Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Posted by On 7:15:00 PM

Pewarta-Tambora.Com, Jakarta - Seorang pengendara ojek online tengah menjalani hukuman berupa "push up", yang diberikan oleh Satpol PP, di Jalan Pintu Kecil, Kel.Roa Malaka, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (6/9/2017).

Hukuman atau sanksi berupa Push Up diberikan kepada pengendara ojek online bernopol B 3716 BUP karena melintasi trotoar pada saat Petugas Satpol PP menggelar bulan tertib trotoar.

Menurut Ka.Satgas Satpol PP, Jaja, dalam rangka menggelar bulan tertib trotoar hari ini, kami menemukan salah satu pengendara ojek online yang telah menggunakan jalur trotoar.

"Akibat perbuatannya, mereka harus menerima hukuman Push Up, karena telah melanggar aturan tata tertib berlalu lintas," Ujar Ka.Satgas Satpol PP, Kel.Roa Malaka, Jaja.

Dikatakan Jaja, mereka mengakui terpaksa menggunakan jalur trotoar, karena situasi lalu lintas di jalan Pintu Kecil padat.

"Tahu sih (melanggar aturan), tadi macet, soalnya lagi buru-buru," Kata pengendara Ojek online, setalah mendapatkan Push Up oleh Satpol PP yang dipimpin Jaja di Lapangan. (LTH).

thumbnail

Posted by On 8:07:00 PM



Ass...,Salam  Sejahtra salam Merdeka.
Saya  Ucapkan Terimakasih yg sebesar besarnya kpd Bimas, Babinsa, Pol PP, ASN Kel Roa Malaka, segenap Ketua RW & Jajaran, Ketua RT & Jajaran, LMK, FKDM, Tomas, Toga, Para Pemuda pemudi/ Katar, Para Kaum Ibu/Wanita/ Para Kader PKK/Posyandu, Para Pengusaha, PPSU Roma dan Warga Masyarakat se Kel. Roa Malaka, Yg telah turut Berperan serta dari mulai Pemasangan Bendera Merah Putih, Atribut, Ornamen Merah Putih di setiap rmh penduduk, Gedung kantor  Pemerintah/ Swasta, Ruko, dlsb, persiapan Latihan Upacara, Malam
Tasyakuran,


Pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke 72 Proklamasi RI di setiap RW, Pelaksanaan Lomba lomba, Karnaval, Panjat Pinang dlsb utk memeriahkan HUT ke 72 Proklamasi RI, semua telah berjalan dg baik, aman, tertib, terkendali, meriah, senang, gembira, Tka & Sukses.

kami selaku Kepala pemerintah kelurahan Roa Malaka kecamatan tambora jakarta barat,mengucapkan
Semoga hari ini menjadi sejarah yang  tidak  terlupakan bagi kita semua.


Kita Bangga menjadi warga/ penduduk/ Pebisnis/ Pengusaha/Pegawai/Buruh dlsb, diwilayah kelurahan  Roa Malaka.
Kita adalah Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Kita Bangga menjadi Bagian dari Republik Indonesiaku,
DIRGAHAYU PROKLAMASI REPUBLIK INDONESIA KE 72.
Salam Hormat yang  setinggi tingginya, pada  semua yang  terlibat langsung  maupun tidak lansung .  saya Lurah Roa Malaka Simon Arfandi  & Jajaran/ 3 PIlar.mengucapkan Terima kasih .
editor : Lth

thumbnail

Posted by On 1:03:00 PM


Pewarta Tambora, Jakarta - Karena dianggap sebagai biang kemacetan, Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas perhubungan (Dishub) jakarta barat akhirnya menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di seputaran jalan raya asemka atau tepatnya di depan pasar pagi, Rabu (01/03/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

Pantauan Pewarta Tambora dilokasi, puluhan petugas Satpol PP dan dishub tersebut, melarang para pengendara sepeda motor, mobil maupun gerobak yang parkir sembarang tempat. Bukan hanya sampai disitu, puluhan pedagang kaki lima yang berdagang di sekitar trotoar jalan setempat juga ditertibkan. Namun, penertiban tersebut masih bersifat peringatan, meski demikian para pedagang tetap membandel berjualan di area itu.

Menurut kasi Pencegahan, Operasional dan Pengendalian Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Tambora Ivand Sigiro mengatakan, penertiban ini masih merupakan peringatan bagi para PKL agar tidak berjualan diatas trotoar di depan pasar pagi.

"Keberadaan PKL didepan Pasar pagi dikeluhkan masyarakat, karena memicu terjadinya kemacetan kendaraan bermotor. Selain itu, keberadaan mereka juga dilarang," ujar Ivand  di lokasi penertiban.

Penertiban PKL melibatkan personil gabungan. Selain PKL, sasaran penertiban juga terhadap parkir liar motor dan mobil di tepi jalan. "Sementara, untuk  yang parkir di atas trotoar ini,” bebernya.

Terpisah, Dishub Jakarta Barat mengatakan, pihaknya menindak tegas para pengendara yang melanggar dengan menggunakan fasilitas umum, yang memarkir sepeda motor maupun mobil sembarangan terutama di depan pasar pagi.

"Dalam penertiban ini, kami langsung tindak tegas bagi pengendara yang parkir di depan pasar karena sangat mengganggu kelancaran jalan dan bikin macet apalagi seperti hari-hari efektif seperti ini," tegasnya.

Hal senada disampaikan Lurah Roa Malaka Simon, kawasan di depan pasar pagi dan sekitarnya harus aman dan nyaman, para pengendara yang parkir di bahu jalan tersebut melanggar peraturan dan menyebabkan macet sehingga mengganggu kepentingan umum.

"Kita memang harus bersinergi dalam penataan lingkungan di depan pasar pagi tersebut. Jadi perlu kesadaran bagi masyarakat maupun para pengendara mobil, motor maupun tukang gerobak,”tandasnya. (Lth)

thumbnail

Posted by On 3:59:00 PM

Pewarta Tambora, Jakarta - Pemerintah Kelurahan Roa Malaka Kecamatan Tambora Kota admistrasi Jakarta Barat Provinsi DKI Jakarta, tengah melaksanakan perekrutan sekitar 80 pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Mereka bertanggung jawab menangani kebersihan dan kerusakan ringan di suatu kawasan tertentu, seperti jalan atau taman.

Lurah Roa Malaka H.Agus Mulyadi, menyampaikan, “Peraturan gubernur tentang perekrutan para pekerja penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) sudah terbit, dan Pihak Kelurahan sedang menjalankan perekrutan ini. dan hasil tes para peserta di umumkan atas kelulusanya, nantinya  para pekerja itu akan diresmikan dan mulai bertugas,"ujarnya, Selasa (20/12/2016).

Mereka akan diberi seragam warna oranye, lalu ditempatkan berdasarkan zonasi tertentu di setiap Zona, misalnya, satu ruas jalan atau taman, bisa diisi 2-3 pekerja yang dibagi dalam dua giliran kerja dari pagi hingga malam.

Perekrutan dilakukan berdasarkan  luas wilayah, penanggung jawab para pekerja ini adalah Kelurahan. Setiap Kelurahan diberi biaya Rp.2 miliar-Rp.3 miliar untuk memberi upah para pekerja, membeli peralatan kerja, membeli perlengkapan perbaikan, termasuk membeli satu unit mobil pick-up untuk operasional.

"Mobil Pickup akan berkeliling untuk memberikan keperluan pekerja. Ini sekaligus untuk mengawasi para pekerja. Selain itu, mereka juga akan dimasukkan dalam program smart city untuk mengetahui posisi dan pekerjaan mereka,"katanya.

Keberadaan pekerja PPSU, lanjut H.Agus Mulyadi akan membantu tugas Pekerja Harian Lepas (PHL) yang selama ini direkrut suku dinas atau dinas, meskipun sudah ada puluhan ribu pekerja harian lepas, masih saja terlihat sampah berserakan dan saluran air mampet. 

H.Agus berharap, Jakarta jadi bersih, orang segan membuang sampah sembarangan karena ada petugas yang memunguti, saluran air lancar, dan kerusakan jalan cepat teratasi. gagasan perekrutan pekerja PPSU ini memang telah lama dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

"Selama ini kami kekurangan tenaga untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan baik terkait sampah, saluran, maupun taman. Saat ini telah dibuka pendaftaran dengan jumlah kebutuhan 60 tenaga," ucapnya. 

Menurut H.Agus pekerja PPSU itu akan dirayonisasi sesuai kebutuhan wilayah. Misalnya, jika ada sejumlah taman yang belum ditangani PHL dari dinas, tenaga PPSU akan ditempatkan di tempat tersebut. 

Hal yang sama akan dilakukan terkait pengerukan saluran air, jalan rusak, atau kebersihan wilayah. Tenaga-tenaga ini diperuntukkan dalam hal penanganan segera di lapangan.
Sementara itu, Camat Tambora Djaharuddin, menuturkan, “pihak kecamatan akan mengkoordinasi dan mengawasi terkait kebutuhan lapangan di wilayah. Sebab, sejumlah pekerjaan, seperti saluran drainase, melewati beberapa wilayah dalam satu kecamatan.

"Kami yang akan supervisi kebutuhan antara satu wilayah dengan wilayah lain, jika ada yang membutuhkan, kami berkoordinasi dengan lurah berapa tenaga yang perlu dikerahkan,”tandasnya.
 
Sumber : Pewarta Tambora (LTH)

thumbnail

Posted by On 10:43:00 AM


Kepala Kelurahan Roa Malaka Kecamatan Tambora Jakarta Barat H.Agus Mulyadi membuka penerimaan Petugas Harian Lepas (PHL)‎ yang akan bekerja di lingkungan Pemerintah Kelurahan Roa Malaka.

"Penerimanaan para calon pekerja PHL harus memenuhi persyartan secara admistrasi dan didukungnya kesehatan  dan tidak terlibat narkoba," ungkapnya.

Dalam pengrekrutan para peserta melibatkan team Shell dari Kasie Prasarana, Babinkamtibmas, serta Babinsa.

Keterlibatan 3 intansi tersebut memang sangat penting karena para peserta dibekali latihan Dasar baris berbaris serta harus mengetahui jumlah pengurus Rt/Rw dan jumlah luasnya wilayah.

Karena, lanjut H.Agus "kedepan Para PHL sangat berperan dalam mengatasi lingkungan dan kebersihan wilayah serta menata ke indahan kenyamanan kedepan," ungkapnya, saat awak media pewarta tambora mewawancarai
dilapangan, Selasa (20/12).

Selain mengikuti tes urine calon PHL ini juga akan diteliti latar belakang pekerjaan sebelumnya. Ia memastikan, PHL yang terbukti menyalahgunakan narkoba kontrak kerjanya akan diputus.

"PHL dipecat kalau narkoba, jangankan PHL, PNS juga. Kalau memakai akan dipecat," kata Agus.

‎H.Agus juga menegaskan pekerja PHL bukan saja harus membersihakan kali dan saluran namun juga harus menjaga nama baik pemerintah daerah.

"dari 80 peserta yang nantinya di seleksi lebih ketat dari hasil seleksi yang akan diterima hanya 60 Dari para calon peserta," tandasnya.

Sumber : Pewarta Tambora
(20/12/2016) Lth.