Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Posted by On 9:48:00 PM


PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Ancaman dan intimidasi kembali menerpa Wartawan di Timika Papua. Ancaman datang dari oknum polisi satuan shabara Polres Mimika, Bripka Daniel Sitawa menggunakan senjata laras panjang dengan dua penyangga di depan, disertai amunisi lengkap yang diarahkan kepada wartawan.

Ancaman yang dinilai bukan main-main itu ditanggapi langsung Ketua Presidium Forum Pers Independen Indonesia (FPII), Kasihhati.

"Ini merupakan preseden buruk bagi situasi keamanan di Timika, khususnya bagi kalangan Wartawan, sebab tindakan kekerasan dan ancaman ini sangat luar biasa," jelas Kasihhati kepada Wartawan di Jakarta, Kamis, (7/12/2017).

Senjata kaliber berat dengan dua penyangga dan ribuan amunisi lengkap dan seolah-olah siap menyerbu Wartawan? "Perilaku ini jelas mengerikan. Oknum itu ingin membantai wartawan? ini tak cuma membahayakan rekan-rekan Wartawan yang bertugas, namun juga memalukan Korps Polri. 

Tak cuma sekedar dilakukan penindakan Hukum, namun harus ada solusi yang masif yang harus dilakukan Polri untuk membenahi personil mereka di Timika, Papua." Kata Wanita yang akrab dipanggil Bunda ini.

Kasihhati menekankan, Polri tak cuma harus membenahi personilnya dari tindakan kekerasan, namun harus ada tindakan menyeluruh lainnya agar peristiwa itu tidak terulang. Hal ini sama saja membongkar borok keamanan di Papua terutama di Timika yang saat ini masih bergejolak. Terlebih dengan ucapan sang Oknum yang begitu mudahnya menyatakan akan bergabung dengan KKB?

"Ketika pandangan Oknum itu begitu mudahnya mengucapkan akan bergabung dengan KKB, maka inilah titik rawan terjadinya pengkhianatan terhadap NKRI. Rasa nasionalisme yang luntur ini jelas bisa membahayakan Korps Polri yang termasuk menjadi garda terdepan keamanan bangsa Indonesia, khususnya dalam negeri." kata Kasihhati.

"Apalagi ketika sang Oknum sudah menganggap wartawan sebagai musuh, maka tidak tertutup kemungkinan akan ada tindakan yang sama dari oknum-oknum Polisi lainnya yang bertugas disana yang juga menganggap wartawan sebagai Musuh, kan ini mengerikan," tambah dia.

Kasihhati pun menyarankan agar wartawan lebih merapat ke TNI untuk sementara waktu ini demi keselamatan diri mereka, sebab meskipun kasus ini sudah ditangani Polda Papua, namun kewaspadaan tinggi bagi wartawan yang bertugas di Timika sangat diperlukan.

"Kalau oknum tersebut tidak suka dengan masalah pemberitaan yang ditulis oleh teman-teman, ada ruang memberikan hak jawab. Kalau ada masalah pribadi bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Bukan arogansi begitu. Hal ini tidak bisa ditolerir, hukum dan bila perlu dipecat agar jadi efek jera buat yang lain," tegas Kasihhati.

Meski begitu, Kasihhati juga menghimbau kepada rekan-rekan wartawan yang bertugas di Timika untuk tetap melakukan koordinasi kepada Kepolisian setempat jika memang ditemukan masalah yang menyangkut personil Polisi.

Sebelumnya diketahui, peristiwa ancaman dengan senjata laras panjang terjadi di tempat kongkow wartawan di Timika. Dalam keadaan mabuk, oknum polisi satuan shabara Polres Mimika, Bripka Daniel Sitawa, mendatangi lokasi nongkrong wartawan sekitar pukul 24.30 WIT, lusa lalu, Selasa 05/12/2017) di Timika-Papua.

Dari arah kantor Lantas Oknum Anggota Polisi itu mendatangi lokasi yang menjadi tongkrongan para wartawan sambil teriak wartawan siapa yang jago disini. Ucapnya sambil berjalan menuju arah kios sambil memukul atap seng.

Tidak hanya itu oknum polisi itu juga memaki seluruh wartawan dengan kata-kata itu yang sangat menciderai profesi wartawan.

"Kalian wartawan tidak tau malu, kalian hidup dari polisi saja kok gaya sekali. Info dapat dari polisi kok,” ucapnya dengan nada dipengaruhi minuman keras. Melihat aksinya itu beberapa anggota polisi yang ada di TKP satu perwira dan tiga anggota lainya berusaha menenangkan oknum polisi tersebut ke lantas.

Suasana sempat hening namun tiba tiba oknum polisi itu kembali dan menantang para wartawan, "Siapa yang jago disini anj*ng, sambil mengepalkan tangan ke arah wartawan seputar Papua.com.

Sambil teriak mana Saldi mana Saldi, “bilang sama dia Jangan sampai saya ketemu dia, saya ramas dia, saya baru dari Tembagapura, kalian jago sekali eee, saya tidak takut di pecat kalau saya dipecat saya gabung dengan KKB, saya tembak mati kalian semua, saya punya peluru 1.700 butir peluru di rumah.

"Saya anak Papua yang punya tanah ini, dan tau basis OPM itu ada disaya punya tempat di keroom. Saya akan tembak mati kalian. Saya siap diperiksa propam," kata sang Oknum.

Oknum polisi kemudian pergi dan kembali lagi sekitar 30 menit dengan mengunakan ojek sambil membawa senjata Laras panjang dengan penyangga dua didepan. (pakai kaki) dengan amunisi lengkap.

Setelah puas memaki dia pergi lagi dan sekitar pukul 02.00 WIT dini hari dia kembali dengan membawa senso dan merusak bangku dan meja yang ada. Untungnya pada saat melakukan aksi perusakan, sudah tidak ada wartawan atau orang lain yang nongkrong di tempat tersebut.
Pernyataan Polisi

Menyikapi banyaknya pemberitaan di atas kejadiaan tersebut, Kabid Humas Mabes Polri mengatakan akan berkoordinasi dengan pimpinan kepolisian di Mimika.

"Saya minta beri jaminan keamanan kepada rekan-rekan wartawan di sana. Perlu ada pengamanan secara tertutup, dengan menempatkan intelijen di tempat-tempat berkumpulnya wartawan. Ini juga untuk mengantisipasi pihak-pihak ketiga yang masuk dan memperkeruh masalah." jelas dia.


"Kami berusaha bagaimanapun rekan-rekan dalam situasi aman di sana. Yang bersangkutan akan kami bawa dari timika untuk diperiksa di Jayapura. Semua akan diselidiki, termasuk apa maksud pernyataan Pelaku ingin bergabung dengan KKB. Kami akan dalami, apa maksud dari pernyataan itu." Pungkasnya. (fpii-in/red)

thumbnail

Posted by On 2:32:00 AM


PEWARTA-TAMBORA.COM, Gunungsitoli - Pelaksanaan proyek di Bandar Udara Binaka, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, yang bersumber dari APBN tahun 2017, tidak kurang dari 43 miliar, patut diduga siluman.

Pasalnya, dari sejumlah laporan warga yang menyampaikan bahwa semenjak dikerjakan dari beberapa bulan yang lalu sampai saat ini tidak pernah ada pemasangan papan proyek.

"Kuat dugaan ada unsur kesengajaan, agar publik dan aktivis tidak dapat mengetahui dan mengawasi pengelolaan uang rakyat tersebut, mulai dari besaran anggaran hingga item pekerjaannya," kata salah seorang sumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Setelah dilakukan korcek oleh Pewarta media ini ke lapangan, ternyata benar! Dan bahkan menemukan dugaan pada pengerjaannya yang terlihat asal-asalan.

Selanjutnya, saat dikonfirmasi kepada PPK (Jonson Silitonga), ia membantah informasi tersebut dan mengakui pernah memasang papan proyek. "Tapi rusak oleh pekerja di sana," kata Jonson Silitonga berdalih.

Masih dari hasil konfirmasi dengan PPK, lucunya saat ditanya Pewarta media ini tentang rusaknya papan proyek tersebut, ia menjawab sekenanya.

"Pak, apakah pekerjanya dibiarkan merusak papan proyek tersebut begitu saja? Ataukah sengaja dipekerjakan di sana hanya untuk merusak papan proyeknya?" tanya pewarta kepada Jonson.

"Sudahlah, macam tidak kenal saja kita bang, kok ngak fer ngomongnya," jawab Jonson Silitonga dengan nada rayuan. (azb-in/red)

thumbnail

Posted by On 1:57:00 AM


PEWARTA-TAMBORA.COM, ACEH SINGKIL | PT. Socfin Indonesia (Socfindo) menggelar tes narkoba kepada ratusan karyawan secara mendadak, Senin (4/12/2017) di Aula Tehnis, Kebun Lae Butar, Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh.

Pengurus PT. Socfindo, Erikson Ginting mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan PT. Socfindo kepada Pemerintah dalam rangka pemberantasan narkoba, khususnya dalam lingkup PT. Socfindo Kebun Lae Butar.

"Hari ini ada 100 Karyawan yang diperiksa urinenya. Tidak hanya karyawan lapangan, tidak terkecuali jajaran manajemennya," sebut Erikson Ginting di sela acara.

Dia menyebutkan, kegiatan tes Urine terhadap Karyawan dan Manajemen tersebut ikut serta bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan.

"Kami meyakini bahwa karyawan kami terbebas dari penggunaan narkoba. Namun, jika benar ada yang terindikasi penggunaan narkoba, maka akan dilakukan pembinaan dan direhabilitasi terlebih dahulu," tegasnya.

Walaupun demikian, apabila setelah dilakukan pembinaan dan rehabilitasi tidak juga merubah terhadap yang bersangkutan, maka pihaknya akan melaporkannya kepada pimpinan. Kemudian akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap karyawan tersebut.

"Apakah karyawan yang terindikasi itu pengguna atau bahkan pengedar narkoba. Karena konsumsi narkoba itu adalah pelanggaran keras, maka sanksinya juga jelas sesuai dengan aturan yang berlaku," tegasnya.

Ditambahkannya, sebelum kegiatan tes urine dilaksanakan, para Karyawan terlebih dahulu diberikan sosialisasi tentang Narkoba, dalam sosialisasi tersebut juga ikut menghadirkan pemateri dari BNNK Aceh Selatan.

"Pemeriksaan Tes urine terhadap Karyawan maupun manajemen PT. Socfindo Kebun Lae Butar baru kali pertama dilaksanakan, kegiatan ini juga akan dijadikan sebagai agenda rutin perusahaan dengan jadwal yang tidak ditentukan," jelas Erikson Ginting.

Terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNK) Aceh Selatan Nazilun, S.Sos melalui Penata Usaha BMN, Nisfurahman, SKM menjelaskan, pemeriksaan urine dilaksanakan atas permintaan dari Pimpinan/ Pengurus perusahaan sawit PT. Socfindo Kebun Lae Butar.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh PT.Socfindo adalah untuk mendukung program pemerintah dalam rangka memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba, khususnya di lingkungan perusahaan.

"Hasil pemeriksaan urine ini, nantinya akan disampaikan kepada pihak perusahaan sebagai dasar untuk mengambil kebijakan terhadap karyawan," sebutnya.

Nisfurahman juga mengapresiasi PT. Socfindo atas diselenggarakan nya kegiatan tes urine kepada para Karyawan, berarti pihak pimpinan/pengurus PT. Socfindo sangat peduli terhadap karyawan dan ikut serta mendukung pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

"Langkah ini juga kita harapkan diikuti perusahaan-perusahaan lain, khususnya yang ada di Kabupaten Aceh Singkil," ujarnya.

Menurutnya, perusahaan juga akan dirugikan apabila ada karyawan yang menggunakan narkoba. Selain kinerja karyawan itu tidak produktif juga dikhawatirkan akan membawa pengaruh buruk kepada karyawan lainnya.

Kata Nisfurahman, BNN bekerja sama dengan berbagai pihak terkait terus gencar memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Apalagi Peredaran barang haram itu di wilayah kabupaten ini memang masih cukup tinggi sehingga pemberantasan perlu ditingkatkan.

Dijelaskannya, kawasan perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu target bandar dan pengedar untuk memasarkan narkoba. Hal itu diperkuat dengan adanya pengakuan dari beberapa pengedar yang berhasil ditangkap BNN atau pihak terkait lainnya yang mengakui pemasaran narkoba ke lingkungan perusahaan perkebunan kelapa sawit sangat menguntungkan.

Apalagi, banyak dan luasnya perkebunan kelapa sawit tentunya akan menjadi kendala bagi BNN dan pihak terkait lainnya dalam melakukan pengawasan. Untuk itulah perlu dukungan pihak perusahaan, salah satunya melalui pemeriksaan urine seluruh karyawan.

Ia juga mengharapkan, ke depan, tes narkoba berupa pemeriksaan urine ini juga dicontoh oleh Perusahaan lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Aceh Singkil, termasuk di wilayah Barat Selatan.

"Baik itu Perusahaan Swasta, BUMN  maupun BUMD. Kami harap ikut proaktif dan meniru apa yang sudah kami laksanakan ini," pintanya.

Dalam kegiatan tersebut selain dihadiri Erikson Ginting, namun kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah Pengurus PT .Socfindo Kebun Lae Butar diantaranya, Abdul Wahab Daulay, Syamsul Bahri, Manatap Simarmata, Muchsin Haji, Dadin G Pasaribu dan Wisnu Hargo. [JML/Red]

thumbnail

Posted by On 11:45:00 PM


Pewarta-Tambora.com, Jakarta - Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) DKI Jakarta periode 2017-2019, tengah menyelenggarakan Konsolidasi Daerah (Konsolda) dan Rapat Kerja (Raker). 

Acara tersebut diselenggarakan di Ruang Galery Priamanaya, Jl. Talang No. 3, Menteng Jakarta Pusat dengan mengangkat Tema, "Meningkatkan Kualitas SDM dan Membangun Solidaritas PMII DKI Jakarta, Sabtu, (2/12/2017)

Ketua Mabinda PKC PMII DKI, Sudarto atau yang biasa disapa dengan Bang Darto mengharapkan bahwa, acara Konsolda dan Rakerda PKC PMII DKI Jakarta ini lebih menguatkan bangunan solidaritas antar sesama kader dan bisa merumuskan program-program PMII DKI Jakarta kedepan secara bersama-sama.

"Mudah-mudahan Konsolda dan Rakerda PKC PMII DKI Jakarta ini lebih menguatkan bangunan solidaritas antar kader se-DKI Jakarta", tutur Bang Darto saat dimintai tanggapannya oleh awak media.

Kita harapkan, lanjut Bang Darto program yang dirancang bisa meningkatkan kualitas kader PMII DKI Jakarta sehingga PMII DKI Jakarta akan menjadi lebih baik dan juga akan mendapatkan kemajuan yang maksimal.

"Kita semua mempunyai harapan bahwa kader-kader PMII Jakarta akan menjadi calon-calon pemimpin masa depan yang akan meneruskan kepemimpinan nasional PMII dan juga meneruskan kepemimpinan nasional bagi bangsa dan negara ke depan", ungkap Ketua Mabinda PKC PMII DKI Jakarta dengan penuh harap.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) DKI, Daud Azhari atau sapaan akrabnya Daud Gerung, bahwa dengan adanya Konsolda dan Rakerda PKC PMII DKI mampu memperkuat bangunan silaturrahim dan kesolidan antar kader PMII DKI.

Konsolda dan Rakerda PKC PMII DKI Jakarta ini kita sama-sama mampu memperkuat bangunan silaturrahmi dan solid sesama kader PMII DKI Jakarta", Harap Daud Gerung.

Masih kata Daud Gerung, bahwa dengan agenda Konsolda dan Rakerda tersebut mampu menyatukan persepsi antar kader PMII DKI. Dengan pola pikir yang sama baik ditingkatan pengurus koordinator cabang, pengurus cabang, komisariat dan rayon.

"sehingga kedepan PMII DKI Jakarta bangkit kembali dan mencetak kader-kader yang senantiasa menjaga nilai-nilai Islam Ahlus-sunnah wal-jama'ah" tutur Daud yang juga Ketum PKC PMII DKI ini.

Acara Konsolda dan Rakerda PKC PMII DKI Jakarta ini dihadiri oleh seluruh pengurus koordinator cabang DKI Jakarta, senior-senior PMII DKI, perwakilan dari PB PMII, perwakilan dari pengurus cabang PMII DKI, pengurus Komisariat dan Rayon PMII DKI.

thumbnail

Posted by On 11:17:00 PM


PEWARTA-TAMBORA.COM, Aceh Selatan - Babinsa Koramil 03/Meukek Kodim 0107/Aceh Selatan tiba di lokasi kebakaran Ruko, Kuta Buloh II, Pasar Kecamatan Meukek, Sabtu (02/12/17) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kedatangan anggota Koramil Meukek yang dipimpin oleh Pelda Adri Rahdian beserta anggota terdiri dari Sertu Edy, Kopda Nafril, Kopda paery, Kopda Bahaki dan Praka Ayubi itu, untuk membantu pembersihan puing-puing sisa kebakaran 21 Ruko yang terjadi Jumat (01/12) siang.

Bersama anggota Koramil Meukek juga terlihat keluarga pemilik ruko korban kebakaran dan masyarakat Kuta Buloh II Kecamatan Meukek.

Pantauan awak media, begitu tiba dilokasi sejumlah anggota Koramil langsung memimpin gotong royong pembersihan dengan menggunakan alat seadanya, mengangkat puing-puing dan bahkan menyirami air dengan selang untuk memastikan api benar-benar mati.

Bati Tuud Koramil 03/Meukek kepada awak media mengaku akan berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk melakukan pembersihan secara bersama-sama supaya cepat tuntas.

"Kami siap memberikan bantuan semaksimal mungkin apa yang dibutuhkan, lebih optimal lagi jika bersama - sama bergerak," ujarnya.

Ia juga mengatakan, reaksi cepat yang dilakukan pihaknya, juga untuk mengatasi kesulitan dan mengurangi beban korban kebakaran sehingga upaya lain seperti bantuan masa panik dan sebagainya dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

"Mengatasi kesulitan korban kebakaran menjadi tanggungjawab kita semua, pemerintah daerah juga sudah turun kelapangan, semoga kesulitan masyarakat kami dapat segera teratasi," kata Bati Tuud.

Selain itu, Pelda Adri Rahdian mengaku sejak kejadian Jumat siang pukul 15.15 wib pihaknya sudah berada dilokasi bersama masyarakat dalam pemadaman api, hingga pada pukul 17.30 wib api dapat dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran (Damkar).

Namun, menurutnya, selain kerugian kebakaran Ruko mencapai milyaran rupiah juga sekarang korban tidak dapat melanjutkan usahanya akibat hangus terbakar semua.

"Ruko yang terbakar semua isinya alat dagangan seperti kelontong, warung kopi, jual obat apotik, warung nasi, alat elektronik, alat bangunan, toko emas, ponsel dan sebagainya," tutupnya.

Seperti diberitakan Kebakaran Hebat Melanda Pasar Meukek, Jumat (01/12) sekitar pukul 15.15 wib 21 Ruko Hangus Terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran Ruko milik warga Kuta Buloh, Meukek.


Akan tetapi, peristiwa itu menyebabkan kerugian materil dan sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti kebakaran ruko yang hangus dilalap si jago merah. (ppwi-in/red)

thumbnail

Posted by On 10:00:00 PM


PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) FPII ke-1 yang diselenggarakan dari tanggal 1 -3 Desember 2017 di D’Hotel dserah kawasan Jl Sultan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (01/12/2017), dihadiri ratusan anggota dan pengurus Forum Pers Independent Indonesia (FPII) dari Sabang sampai Merauke.
Peserta dari jajaran Setnas, Presidium, Setwil, Korwil Kota dan Kabupaten se-Indonesia merupakan pemilik perusahaan Pers dan para jurnalis yang aktif dari media cetak, elektronik, televisi dan online. Sedangkan dari
Kapolri diwakili Kepala Subbagian Opinev Bag Penum Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia, Danramil Setia Budi, Kesbangpol Provinsi DKI, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI dan tamu undangan.
Ketua Presidium FPII Kasihhati dalam sambutan menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia dan seluruh jajaran FPII yang hadir dari seluruh wilayah Indonesia termasuk rekan – rekan organisasi media yang mendukung penuh atas terselenggaranya Mukernas pertama ini.
“FPII masih seumur jagung, retapi kita memiliki integritas yang tinggi. Atas doa dan dukungan dari semua pihak, FPII bisa diterima dan kedepan bisa saling bersinergi,”kata Kasihhati.
Ia tegaskan kepada seluruh anggota yang telah tergabung dalam FPII tetap menjadi jurnalis yang memiliki integritas tinggi dan dapat menjaga marwah FPII dimanapun berada.
“Anggota FPII harus menjadi jurnalis sejati dan berjiwa pejuang bukan pecundang. Jaga marwah dan kewibawaan FPII dan tunjukkan karya jurnalis yang sesungguhnya,”tegas Bunda sapaan Kasih Hati.
Ia menjelaskan bahwa, FPII sejajar dengan Dewan Pers dan kita selaku penyeimbang. Kehadiran FPII karena kerap terjadi kekerasan yang menimpa para jurnalis disaat tugas liputan dan tidak terakomodir oleh Dewan Pers.
Karena itu, FPII hadir untuk mengakomodir rekan jurnalis. FPII selalu bersinergi dengan semua pihak.
Sementara Kepala Subbagian Opinev Bag Penum Divisi Humas Kepolisian Republik Indonesia, AKBP Zahwani Pandra Arsyad dalam sambutannya, sangat mengapresiasi dan menyambut baik kehadiran FPII. Menurutnya, hadirnya para pengurus dan anggota FPII dari selurih wilayah Indonesia di kegiatan Mukernas Ke-I ini membuktikan bahwa negara NKRI betul – betul hidup dan berdampingan secara damai.
Dikatakan mantan Kapolres Kabupaten Kepulauan Meranti ini, dengan adanya Undang-Undang (UU) Pokok Pers dan Undang-Undang (UU) Keterbukaan Informasi Publik (KIP), baik secara personal, lembaga, institusi maupun instansi pemerintahan, tidak bisa lagi untuk tidak memberikan jawaban apapun terkait informasi yang dapat dipercaya, partisispasi dan obyektif untuk disampaikan kepada masyarakat luas.
Seperti disampaikan pimpinan kami, Pak Kapolri ,”katanya lagi, di dalam strategi kepolisian, salah satunya adalah strategi dibidang kehumasan. “Setiap anggota Polri harus memiliki kemampuan public relation dan kemampuan public speaking untuk memberikan penjelasan,” ucapnya.
“Mari menjaga persatuan sehingga tercipta keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pesta demokrasi di tahun depan. Dengan 450 ribu jumlah personil Polri untuk memberikan pelayanan kepada 200 juta orang, tentunya tidak mungkin bisa menjaga Kesatuan NKRI tanpa bantuan dari masyarakat termasuk kerjasama dengan para jurnalis,” tutur AKBP Zahwani Pandra Arsyad
“Peran media dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat serta bersatu padu dengan lembaga baik TNI, Polri dan Pemerintahan dalam membangun bangsa menjadi lebih baik, aman, nyaman tentram dan damai,” pungkasnya.

Mukernas Ke-I FPII 2017 sekaligus merumuskan program kerja nyata kedepan untuk kemaslahatan insan pers, sesuai temanya “Dengan Mukernas, Jalan Forum Pers Independent Indonesia Sebagai Jembatan Pers Nasional Semakin Nyata”.(fpii-in/red)

thumbnail

Posted by On 11:37:00 AM


Pewarta-Tambora.Com, Jakarta - Dibukanya Monas untuk kegiatan keagamaan, "Alhamdulillah Monas kembali dibuka. Bukan hanya untuk upacara, tapi juga untuk kegiatan keagamaan, pendidikan.

Hal itu diungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat memberikan sambutannya dalan acara Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).

Dikatakan Anies, areal yang dikenal dengan lapangan merdeka ini adalah simbol perjuangan rakyat Indonesia, anak-anak yang dididik untuk jadi pejuang.

"Lapangan ini menjadi simbol dari ratusan ribu pejuang kemerdekaan yang menghibahkan nyawanya untuk tegaknya Republik Indonesia," Ujar Anies.

Anies juga menegaskan, bahwa Aksi Damai 212 tahun lalu adalah bentuk optimisme dan menyebut pihak-pihak yang tidak setuju sebagai kaum pesimis. Anies berharap kedamaian dan ketertiban itu bisa diulang hari ini.

"Tahun lalu saudara-saudara telah mengecewakan kaum pesimis. Mereka pesimis, berkumpulnya massa akan memunculkan kericuhan. Buktinya saudara hadir dengan kedamaian dan kenyamanan. Silahkan ulangi lagi hari ini," ungkapnya.

Mantan Menteri pendidikan ini juga menyampaikan pesan persatuan. "Persatuan itu diperjuangkan, tidak datang dengan otomatis. Perlu diikhtiarkan. Kebhinekaan adalah pemberian yang tidak bisa ditolak namun persatuan harus diperjuangkan," Pesannya.

Anies juga mengatakan bahwa Reuni Akbar 212 ini adalah pesan kepada dunia bahwa rakyat Indonesia bisa berkumpul dalam jumlah yang sangat besar, namun tetap damai.

Hingga berita ini disusun, pantauan Tim Media Pewarta Tambora, tampak para peserta atau jamaah Reuni Akbar 212 mulai berdatangan sejak pagi dini hari, baik dari pelbagai daerah maupun warga DKI Jakarta, tepat pukul 12.08 WIB acara Reuni Akbar 212 berlangsung aman, tertib dan lancar. (tim-in/redaksi)



thumbnail

Posted by On 12:32:00 AM

Bupati Simuelue, Erly Hasyim, SH., S.Ag, MM (Foto Atas, Kelima Dari Kanan)
PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta – “Strategi Percepatan Pembangunan Pulau Terluar dan Pulau Terdepan dalam Kawasan Strategi Nasional Menuju Simeulue Sejahtera” menjadi tema utama dalam sebuah talkshow terkait usulan pemekaran Kabupten Kepulauan Selaut Besar dari Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, yang diselenggarakan di Hotel Media Jakarta, Jl. Gunung Sahari Raya No.3, Jakarta Pusat, Selasa (28/11/2017).

Acara Talkshow yang dipandu oleh Senator DPD RI asal Aceh, H. Fachrul Razi, MIP, dihadiri langsung oleh Bupati Simuelue, Erly Hasyim, SH., S.Ag, MM dan sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten penghasil lobster itu.

Selain Bupati Simelue, turut hadir para tokoh masyarakat Simelue, pengusaha asal Simelue, dan mahasiswa Simelue yang sedang menimba ilmu di Jakarta. Terlihat juga di antara para undangan, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke bersama sejumlah anggota PPWI dan wartawan di Jabodetabek.

Sebagai narasumber, hadir Asisten Deputi Budaya, Seni dan Olahraga Maritim Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kosmas Harefa; Sekretaris Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Drs. Anselmus Tan, M.Pd; Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata, Tazbir, SH, M.Hum.

Bupati Simuelue Erli Hasyim kepada awak media menyampaikan, bahwa ia berharap melalui acara talkshow ini akan melahirkan pemikiran dan rencana melaksanakan berbagai kegiatan yang terkait dengan kepariwisataan, olahraga kemaritiman, pengembangan ekonomi kelautan, dan lain-lain. Dengan demikian, pulau-pulau terluar seperti di Kabupaten Simuelue akan dapat terjamah dan termanfaatkan potensinya bagi kesejahteraan rakyatnya.

“Dari acara talkshow ini kita sangat berharap akan muncul gagasan-gagasan segar dalam mempercepat pembangunan daerah Simelue, seperti munculnya ide pengelolaan pariwisata Simelue yang dalam beberapa hal kita bisa ambil manfaatnya. Manfaat pertama adalah tidak melakukan pengrusakan terhadap lingkungan hidup, bahkan memang Pemerintah Kabupaten Simelue akan mencoba menata keindahan dan kelestarian pulau-pulau itu agar lebih terasa indah dan nyaman untuk para wisatawan,” ungkap Bupati Erly.

Kedua, lanjut Erli, dengan pengelolalaan potensi pariwisata, maka sudah pasti akan muncul beberapa gerakan ekonomi di tengah-tengah masyarakat kita. “Dengan munculnya pariwisata yang ada di Kabupaten Simuelue, akan bisa mendukung gerakan-gerakan ekonomi lainnya yang bisa memberikan kesejahteran pada masyarakat,” imbuh Bupati yang baru memulai masa jabatannya di tahun 2017 ini.

Di tempat yang sama, Senator DPD RI asal Aceh, H. Fachrul Razi, MIP, menyampaikan bahwa dengan adanya pemekaran Kabupaten Kepulauan Selaut Besar (KKSB) dari Kabupaten Simelue, ia yakin pembangunan di kabupaten yang memiliki 41 pulau di Samudra Indonesia itu akan dapat dipercepat.

“Oleh karena itu, saya berharap pemerintah untuk segera merealisasikan usulan Daerah Otonomi Baru (DOB) KKSB ini. Kita lihat saat ini masih adanya keinginan pemerintah yang hari ini untuk menunda adanya pemekaran, ini merupakan satu langkah yang menurut saya tidak bijak,” tegas Fachrul.

Padahal, lanjut Senator yang tergolong muda usia itu, saat ini memang ada kebutuhan di daerah itu yang sangat mendesak agar daerah-daerah yang berada di pinggiran Indonesia untuk segera perlu pembangunan dan percepatan. Salah satu solusi paling efektif adalah pemekaran kabupaten baru, jadi kita DPD RI terus desak realisasi pemekaran DOB,” Ujarnya.

Lebih jauh, Fachrul Razi yang saat ini sedang menyelesaikan program doktoralnya di bidang ilmu politik itu mengatakan bahwa selaku anggota DPD RI dari Privonsi Aceh, ia terus memperjuangkan agar pemerintah pusat bisa segera menandatangini RPP Desertada (Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Desain Besar Penataan Daerah).

“Ini merupakan kunci dan juga pintu menuju pengembangan di beberapa daerah. Padahal menurut saya, adanya moratorium pemekaran daerah yang diberlakukan pemerintah saat ini merupakan langkah mundur Pemerintah Pusat yang tidak bijak dan tidak objektif, karena hanya berpaku pada kepentingan finansial keuangan negara, namun di sisi lain tentunya ini sangat merugikan daerah-daerah yang hari ini berada di perbatasan dengan negara-negara luar,” Jelasnya.

Pada pernyataan singkatnya sebagai penutup talkshow itu, Bupati Erly Hasyim menekankan bahwa program pemekaran wilayah di kabupaten yang dipimpinnya ini dirasakan sangat mendesak karena menjadi solusi terbaik dalam rangka mempercepat pembangunan dan percepatan infrastruktur ekonomi di Simuelue.

“Percepatan pembangunan di berbagai bidang seperti pariwisata, olahraga kemaritiman, dan pengembangan perikanan, akan terwujud jika didukung oleh jangkauan pengelolaan pemerintahan yang baik dengan rentang kendali yang lebih pendek dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Pungkas Bupati menutup acara tersebut. (Lutfi / APL / Red)

thumbnail

Posted by On 1:09:00 AM

Para Jurnalis Media Cetak dan Online Se-Kota Tangerang Raya, yang tergabung dalam Family Jurnalis Indonesia Group dalam temu Kopi darat yang dilaksanakan di Kawasan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/11/2017).
PEWARTA-TAMBORA.COM, Tangerang - Seiring dengan peningkatan teknologi, media massa menjadi sarana dalam memberikan informasi, serta melaksanakan komunikasi dan dialog. Secara tidak langsung, dengan makna keberadaan media itu sendiri, media telah menjadi sarana dalam upaya perluasan ide-ide, gagasan-gagasan dan pemikiran terhadap kenyataan sosial.

Hal itu diungkap oleh Rohiman Calon Legislatif dari Partai Garuda Gerakan Perubahan, saat bincang santainya dengan para jurnalis Media Cetak dan Online Se-Kota Tangerang Raya, yang tergabung dalam Family Jurnalis Indonesia Group dalam temu Kopi darat yang dilaksanakan di Kawasan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Minggu (26/11/2017).


Dikatakan Aeng, sapaan bagi Rohiman, selain pentingnya peran Media sebagai sarana memperkuat kebersamaan, tentunya juga media sebagai sarana dalam berbagi informasi kepada publik dalam membentuk pemberitaan edukasi serta inovasi dalam membangun suatu informasi yang berkualitas.

“Informasi yang berkualitas bagi Media baik Elektronik maupun Online, tentunya didasari atas hasil proses penyaluran aneka ragam pendapat dan aspirasi masyarakat terhadap situasi kenyataan sosial yang dihadapkan,” Ungkap Rohiman.

Dalam acara kopdar yang dihadiri Ketua DPD IPJI Banten Yosef bersama Sekjen Akrindo Usman, Rohiman juga menyampaikan bahwa dirinya sangat senang bisa bersama kumpul dengan rekan-rekan Media. “semoga kelak nanti jika saya dapat mencalonkan sebagai Celeg, saya akan undang rekan-rekan dalam acara saya, dan saya akan benar-benar menjalankan tugas saya,” ujarnya.

Lebih jauh, Rohiman mengatakan, dalam menjalankan sebuah amanah yang ditugaskan baginya adalah pemimpin yang benar-benar dapat menyuarakan suara masyarakat maupun aspirasi masyarakat yang tengah dihadapi, “ insya allah saya akan jalankan semua itu dan membantu masyarakat dengan sebaik-baiknya,” Jelasnya.

Ditempat sama, Ketua DPD IPJI Banten, Yusuf, mengatakan bahwa dengan adanya temu Kopi darat (Kopdar) ini, menjadikan sebegai bentuk kekuatan serta mempererat persatuan dan kesatuan antar sesama jurnalis, “Jurnalis itu dihargai karena dengan karya tulisannya,” Imbuhnya.

Senada dikatakan Usman Selaku Sekjend DPP Asosiasi Kabar Online Indonesia (AKRINDO), bahwa dirinya sangat senang dengan adanya acara kopi darat yang bisa dihadiri rekan-rekan, “Semoga dengan adanya acara kopi darat ini jurnalis tetap selalu kompak dalam setiap segala hal, dan selalu membantu rekan-rekan disaaat membutuhkan,” pungkasnya mengakhiri. (man/rdh).

thumbnail

Posted by On 1:46:00 AM

Zaratul Hasni, Duta PPWI Bireuen, Aceh, Bersama Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI Nasional
PEWARTA-TAMBORA.COM, BIREUEN - Zaratul Hasni, Duta PPWI Bireuen, yang juga Ketua Kompartemen Perdagangan HIPMI PT Bireuen, sukses membawa nama harum Kabupaten Bireuen, Aceh, pada acara bersama Mempora RI H. Imam Nahrawi, sebagai 5 pemenang Bussines Plan Jambore Nasional HIPMI PT 2017.

Ia berhasil mendapat hadiah uang tunai untuk pembinaan usaha sebesar 5 juta rupiah. Hadiah kemenangan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor HIPMI PT Pusat, Sabtu, 25 November 2017 malam dalam acara yang digelar di Hotel Garuda Plaza Medan Jl. Sisingamangaraja, Medan.


 Pada acara penutupan bersama Menpora RI H. Imam Nahrawi, nama Zaratul Hasni, Duta PPWI Bireuen, ini terlihat di daftar 5 pemenang Bussines Plan Jambore Nasional HIPMI PT 2017 yang mendapat uang pembinaan usaha sebesar 5 juta rupiah dari rektor HIPMI PT Pusat.

"Penyerahan hadiah uang tunai sebanyak 5 juta rupiah kepada pemenang oleh Rektor HIPMI PT Pusat," kata Zaratul Hasni, delagasi HIPMI PT perwakilan Kabupaten Bireuen, melalui pesan WhatsApp-nya kepada Redaksi media ini.

Zaratul Hasni menjelaskan bahwa dirinya selaku Ketua Kompartemen Perdagangan HIPMI PT Bireuen menjadi delegasi Bireuen, yang mengikuti acara tersebut. "Alhamdulillah, saya terpilih menjadi pemenang di ajang Bussines Plan jambore Nasional HIPMI PT 2017 ini," imbuh gadis yang lahir di Gampong Raya, Bireuen, 18 November 1993 silam.

Acara jambore tersebut berlangsung sejak tanggal 23 s.d 25 November 2017, diikuti 8 provinsi, yaitu Aceh, Sumut, Sumsel, Bangka Belitung, Lampung, Kalsel, Kaltim, Papua.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Oesman Sapta Odang selalu ketua Alumni HIPMI pusat. Sedangkan untuk presentasi Bussines Plan Zaratul Hasni berlangsung pada tanggal 24/11/2017, dengan judul tema "Takabur" (Vegetarian Kapaloe Burger) yang berasal dari Kabupaten Bireuen.


"Dalam kegiatan Jambore ini, para peserta juga mengunjungi beberapa obyek pariwisata di Parapat dan Danau Toba. Kegiatan ditutup pada Sabtu malam oleh Menpora RI," tutup Zaratul Hasni perwakilan delegasi Vegetarian Kapaloe Burger Bireuen, yang juga adalah Duta DPC PPWI Bireuen ini. (MS/Red)

thumbnail

Posted by On 5:39:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Era globalisasi seperti saat ini, pengetahuan dunia digital harus dimiliki. Derasnya arus informasi menuntut individu senantiasa up to date agar tak tertinggal. Namun, dampak negatifnya, banyak beredarnya berita ataupun informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan alias Hoax.

"Jaman sekarang, perang dilakukan bukan dengan senjata pedang, pistol atau sejenisnya. Melainkan dengan menggiring informasi yang belum tentu kebenarannya seolah-olah benar, melalui media sosial. Dan efeknya sangat luar biasa karena bisa memperkeruh suasana," papar Faika Putri, Puteri Pewarta Indonesia 2013.

Dara kelahiran Surabaya 24 tahun lalu ini prihatin dengan semakin banyaknya hoax atau berita bohong yang beredar di dunia maya. Penyebaran hoax sangat mudah dan cepat tersebar dimana-mana. Masalahnya, penyebaran berita hoax bisa menyebabkan kesalahpahaman. Hal-hal yang buruk bila tersebar tanpa konfirmasi, bisa merugikan banyak pihak.

"Masyarakat dituntut menjadi masyarakat yang cerdas informasi agar bisa memilah dan memilih mana yang fakta, dan mana yang Hoax," ungkap Faika.

Untuk itu, Puteri Pariwisata Jawa Tengah dan Finalis Puteri Purbasari Indonesia ini mengaku punya beberapa tips agar tidak mudah terprovokasi berita hoax.

Antara lain, tidak perlu ikut komentar yang aneh-aneh di media sosial, kendalikan emosi dan jangan mudah terpancing berita hoax, cermati kebenaran info yang kamu terima, perbaiki diri sendiri dengan menjauhkan diri dari hal-hal yang negatif, dan sebarkan hal positif ke sekitarmu dan berhenti share berita atau status yang mungkin memicu perselisihan.

Selain tips diatas, Sarjana Ekonomi yang mengaku mendapatkan pendidikan jurnalistik saat di perkuliahan dan PPWI ini mengatakan pendidikan dasar jurnalistik itu penting. Perlu ditanamkan dan diajarkan kepada pelajar sejak duduk di sekolah dasar. Hal ini agar siswa berminat dan mau berkecimpung dalam dunia tulis menulis di media manapun.

"Adanya pendidikan dasar jurnalistik ini dapat membantu masyarakat untuk mengasah kemampuan menulis yang baik, benar, dan sesuai dengan etika jurnalistik," urainya.

Faika juga berbagi pengalaman selama mengemban amanat sebagai Duta PPWI dan Puteri Pewarta Indonesia. Kegiatan yang dilakukan adalah mensosialisasikan dan menghadiri sebagai ikon dan narasumber kegiatan pendidikan dan pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh PPWI yang bermitra dengan Divhumas Polri, TNI, dan perusahaan-perusahaan yang bekerjasama dengan PPWI. Dan kegiatan sosial, edukasi, serta kunjungan ke sekolah atau universitas untuk sosialisasi dan memberikan pelatihan jurnalistik di seluruh Indonesia. (BRM/Red)

thumbnail

Posted by On 2:03:00 PM

Rustamaji Anggota PPWI Rembang (Pertama dari Kanan) 
PEWARTA-TAMBORA.COM, Jawa Tengah – Seorang warga Desa Telogotunggal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang juga anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) berhasil mengembangkan bisnis pertanian yang terbilang dahsyat. Betapa tidak, hanya dengan modal ratusan ribu, ia bisa meningkatkan penghasilan hingga jutaan rupiah.

Petani itu bernama Rustamaji. Di lahan seluas 1 hektar di dekat tempat tinggalnya di Rembang telah ditanami mentimun jenis Wrinter Melon atau yang biasa disebut juga dengan Mentimun Jepang.

Menurutnya, dalam budidaya mentimun jenis ini tidak membutuhkan modal besar, tapi hasilnya sangat luar biasa. Dalam satu pohon, biaya sewa tanah dan perawatan, mulai dari tanam hingga panen jika dikalkulasi hanya menghabiskan Rp. 2.000 saja per satu pohon mentimun.

Dalam satu pohon bisa menghasilkan buah dengan berat 2 hingga 6 kilogram, sedangkan harga per-kilogramnya mencapai Rp.1.500. Jadi jika ditotal, dengan modal Rp. 2.000 per pohon, bisa berkembang menjadi Rp. 3.000 - Rp. 9.000 per satu pohon mentimun.

Mengenai masa tumbuh pada mentimun ini, kurang lebih mencapai 90 hari. Sedangkan masa panen bisa dilakukan pada usia 36-40 hari setelah tanam.

“Mentimun Jepang jenisnya banyak, tapi saya memilih jenis ini karena selain banyak manfaatnya bagi kesehatan, buahnya lebih besar dari mentimun biasa,” terang Rustamaji.

Saat ditanya tentang penjualan hasil panennya kepada pewarta media ini, Rustamaji mengatakan, dirinya tidak khawatir karena sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan seorang pengepul yang siap mengambil hasil panenannya setiap saat.


Rustamaji juga menyampaikan bahwa dirinya siap menularkan ilmunya kepada orang lain jika ada masyarakat yang tertarik dengan usahanya ini. “Jika ada masyarakat yang ingin mengetahui cara menanam Mentimun Jepang ini, saya siap menularkan ilmunya dan gratis,” kata Rustamaji.(NYR/Red)

thumbnail

Posted by On 6:18:00 PM

Sanny A Irsan (Ke Empat Dari Kanan) Ketua Tim 10 Gubernur DKI Jakarta Bidang Seni dan Pariwisata 
PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Informasi yang valid dalam menggali Kota Tua sangat diperlukan dalam langkah awal menuju suksesnya langkah tersebut. Kota Tua menjadi peluang usaha yang bagus untuk dikembangkan, bahkan dengan study banding dengan negara lain (Singapura) yang telah sukses mengembangkan potensi Kota Tua nya.

Demikian paparan yang disampaikan Sanny A Irsan Ketua Tim 10 Gubernur DKI Jakarta Bidang Seni dan Pariwisata saat menghadiri rapat Pokja Pengurus Pewarta Kota Tua bertempat di Gedung Pengelola Pusat UMKM Jalan Cengkeh Jakarta Barat, Jum’at (24/11/2017) Malam.

Sanny pun merespon dengan kehadiran Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kota Tua, karena saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan fokus pada pengembangan Pariwisata dengan dua sasaran yakni Setu Babakan dan juga Kota Tua.

“Pengelolaan Kawasan destinasi Pariwisata Kota Tua perlu ditingkatkan, seiring dengan perkembangan yang terus menerus meningkat. Tugas dan fungsi Pengelola itu sendiri harus mampu memenuhi segala aspek mulai dari Ekonomi, Sosial, Seni Budaya maupun Kepariwisataan itu sendiri,” Ujarnya.

Acara rapat yang dilakukan Pokja tersebut tidak hanya melibatkan dari pelbagai media yang terlibat didalamnya, namun juga dihadiri oleh tokoh masyarakat Jakarta Utara (Daeng Mansur) serta Koordinator UMKM Ireng Maulana, serta anggota-anggota Media.

Adapun Anggota-anggota Media yang terlibat didalam Pokja yang hadir saat itu diantaranya, PPWI Jakarta Barat, Media Otoritas, Media Mitrapol, Media Elektronik Jk TV, Pewarta Tambora, Antara, IMC (Indonesia Media Center), Media Police Watch, IMO (Ikatan Media Online).

Dalam rapat yang diagendakan pengurus Pojka, selain program kerja kedepan, mengenai visi-misi Kota Tua, agar bisa mengangkat potensi di 5 Zona Kawasan Kota Tua agar berkembang baik secara nasional maupun Internasional

“Ini bukan pekerjaan mudah, tapi misi itu tetap tekad dalam terbentuknya Pokja tersebut, dimana planning besar itu memerlukan sarana dan prasarana yan memadai, disamping budget operational,” Ujar salah satu peserta rapat.

Disisi lain, Pengurus Pokja juga mempunyai harapan demikian, jadi bukan hanya diatas kertas tapi wujud nyata adalah hasil akhir yang terpenting.

“Kami selaku team Pokja yang terlibat didalamnya, berharap setelah pertemuan itu, pemerintah DKI bisa memberikan dukungan penuh terhadap apa yang pokja lakukan, terlebih dalam mengembangkan Kita Tua Jakarta,” Pungkasnya.

(Ichwan Lazuardi Pokja Kota Tua)

thumbnail

Posted by On 1:00:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Sanny A. Irsan selaku Ketua Tim 10 Anies-Sandi Bidang Seni Budaya dan Pariwisata hadir ditengah-tengah rekan-rekan wartawan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (POKJA) Wartawan Kota Tua Jakarta dalam rangka koordinasi antara Pokja Wartawan Kotu dengan pihak Pemprov DKI Jakarta yang berlangsung di Gedung Pengelola Pusat UMKM Kota Tua, Jalan Cengkeh Jakarta Barat, Jum’at, (23/11/2017) malam.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Dewan Pembina Pokja Hengky Abidin, MM., Andi M Nirwansyah, Ichwan Lazuardi, dan Syaefudin selaku Dewan Pengarah Pokja Wartawan Kota Tua Jakarta, hadir pula Daeng Mansyur selaku Tokoh Masyarakat Jakarta Utara yang aktif dalam pelestarian komunitas seni dan budaya.

Novrie S Husodo kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua selaku pelindung dari keberadaan Pokja Wartawan yang ada dalam wilayahnya, malam itu tidak dapat hadir, karena ada keperluan mendadak yang tidak dapat diwakilkan.

Namun demikian, kehadiran puluhan belasan anggota Pokja Wartawan Kota Tua Jakarta yang berasal dari berbagai media cetak, elektronik, dan media siber ikut serta dalam koordinasi antara Pokja dan Tim 10 Anies - Sandi menambah semangat suasana koordinasi yang begitu hangat diantaranya; Muzer mantan wartawan kantor berita ANTARA yang kini bergabung dalam media siber IndonesiaMediaCenter.com serta wartawan foto di badiklat kejaksaan Republik Indonesia.

Tiga wartawan dari tabloid dan media online OTORITAS yakni Maruli, Rasito, dan Maman. Jahrudin dari Jak-TV, Rafiq dan Pewarta Tambora, Ahmad Syarief dari Pewarta-Indonesia.com dan wartawan dari elshinga radio serta dan media lainnya.

Bang Sanny, demikian panggilan akrab Sanny A Irsan, ia menyampaikan bahwa keberadaan Pokja Wartawan Kota Tua ini sudah tepat dan dalam kategori komposisi yang sangat sempurna dengan melibatkan Tim 10 Anies-Sandi yang memang membidangi sektor budaya dan pariwisata di DKI Jakarta.

Untuk meningkatkan pengelolaan kawasan destinasi Pariwisata Kota Tua perlu ditingkatkan, mengingat zona kota tua Jakarta sangat banyak menyimpan potensi sebagai destinasi wisata nasional dan internasional.

Seiring dengan perkembangan yang terus menerus meningkat, tugas dan fungsi Pengelola itu sendiri harus mampu memenuhi segala aspek mulai dari Ekonomi, Sosial, Seni Budaya maupun Kepariwisataan itu sendiri.

Terkait hal itu, Bang Sanny berjanji akan segera membuat agenda untuk audiensi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam waktu dekat. Namun sebelumnya, Pokja akan melakukan pertemuan dengan Hj. Yusriah Dzinnun, SPd Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta yang membidangi budaya dan pariwisata terlebih dahulu.

“Saya akan jadwalkan untuk melakukan audinsi dengan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur secepatnya, namun kita lakukan koordinasi dengan Ibu Yusriah dulu, karena seharusnya minggu lalu kita sudah ketemu dengan beliau, namun belum terlaksana karean perubahan agenda," ujar Sanny A Irsan.

Lebih lanjut Bang Sanny mengatakan bahwa kedepan akan menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta di Kota Tua untuk berkoordinasi terkait Kota Tua dan Pokja Wartawan Kota Tua.

"Nanti kita akan undang Ibu Tina, Kepala Dinas Pariwisata DKI, kebetulan beliau adalah seoranf arkeolog jadi beliau lebih paham sekali tentang potensi kota tua ini," imbuhnya. (syf/pokja)

thumbnail

Posted by On 2:23:00 AM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Surabaya - Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO) Tingkat Provinsi dan 182 Ketua PDK tingkat Kota dan Kabupaten Se-Indonesia hadir dalan acara Musyawarah Besar (Mubes) XI Di Surabaya yang diselenggarakan pada 24 - 26 November 2017.

Adapun acara Musyawarah Besar (Mubes) XI Kosgoro dibuka oleh Ketua Umum Hayono Isman, ia mengharapkan agar dalam Mubes dapat menghasilkan rekomendasi penting untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Hal senada, disampaikan Ketua Umum DPN Gerakan Mahasiswa Kosgoro, HM.Untung, menyampaikan, sebanyak 28 PDK Provinsi ikut serta hadir menggeliat pada Mubes, ini merupakan acara akbar Kosgoro ke XI untuk merumuskan rekomendasi demi kemajuan bangsa dan negara.

"Semoga menghasilkan dan dapat menelurkan rekomendasi untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa," Ujar HM.Untung, yang juga Wakil Ketua Steering Commite Mubes XI Kosgoro kepada awak Media Pewarta Tambora, disela kegiatan Mubes, Jumat (24/11).

Ke 28 Provinsi yang turut hadir diantaranya Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Bengkulu, Jambi, Sumsel, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Yogyakarta, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kalbar, Sulsel, Sulteng, Sulawesi Tenggara, Maluku, NTT, NTB, Papua, Jawa Timur selaku tuan rumah.


Sementara, utusan PDK tingkat kota dan kabupaten terdapat 342 yang ikut serta dalam acara Mubes XI Tahun 2017 dan diperkirakan masih banyak yang akan menyusul pada acara yang diselenggarakan di Hotel Elmi Jalan Panglima Djenderal Sudirman, Surabaya, Jawa Timur.

Ketua Umum PPK Kosgoro Hayono Isman menyampaikan, bahwa Mubes dengan tema "Kembali Ke Jati diri Indonesia" merupakan tonggak awal kebangkitan Kosgoro dalam mengamalkan pedoman perjuangan yang berintikan tri darma Kosgoro yakni pengabdian, kerakyatan dan solidaritas yang kini mulai perlahan pudar.

"Kami sepakat bahwa seluruh anak bangsa perlu kembali ke jati dirinya semula. Kami akan coba merumuskan bersama dan hasilnya akan kami laporkan kepada Presiden Jokowi, semoga buah pikiran kami dapat bermanfaat untuk bangsa dan negara," Pungkas Hayono (lth-in/red)

thumbnail

Posted by On 11:44:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Terkait dengan pemberitaan beberapa waktu lalu tentang penahanan dua mahasiswa Lhokseumawe oleh Pengadilan Negeri Lhokseumawe menyusul adanya demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Bupati

Aceh Utara beberapa waktu sebelumnya, hari ini Rabu, 22 November 2017, kedua mahasiswa tersebut memperoleh penangguhan penahanan. Majelis hakim yang mengadili kedua mahasiswa mengabulkan permohonan penangguhan penahanan atas keduanya, sehingga mulai hari ini dikeluarkan dari tahanan.


Keberhasilan usaha membantu kedua mahasiswa, Rudi dan Muji, itu tidak lepas dari perjuangan para mahasiswa, masyarakat, dan peran aktif Senator DPD RI asal Aceh. Sehubungan dengan itu, Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI yang turut memberikan dukungan terhadap perjuangan mahasiswa di Lhokseumawe itu, menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada Fachrul Razi, Senator DPD RI asal Aceh tersebut.

"Pertama, kita sampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada majelis hakim yang telah berkenan mendengar suara arus bawah. Dengan penangguhan penahanan atau perubahan status menjadi tahanan luar terhadap kedua mahasiswa tersebut, telah mencerminkan sebuah kebijaksanaan hukum bagi masyarakat," ungkap Wilson Lalengke kepada Redaksi media ini melalui pesan WhatsApp-nya.

Dan lebih daripada itu, lanjut lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu, kedua mahasiswa ini bisa meneruskan atau menghadiri proses belajar-mengajar di kampusnya.

Wilson juga tidak lupa menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasihnya kepada Senator DPD RI Fachrul Razi yang telah secara khusus berangkat ke Lhokseumawe untuk menyampaikan surat permohonan dan penjaminan kepada Pengadilan Negeri Lhokseumawe, cq. Majelis Hakim yang mulia, atas penahanan kedua mahasiswa yang tercatat masih kuliah di Universitas Malikussaleh itu.

"Saya secara khusus menyampaikan juga rasa terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada adinda saya Fachrul Razi, yang dengan gigih memperjuangkan kepentingan mahasiswa. Tidak tanggung-tanggung, Fachrul Razi langsung terbang ke Lhokseumawe untuk memberikan dukungan kepada kedua mahasiswa, dan menyampaikan permohonan penangguhan penahanan ke Pengadilan Negeri, sekaligus dirinya sebagai penjamin atas kedua mahasiswa ini," imbuh Wilson.

Selanjutnya, trainer yang sudah melatih ribuan warga TNI, Polri, mahasiswa, guru, dan elemen masyarakat lainnya di bidang jurnalistik itu, menjelaskan bahwa tuntutan masyarakat yang diwakili oleh anak-anak muda dan mahasiswa mesti juga terus diperjuangkan. "Jangan pernah berhenti. Justru sebaliknya, harus semakin gencar digaungkan," ujarnya.

Menurutnya, unjuk rasa tentu penting, yang dalam beberapa kasus unjuk rasa, tuntutan sering berhasil dikabulkan. Akan tetapi, perlu perubahan pola perjuangan mahasiswa dan masyarakat banyak.

"Dulu, demo di jalanan masih perlu sekali dilakukan, karena akses ke media massa sangat terbatas. Kini, jaman sudah berubah, demo melalui tulisan dan publikasi jauh lebih relevan untuk ditempuh," jelas lelaki kelahiran Morowali Utara itu.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar para mahasiswa belajar menulis, mengemukakan gagasan dan tuntutan dengan baik dan efektif melalui tulisan. "Jadi, saran saya ke para pemuda dan mahasiswa, mulailah bangun jaringan komunitas media massa dan media sosial, jadikan jaringan tersebut sebagai alat perjuangan Anda. Intinya, nyatakan tuntutan Anda melalui dunia informasi, publikasi, dan media massa," pungkasnya memberi saran. (APL/Red)

thumbnail

Posted by On 2:19:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM - Tuban Jawa Timur l Pungutan Liar (Pungli) dan Premanisme yang mengatasnamakan Paguyuban marak terjadi di Terminal Bus Makam Sunan Bonang, di Jalan Panglima Sudirman, Sukolilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Hal ini dialami langsung oleh Penasehat dari Media Online Gerbangnews.com M.Machmud saat melakukan Ziarah ke Makam Sunan Bonang pada Minggu, (12/11/2017) saat bersama Rombongan Majelis Dzikir dengan menggunakan 4 buah Bus. 

Dikatakan M.Machmud, saat itu kami dari Majelis Dzikir tengah melakukan ziarah rutin ke Makam Sunan Bonang dengan menggunakan 4 Bus. Saat sampai di depan Makam Sunan Bonang, Saya langsung koordinasi di Pos Polisi untuk bisa menurunkan Penumpang karena kebanyakan para peziarah sudah tua dan Alhamdulillah Petugas Kepolisian mengizinkan.

"Kami semua masuk ke dalam Makam, Sedangkan Bus parkir di rumah makan Wahyu Utama 2 yang sudah kita pesan. Namun, Tidak lama kemudian Para Preman mendatangi Bus yang terparkir agar parkir di Terminal, " Tutur M.Machmud.

Karena takut dengan ancaman preman, lanjut M.Machmud, Ke 4 Bus mengikuti arahan dari Para Preman untuk masuk dan parkir didalam terminal.

Lebih jauh, M.Machmud mengatakan, sebelum keluar dari tempat ziarah, saya mendapatkan pesan singkat (SMS) dari nomor yang tidak dikenal yang berbunyi, 'Kalau untuk Peziarah harus parkir di Sentral Parkir dan harus naik becak pulang-pergi, Daripada ada masalah lebih baik naik becak aja ke Sentral Parkir'.

"Langsung kami semua naik becak menuju ke terminal, sesampainya di Terminal kami dihadang oleh puluhan orang yang mengatasnamakan Paguyuban, " Ungkap Penasehat Gerbangnews.com.

Masih menurut M.Machmud, Bus yang kami tumpangi di sandera oleh para preman didalam terminal. Jika ingin 4 Bus itu bisa keluar, Saya disuruh bayar sebesar Rp. 1.200.000,- (satu juta dua ratus ribu rupiah). "Melihat para peziarah sudah tua dan tidak berdaya, lantas saya bayar dan minta kwitansi, " Ujarnya.

Dengan adanya kejadian Pungutan Liar yang sangat meresahkan masyarakat hendak ziarah ke Makam Sunan Bonang, Dalam waktu dekat ini, Kami akan segera Lapor ke Mapolres Tuban.


"Kami berharap kepada Kepolisian Jawa Timur agar memberantas segala bentuk pungutan liar tanpa pandang bulu dan tebang pilih, supaya tercipta situasi Kamtibmas yang Kondusif," Pungkasnya mengakhiri.

Sumber : GerbangNews

thumbnail

Posted by On 2:14:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA  - Pitung adalah salah satu tokoh legenda di Tanah Betawi, kini kembali menjadi perbicangan yang menarik, Siapakah sebetulnya Si Pitung? Benarkah sosoknya begitu misterius, fakta atau mitos? Bagaimana jejaknya? Adakah bukti sejarahnya?

Berbagai versi cerita tentang si Pitung beredar di sejumlah blog maupun diberbagai komentar di forum sosial media. Polemik, pro-kontra dan perbedaan pandang pun terjadi di kalangan pengamat dan sejarawan Betawi. Terutama saat membedah kebenaran cerita Si Pitung.

Hingga saat ini belum ada kajian sejarah yang serius untuk mengupas lebih jauh -- secara akademis -- tentang sosok Si Pitung, Robin Hoodnya orang Betawi. Karena itu, sangat menarik untuk disimak dan dikaji secara bersama. Setidaknya meracik khazanah Betawi yang tercecer ini.

Ada yang menyebut bahwa Pitung adalah singkatan dari “Pituan Pitulung”, tujuh pendekar alumni pesantren yang dididik oleh H. Napin, Kebon Pala, Tenabang, yang berjuang membela kaum lemah dari penindasan kaum kafir penjajah.

Dalam waktu dekat ini, Betawi Kita, sebuah komunitas pemuda Betawi dalam bidang literasi dan sejarah akan mengadakan Diskusi “Orang Betawi & Cerita Si Pitung” yang akan digelar pada hari Sabtu, 25 November 2017, pukul 14.00-17.00 WIB, bertempat di Gedung Balai Latihan Kesenian Jakarta Pusat (Jl. KH. Mas Mansyur  No. 130 A (depan Stasiun Karet atau samping Kantor Kecamatan Tanah Abang).

Adapun narasumber yang akan hadir untuk menyampaikan pandangannya tentang Si Pitung, diantaranya, Iwan Mahmoed Al Fattah (Penulis Buku Pitung Pituan Pitulung), Dr. Munawar Holil, S.S., M.Hum (Ketua Masyarakat Pernaskahan Nusantara/Filolog UI), dan GJ.Nawi (Penulis Buku Maen Pukulan, Pencak Silat Khas Betawi). Diskusi ini merupakan seri diskusi Betawi Kita yang ke-25.

“Diskusi ini bukan untuk mengundang atau mempertajam perdebatan sengit, Tapi lebih kepada menambah wawasan baru dan memperkaya khazanah cerita legendaris Si Pitung yang heroik itu. Diskusi ini mencoba mengurai sekaligus napak tilas jejak Si Pitung dengan beragam versinya.,” kata Ketua Komunitas Betawi Kita Roni Adi Tenabang. 


Penasaran kan? Ingin lebih jauh mengetahui sosok Si Pitung, Kenapa hingga saat ini belum dijadikan tokoh Pahlawan Nasional? Nah, datang deh ke acara Diskusi Betawi Kita. (des)