Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Posted by On 12:13:00 AM



Penulis : Reforter: Lutfi Bin Ramli
Siapa saja, pasti akan merasa suka dan bangga terhadap seseorang yang baik, pintar, mengesankan lagi cantik dan juga pekerja keras. Terlebih lagi, jika seseorang tersebut juga berhati mulia dan sayang serta sabar terhadap anak-anak. Ngomongin soal seseorang yang cantik lagi baik, kali ini mari kita berkenalan dengan bu guru yang cantiknya kebangetan asal Jakarta, ayahnya masih ada darah Dari negara Belanda dan Ibunya dari kalimantan wilayah kerajaan islam pertama di indonesia.

Misrihana  (44), ia adalah nama dari bu guru yang begitu cantik dan akhir-akhir ini telah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Dikutip dari halaman pewarta merupakan salah seorang guru sekolah Paud Lestari Mandiri di jakarta  tepatnya di Jalan duri baru Rt 006/05 no 29 jembatan besi Kecamatan tambora jakarta barat ,  Profesi sebagai guru ini sendiri menurut wanita yang cantik lagi baik ini telah di jalani selama 8 tahun.


Bu guru misri yang cantik dan baik
Selain menjadi guru, Misri ternyata juga merupakan seorang anggota Fkdm dan juga banyak berkiprah di pemerintah  Sejak fotonya yang cantik dan anggun ramai dibicarakan para netizen di dunia maya, Misri  mengaku terkejut dan tidak menduganya. Kepada pewarta com,  Misri mengatakan, "Sempat kaget, tapi seru juga. Teman-teman dan keluarga pada heboh."

Bagi wanita cantik lulusan Universitas Pendidikan Alumi 87 Jakarta  ini, menjadi guru adalah pekerjaan mulia dan telah menjadi cita-citanya sejak ia masih kecil. Baginya, guru adalah sosok yang begitu mengesankan dan bisa membuatnya senang. Misri mengatakan, "Saya sangat menikmati ya menjadi pengajar. Menjadi guru adalah cita-cita saya sejak kecil. Pekerjaan ini membuat saya merasa bahagia."

Bu guru Misrihana memang cantik dan baik ya. Semoga, ia bisa menjadi guru terbaik yang selalu membawa anak didik bangsa di tempatnya mengajar untuk lebih berprestasi dan membanggakan. Semoga pula, ia menjadi sosok yang menginspirasi anak  muda di Indonesia untuk menjadi guru dan contoh yang baik buat semua.
(1/8/) Ref Lutfi

thumbnail

Posted by On 3:08:00 PM

Penulis : Reforter: Lutfi Bin Ramli
Siapa saja, pasti akan merasa suka dan bangga terhadap seseorang yang baik, pintar, mengesankan lagi cantik dan juga pekerja keras.

Terlebih lagi, jika seseorang tersebut juga berhati mulia dan sayang serta sabar terhadap anak-anak.

Ngomongin soal seseorang yang cantik lagi baik, kali ini mari kita berkenalan dengan bu guru yang cantiknya kebangetan asal Jakarta, ayahnya masih ada darah dari negara Belanda dan Ibunya dari kalimantan wilayah kerajaan islam pertama di indonesia.

Misrihana  (44), ia adalah nama dari bu guru yang begitu cantik dan akhir-akhir ini telah menjadi buah bibir di kalangan masyarakat. Dikutip dari halaman pewarta merupakan salah seorang guru sekolah Paud Lestari Mandiri di jakarta  tepatnya di Jalan duri baru Rt 006/05 no 29 jembatan besi Kecamatan tambora jakarta barat ,  Profesi sebagai guru ini sendiri menurut wanita yang cantik lagi baik ini telah dijalani selama 8 tahun.

Bu guru misri yang cantik dan baik
Selain menjadi guru, Misri ternyata juga merupakan seorang anggota Fkdm dan juga banyak berkiprah di pemerintah  Sejak fotonya yang cantik dan anggun ramai dibicarakan para netizen di dunia maya, Misrimengaku terkejut dan tidak menduganya. Kepada pewarta Tambora com,  Misri mengatakan, "Sempat kaget, tapi seru juga. Teman-teman dan keluarga pada heboh."

Bagi wanita cantik lulusan Universitas Pendidikan Alumi 87 Jakarta  ini, menjadi guru adalah pekerjaan mulia dan telah menjadi cita-citanya sejak ia masih kecil. Baginya, guru adalah sosok yang begitu mengesankan dan bisa membuatnya senang. Misri mengatakan, "Saya sangat menikmati ya menjadi pengajar. Menjadi guru adalah cita-cita saya sejak kecil. Pekerjaan ini membuat saya merasa bahagia."

Bu guru Misrihana memang cantik dan baik ya. Semoga, ia bisa menjadi guru terbaik yang selalu membawa anak didik bangsa di tempatnya mengajar untuk lebih berprestasi dan membanggakan. Semoga pula, ia menjadi sosok yang menginspirasi anak  muda di Indonesia untuk menjadi guru dan contoh yang baik buat semua.

thumbnail

Posted by On 9:28:00 AM

Add caption
Pewarta Tambora (PT) - Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat berharap, semua anak di Jakarta bisa mengenyam bangku sekolah baik itu dibiayai Kartu Jakarta Pintar (KJP) maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP).
" Kalau kita tidak bisa mendidik anak, berarti kita bukan orang tua yang berhasil"
Dikatakan Djarot, bagi mereka yang sudah mendapatkan KIP, tidak boleh memperoleh KJP, begitu juga sebaliknya.
"Mereka yang tidak terjangkau dengan KJP, yang masih membutuhkan, baru itulah yang akan mendapatkan KIP. Saya harapkan betul yang mendapatkan dana KJP atau KIP, digunakan untuk anaknya, bukan untuk memenuhi kebutuhan ibu bapaknya," ujar Djarot, saat menghadiri Penyerahan Seremonial Surat Keputusan (SK) Program Indonesia Pintar dan Sosialisasi Pencairan dan Program Indonesia Pintar 2015 di GOR Otista, Jatinegara, Minggu (15/11).
Djarot menilai, tolak ukur kesuksesan orang tua mendidik anak adalah ketika anak lebih pintar dari orangtua. Kesempatan itu, saat ini terbuka lebar dengan adanya program KJP dan KIP.
"Orangtua, mungkin juga saya, sekarang kalah pintar sama anak kita, kalau orangtua bisa mendidik anak lebih pintar dari orangtuanya, berarti ibu bapak adalah orangtua yang berhasil. Tapi kalau kita tidak bisa mendidik mereka, berarti kita bukan orangtua yang berhasil," tutur Djarot.
Dikatakan Djarot, dirinya bisa menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta seperti sekarang ini tentu tidak lepas dari dukungan dan hasil didikan orangtuanya.
"Saya bisa seperti ini, bukan karena saya pintar, tapi karena bapak ibu saya yang mendidik," ucap Djarot.

Dengan adanya KJP maupun KIP, tegas Djarot, orang tua harus benar-benar mendidik anak-anak mereka agar lahir generasi yang bermanfaat dan berguna bagi bangsa dan negara.(red/bjc).

thumbnail

Posted by On 1:09:00 PM


Pewarta Tambora (CEO) - Dalam rangka kepedulian menjelang hari Raya Idul Adha 2015, PPWI Nasional mengadakan pelatihan Jurnalisme Warga Bagi Anak Yatim piatu, adapun lokasi yang akan dijadikan tempat pelatihan tersebut berada di Panti Asuhan Yatim Piatu, (Yayasan Siti Khadijah al Kubra) yang bertempat di Jalan syukur No.45 RT/RW. 001/08 Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pelatihan jurnalisme warga bagi anak yatim piatu rencana akan dimulai pada hari Kamis (18/9) hingga pada hari Minggu (20/9), Pelatihan Jurnalisme Warga yang akan melibatkan 25 orang anak yatim piatu tesebut terselenggara atas dukungan dari International Fellowship Program (IFP), Institute Of International Education (IIE), PPWI Singapore, Kangen Water and CO, Yayasan Siti Khadijah Al Kubra, STIKIM & STIKOM Indonesia Maju Jakarta, serta donator lainnya.

Menurut Nurhalim, selaku Pimpinan Umum Pewarta Tambora, yang juga anggota PPWI, “ini adalah langka baik yang dilaksanakan PPWI Nasional bersama Stakeholder, yang sebelumnya PPWI telah banyak mengadakan pelatihan bagi instasi pemerintah maupun swasta, kini pelatihan Jurnalisme Warga akan diadakan untuk anak yatim piatu merupakan pelatihan yang dapat Menambah pengetahuan, wawasan dan pengalaman bagi anak-anak yatim piatu.” Ujarnya.

Nurhalim berharap semoga pelatihan jurnalisme warga ini dapat terus berjalan secara kesinambungan dan tentunya dapat memberikan manfaat banyak bagi orang banyak khususnya warga Negara Indonesia akan transformasi juga menjadikan sebuah wadah potensi bakat dan minat bagi warga Negara Indonesia dalam bidang jurnalistik.

thumbnail

Posted by On 3:52:00 PM



Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.


Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:

  • Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa.
  • Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun. Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun.


seperti halnya POS Keadilan Peduli Umat (PKPU) bersama PT Erajaya meluncurkan rumah cerdas Lentera berupa pendidikan anak usia dini (PAUD) serta memberi bantuan beasiswa kepada 50 anak miskin berprestasi di Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

General Manager Nasional PKPU, Ramdlon Hidayat, mengatakan pada peluncuran paud cerdas bangsa, pihaknya membantu masyarakat dengan memperbaiki fasilitas lima paud di kecamatan tambora, jakarta barat.

thumbnail

Posted by On 3:52:00 PM

Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 159, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan butuh perbaikan. Siswa dan pihak sekolah berharap kerusakan parah sekolah itu segera diperbaiki agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM).
" Sebelum saya, kepala sekolah lain juga sudah sering mengajukan, tapi sampai saat ini tak kunjung terealisasi"
Pantuan beritajakarta.com, sekolah yang terdapat di Jalan Jembatan Besi Rata No 24 tersebut, kerusakannya tampak pada keroposnya kusen kayu jendela dan pintu di setiap ruang kelas gedung sekolah. Begitu juga dengan jendela kaca nako banyak yang sudah copot dan pecah. Kemudian lantai keramik di beberapa titik banyak yang pecah dan retak.

Belum lagi, jika hujan sekolah itu sering kebanjiran setinggi 30-40 sentimeter. Tidak hanya itu, letak sekolah yang berada di lingkungan penduduk membuat suara bising warga kerap mengganggu konsentrasi siswa.

Terkait hal itu, Kepala SMPN 159, Abdul Rivai menuturkan, pihaknya sudah sering mengajukan rehab total gedung sekolah ke Dinas Pendidikan DKI. Namun, hingga kini belum terealisasi.
“Saya baru setahun menjabat kepala sekolah di sini. Sebelum saya, kepala sekolah lain juga sudah sering mengajukan, tapi sampai saat ini tak kunjung terealisasi,” ucap Abdul, Minggu (8/2).

Saat ini sekolah yang dibangun tahun 1977 dengan luas 1.623 meter persegi tersebut, memiliki 16 ruang kelas dengan jumlah siswa mencapai 540 siswa pagi dan siang.

“Saya berharap agar rehab total segera direalisasikan. Sebab, bila terus dibiarkan maka kerusakannya akan semakin parah dan sangat membahayakan kami dan siswa,” tandasnya.(bjc)

thumbnail

Posted by On 1:00:00 PM


DAFTAR NAMA-NAMA GURU YANG MENGIKUTI PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA WILAYAH BINAAN V SEKSI DIKDAS KECAMATAN TAMBORA
No NAMA NIP/NRK TEMPAT TUGAS KETERANGAN
1 Junariah 470071890/173297 SDN Tambora 01
2 Irmawati 470072537/173946 SDN Tambora 02
3 Titi Feriyanti, S.Pd 198502162011012008 SDN Tambora 02
4 Siti Mardiah 470073402/175349 SDN Tambora 02
5 Nurjanah, S.Pd 198604302011012021 SDN Tambora 02
6 Suryadi 470071307/172765 SDN Tambora 03
7 Rahmat Haemi, S.Pd 198409192011011008 SDN Tanah Sereal 01
8 Ratu Linda Syukriah 470071882/173289 SDN Tanah Sereal 02
Jakarta, Desember 2012
Pengawas TK/SD Wilayah V
Drs. HAMKA, M.Pd
NIP. 195906241979081001

thumbnail

Posted by On 1:03:00 PM

Sedikitnya 75 orang pengawas TK/SD, SMP se kota administrasi Jakarta Barat mengikuti musyawarah kerja pengawas sekolah di hotel Satimiang puncak  pada tanggal 4-5 Desember 2012.
Acara ini dibuka langsung oleh Kasudin Dikdas Jakarta Barat Dra. Hj. Delly Indirayati, M.Si. Acara ini juga dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khidmat peserta menyanyikan lagu kebangsaan kita.

“Pelaksanaan acara ini sangat bermanfaat bagi para pengawas dalam rangka pengembangan keprofesionalan pengawas, paling tidak untuk menambah wawasan pengawas itu sendiri”, ungkap H. Satimin, S.Pd, MM sekertaris korwas TK/SD Jakarta Barat hal ini juga diiyakan Drs. Suparmin, MM Korwas TK/SD Jakarta Barat.