Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Posted by On 7:39:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA – Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo bersama pasukan orange tengah melakukan giat K3 (Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban) di wilayah RW.07 dan RW.08, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (18/2/2018).

Dikatakan Lurah Tri, dalam menata pihaknya selalu menggadeng warga, tokoh masyarakat, dan elemen lainnya serta instansi terkait. Hal ini guna mewujudkan visi misi kelurahan Pekojan yaitu membangun Pekojan yang maju, sehat, sejahtera, dan mandiri, dalam menuju maju kotanya bahagia warganya.

“Giat k3 mingguan ini dilakukan pembersihan sampah dan lumpur saluran bersama pasukan Oranye PPSU, pasukan biru Badan Air dengan seluruh Stake holder dan masyarakat,” ungkapnya.

Hingga berita ini disusun, tampak Lurah Pekojan Tri Prasetyo ikut serta membantu pasukan orange dengan melakukan pembongkaran saluran, serta ikut dalam pengambilan sampah serta lumpur yang terdapat pada saluran. (nur-in/red)

thumbnail

Posted by On 1:25:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Warga masyarakat RW.008, Kelurahan Pekojan yang dikomandoi oleh Ketua RT masing-masing kembali menggelar giat kerja bakti bersama, Minggu (18/2/2018). Kerja bakti dilakukan demi menjaga kebersihan wilayah dan antisipasi pencegahan banjir.

Selain dikomandoi oleh Ketua RT masing-masing, tampak Ketua RW.008 Samuti turut mendampingi, bersama Ketua LMK RW.008, Tating Amrulah, Bendahara RW.008 Agus, Sekretaris RW.008 Amir, dengan dimonitor oleh FKDM Kelurahan Pekojan H.Yanto.

Pantauan Tim Media Pewarta Tambora, tampak para Ketua RT mengerahkan semua warganya untuk turut serta dalam melaksanakan kerja bakti, dengan diperbantukan oleh anggota PPSU, semangat dan kebersamaan tampak terlihat saat mengangkut sampah dinaikan ke sebuah truk yang telah disediakan.

Hingga berita ini disusun, pelaksanaan kerja bakti serentak dapat terlaksana dengan lancar, terlebih Staf Kelurahan Kasie Pemerintahan Saepudin bersama Ketua RW.008 Samuti singgah ke wilayah RT.001 guna pemantauan kerja bakti warganya. 

Setelah acara giat kerja bakti selesai, dilanjutkan dengan acara makan Soto Tangkar bersama staff RW di Sawah Lio, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. (bdn-in/red)

thumbnail

Posted by On 4:51:00 PM



Walikota Jakarta Barat, HM.Anas Efendi Didamping Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo Ikut Aksi Bersi-bersih dan Grebek Sampah Tahun 2018, Minggu (11/2/2018).

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Kelurahan Pekojan terus menggencarkan kegiatan yang memfokuskan pembenahan dan penataan lingkungan. Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo, SKM., S.H., M.Si. mengatakan, dalam menata pihaknya selalu menggadeng warga, tokoh masyarakat, dan elemen lainnya serta instansi terkait. Hal ini guna mewujudkan visi misi kelurahan Pekojan yaitu membangun Pekojan yang maju, sehat, sejahtera, dan mandiri, dalam menuju maju kotanya bahagia warganya.

Seperti halnya kegiatan kerja Bakti massal Gerebek Sampah Tahun 2018 yang digelar Lurah Pekojan selaku tuan Rumah, pada Minggu, (4/2/2018) kerja bakti massal K3, sepanjang bantaran kali, jalan protokol fly over, jalan raya Bandengan Utara, Bandengan Selatan, Gedong Panjang dan Pejagalan raya, Kelurahan Pekojan.  Berhasil dimonitor Wartawan GMN-Pewarta Tambora, Budiyanto.


Lurah Pekojan, Tri Prasetyo Utomo mengatakan, kegiatan kerja bakti massal yang dilaksaksanakan ini sesuai instruksi Gubernur dan Surat edaran Walikota Jakarta Barat.

Lurah pekojan mengapresiasi kepedulian masyarakat dan warga kelurahan Pekojan yang telah memberikan kontribusi terhadap upaya menjaga wilayah Pekojan tetap asri.  “Luar biasa, sebagai lurah Pekojan saya mengapresiasi sambutan dan antusias masyarakat dan warga Pekojan menghadiri kerja bakti massal dalam rangka Hari Sampah Nasional 2018," ujar Tri Prasetyo

Selain itu, tambah Tri, Pekojan berusaha Tampil beda dengan wilayah-wilayah lain. Adapun semangat gotong royong untuk Pekojan yang bersih, tertib dan tertata harus terus tumbuh dan berkembang.

Apalagi, menurutnya BNPB sudah Memprediksi bahwa puncak hujan, dan banjir masih terjadi di bulan Februari dengan rentang waktu hujan yang pendek, intensitas hujan yang besar juga tinggi dan tren bencana pada 2018 juga berfluktuasi, "kami terus berupaya, kalaupun hujan deras dan banjir air tidak meluap ke pemukiman warga. Karena kondisi wilayah sudah dibersihkan bersama dengan seluruh komponen masyarakat Pekojan dengan berkoordinasikan Dinas PU Air," jelasnya.

Hadir dalam acara Hari Sampah Nasional 2018 itu,  HM.Anas Efendi,SH, MM Walikota Jakarta Barat, Sekko Adm Jakarta Barat dengan Asisten Pemerintahan, Asisten Kesra dan Asisten perekonomian, KaSudin KLH , Camat Tambora Djaharuddin beserta Staf, Danramil Tambora dengan Babinsa Se-Tambora serta  para Lurah Se-Kecamatan Tambora, RW, LMK, FKDM, PKK, Kader Jumantik, PPSU, RT/Karang Taruna serta warga dan Masyarakat. (Bdn-in/red)




thumbnail

Posted by On 4:30:00 PM


Walikota Jakbar HM.Anas Efendi didampingi Lurah pekojan tri Prsetyo, Saat Acara Aksi Bersih-bersih, Minggu (11/2/2018).
PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Ratusan warga pekojan tengah mengikuti aksi bersih-bersih di sepanjang kali Bandengan, tepatnya seputar jalan gedung panjang dan kali jelangkeng, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (11/2/2018).

Pantauan tim Pewarta Tambora, tampak Walikota Jakarta Barat HM.Anas Efendi didampingi Camat Tambora, Djaharuddin bersama Para Lurah SeKecamatan Tambora, Jakarta Barat.

Kegiatan aksi bersih-bersih dimaksud untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, terutama pada musim penghujan guna mencegah banjir akibat dari tumpukan sampah yang ada di aliran kali bandengan.

Walikota Jakarta Barat, HM.Anas Efendi yang tengah mengikuti giat bersih-bersih tersebut sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan diharapkan warga sadar untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan.

"Diharapkan kegiatan ini jangan hanya sekedar seremonial saja, namun harus ada bukti. Lebih penting lagi bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan," harap Anas didampingi Djaharuddin, Aspem Tapem Ekabang, Danramil 02 Tambora, Kodim 0503/JB.

Hal senada disampaikan, Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo, aksi bersih-bersih ini untuk menciptakan kawasan normalisasi kali bandengan atau jalanan utama bandengan selatan untuk terjaga kebersihan.

"Ini juga untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, terlebih warga pun diharapak selalu ikut andil dalam giat bersih-bersih ini," ujarnya.

Dalam giat bersih-bersih ini, selain diikuti para Lurah Sekecamatan Tambora, juga melibatkan elemen masyarakat, Ketua RT/RW PKK, GRC, FKDM, "Karena semuanya ada keterkaitam antar unsur pemerintah dan elemen masyarakat," pungkasnya mengakhiri. (Lth-in/red)


thumbnail

Posted by On 9:43:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Ribuan tas sekolah produk Harvest dari Layola Marriode University Alumni Universitas di New York Amerika Serikat dikabarkan akan diberikan dalam rangka berbagi Global Day Of Service, tepatnya pada Hari Pelayanan Sosial Dunia.

Demikian disampaikan Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo melalui release nya yang disampaikan pada Media Pewarta Tambora, Sabtu (10/2/2018), Tri Prasetyo Utomo mengatakan bahwa pada pertengahan bulan maret tanggal 24 maret adalah peringatan Global Day Service.

Pendampingan Compassionate City di Kelurahan Pekojan sebagai satu-satunya Kelurahan Compassionate village se-Indonesia yang telah melaksanakan deklarasi  program welas asih bagi Warga Kelurahan Pekojan dengan kegiatan Pojok Therapy anak berkebutuhan khusus dan Pojok bacaan bagi warga Pekojan yang bertempat di Lantai 4 Kantor Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.


Dikatakan Lurah Pekojan, Tri Prasetio Utomo, bahwa kegiatan lain juga yang dilaksanakan berupa Parenthing dan TOT terhadap guru-guru sekolah dalam program sekolah welas asih sebagai bentuk kepedulian dan upaya penanaman perasaan kasih sayang pada murid sekolah sebagai antisipasi Tawuran antar siswa sekolah yang marak belakangan in.

“Semua kegiatan sejalan dengan visi misi kelurahan Pekojan yaitu membangun Pekojan maju sehat , sejahtera dan mandiri dalam maju kotanya bahagia warganya mendukung program Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anis – Shandi,” pungkasnya mengakhiri. (rls/nur-in/red)

thumbnail

Posted by On 8:51:00 PM


PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Menciptakan Generasi Yang Handal dan Berpotensi Dalam Organisasi Serta Menumbuh Kembangkan Jiwa Kepemimpinan” menjadi tajuk utama dalam acara Latihan Dasar Kepemimpinan Karang Taruna Kelurahan Pekojan, yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (8/2/2018).

Selain dihadiri Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo, dalam acara tersebut, dihadiri juga oleh Pengurus Karang Taruna Tingkat Kota Jakarta Barat, Karang Taruna Kecamatan Tambora, RW, LMK, FKDM serta para Pengurus Karang taruna Unit RW se-Kelurahan pekojan.

Adapun kegiatan Pembinaan Generasi Muda melalui Latihan Dasar Kepemimpinan tingkat Kelurahan Pekojan tersebut menampilkan Nara Sumber langsung dari Pengurus Karang Taruna tingkat kota Jakarta Barat dan tingkat Kecamatan Tambora serta aktifis motivator pemuda Pekojan.

Selain itu tampak dalam acara diikuti pula oleh unsur Pengurus Karang Taruna 12 Unit RW yang berjumlah 48 peserta dengan 3 orang pengurus Karang Taruna dan 1 orang Pendamping dari unsur Pengurus RW / LMK ditambah dengan 7 anggota  FKDM yang keseluruhan berjumlah 55 peserta

Kepada Media ini, Lurah Pekojan menyampaikan, selain materi tentang keorganisasian juga menjelaskan tentang kewirausahaan yang kedepean diharapkan dapat menjadi enterprenership yang bersinergi kontributif dalam program OK OCE unggulan Gubernur dan Wakil gubernur DKI Jakarta

“Disamping persiapan untuk program OK OCE juga untuk mendukung persiapan SDM dari generasi muda dalam pencanangan Program Destinasi Wisata Kota Tua melalui pembentukan Kampung Wisata Religi PEKOJAN dengan 5 obyek cagar Budaya yang ada di wilayah Kelurahan Pekojan yaitu Masjid An - Nawier ,Langgar Tinggi,Masjid Al - Ansor ,Masjid Kampung Baru dan Vihara Padilapa - Dewi Samudra,” ungkapnya.

Dikatakan Lurah, bahwa pelaksanaan LDK dilaksanakan berlangsung seharian penuh dari pagi sampai sore hari diikuti dengan penuh antusias dengan pemberian baju Karang Taruna kepada pengurus Karang Taruna unit RW yang ada di Pekojan.

“Dengan adanya giat ini dapat menekan angka tawuran dan mengantisipasi ancaman Narkoba yang menghantui generasi muda Pekojan dan membentengi dari dampak kemajuan elektronik Ilmu Pengetahuan yang serba E - dengan sistem android,” harapnya.

Lurah menambahkan, pembinaan Generasi Muda Pekojan sebagai kegiatan yang terintegrasi dengan stake holder diwilayah dalam mewujudkan visi Misi Kelurahan Pekojan yaitu “Membangun Pekojan yang Maju, Sehat, Sejahtera dan Mandiri dalam maju Kotanya bahagia warganya,” pungkasnya mengakhiri.(rls/nur-in/red)

thumbnail

Posted by On 10:28:00 AM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Binmas Kelurahan Pekojan Aiptu Nursidik tengah berkoordinasi dengan Kamtib serta RT di wilayah Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Senin (5/2/2018). Adapun giat dilakukan guna mewaspadai dengan adanya siaga banjir di DKI Jakarta.

Dalam giatnya, Aiptu Nursidik mengingatkan kepada para Ketua RT, serta Kamtib agar selalu waspada dan terus mengingatkan warganya saat musim banjir tiba.

Pantauan tim media ini, tampak semangatnya  Binmas Aiptu Nursidik mendatangi satu persatu para pengurus wilayah dari RW.001 s/d 012, guna mengingatkan agar selalu wapada saat tidur.


Hingga berita ini disusun, saat Binmas Aiptu Nursidik berkunjung di wilayah RW.008 suasana masih dalam keadaan gerimis, namun dengan semangatnya, Binmas Pekojan Aiptu Nursidik terus berkeliling menenui para Ketua RT maupun Kamtib di wilayah Pekojan. (bdn-in/red)

thumbnail

Posted by On 1:00:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Puluhan gubuk liar dan PKL yang berada diaepanjang jalur kereta api, wilayah Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, kembali ditertibkan, Senin (5/2/2018).

Pasalnya, bangunan liar tersebut sangat mengganggu akses jalan lintasan kereta api dan juga lintasan kendaraan bermotor, selain itu juga bangunan yang ditertibkan ini berada di wilayah RW 07, 08, 09 Kelurahan Pekojan," ujar Camat Tambora.


"Selama ini warga mendirikan bangunan liar diaepanjanh jalan pekojan III, untuk dijadikan tempat berjualan makanan, penyimpanan barang bekas, hingga hunian liar," beber Djaharuddin.

Untuk menertibkan bangunan liar tersebut, Kecamatan Tambora mengerahkan ratusan petugas gabunhan dari Satpol PP, PPSU, Sudin Kebersihan, Unsur TNI/Polri, serta sejumlah organisasi lainnya.

"Alat yang dikerahkan dengan cara manual, linggis, palu dan alat senso pemotong pohon, juga dibantu dengan dua truk Satpol PP serta kendaraan Sudin Kebersihan," jelasnya.

Dikatakan Djaharuddin, bahwa penertiban berjalan dengan tertib dan lancar, karena warga sudah diberikan informasi sebelumnya, "Baik dari Kecamatan, Kelurahan, RT/RW sudah diberitahukan kepada warga, rencananya akan langsung dipasang pagar," pungkas Camat. (Lth-in/red)

thumbnail

Posted by On 8:11:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Puluhan pengayuh becak yang berada di wilayah Kelurahan Pekojan yang sebelumnya sudah didata, kini telah memiliki KTA dan menggunakan seragam. Tampak Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo, tengah menggenakan seragam kepada salah satu dari 54 pengayuh becak.

"Sebanyak 54 tukang becak yang terdata kini menggunakan kaos dan Sal serta Tanda Pengenal, terakhir hari ini dengan pemakaian kaos dan Sal serta penyemprotan tanda pengenal Sebaja Pekojan," ujar Lurah. Selasa (30/1/2018).

Dikatakan Lurah Pekojan, bahwa puluhan becak yang sudah didata merupakan dari wilayah Angke, Jembatan Besi, Jembatan Lima, dan Pejagalan Pekojan.

Lurah Pekojan pun berharap agar kedepannya pengoperasian becak bisa sesuai arahan pimpinan. "tidak masuk jalur protokol dan berada di lingkungan pemukiman dengan penataan dan kontrol yang baik tertib lalu lintas serta tidak semrawut dan dapat menghindari kemacetan yang dikwatirkan banyak orang," pungkasnya. (H2T-in/red)

thumbnail

Posted by On 12:15:00 AM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Geger puluhan warga Pekojan mendapati kabar adanya pemilik anj*ng yang telah menggigit majikannya sendiri, korban bernama Popo (70) yang beralamat di wilayah RT.07/09 itu pun akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat.

Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo membenarkan bahwa ada salah satu warga yang luka akibat digigit oleh anj*ngnya sendiri, anj*ing berkelamin perempuan yang dipelihara oleh Popo selama tujuh tahun itu sebelumnya telah menggigit seorang warga sekitar.

Karena dianggap meresahkan lingkungan setempat, pihak kelurahan pun bergegas mengambil langkah untuk mengamankan anj*ng itu, namun pemiliknya menolak untuk diamankan, dengan alasan hewan itu tidak akan dikeluarkan dari kandangnya lagi.

"Setelah menggigitnya baru dia menyerahkan dan langsung kita koordinasi dengan pihak Sudin KPKP jakarta Barat dan mengirimnya ke tempat hewan di wilayah Pasar Minggu," ujar Lurah. Senin (29/1/2018).

Hingga berita ini disusun, korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Tarakan guna mendapat perawatan dan di suntik rabies untuk mencegah terjadinya penyakit rabies. (H2T-in/red)

thumbnail

Posted by On 12:16:00 AM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Nurhalim Pimpinan Redaksi Media Cetak dan Online Pewarta Tambora tengah menghadiri akad nikah Hermawati Binti Daryono dengan Dedy Bin Asnawi, bertempat di Kampung Janis, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (21/1/2018).

Dalam acara akad nikah yang berlangsung pada siang hari tersebut, selain dihadiri Tim Pewarta Tambora, hadir pula para tamu undangan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kerabat handaitolan dari kedua belah pihak.

Hermawati yang merupakan adik kandung dari salah satu Kru Pewarta Tambora yakni Budiyanto, tampak sumringah saat selesainya acara akad nikah, adapun yang menjadi penghulu dari akad nikah tersebut dipandu langsung oleh Ketua RW.08 Pekojan H.Samuti.


Pimpinan Redaksi Nurhalim yang sempat menghadiri akad nikah tersebut menyampaikan pesan atas nama jajaran dan juga redaksi berupa ucapan selamatnya kepada kedua mempelai, terutama kepada adik dari Budiyanto yang merupakan bagian dari wartawan Pewarta Tambora.

“Selamat menempuh hidup baru, semoga jadi keluarga yang saqinah, mawaddah, warrahmah, serta mendapatkan keturunan yang sholeh serta sholeha, diberikan rezeki yang berkah dan melimpah, serta selalu didalam lindungan Allah SWT,” ungkap Nurhalim.

Dikatakan Nurhalim, bahwa pernikahan itu adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum dan juga norma sosial.

“Pernikahan itu adalah ibadah suci yang termaktub dalam al-quran dan hadits-hadits Nabi. Maka barang siapa yang mampu melaksanakannya dengan sempurna, maka ia dan pasangannya akan mendapat pahal,” Pungkasnya mengakhiri. (Her-in/red).




thumbnail

Posted by On 1:53:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Keakraban dan rasa kekeluargaan tergambar dalam acara temu kopi darat dan silaturahmi perdana para peserta yang tergabung dalam WAG Forum Warga Tambora (FWT), bertempat di Ruang Aula Kelurahan Pekojan,  Tambora Jakarta Barat, pada hari Selasa Pukul 20.30 wib (16/01/2018). Acara silaturahim di hadiri para anggota WAG (WhatApp Group) dari masing wilayah Kelurahan di Kec. Tambora.

Ketua RW 08 Pekojan Samuti selaku penyelenggara acara menyatakan kepada peserta yang hadir perihal kesepakatan bersama yang sudah terjalin di WAG sebelumnya serta pelaksanaan  kerja program FWT, bahwa dengan di Pedomani apa yang menjadi tujuan bersama dalam jalinan silaturahim yang terbentuk antar warga masyarakat, kedepan bisa tecipta dengan baik.


Firman sang inisiator dalam pertemuan Forum Warga Tambora ini berharap, bahwa dalam kopi darat yang digelar smoga bisa menampung  aspirasi dan mengimplementasikan program kedepan, "Dalam upaya kesinambungan agenda dalam kegiatan silaturahim warga ini, kami mufakat untuk membuat arisan bersama, dan ini salah satu bentuk upaya dalam membangun kebersamaan dan komunikasi antar masyarakat wilayah Kecamatan  Tambora bisa terpadu," ujar Firman

Acara yang bertujuan memperkenalkan atau memberikan masukan seputar Komunitas Forum Warga Tambora, selain untuk menjaga eksistensi anggota WAG di kalangan masyarakat Tambora, "Gelar Kopi Darat ini akan diadakan sedikitnya satu kali setiap bulannya sebagai ajang silaturahim warga dan masyarakat diwilayah", ujar Samuti, Ketua RW 08 Pekojan sekaligus selaku tuan rumah acara.

"Kegiatan yang kali pertama ini bertujuan sebagai sarana awal kopi darat dan ajang silaturahim serta Pengembangan komunikasi kepada anggota WAG  dalam pelaksanaan program dalam membangun organisasi komunitas warga Tambora untuk semakin lebih baik", pungkas Samuti.(tim-in/red)

thumbnail

Posted by On 10:16:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Pengurus RW.008 Kelurahan Pekojan Gelar Rapat Musrebang Sekretaris Kelurahan Pekojan, Yumurudin bersama Staf Kelurahan Budi Arno, tengah menghadiri acara rapat Musrembang, bertempat di Kantor Sekretariat RW.008, Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Senin (8/1/2018).

Rapat Musrembang tingkat RW tersebut, selain dihadiri Ketua LMK Kelurahan Pekojan Tating, juga Ketua RW.008 Kelurahan Pekojan Samuti, tampak hadir juga Pengurus RT.001 s/d 011Se-Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

Pantauan tim Pewarta, Sekkel Pekojan Yumurudin, dalam pemaparannya berharap agar seluruh para Ketua RT di RW.008 mengajukan usulan pembangunan di wilayah RT masing-masing.

Ketua LMK Kelurahan Pekojan Tating dalam hal pembahasan rapat Musrembang tersebut juga diharapkan agar pengajuan dari para Ketua RT di wilayah RW.008, bisa terealisasi sesuai dengan harapan. (bdn-in/red)



thumbnail

Posted by On 7:42:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Nikah massal yang digelar oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan pada perayaan malam pergantian tahun, diikuti juga oleh lima pasangan calon pengantin dari wilayah Kelurahan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat pada Minggu (31/12) malam.
Lurah Pekojan, Tri Prasetyo mengatakan, lima pasang warganya yang ikut serta nikah massal yaitu Agus Wahyudi-Hayati, Suratman-Sariah, Slamet Riyadi-Suirah, Tasrif-Koriah, dan Suparman-Sukarmi. Tri mengaku, kelima pasangan tersebut sudah menjalin hubungan sejak lama, tapi belum mampu menikah karena himpitan ekonomi.
“acara syukuran nikah massal program gubernur dan wakil gubernur dalam menyambut pergantian tahun akan diselenggarakan mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai,” Ungkap tri kepada Pewarta Tambora.
Tak hanya itu, lanjut Tri, kemeriahan acara juga akan diisi panggung hiburan rakyat. Musisi dangdut lokal akan mengiringi malam pertama pasangan pengantin.
"Ada dangdutan juga. Sebelumnya juga kita adakan doa bersama," pungkasnya. (lim-in/red)

thumbnail

Posted by On 3:04:00 AM

Pewarta-Tambora.ComJakarta – Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo bersama Camat Tambora Djaharuddin tengah meninjau lokasi ambruknya Gedung Aula SMPN 32 Pekojan yang berlokasi di Jalan Pejagalan Raya No.51 RT.5/4, Kel.Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Kamis, (21/12/2017) siang.

Camat Tambora, Djaharuddin mengatakan, Ambruknya Gedung Aula Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 32 Pekojan yang telah menimpa 3 korban tersebut merupakan salah satu bangunan cagar budaya.

“Bangunan SMPN 32 yang ambruk merupakan bangunan cagar budaya, di bangun sejak zaman penjajahan Belanda dan tanggung jawab Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta,” Ujarnya.

Djaharuddin pun menyampaikan, ketiga korban saat ini berhasil di evakuasi dari reruntuhan bangunan oleh tim resque Sudin Penanggulangan Kebakaran Jakarta Barat. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit sumber waras dan tarakan.


Adapun ketiga Korban antara lain, Endang Suryana sebagai pelatih Pramuka, Syifa sebagai guru ekskul dan Syahruddin sebagai pengawas sekolah. Satu lagi yang masih syok bernama Heru dan dia adalah pegawai Tata Usaha (TU). Sebagian ada yang dibawa ke Puskesmas Kecamatan Tambora (Krendang).
Ditempat terpisah, sumber pewarta menyampaikan, adapun satu korban biasa disapa Yayan salah seorang Waka BPPKB Ranting Pekojan Kecamatan Tambora kini keadaannya sudah kembali pulih dan pulan kerumah.(Bdn-in/red)

thumbnail

Posted by On 10:23:00 AM

Lurah Pekojan Saat Menerima Penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID)
PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Bukan Tri Prasetyo Utomo Namanya jika kehabisan Ide untuk meraih prestasi selama bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Pasalnya Lurah Pekojan ini memiliki segudang inovasi untuk meraih penghargaan bergengsi dari beberapa lembaga yang menyoroti perkotaan di Jakarta.

Salah satunya adalah Pembuatan Tugu Pekojan, kini ia mendapatkan piagam penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia (LEPRID) yang diberikan oleh Paulus Pangka dengan disaksikan Walikota Jakarta Barat H.M Anas Efendi, Camat Tambora, Djaharuddin, Danramil Tambora, Kapt Inf Trisnoto, serta RT/RW, LMK, FKDM, Kader PKK, juga warga sekitar.

Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo menyampaikan, penghargaan ini didapat atas keberhasilan dalam membangun tugu hingga tidak luput dari perhatian dan catatan dari sebuah Lembaga ternama yakni Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEMPID).

"Sebagai Rekord Lurah Pertama Se-Indonesia dengan keberhasilannya membangun tugu sebagai icon wilayah pada tanggal 12, bulan 12, jam 12, lewat 12 menit, 12 detik," katanya.

Sebelumnya, lanjut Lurah, Kelurahan Pekojan sudah pernah mendapatkan piagam penghargaan Indonesia Dunia dari Inovasinya menjahit bendera Merah Putih jahit tangan sepanjang 500 Meter oleh 700 an Fatmawati, serta meniciptakan mars sebagai inisial kecintaan masyarakat pada wilayah kelurahan pekojan.

Dikatakan Tri, Tugu yang dibangun dengan ornamen serba 12 yang terdiri dari identitas wilayah Kelurahan Pekojan yang dikenal sebagai Kampung Arab dengan ragam bangunan cagar Budaya Menara Masjid An-Nawier yang identik dengan angka 12.


"Masjid An-Nawier dengan jumlah 12 lobang jendela, dibalut dengan 12 daun jendela betawi, diatas genteng langgar tinggi juga cagar budaya dengan 12 daun jendela, diamana bagian tugu dibuat tangga dengan 12 undakan," terangnya. (rls)

thumbnail

Posted by On 4:26:00 PM

Lembaga Prestasi Indonesia (LEPRID) Paulus Pangka,SH, Tengah Memberikan Penghargaan Kepada Walikota Jakarta Barat H.M.Anas Efendi, Selasa (12/12/2017)

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta – Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo tengah bersama warga Kelurahan Pekojan mengikuti perayaan milad ke 2 Tugu Pekojan, Jakarta, Sabtu (12/12/2017). Dengan dihadiri Walikota Jakarta Barat H.M.Anas Efendi, Camat Tambora, Djaharuddin, serta Danramil 02 Tambora Kapt Inf Trisnonto.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Lembaga Prestasi Indonesia (LEPRID) Paulus Pangka,SH, Para Ketua RT/RW, LMK, FKDM, Karang Taruna, Kader PKK, Kader Jumantik, PPSU, para Tomas/Toga serta warga masyarakat kelurahan pekojan.

Dalam sambutannya, Camat Tambora Djaharuddin, mengatakan, pencapaian program kewilayahan kelurahan pekojan selama dua tahun ini, terus mengalami perkembangan signifikan.


“Program kerja pekojan begitu solid dalam membangun wilayah dengan peran serta seluruh pengurus RW, RT, Tim PKK, LMK, FKDM, Karang Taruna dan para Tomas/Toga serta warga masyarakat kelurahan pekojan,” Ungkapnya.

Menurutnya, Pekojan adalah salah satu kelurahan di Kecamatan yang terbanyak warganya dan juga terpadat di DKI Jakarta. Pekojan juga memiliki keunggulan sebagai destinasi Wisata Kota Tua.

“Selain unggulan yang dipromosikan dan juga akan dijadikan kota unggulan relegi yang memiliki peninggalan tempat ibadah kuno yang disebut tempat ibadah yang bersejarah dalam pengembangan syiar keagamaan, dan ini semoga menjadi prestasi yang terbaik dalam minat daya tarik wisata yang religi,” Ucap Camat.


Ditempat sama, Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo menyampaikan, acara yang diselenggarakan ini adalah merupakan acara milad kelurahan pekojan yang ke 2 tahun, dengan inti merayakan hari jadinya kelurahan pekojan atas capaian program wilayah yang berkesinambungan dengan program berjalan sangat baik, lancar dan sukses.

Dalam acara Milad (Hari jadi Tugu Pekojan) Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo mendapatkan piagam penghargaan sebagai pemprakarsa pembuatan tugu pekojan oleh Lembaga Prestasi Indonesia (LEPRID) yang diberikan oleh Paulus Pangka,SH.

Walikota Jakarta Barat, H.M. Anas Efendi, menyampaikan terimakasihnya kepada Lembaga Prestasi Indonesia (LEPRID) yang telah memberikan penilaian atas inovasi dan prakarsa Lurah Pekojan yang menjadikan Kelurahan Pekojan mendapat perhatian dan penilaian wilayah yang terbaik.


“Mudah-mudahan ini dapat dijadikan contoh bagi kelurahan lain yang ada dikecamatan Tambora, mapun bagi Kelurahan yang ada di Jakarta Barat,” Pungkasnya.

Pantauan Tim GemaMedia Network (GMN), acara milad ke 2 tugu pekojan tampak berjalan dengan khidmat, selain adanya pemotongan nasi tumpeng juga dimeriahkan ragam hiburan penampilan Sanggar Tari yang dibawakan oleh SMPN 54, Sanggar Tari Palopo, hiburan dangdut, serta palang pintu. (hlm/lth-in/red)

thumbnail

Posted by On 10:22:00 PM

Pewarta-Tambora.com, Jakarta - Lurah Pekojan Tri Praseto Utomo, tengah meninjau dan memberikan bantuan untuk korban kebakaran yang melanda gudang kosmetik di pemukiman padat penduduk di jalan Bandengan Utara I RT 04 RW 12 No. 36 Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Senin (04/12/2017).
Lurah Pekojan Tri Prasetyo Utomo mengatakan, bahwa dalam kebakaran ini tidak ada korban jiwa dan luka. Namun, ada lima rumah yang terbakar dengan 7 Kartu Keluarga dan 26 jiwa. Sedangkan untuk karyawan gudang total ada 50 orang.

“Yang terbakar di RT 1, 3 dan 4 RW 12 Kelurahan Pekojan dan ada 50 karyawan dan kebanyakan orang yang tinggal dilokasi," ujarnya.
Tri menambahkan, untuk sementara korban yang rumahnya terbakar akan menempati Pos RW 12. Korban nantinya akan dibantu oleh seluruh stakholder, LMK, FKDM bersama untuk penanganan awal. Tidak hanya itu, tiga petugas kesehatan dari Puskesmas Pekojan sudah di turunkan guna memeriksa kesehatan korban.
“Korban sudah diberikan pertolongan kesehatan dengan penyakit ditemukan rata-rata hipertensi diduga karena panik serta infeksi bagian atas karena asap kebakaran,” katanya.

Lebih lanjut Tri menjelaskan, tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, pihaknya bersama Dinas Sosial Tagana (Taruna Siaga Bencana) akan memberikan bantuan berupa logistik.
Pasca kejadian ini, Lurah Tri menghimbau kepada masyarakat khususnya wilayah Pekojan untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar terhadap terjadinya kebakaran.

“seperti arus listrik yang terkontrol dnganbaik,pemasangan tabung gas serta sumber-sumber api yang dapat menimbulkan kebakaran untuk dijaga dan diperhatikan secara seksama,” Pungkasnya mengakhiri.(hlm-in/red)