. Untuk itu, selain mengingatkan warga waspada, ia juga mendesak agar aparat berwenang, termasuk tenaga kesehatan jiwa, memberikan perhatian serius terhadap kasus ini dan mengambil langkah-langkah antisipatif serta tindakan medis atau apapun yang diperlukan.

"Jangan menunggu ada korban digorok dulu baru sibuk melakukan penanganan. Yaa, semasih belum ada korban jiwa, jika indikasi psikopatinya sudah cukup kuat, harus segera diambil tindakan penanganan," jelas Wilson yang pernah mengajar di Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara Jakarta itu.

Sebagaimana ramai diberitakan bahwa Senin, tanggal 11 September lalu, beberapa wartawan menerima kiriman via WA sebuah video berisi penyiksaan, potong kaki dan tangan, dan kemudian disembelih lehernya hingga putus, oleh sekelompok orang berpakaian hijau loreng. Video itu dikirim dari nomor kontak pribadi yang mereka kenal sehari-hari sebagai Walikota Langsa, Aceh. Wartawan media online beritanya.info yang juga anggota PPWI Langsa mencoba mengkonfirmasi maksud pengiriman video tersebut kepada oknum walikota. Kuat dugaan, pengiriman video itu terkait erat dengan pemberitaan tentang sejumlah proyek yang terindikasi tidak beres, berbau mark-up, kolusi, dan korupsi, di lingkungan Pemko Langsa.(Her/rls)

thumbnail

Posted by On 7:42:00 AM

Pewarta-Tambora.com, Sidoarjo - Ratusan Jurnalis yang mengatasnamakan Solidaritas Jurnalis, Forum Pers Independent Indonesia (FPII) dan AKRINDO pada Rabu 20 September akan turun dan menuntut oknum TU SMPN 1 Candi Sidoarja telah melecehkan profesi Jurnalis dengan sengaja.

Sikap dan perilaku arogansi ASN (Aparatur Sipil Negara) yang sangat tidak pantas dilakukan oknum TU SMPN 1 Candi telah melucutkan profesi jurnalis dengan kata kata tak layak dengan kata lain ‘jurnalis seakan akan seperti lacur’

Sebelum melakukan aksi di depan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Sidoarjo, terlebih dahulu massa berkumpul di lapangan GOR Sidoarjo beserta dengan mobil komando.

Koordinator aksi demo damai, Suprapto sekaligus ketua setwil FPII Jawa Timur menyampaikan, ada beberapa agenda dalam aksi demo nantinya di Sidoarjo dan tuntutan.

“Sebagai bentuk solidaritas Jurnalis, kami akan melakukan aksi protes keras dan menuntut oknum TU SMPN 1 Candi agar diproses sesuai UU Pers 40/1999 tentang pelecehan profesi jirnalia.

Wartawan bukan momok dan jurnalist bukanlah teroris. Buat pejabat di Sidoarjo khususnya, jangan memandang sebelah mata dengan profesi wartawan. Dengan aksi ini nanti kita akan ajak semua wartawan dari berbagai media dan lembaga untuk turun sebagai tuntutan kami untuk menghargai profesi jurnalis secara utuh.

“Kejadian pelecehan terhadap profesi jurnalis bukan kali ini terjadi, tetapi hampir setiap tahun sedikitnya 121 jurnalis dan media dilecehkan bahkan sampai terjadinya tindak kekerasan, dan kini telah terulang lagi pelecehan terhadap dua rekan kita seprofesi yang saat itu sedang menjalankan tugas sebagai jurnalis yang dilakukan oleh oknum pegawai TU SMPN 1 Candi Sidoarjo,” ungkap Prapto, Minggu (17/9/2017).

Prapto menambahkan, sedikitnya kurang lebih dari 200 wartawan akan hadir dalam aksi ini. “Kami akan berjalan dari titik kumpul di lapangan GOR Sidoarjo dan menuju ke kantor Dinas Pendidikan Kab. Sidoarjo.” terangnya.

Perlu diketahui, sebelumnya Tata Usaha bernama BT, wanita kelahiran Tapanuli Utara ini dengan arogan mengatakan, ‘kurang kerjaan wartawan datang kemari !!!, iniloh bawa-bawa wartawan, Lah teman saya lo orang Batak banyak yang wartawan, tidak apa saya dimasukan koran biar terkenal saya,” tutup Prapto menirukan ucapan TU SMPN 1 Sidoarjo ini. (ril)

thumbnail

Posted by On 3:27:00 PM

Pewarta-Tambora.Com, Jakarta - Kediaman rumah yang ditempati Tjhang Djiu Fung di satroni perampok dengan menggasak uang senilai 10 juta rupiah beserta benda berharga lainnya, bertempat di wilayah RT.013/7, Gang Langgar, Jembatan 2, Kel.Angke, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (17/9/2017) sekira pukul 08.05 WIB.

Hingga berita ini disusun, kejadian pencurian atau perampokan dengan kehilangan benda berharga berupa gelang tangan, kalung, lionting, cincin, tas, celana, serta uang sebesar 10 juta rupiah, kini sedang dalam penangan olah TKP oleh Tim Buser Tambora

Rep : Iim Purnama

thumbnail

Posted by On 9:42:00 PM

Pewarta-Tambora.com, Surabaya - Lagi lagi finance membuat ulah kepada konsumen, kali ini yang di sewa bukan lagi preman jalanan melainkan salah satu oknum aparat dari kesatuan TNI AL untuk melakukan eksekusi mobil Konsumen yang terlambat bayar, parahnya lagi eksekusi penarikan dilakukan dijalan raya dengan berseragam serta bersenjata lengkap dengan cara preman.

Arogansi oknum TNI ini disertai dengan penganiayaan menurut keterangan Roni salah satu korban.

Kejadian itu bermula ketika Roni dan Ardian mengendarai mobil di jalan pahlawan Sidoarjo kira kira terjadi sekitar jam 16.00 kamis 14/09 17, saat santai mengendarai mobil Honda BRV nopol W 3 A milik H.Hasan tiba-tiba dihentikan oleh salah seseorang yang memakai seragam TNI AL disertai senjata lengkap mengaku dari Mandiri Tunas Finance, bahkan melakukan tindakan kekerasan dengan mencekik Roni dan yang lain memegang adrian temannya papar Roni saat dimintai keterangan tabloid yalpk.com YALPK (yayasan advokasi lembaga perlindungan konsumen)

H.hasan bersama saudara dan teman temannya secara rame rame mendatangi mandiri tunas finance dijalan kendang sari tenggilis Surabaya untuk protes atas penarikan mobilnya yang tidak sesuai prosedur dan aturan yang berlaku." ungkapnya.

Selain itu dia juga mengatakan bahwa telah terjadi penganiayaan kepada temannya yang membawa mobil tersebut.

Protes H Hasan bersama teman temannya didampingi tim investigasi YALPK (yayasan advokasi lembaga perlindungan konsumen) serta tabloid yalpk.com, mendapat tanggapan serius dari Mandiri Tunas Finance dan segera mendatangkan oknum TNI AL tersebut yang berinisial. P ,yang masih aktif bertugas di Kesatuan TNI AL Karangpilang.

H.Hasan dengan inisial. P melakukan kesepakatan untuk mengeluarkan dan mengembalikan mobil tersebut kepada H Hasan,sesuai hasil kesepakatan H Hasan besrta saudara dan tim menunggu didepan kantor Mandiri Tunas Finance sampai soare hari tepatnya pukul 14.20 WIB juga belum dateng mobilnya.

Sebagaimana direles hasil konfirmasi tim investigasi yalpk.com dan YALPK, dari pihak Mandiri Tunas Finance, mereka memilih bungkam tidak bersedia memberi keterangan terkait oknum TNI yang di sewa untuk melakukan penarikan mobil saudara Hasan tersebut.

Menurut saran dari Agus.S salah satu anggota kepolisian menyarankan untuk melaporkan kejadian ini kepada Komandan POMAL setempat.dan hal itu akan segera dilakukan oleh tim.

Tepat pukul 15.10 menit mobil saudara Hasan Honda BRV nopol W 3 A warna hitam nyampek didepan kantor Mandiri Tunas Finance yang dikendarai oleh adrian salah satu korban penganiayaan atas eksekusi mobil tersebut.

Menurut keterangan adrian saat di mintain keterangan mengatakan kalau dia juga anggota kepolisian sidoarjo menjelaskan selain dipaksa juga dipukul oleh beberapa preman dan diduga ada oknum aparat juga yang membawa senjata,pengkroyokan tersebut dilakukan sekitar 20 (dua puluh) orang." pungkasnya.

Serta kejadian ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian serta sudah divisum tambah salah satu teman adrian. 15/09 17

Edy ketua YALPK (yayasan advokasi lembaga perlindungan konsumen) saat di kompirmasi melalui telepon seluler nya menjelaskan bahwa pihak finance telah melakukan kesalahan yang sangat patal dan oknum yang di sewa untuk melakukan eksekusi mobil bisa dijerat dengan undang-undang berlapis.

"Karena dia masih aktif dinas dengan seragam TNI ini sunguh memalukan korp TNI yang dibanggakan masyarakat indonesia. Apalagi dengan melakukan kerja kotornya, ini oknum tersebut dilengkapi senjata hal ini bisa dan akan segera diadukan peristiwa ini ke korp nya GARNISUN serta POMAL." tutur edy.

Sampai berita ini diturunkan pihak oknum TNI AL maupun dari pihak mandiri tunas finance tidak mau komentar terkait uang 10 juta yang raib di dalam mobil tersebut H.hasan selaku pemilik mobil meminta kepada LBH-YALPK agar hal ini segera dilaporkan ke Pomal Garnisun dan kepolisian. (Her/rls).

thumbnail

Posted by On 2:44:00 PM

Pewarta-Tambora.Com,  Jakarta - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke, sesalkan oknum pengacara yang telah melakukan intervensi dan perlakukan tidak menyenangkan kepada wartawan dari salah satu media nasional di Jakartam

Demikian ungkap Wilson Lalengke, pria yang juga merupakan lulusan PPRA-48 Lemhanas RI Tahun 2012, kepada awak media, Kamis (14/9/2017), menyampaikan bahwa pengacara adalah kelompok masyarakat tentunya mengerti hukum dan harus berperan aktif dalam penegakan aturan hukum perundangan di negeri ini.

"Para pengacara atau penasehat hukum adalah lulusan fakultas hukum, jadi mereka itu adalah kelompok masyarakat yang mengerti hukum dan memahami hukum, seharusnya membantu penegakan hukum dan peraturan perundangan dimanapun meraka berada dan beraktifitas," ujar lulusan dari 3 Universitas terbaik di Eropa itu.

Menurut Wilson, sesuatu yang aneh dan tidak benar jika ada oknum pengacara justru berperan sebagai backing perusahaan yang diduga kuat melakukan pelanggaran UU Ketenagakerjaan.

"Oknum Penasehat hukum itu aneh dan telah bertindak tidak benar jika dia justru menjadi backing, mendukung perusahaan melakukan pelanggaran UU Ketenagakerjaan, yang menggaji karyawan tidak sesuai peraturan yang ada, jelas harus ditindak oknum pengacara tersebut," Tegasnya.

Bagi pria yang telah mendiklat ribuan warga tentang jurnalisme warga itu, Peradi dan / atau Organisasi pengacara lainnya harus melakukan monitoring dan evaluasi yang ketat terhadap para anggotanya, para penasehat hukum selalu kontrol untuk tetap bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku.

"PERADI atau Organisasi yang menaungi para penasehat hukum harus melakukan monev yang ketat terhadap anggotanya, jika ada pengacara yang nakal, termasuk jadi backing pihak tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum dan perundangan, yaa harus ditindak tegas," imbuh Wilson.

Sehubungan dengan perilaku "Barbar" dari Oknum Penasehat Hukum dan Direktur PT.Rahmat Sejahtera di Jakarta Pusat itu, Wilson menyarankan agar pihak jurnalis yang diperlakukan semena-mena agar membuat laporan polisi.

"Buat laporan polisi saja, itu termasuk perilaku kriminal dan oknum pengacara dan direktur perusahaan, yang telah menghambat tugas-tugas jurnalistik wartawan dan masyarakat. Polisi wajib mengambil tindakan hukum atas yang bersangkutan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, bahwa wartawan dari Media Cetak Koran Penyelidik Korupsi (M-KPK) dan Indikasinews.com, tengah mengkonfirmasi kebenaran dugaan pelanggaran UU Ketenagakerjaan PT.Rahmat Sejahtera, terkait temuan dilapangan adanya penggajian karyawan security yang tidak sesuai peraturan, ditambah pemotongan gaji yang tidak jelas.

Bahkan, wartawan tersebut justru mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari oknum penasehat hukum dan direktur perusahaan dimaksud, oknum penasehat hukum itu menuduh sembarangan tanpa bukti apapun, dan memaksa wartawan mengakui sedang melakukan pemerasan terhadap perusahaan yang dia back-up itu.

Tidak cukup dengan menuduh, oknum tersebut juga mengintimidasi dan mengeluarkan kata-kata yang tidak etis, "dasar kau binatang" kepada wartawan, juga sempat mengambil barang dan data dari dalam tas milik wartawan.

"Jelas semua itu adalah tindakan kriminal, urusannya polisi itu, aparat hukum harus mengambil tindakan tegas dan sesuai hukum yang berlaku terhadap oknum-oknum pengacara dan / atau penasehat hukum nakal seperti itu," Pungkasnya. (Her/rls).

thumbnail

Posted by On 12:22:00 AM

Pewarta-Tambora.Com, Jakarta - Seorang Anggota Citra Bhayangkara T.10,9 Pekojan menjadi korban tabrak lari tepatnya di seputaran Jalan Jembatan Gambang, Angke, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (12/9/2017) sekira pukul 02.00 WIB dini hari.

Korban yang diketahui atas nama Unen (56), mengalami pendarahan dikepala serta hidung, saat itu juga rekan-rekan seprofesinya, membawa korban menuju RS.Atma Jaya, yang kemudian keesokannya (red:kamis) korban dirujuk menuju RS.Sumber Waras.


Informasi yang didapat Media PETA, Saksi di TKP menyampaikan, korban yang tengah mengendarai kendaraan motor mio, tiba-tiba dari arah bersamaan ada sebuah mobil yang diduga berjenis Avanza dengan warna silver, dengan kecepatan tinggi yang seketika menabrak korban hingga terpental, kemudian mobil tersebut melarikan diri.

Hingga berita ini diturunkan, korban dengan nama lengkap Unen, yang beralamat Jl.Kampung Janis No.33, RT.008/006, Kel.Pekojan, Kec.Tambora, Jakarta Barat, masih dalam penanganan pihak Rumah Sakit Sumber Waras.

Rep : Budiyanto

thumbnail

Posted by On 11:14:00 PM

Pewarta-Tambora.Com, Jakarta - Rumah tinggal berlantai 2 yang sekaligus sebagai tempat usaha konveksi hangus terbakar, tepatnya di Jalan Kalianyar Raya Gg.Unyil RT.007/03, Kelurahan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (13/9/2017), sekira pukul 10.30 WIB.


Informasi Ketua RW.03, Agus yang disampaikan wartawan, api di duga berasal dari kebocoran regulator tabung gas alat penggosok bahan konveksi, sehingga menimbulkan api serta ledakan membakar rumah bagian atas lantai 2 dan menyambar para korban yang berada disekitar.


Dalam kebakaran tersebut menimbulkan sedikitnya 8 orang luka bakar kemudian dirujuk menuju RS.Sumber Waras, diantaranya, Ajan (35), Fitfa (30) bersama kedua anaknya (Pemilik Rumah), Nurul (60), Parno (55), Kilah (60) (tetangga), serta Yanto dirujuk menuju Puskesmas Kec.Tambora.

Dengan kebersamaan warga sekitar dibantu dengan 10 unit DPK Pimpinan Eko, sekira pukul 10.45 WIB, akhirnya api dapat dipadamkan, hingga berita ini diturunkan, kerugian belum dapat ditaksir.

Rep : Tim Media PETA

thumbnail

Posted by On 9:41:00 AM

Pewarta Tambora. Com,  Jakarta - Bencana sosial yang diakibatkan oleh hujan disertai angin yang kencang, tidak hanya melanda wilayah Jakarta, namun musibah tersebut juga terjadi di wilayah kelurahan jembatan lima, Tepatnya di jalan stasiun angke gudang bandung, Minggu (10/9/2017).

Tempat yang biasa digunakan sebagai penyimpanan parkir mobil di wilayah RT. 001 RW. 07 terdapat korban kendaraan mobil sebanyak 6 mobil, 2 pic up. dan 4 mini bus.

Informasi sumber media PETA, Petugas posu sedang memotong batang pohon tersebut, hal yang sama juga terjadi di wilayah RT. 004 RW. 07 pohon tumbang di samping dipo sampah kelurahan jembatan lima.

Sebanyak satu pohon tidak ada korban. Masih di rt 004 rw 07 sawah lio 4 Gg 19 pohon bringin yg terletak disamping rumah Almrh bapak jafar segaf tumbang mengenai 2 rumah warga.

Informasi ini disampaikan Fkdm Kelurahan Jembatan Lima saudara Topik dan Eeng Haer (Red)

thumbnail

Posted by On 9:17:00 AM

BPBD Kecamatan Tambora dan Damkar kota jakarta barat Relawan, Anggota masyarakat masih bahu- membahu mengevakuasi pohon beringin yang roboh di Jalan Dwi Kora dalam RT. 005/07 Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (10/9/2017).

Pewarta Tambora com - Pohon beringin berukuran besar di Jalan Dwi kora RT.005/07 Jembatan lima, roboh akibat diterpa hujan dan angin kencang. Akibatnya satu bangunan dan tempat sepeda motor rusak akibat tertimpa pohon yang berusia puluhan tahun ini.

Belly pemilik rumah  yang tertimpa pohon beringin menceritakan awalnya pada pukul 18 30 WIB turun hujan dengan disertai angin kencang.

"Hujannya cukup deras, dan anginya kencang sekali," ucap Belly saat ditemui Pewarta Tambora com, Minggu (10/2017).

Belly  menuturkan, saat hujan disertai angin kencang itu, ada tiga orang yang berada di dalam rumah yang sedang istirahat sehingga tidak dapat keluar karena akses sudah tertutup oleh pohon, Selain itu ada tiga orang lewat yang numpang berteduh di bagian teras depan semuanya selamat.

"Yang di dalam ada tiga, Saya dan pengontrak dan satu lagi penjual kelontongan yang biasa jualan di bawah pohon beringin itu. Tiga orang berteduh di teras depan," ujarnya.

Menurut dia, tanpa ada suara patah, tiba-tiba pohon beringin yang berada disampainh rumah roboh dan menimpa bangunan tempat dan kios kelontongan dan tiga  kendaraan motor Serentak tiga orang yang berada di dalam dan di teras depan lari untuk menyelamatkan diri.

"Saya teriak mengajak keluar, tetapi sulit untuk bisa keluar karena akses keluar sudah tertutup pohon (penjual ) dibawah pohon beringin) terlambat keluar," ucapnya.

Akibatnya lanjut dia, pemilik dan yang mengontrak menunggu bantuan dari tim penanggulangan bencana dateng mengalami agar bisa menyelamtakan untuk keluar dari dalam   langsung   penjual kelontongan  yang ada  berjualan di bawah pohon beringin mengalami kesulitan untuk keluar dari reruntuhan pohin yang tumbang.

Selain mengakibatkan ambruknya pohon beringin juga menyebabkan satu bangunan warung dan empat sepeda motor rusak.

"Kalau tempat saya rusak berat, itu kursi dan meja di dalam yang harganya tidak seberpa rusak. satu warung samping saya juga rusak tertimpa," kata Belly

Menurut Belly usia pohon beringin tersebut sudah puluhan tahun.

"Itu sudah puluhan tahun usianya. Saya di sini saja itu sudah ada," tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan, nampak BPBD kecamatan tambora dan petugas damkar, Relawan, masyarakat Rt/Rw   mengevakuasi pohon beringin yang ambruk.

"Selain menimpa bangunan, pohon beringin juga menutup akses jalan," pungkasnya.

Rep : Luthfi