Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Diposting oleh On 1:34:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Kampung Budaya Betawi Ancol kini memiliki beragam acara menarik untuk ditampilkan kepada masyarakat maupun publik pada setiap minggunya.

Setelah sebelumnya mengulas tentang hari lahir Jakarta, Kisah Si Pitung, dan Cerita Dari Kampung Cidodol Jakarta, Sabtu (14/7), kini di akhir pekan ini Kampung Budaya Betawi Ancol, Minggu (15 Juli 2018), kembali menampilkan talkshow dengan tema Cerita Sejarah Kampung Luar Batang.

Pagelaran talkshow yang dihelat di Gedung Nort Art Space (NAS), Pasar Seni Ancol, yang juga menjadi tempat pemeran Wall Of Frame Betawi tersebut menampilkan pembicara Tokoh Kampung Luar Batang, sekaligus Ketua Umum Sunda Kelapa Heritage, Daeng Mansur. Selain itu juga hadir Candrian Attahiyyat, Arkeolog UI sekaligus Tim Ahli Cagar Budaya Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Sejarah, Kampung Luar Batang yang berada di wilayah Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, memiliki sebuah Masjid bersejarah yang dibangun pada tahun 1739 oleh Sayid Husein bin Abubakar Alaydrus. Masjid tersebut merupakan bagian dari cagar budaya yang dilindungi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Indonesia tentunya menjadi salah satu Negara yang paling banyak disinggahi para wali - ulama Muslim yang diyakini memiliki beragam keramat atau kemampuan di luar nalar. Salah satunya yakni Habib Husein bin abubakar Alaydrus,” ungkap Daeng mengawali pembicaraannya kepada Media ini.

Hingga saat ini, makam beliau di Sunda Kelapa, Jakarta Utara ramai dikunjungi peziarah dari dalam maupun luar negeri. Kebanyakan dari mereka datang mengharap berkah atau jalan keluar masalah, namun tak jarang juga yang datang hanya ingin mengenal siapa sebenarnya Habib Husein Luar Batang.

Daeng menambahkan, bahwa Habib Husein bin Abdullah bin abu bakar Alaydrus atau sekarang dijuluki Habib Husein Luar Batang berasal dari Hadhramaut, Yaman Selatan. Beliau hijrah meninggalkan tanah airnya setelah mendapat restu dari sang IBU. Keputusan untuk pergi menyebarkan Islam ia ambil pasca Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad gurunya meninggal dunia tahun 1720.

“Awalnya, ia singgah di Gujarat, India, namun tak lama pindah ke nusantara. Beliau sempat menyambangi Aceh, Banten, Cirebon, dan Jawa Timur. Namun akhirnya memutuskan untuk menetap di sunda Kelapa,” ujarnya.

Sunda Kelapa itu sendiri, menurut Daeng Mansur, adalah sebuah kota lama, juga dikenal dengan pasar Ikannya Jakarta, pada waktu itu termasuk Bandar yang paling ramai di Pulau Jawa. Di tepi pantai terlihat rumah-rumah nelayan dan warung-warung yang mereka kelola sebagai usaha sampingan.

Singkat cerita, nama Luar Batang sendiri yang kini tidak hanya menjadi julukannya, namun menjadi nama Masjid dan kampong disana dan itu memiliki kisah sendiri, pasca wafatnya almarhum Habib Husein bin Abdullah bin Abu Bakar Alaydrus, atau kini dijuluki Habib Husein Luar Batang.

“Adapun pada makam Habib Husein tertulis, Habib Husein bin abubakar bin Abdillah Alaydrus wafat pada hari kamis 27 Ramadhan 1169 H bersamaan dengan tanggal 24 Juni 1756” pungkas Daeng Mansur mengakhiri perbincangan singkatnya dengan Wartawan GMN.

@ diolah dari berbagai sumber

thumbnail

Diposting oleh On 1:34:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Panitia Silaturahmi Pendekar Betawi dan Festival Silat Tradisi Betawi Menggelar perhelatan Akbar 24 Jam Nonstop Atraksi Silat Tradisi betawi pecahkan Rekor Muri, yang berlangsung pada 16 hingga 17 Desember,  bertempat di Area Depan Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat

Menurut Eki Pitung Ketua Umum Brigade Anak Jakarta (Braja), acara ini nantinya dilengkapi panggung Hiburan betawi dan Aneka Kebetawian akan Tumplek Blekk, untuk para penggiat Silat Betawi kita Ciptakan sejarah baru kita Ukir prestasi dalam Persahabatan dan Persaudaraan pecahkan rekor muri 24 Jam Non Stop Estafet dalam Atraksi Silat Tradisi Betawi.

“Kite jaga budaye kite dengan kesantunan, dan kite jage budaya kite dengan penghormatan kepada siapa saja,” ungkap Eki Pitung, saat jumpa Pers di Area Museum Fatahillah, Kota Tua Jakarta, Jakarta Barat, Jumat (15/12/2017).

Dikatakan Eki, ini adalah tantangan buat anak Betawi, Jika kita Sehat dan mengaku Anak Betawi.. ucapkan Bismillah, Buang Rasa curiga, buang rasa dengki, Jauhkan dari Rasa Sombong merasa paling kuat merasa paling jago, dan merasa paling tua.

“Junjung tinggi Persaudaraan, Junjung tinggi martabat tradisi kita, dan lestarikan budaya leluhur bukan saja secara fisik tapi nilai-nilai kearifan dan kesantunan itu jauh lebih penting yang diajarkan oleh Leluhur kite,” Ujar Eki Pitung yang juga selaku  Ketua Antar Lembaga Bamus Betawi.

Dalam giat Festival Silat Tradisi Betawi yang akan digelar melibatkan Stackholder serta kaloborasi bersama TNI, Polisi, Satpol PP, dan internal kepanitiaan juga insya allah di back up oleh para pesilat betawi yang tergabung dari hampir 70 perguruan se-Jabodetabek.

Beberapa perguruan Silat Betawi yang akan ikut serta dalam Festival Silat Tradisi Betawi diantaranya, Ikatan Silat Betawi Indoneisa (ISBI), Beksi H.Hasbullah, Beksi Seroja Nusantara, Laskar Batawi, Seni Silat Betawi, Perguruan Oencak Silat Macan Betawi – Bogor, Sanggar Macan Muda Betawi, Pengsimatoga Jalan Enam, Bandul Betawi,


Kemudian Padepokan Pitulung Sadulur Congkok (PPSC), Maen Pukul Betawi p Lampah Gulung, Beksi Seni Bela Diri, Beksi Kong Ba’ih, Putra Rawa Denok, PS Beksi Muh Noer, Kotek Parung, Seliwa Pukul Kapuk, Beksi Mutiara Pancar, Beksi SMI, Pukul Kembang Pulo Jahe, Sanggar Seni Silat Jagorawi, Silat Betawi – Kapuk Jagal, Jawara Peci Merah, PS Putra Jaya, serta masih banyak lainnya. (Her-in/red)

thumbnail

Diposting oleh On 5:04:00 PM

Perhelatan Asian Games XVIII yang akan digelar pada 18 Agustus hingga 2 September 2018, dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan roda perekonomian lokal, khususnya di Jakarta yang menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan pesta olahraga benua Asia empat tahunan ini.
Hal ini karena para pelaku Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) didorong terlibat memproduksi souvenir atau cenderamata untuk dipasarkan ke peserta Asian Games. Tidak hanya itu, para pelaku UMKM di bidang kuliner pun, dapat memasarkan produk kuliner khas Jakarta dan daerah-daerah lainnya.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan dengan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Kota Jakarta mendapatkan banyak keuntungan. Tidak hanya dari segi promosi budaya, juga dapat meningkatkan perekonomian loka di jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan dengan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Kota Jakarta mendapatkan banyak keuntungan. Tidak hanya dari segi promosi budaya, juga dapat meningkatkan perekonomian lokal di Jakarta.

“Dengan datangnya para atlet dan tim official dari negara-negara di Benua Asia, maka otomatis Jakarta dipromosikan. Baik dari segi budaya, maupun dari sisi kuliner dan parawisata. Diharapkan, perekonomian Jakarta dalam dua pekan pelaksanaan Asian Games 2018 dapat meningkat,” kata Anies.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan hadir untuk berpihak pada pelaku UMKM dalam penyelenggaraan Asian Games tahun depan.
“Kami hadir untuk berpihak pada pelaku UMKM. Saya sudah berbicara kepada Kepala Dinas KUMKMP DKI, Irwandi. Untuk melibatkan pelaku UMKM di Jakarta dalam membuat souvenir atau merchandise terkait Asian Games dan khas Jakarta,” kata Sandiaga.
Dengan melibatkan ratusan pelaku UMKMP ini, ia mengharapkan Asian Games 2018 bisa menjadi penggerak ekonomi lokal.
“Kami masih punya waktu sekitar 10 bulan menyiapkan para pelaku membuat produksi merchandise Asian Games. Sehingga ini akan menggerakkan ekonomi, khususnya di ekonomi di akar rumput,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI, Irwandi mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat bersama para pelaku UMKM untuk mempersiapkan sovenir atau merchandise Asian Games 2018.
“Kita akan mulai menggerakkan para pelaku UMKM untuk memproduksi merchandise Asian Games 2018. Kita akan minta bantuan Hipmi dan Kadin DKI untuk menggerakkan anggotanya supaya ikut juga,” kata Irwandi.
Untuk pemasaran merchandise, pihaknya akan menyiapkan dua hingga tiga booth di setiap venue Asian Games 2018. Ada lima venue Asian Games di Jakarta. Yaitu, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Velodrome Rawamangun, Equestrian (pacuan kuda) Pulomas, Layar di Ancol dan Golf di Pondok Indah. 
“Kita sudah buatkan anggaran untuk membuat booth-booth UMKM di setiap venue. Ada dua hingga tiga venue untuk UMKM dagang disitu. Kita sudah anggarkan di APBD DKI 2018 sebesar Rp 1,3 miliar untuk pembuatan booth-booth tersebut,” ujarnya.
Para pelaku UMKM itu akan memproduksi berbagai suvenir untuk dijual di lokasi Asian Games. Beberapa suvenir yang akan dibuat di antaranya boneka, kaus, syal, handuk, hingga ikat kepala.
"Suvernirnya betul-betul khas UKM dan bisa menjadi penggerak ekonomi lokal," kata dia.
Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi menegaskan Pemprov DKI bersama DPRD DKI juga siap untuk memberikan kemudahan pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta. Seperti memberikan kemudahan pajak untuk memasang banner atau reklame tentang Asian Games.
Tidak hanya itu, DPRD DKI juga telah meminta INASGOC untuk menyediakan tempat bagi para pelaku UMKM DKI di venue-venue Asian Games yang ada di Jakarta.
“Produk UMKM ini bisa dijadikan oleh-oleh yang bagus bagi para peserta Asian Games. Sehingga dapat menopang perekonomian lokal, khususnya pelaku UMKM di Jakarta,” kata Prasetio.
Kemudian, ia memastikan momentum perhelatan Asian Games 2018 ini akan dijadikan ajang promosi budaya dan kuliner serta kearifan lokal Jakarta. Karena banyak destinasi wisata di Jakarta yang sangat menarik.
“Seperti Kota Tua, Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Intinya sih Jakarta siap. DPRD siap membantu pelaksanaan Asian Games,” ujarnya.
Kementerian Pariwisata mendorong industri dan asosiasi di bidang pariwisata menyiapkan paket-paket wisata dalam menyambut Asian Games 2018. Lebih dari puluhan ribu orang diperkirakan akan hadir, mulai dari atlet, offisial tim hingga suporter, dalam gelaran pesta olah raga Asia yang akan dihelat di Jakarta dan Palembang. 
Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu mengatakan, terkait Asian Games Kemenpar telah ditugaskan untuk mengantisipasi dan melihat apa yang bisa dilakukan mengingat akan ada puluhan ribu orang yang datang. 
"Salah satu yang tengah dipersiapkan dengan baik adalah menggandeng industri, asosiasi, untuk dapat membuat paket-paket wisata yang dapat dipilih para atlet, offisial, maupun suporter dari berbagai negara nantinya," kata Vinsensius.
Vinsen menjelaskan, bahkan persiapan sudah dilakukan sejak bulan April kemarin dengan melakukan road show ke berbagai daerah seperti Bali, Palembang, Banten dan Bandung untuk melakukan sosialisasi kepada diinas-dinas terkait, industri dan juga asosiasi bahwa akan ada kerja besar Asian Games 2018. 
Hasilnya, ujar Vinsen, total ada 151 paket wisata dibuat dimana 70 persen diataranya terkonsentrasidi tiga lokasi venue Asian Games 2018, yaitu Palembang, Jakarta dan Jawa Barat serta Banten. 
Namun karena dinilai terlalu banyak dan banyak kemiripan antara satu paket tur dengan tur lainnya, maka diperkecil hingga tersisa 70 paket yang terbagi dalam dua kategori. 
Pertama adalah one day tour yang menawarkan paket melancong ke berbagai destinasi dalam satu hari atau yang juga biasa disebut city tour. 
Kemudian kategori kedua adalah paket overstay yang akan menawarkan para atlet, offisial maupun suporter paket perjalanan ke berbagai destinasi pilihan. "Nantinya paket-paket tersebut akan dipromosikan ke negara-negara peserta Asian Games," ujar Vinsen.
Seperti diketahui, acara multievent olahraga regional Asia ini rencananya akan diselenggarakan di Indonesia pada 18 Agustus 2018-2 September 2018 di dua tempat yaitu Jakarta dan Palembang serta tuan rumah pendukung Lampung, Jawa Barat, dan Banten.
Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 41 cabang, terdiri dari 33 cabang olahraga olimpiade, dan delapan cabang olahraga nonolimpiade.
Ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games setelah Asian Games ke-IV yang diadakan di Jakarta pada 1962. 

Sebagian fasilitas yang dibangun untuk Asian Games IV akan kembali digunakan dalam Asian Games XVIII ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Asian Games akan diadakan di dua kota sekaligus. (Adv)

thumbnail

Diposting oleh On 5:01:00 PM


PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta Ratiyono didampingi Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat Aldi Andi tengah membuka acara Asian Games Sport Festival (Locfest Identity Jakarta) di Taman Fatahillah, Museum Sejarah Jakarta, Sabtu (9/12/2017).

Asian Games Sport Festival (Locfest Identity Jakarta) merupakan acara diselenggarakan oleh Indonesia Asian Games 2018 Organizing Commite (INASGOC) yang gencar mempromosikan Asian Games 2018 yang bakal dihelat di Jakarta dan Palembang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ratiyono menyatakan siap mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018. Ia akan melakukan evaluasi dari waktu ke waktu. "Dispora akan siap mendukung dan bertahap akan kita lakukan evaluasi progress dari waktu ke waktu agar bisa on the track,” Kata Ratiyono


 Demi menyemarakkan suasana, pihak panitia menyediakan beberapa stan yang berisi aneka hiburan. Contohnya, pengunjung dapat berfoto di booth foto yang telah dihias dengan cantik sesuai tema Asian Games 2018.

Selain itu, pengunjung dapat bermain game secara virtual reality. Permainan tinju dan tenis menjadi pilihan untuk masyarakat yang tertarik mencoba. Asyiknya, kita tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk menikmati segala fasilitas yang ada.

Selain tersedia stan yang memanjakan pengunjung, pihak panitia juga menyediakan tempat untuk pihak sponsor memasarkan produknya. Bahkan, beberapa dari sponsor menyediakan promo menarik.


 Tidak berhenti sampai di situ. Pada malam hari akan ada pertunjukkan video mapping yang kian memanjakan mata. Acara puncak ditutup dengan penampilan spesial dari grup band Gigi yang dijadwalkan mulai beraksi pada jam 20.00 WIB.


Asian Games 2018 akan dihelat di dua kota yakni Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus 2018-2 September 2018. Sebelumnya Indonesia pernah menyelenggarakan event empat tahunan tersebut pada 1962.

thumbnail

Diposting oleh On 8:31:00 PM

Pewarta-Tambora.Com, Jakarta - Sejumlah perwakilan pedagang kaki lima (PKL) kawasan Kota Tua mengadukan masalahnya kepada Wagub DKI Jakarta Sandiaga. Pasalnya lokasi tempatnya berdagang mereka sepi pengunjung.

Mereka juga mengeluhkan pendapatan yang menurun, karena aturan pemerintah provinsi yang mengizinkan pedagang masuk area setelah pukul 22.00 WIB.

"Kami baru masuk jam 10 malam, itu yang beli siapa. Kan sudah bubar pengunjung juga," Ujar Sugiarto salah satu perwakilan pedagang kota tua, usai bertemu Wagub DKI Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Senin (20/11).

Sebagaimana diketahui, pedagang di lokasi binaan (Lokbin) Taman Kota Intan di Kota Tua, Jakarta Utara dirasa pedagang masih sepi pembeli, meski tempat itu sudah dua minggu diresmikan.


Sugiarto bersama pedagang lainnya meminta Wagub DKI agar mengizinkan kembali berjualan di Kota Tua sejak sore hari. Mereka pun meminta untuk menggelar pasar malam atau Night Market di Kawasan Kota Tua.

Sugiarto mengaku, kebijakan jam operasional yang ditetapkan kepada para pedagang tersebut memberatkan para pedagang. Akibatnya, para pedagang kesulitan mrndapatkan penghadilan pada jam operasional tersebut.

"Kita ini mau makan apa. Kita kayak dicekek, kayak mau dibunuh pelan-pelan. Ulah siapa, kan gtu," Ujar Sugiarti.

Menanggapi hal ini, Sandiaga berjanji bakal segera menemui pihak konsorsium terkait lahan eks Jiwasraya yang akan digunakan sebagai lokasi berjualan. 

Sandiaga memastikan PKL akan mendapatkan tempat yang strategis untuk mereka kembali berjualan. 

"Nanti saya akan temui pihak konsorsium supaya nantinya bapak ibu yang akan berjualan di pasar malam eks Jiwasraya itu," kata Sandi. (dtc-in/red)

thumbnail

Diposting oleh On 4:26:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Kita harus menyadari betul betapa perkembangan teknologi informasi memungkinkan suatu hal bisa dengan cepat menyebar dan menjadi populer di masyarakat. Dari situ muncul adanya peluang memasarkan potensi pariwisata Jakarta melalui konten kreatif.

Demikian ungkap Hari Wibowo, Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta, saat mengadakan Gathering di Museum Joang 45, Jalan Menteng Raya No.31, Jakarta Pusat. Selasa (14/11/20170.). Dalam acara Gathering tersebut juga dihadiri Jujuk Margono, selaku Pegiat Media Sosial dan Oddie Randa, Pegiat dan pelaku Media Sosial.

Dikatakan Hari, bagi generasi milenial yang gemar berkreasi menciptakan konten kreatif dalam bentuk blog, Vlog dan foto dapat mengikuti "Jakarta Museum on Social Media Competition" dan dapat berkesempatan meraih total hadiah sebesar Rp.135 juta.

“Peserta bebas menuangkan ide dan kreatifitasnya seputar harapan tentang museum-museum yang ada di Jakarta sesuai kategori yang di lombakan, Periode lomba ini berlangsung pada (16 Oktober - 26 November 2017) dan pemenang akan di umumkan pada awal bulan Desember 2017.” Ungkapnya.


Menurut Hari, Hal ini bertujuan dalam rangka mendekatkan museum sebagai ruang public edukasi dan objek wisata kepada anak muda. Maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta mengadakan kompetisi media sosial bertema “Gue, Pengen Museum di Jakarta Jadi...”.

“Semakin banyak museum yang di tampilkan di Blog akan menjadi nilai tambah penilaian, tuangkan pandangan, ulasan dan reportase ke dalam  Blog maksimal 800 kata, penambahan foto dan ilustrasi sesuai dengan tulisan.” Ujarnya.

Sementara untuk fotografi sertakan foto yang di ambil menggunakan kamera digital ( DSLR, pocket, mirrorless) atau smartphone dengan ukuran foto tidak melebihi 3 MB. “Karya yang di tampilkan bersifat orisinil dan terbaru belum pernah di publikasikan dan belum pernah memenangkan lomba sejenis.” Terangnya

Masih kata Hari, dalam setiap karya harus sesuai dengan norma sosial dan tidak mengandung unsur kekerasan, politik, pornografi, SARA dan tidak melanggar hukum yang berlaku.

Lebih jauh Hari menjelaskan, dalam setiap karya yang dilombakan, setiap peserta harus melakukan registrasi dan mendaftarkan karyanya ke www.jakarta-tourism.go.id/jakmuseum dan Peserta wajib menyertakan tag #enjoyjakmuseum, dan #jakartatourism.

Selain mendaftar di website hasil lomba di kirimkan juga melalui E-mail: jakmuseum@jakarta.go.id untuk kategori fotografi, peserta juga harus mengirim CD kepada panitia penyelenggara dengan menyertakan nama, alamat email dan nomor telepon yang bisa di hubungi. Untuk info selengkapnya peserta dapat mengunjungi http://jakarta-tourism.go.id/jakmuseum/