Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Diposting oleh On 11:50:00 AM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Komitmen pihak Kepolisian Sektor Tambora Polres Metro Jakarta Barat dalam upaya menciptakan situasi aman dan kondusif jelang Pemilu 2019, bersama unsur Tiga Pilar Kecamatan Tambora melakukan apel persiapan Pemilu 2019.

Acara yang diselenggarakan di Halaman Utama Mall Seasons City RW.05 Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (23/3/2019) pagi tersebut di hadiri juga oleh Camat Tambora beserta para lurah Se-Kecamatan Tambora, Citra Bhayangkara, Kasat Pol PP, LMK, FKDM, Unsur TNI, Unsur Ormas Sekecamatan Tambora, diantaranya Ormas BPPKB Banten Kecamatan Tambora.

Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh mengajak agar seluruh elemen bahu membahu untuk terwujudnya Pemilu 2019 yang aman damai sesuai cita-cita Negara Indonesia yang kita cintai.


"Kita bersama harus bisa memberikan keamanan pada seluruh warga yang akan datang ke TPS untuk mencoblos agar kita semua yang hadir bisa menjamin keamanan, kedamaian dan memberikan rasa tenang pada seluruh TPS-TPS," ungkapnya dihadapan peserta Apel.

Dalam acara apel kesiapan pengamanan pemilu 2019, Ia juga berharap kepada seluruh peserta apel untuk saling berkoordinasi, demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.


Hingga berita ini disusun, setelah usai apel, peserta apel mengawal Kapolsek Tambora konvoi keliling wilayah Kecamatan Tambora yang berakhir di GOR Tambora yang terletak di Kelurahan Pekojan untuk melihat dan memastikan amannya kota suara dan seluruh berkas pemilu yang tersimpan di Gedung Olah Raga Tambora.

Rep : Budiyanto
Ed : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 9:20:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Prof DR Jimly Asshiddiqie mengatakan, bahwa soal pilihan politik dan kekaguman ke sosok calon pemimpin bangsa merupakan hak setiap masyarakat.

Jimly menyampaikan bahwa tidak bisa setiap aspirasi, keinginan untuk memilih siapa, partai politik apa, disamakan ke semua masyarakat Indonesia karena merupakan bagian dari hak warga untuk mendapatkan akses kebebasan demokrasinya.


“Kondisi sekarang (reformasi) kan beda dengan dulu waktu Orde Baru. Sekarang semua bebas. Mau pilih siapa, partai politik mana, calon yang mana, iklim demokrasinya sudah bagus,” ucap Jimly, di Jakarta, Kamis (14/3/2019), pada diskusi media Dialektika ICMI bertema Antisipasi Golput dalam Pemilu 2019.

Oleh sebab itu, kebaikan demokrasi yang dicapai sekarang patut didukung semua masyarakat untuk tidak bersikap pasif alias menjadi ‘golongan putih’ (golput) pada pemilihan umum (pemilu) 2019.

“Ayo memilih pada pemilu 2019. Soal pilihan itu urusan pribadi. Yang paling penting jangan sampai golput pada pemilu 2019,” ujar Jimly.



Jimly menyampaikan, semua komponen bangsa seharusnya terus menyerukan dengan tidak bosan kepada masyarakat agar tidak golput pada pesta demokrasi lima tahunan maupun pemilihan kepala daerah (pilkada).

Menurut Jimly, mengajak semua masyarakat agar tidak golput pada pemilu 2019 merupakan bentuk integritas moral anak bangsa.

“Kalau membiarkan terjadinya golput di pemilu, itu kan sama saja membiarkan bangsa Indonesia cepat rusak, hancur, dan mengajak masyarakat ke kebodohan,” kata Jimly.

Jimly mengimbau, kepada seluruh umat beragama di Indonesia, khususnya umat Islam, dengan memilih pada pemilu 2019 akan ikut menentukan munculnya pemimpin yang bertakwa, bertanggung jawab, cinta kepada masyarakat dan negaranya serta mengayomi.

Sebaliknya, Jimly menuturkan, jika masyarakat bersikap golput maka akan memberikan ruang kesempatan lahirnya orang-orang yang tidak baik atau jahat untuk mengelola negara.

Sedangkan Ketua Koordinator Politik Dalam Negeri ICMI M Qodari yang juga turut jadi pembicara diskusi menyampaikan, bersikap golput dalam politik pemilu memang bukan larangan.

Kendati demikian, ucap Qodari, tindakan tersebut akan membuat catatan buruk terhadap demokrasi Indonesia di pandangan negara-negara internasional sebab rendahnya angka partisipasi pemilih pemilu 2019.

“Kalau dilarang sama saja menganggap bahwa golput selama ini diatur kan. Tapi sebaiknya terus dianjurkan saja untuk berpartisipasi aktif pada pemilu,” ungkap Qodari.

Qodari mengatakan, potensi golput pada pemilu selalu ada sebab masih banyak masyarakat yang merasa bahwa sosok calon pemimpin belum bisa memenuhi aspirasinya.

“Jadi diperlukan penyampaian informasi yang masif ke masyarakat tentang siapa saja kandidatnya, visi misinya, komitmennya, sehingga dapat meyakini masyarakat agar tidak golput,” ujar Qodari.

Pemilu 2019 bakal digelar 17 April mendatang. Pemilu tahun ini berbeda dari sebelumnya sebab secara serentak memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPRD provinsi, kabupaten, kota serta DPD RI (ril)

thumbnail

Diposting oleh On 12:18:00 AM


Bhabinkamtibmas Kelurahan Jembatan Lima, Tambora Jakarta Barat, Aiptu Suparno tengah menghadiri rapat koordinasi wilayah RW.06 Kelurahan Jembatan Lima, bertempat di Kantor Sekretariatan RW.06 Kelurahan Jembatan Lima, Minggu (11/11/2018) sekira pukul 19.30

Selain dihadiri Tokoh Masyarakat, Agama, serta Karang Taruna, juga dihadiri oleh Ketua RW.06 Rika, Para Ketua RT, Unstad encep, Kader PKK

Dalam sambutannya, Binmas Aiptu Suparno menyampaikan pesan-pesan agar para pengurus wilayah untuk tidak main dengan para Caleg yang ada di wilayah, Ia berharap para pengurus wilayah untuk Monitor saja.

Selain, Rapat Koordinasi wilayah, Binmas Aiptu Suparno juga mengajak kepada para pengurus wilayah untuk Deklarasi Pemilu Damai, Aman, dan juga Kondusif.

"Saya berharap dan mengajak kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat, bersama kita saling menjaga keamanan dan ciptakan wilayah agar tetap kondusif terlebih mendekati kampanye pemilu di tahun ini," ujarnya kepada media ini.

Binmas Aiptu Suparno juga menghimbau agar kita jangan sampai terpancing dengan adanya berita atau kabar yang tidak benar HOAX, "jika ada temuan dan kerawanan Kamtibmas segera hubungi kami di 082114976555 atau melalui Hotline di 081717178687," pungkasnya mengakhiri. (ril/hrd)

thumbnail

Diposting oleh On 12:07:00 AM


PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Kelurahan Pekojan, Kec.Tambora Jakarta Barat menggelar rapat Pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih hasil perbaikan (DPTHP- I) Pemilu 2019 tingkat kelurahan di Aula Kantor Kelurahan, Sabtu (10/11/2018) malam.

"Dari hasil rujukan Sudin Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Sudin-dukcapil) ada 802 jumlah verifikasi. Akan tetapi yang memenuhi syarat dalam progres verifikasi pencocokan dan penelitian (Coklit) totalnya ada 766 aktif. Sisanya 3 pindah dan 33 meninggal dunia," ujar Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo, Minggu(12/11/2018).


Dari data terakhir kata Tri, tercatat jumlah pemilih ada 21.332 pemilih dengan 83 TPS. Dalam rapat pleno itu sendiri dihadiri Ketua PPS Januarius Minggoes, Pengawas Kelurahan Ahmad Firdaus, hadir juga 3 Pilar, FKDM perwakilan RT dan pengurus Partai peserta Pemilu 2019 di Pekojan.

"Kami mengajak kepada seluruh warga Pekojan, untuk lebih meningkatkan partisipasi ke TPS. Sekaligus menjaga agar pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan lancar dan sukses,"imbuhnya. 9ril/hrd)