Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Diposting oleh On 9:49:00 PM


PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Bicara tentang wilayah Kecamatan Tambora, maka salah satu yang paling mudah diingat adalah selain wilayah yang dianggap kumuh kerap menjadi langganan terjadinya kebakaran.

Kecamatan Tambora yang memiliki 11 Kelurahan juga menjadi wilayah yang tingkat kepadatan penduduknya tertinggi di Jakarta. Bahkan sudah tertinggi untuk di Asia Tenggara.

Namun. Hal itu pun menjadi perhatian khusus bagi salah satu Kelurahan di Kecamatan Tambora, yakni Pemerintahan Kelurahan Jembatan Lima untuk mengubah paradigma wilayah kumuh menjadikan wilayah yang tertata, yakni fokus pelaksanaan kampung warna-warni.

Seperti diketahui, salah satu wilayah di Kelurahan Jembatan Lima, tepatnya di Jalan Sawah Lio 5, Gang 9 RT.013 RW.006 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat telah mempercantik wilayahnya menjadi kampung warna-warni.

Lurah Jembatan Lima Jhoni Palar beserta stake holder pun sangat mengapresiasi atas ekspresiasi seni warna warni yang dilakukan salah satu Pengurus Ketua RT.013 Aryanto, yang telah merubah kampungnya menjadi kampung warna-warni.


Pentingnya mendukung kegiatan dimasyarakat seperti kegiatan kampung warna-warni yang dilakukan Ketua RT.013 RW.06 Jembatan Lima, ini bisa menjadi proyek percontohan di setiap lingkungan lain,” ungkap Lurah Jembatan Lima Jhoni Palar, kepada Media Pewarta Tambora, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, perkotaan mempunyai banyak masalah, terutama pada masyarakat pelosok, salah satu problem utama adalah parahnya kepadatan penduduk yang berdampak pada kemerosotan kualitas lingkungan hidup, sanitasi dan juga kesehatan.

“Kami sedang berupaya mengatasinya demi meningkatkan kualitas hidup warga, dan kegiatan kampung warna-warni sebuah program yang menurut saya sejalan dengan visi kami,” ungkap Jhoni Palar.

Jhoni Palar juga mengatakan, masyarakat dan para Ketua RT sendiri membuat kegiatan yang fokusnya mengubah masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Saya pribadi setuju bahwa kami harus mengubah paradigma pembangunan dengan melibatkan masyarakat dalam semua proses, mulai perencanaan, identifikasi maslaah hingga pemilihan solusi yang tepat,” bebernya.


Dikatakannya, Kelurahan Jembatan Lima menjadi fokus dari pelaksanaan kampung warna-warni, selain Kelurahan Jembatan Lima, wilayah yang merupakan wilayah padat penduduk dengan kateristik serta problematika yang berbeda.

“Kami berupaya merubah image itu, tentunya dengan mekanisme program pembangunan kota khsususnya bidang kesehatan, sanitasi dan juga keamanan ketertiban,” pungkasnya mengakhiri saat berwawancara bersama Pemred Media Pewarta Tambora.

Publisher : Sutisna / Nurhalim
Editor : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 1:26:00 AM

PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 2019, Jamaah Majelis Taklim Istiqomah bersama warga RT.005/06 Jembatan Lima gelar penutupan pengajian sementara Majelis Taklim Istiqomah, di Kediaman Ketua RT.005/06 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (2/5/2019) Malam.

"Alhamdulillah berkat indahnya toleransi kebersamaan antar warga bersama jamaah majelis taklim istiqomah sangat terlihat jelas, saling mendukung satu sama lain hingga terselenggaranya acara penutupan pengajian," ungkap Nurhalim selaku Ketua RT.005/06 Jembatan Lima.


Nurhalim yang juga selaku Pemred Media Pewarta Tambora menyampaikan rasa syukurnya hingga dapat menyelenggarakan penutupan pengajian sementara dan mudah mudahan tahun depan bisa lebih meriah lagi.

Sementara, Salah satu pengurus Majelis Taklim Istiqomah Asep Saefulloh menyampaikan rasa terimakasihnya kepada warga RT.005/06 juga kepada para jamaan majelis serta ibu-ibu yang turut berpartisifasi hingga suksesnya penyelenggaraan penutupan pengajian.


"Kami sadari jika dalam penyelenggaraan penutupan pengajian ini masih ada banyak kekurangan, namun dengan rasa kebersamaan dan saling sinergi antar warga dan jamaah dapat terlaksana dengan sukses tanpa suatu halangan apapun," ungkap Ipul sapaan akrabnya.

Lanjut Ipul, kami mewakili para pengurus majelis taklim Istiqomah selain mengucapkan rasa syukur tentunya juga berharap mudah-mudahan kedepan setelah ini majelis taklin Istiqomah tetap berjalan penuh dengan semangat kebersamaan.

"Ibarat sapu lidi yang jika hanya satu buah digunakan tentunya tidak akan mampu dalam hal apapun, namun jika kita saling kerjasama dan  mengerjakan secara bersama insya allah apapun yang kita laksanakan akan mampu diselesaikan," pungkas Ipul.

Rep : Sutisna / Sanen Unen
Ed : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 12:19:00 AM

PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Suara gema wahyu Illahi berkumandang dalam acara penutupan pengajian dan santunan yatim piatu yang telah menyentuh hati jamaah masyarakat dan anggota BPPKB di Pasar Angke, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Kamis (2/5/2019) Malam.

Indahnya toleransi kebersamaan antar anggota dan masyarakat terlihat jelas, saling mendukung satu sama lain demi terselenggaranya acara penutupan pengajian sementara, yang mana BPPKB Unit Pasar Angke sebelumnya setiap malam Jum'at rutin menggelar pengajian bersama.


“Sekarang ini banyak masyarakat dan anak yatim piatu yang sangat membutuhkan perhatian dan kepedulian kita, dan mudah-mudahan dengan adanya kegiatan penutupan pengajian sementara ini dapat menjadikan satu sentuhan khikmah dan manfaat bagi masyarakat dan anak-anak yatim piatu ini," Ujar Ketua BPPKB Unit Pasar Angke H. Tatang Mandala

Ketua BPPKB Banten Unit Pasar Angke dan juga seluruh Pembina serta Penasehat sangat memberikan dukungan penuh yang sangat baik dalam setiap menjalankan kegiatan positif ini, "Kami selaku tuan rumah merasa bersyukur dapat berbagi dalam menyantuni anak yatim dan piatu, dan mudah-mudahan tahun depan bisa lebih bertambah lagi dalam berbagi," ujarnya.


Sementara, Sekretaris BPPKB Unit Pasar Angke Budiyanto, menyampaikan bahwa tujuan dengan dilaksanakan kegiatan ini antara lain agar jalinan silaturahim sesama anggota BPPKB dan masyarakat dapat terus terjalin, terlebih bisa berbagi santunan untuk 150 anak yatim piatu.

Lebih lanjut, melalui pesan Whatsapp Sekretaris BPPKB Banten Unit Pasar Angke Budiyanto sekaligus Sekretaris panitia penyelenggara, menjelaskan, bahwa dengan mempertebal keimanan pada sang maha kuasa pencipta Allah SWT, serta mengerti arti rasa kepedulian antar sesama yang sesuai dengan tuntunan syariat ajaran agama Islam.


“Besar harapan dalam acara ini berguna untuk menggalang kesatuan dan persatuan, sehingga tercipta kerukunan umat islam yang cinta damai sakinah, mawaddah warohmah", tandas Budiyanto

Acara kegiatan ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat dan agama juga Tiga Pilar Kel.Jembatan Lima, Kamtibmas Jembatan Lima, Ketua DPC BPPKB Banten Jakarta Barat Abah Haer, Ketua PAC Tambora Acel Syamsudin beserta Jajaran, Ketua PAC Taman Sari Olon Sahara beserta Jajaran, juga Para Ketua Ranting SeKecamatan Tambora

Rep : Budiyanto
Editor : Heri Tambora.

thumbnail

Diposting oleh On 10:54:00 AM


PEWARTA TAMBORA, JAKARTA - Puluhan warga tumplek mengikuti sosialisasi sekaligus verifikasi calon penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang dicanangkan Kementerian Sosial di Kantor Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Rabu (20/02) siang.

Namun, banyak yang datang ke kantor Kelurahan Jembatan Lima kebingungan dan tidak mengerti fungsi dan manfaat PKH. Informasinya setiap warga yang lolos verifikasi, akan diusulkan namanya ke Kementerian Sosial untuk mendapatkan dana manfaat PKH hampir sebesar Rp 10 juta per tahun.

Pantauan Media Pewarta Tambora, Rabu (20/02) sejak pukul 08.00 WIB, warga silih berganti datang ke Kantor Kelurahan Jembatan Lima, mengikuti verifikasi calon peserta PKH. Sebagian datang menumpang ojek. Sebagian lainnya diantar keluarga dan ada pula warga mengendarai sepeda motor sendiri.

Heri Tambora salah seorang Pendiri Komunitas Pewarta (KOPER) Tambora menyayangkan program pengentasan kemiskinan PKH kurang sosialisasi, terutama untuk warga miskin yang tinggalnya di kampung-kampung.

"Jadi jangan heran ketika verifikasi data, banyak calon penerima PKH yang bingung, jangankan untuk mendaftarkan datanya," ungkap Heri Tambora kepada media ini, Kamis (21/2/2019).


Menurutnya, PKH merupakan program pengentasan kemiskinan dari Kementerian Sosial dan sudah lama berlangsung. Seharusnya, sebut dia, Pihak terkait lebih pada pendekatan kepada masyarakat setempat sekaligus melakukan sosialisasi baik melalui Ketua RT atau Forum lainnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa tahun ini Pemerintah telah melipatgandakan bantuan kepada penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) hingga hampir Rp. 10 juta nilainya.

"Sekarang di 2019 penerima PKH dulunya kan semua sama Rp. 1.890.000, sekarang ada yang dapat ini yang maksimal bisa dapat Rp. 9.600.000 karena ibu hamil anaknya ada, lansia ada, bisa dapat Rp. 9 juta," ungkap Jokowi di GOR ciracas, Jakarta Timur, pada Kamis (10/1/2019).

Saat ini uang untuk penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tidak akan dihitung secara datar (flat) mulai tahun 2019 penyalurannya akan dihitung berdasarkan beban tanggungan keluarga.

Penyaluran akan memperhatikan beban tanggungan keluarga yang dibagi ke dalam 7 komponen, yakni ada ibu hamil, ada anak dengan pendidikan SD, SMP, SMA, ada lansia, ada penyandang disabilitas dalam sebuah keluarga.


KPM hanya bisa menerima 4 komponen. Tidak bisa lebih dari itu. Misalnya, komponen pertama ada ibu hamil, lansia, disabilitas, dan anak SD. Nah empat. Kalau masih ada anak SMA itu tidak akan ditambah.

Adapun perhitungan PKH pada tahun 2019 adalah KPM pada dasarnya akan menerima uang bantuan tetap senilai Rp. 550 ribu/keluarga. Lalu ditambah dengan faktor kondisi anggota keluarga.

Misalnya, bila di suatu keluarga ada ibu hamil, balita, penyandang disabilitas, dan lansia, masing-masingnya akan mendapatkan tambahan Rp. 2,4 juta. Kemudian bila ada anak SD, akan mendapatkan tambahan Rp. 900 rb, SMP Rp. 1,5 juta, serta SMA sederajat Rp. 2 juta. Bila KPM tinggal di daerah yang sulit akan mendapatkan tambahan pula senilai Rp. 1 juta.

Sementara, untuk jadwal tahap bantuan PKH di tahun 2019 ini akan di salurkan pada Tahap I (bulan Januari), Tahap II (bulan Maret), Tahap III (bulan Juli), dan untuk Tahap IV (bulan Oktober)

Untuk mendapatkan program PKH maka anda harus terdaftar sebagai calon penerima manfaat dari program keluarga harapan. Terkait dengan bantuan keluarga harapan juga memiliki syarat serta ketentuan yang berlaku sesuai dengan peraturan program.

Mulai dari kriteria hingga kelayakan, bahkan memiliki komponen dalam sebuah keluarga sebagai syarat utama untuk bisa mendapatkan bantuan PKH. sebagaimana data yang ada pada Pemerintah melalui sensus yang dilaksanakan oleh badan statistik sosial (BPS).

Nah dengan demikian tentunya menjadi peluang besar bagi masyarakat yang belum mendapatkan kartu PKH, hingga menjadi calon penerima manfaat bantuan keluarga harapan. Anda hanya perlu menunggu proses validasi data oleh pendamping PKH saat nama anda termasuk ke dalam daftar penerima bantuan PKH.

CATAT !!!! walaupun anda tidak mampu. Bila data anda tidak terdapat pada data validasi calon penerima bantuan PKH. maka anda tidak disebut sebagai calon penerima bantuan keluarga harapan (PKH). maka anda perlu bersabar dan bersyukur agar kedepan bantuan uang tunai bersyarat tersebut bisa anda nikmati.

Bagi anda yang sejauh ini belum masuk ke daftar calon penerima manfaat keluarga miskin. Maka, anda mungkin belum termasuk kategori program keluarga harapan (PKH). dan bagi anda yang keluarga tidak mampu dan belum mendapat bantuan sosial program PKH, mungkin dalam perluasan ini termasuk data anda yang belum mendapatkan, mungkin akan terdaftar kembali.

"Semoga program Pemerintah melalui Kementerian Sosial ini menjadi program unggulan yang benar-benar akan memberantas kemiskinan di Indonesia, saya juga berharap kepada para pendamping PKH dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya," pungkas Heri Tambora.

Reporter : Sutisna/Nur

thumbnail

Diposting oleh On 6:08:00 PM


PEWARTA TAMBORA, Jakarta – Sebagai rasa syukur dan rasa kebersamaan antar warga. Nurhalim yang kembali dipercaya untuk memimpin wilayah RT.005 tengah mengadakan malam syukuran sekaligus ramah tamah bersama warga. Sabtu (27/10/2018) malam.

Acara yang dihelat di lingkungan wilayah RT.005 RW.06 Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat tersebut dihadiri pula oleh Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA selaku Caleg DPR RI, Nomor Urut 4 dari Dapil Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan seribu.

Tampak hadir pula Sutrisna Calon Legislatif (Caleg) DPRD DKI Jakarta, dengan nomor urut 9 dari Dapil 9 Jakarta Barat (Tambora, Cengkareng, dan Kalideres), tokoh masyarakat juga tokoh agama setempat.


Dalam sambutannya Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA menyampaikan, bahwa Ketua RT adalah ujung tombaknya kepemerintahan setelah adanya Gubernur, Walikota/Bupati, Camat dan juga Lurah.

“Bagi saya Ketua RT itu memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat penting, selain mengetahui dari setiap persoalan wilayahnya, Ketua RT juga memiliki tanggung jawab sebagai pemersatu dan kebersamaan antar warganya,” ungkap Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA


Sementara, Kepada wartawan Nurhalim menyampaikan, sebelumnya saya sudah menyampaikan, setelah diadaknnya pengukuhan, kita insya Allah akan mengadakan syukuran dan juga ramah tamah bersama warga untuk menjaga kebersamaan yang selama ini telah terjalin dengan baik.

“Alhamdulillah pada malam ini kita bersama warga dapat mengadakan malam syukuran, ini merupakan sebagai ungkapan rasa syukur kami kepada Allah SWT, serta rasa kebersamaan kami bersama warga agar tetap selalu terjalin kekompakan,” ungkap Nurhalim.

Nurhalim yang juga Pimpinan GemaMedia Network menyampaikan apresiasi dan juga ucapan terimakasihnya kepada Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA yang telah hadir untuk mengikuti kegiatan malam syukuran yang kami adakan.


“Semoga dengan kehadiran orang tua kami yakni Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA menjadikan support bagi kami selaku ketua RT terlebih dengan apa yang disampaikan oleh Prof. Dr. Laurence A. Manullang SBA dalam sambutannya tadi,” pungkasnya mengakhiri.

Sebagaimana diketahui, pada Jumat (26/10/2018) malam Ketua RT.005 RW.06 bersama Ketua RT lainnya telah dilantik dan juga dikukuhkan oleh perangkat Pemerintah Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Untuk masa periode 2018-2021.

Pantauan Media, saat pengukuhan terpacar kebahagiaan diraut wajah para ketua RT/RW, meskipun pada umumnya mereka menyadari bahwa pengukuhan tersebut adalah sebuah tantangan untuk mengabdi pada masyarakat.

thumbnail

Diposting oleh On 12:30:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Binmas Kelurahan Jembatan Lima, Aiptu Suparno temu silaturahmi bersama tokoh masyarakat Kelurahan Jembatan Lima, bertempat di sebuah bengkel Las milik Yanto, yang juga sekaligus Ketua RT.013 RW.06, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (30/6/2018).

“Mari sama-sama menciptakan wilayah Kecamatan Tambora agar aman, kondusif, serta tidak ternodai dengan adanya keributan, tawuran warga, dan tidak terpancing dengan adanya isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Binmas Apitu Suparno dalam temu silaturahminya.

Binmas juga menyampaikan pesan Tips menjaga Keamanan dan ketertiban wilayah dari segala bentuk aksi kejahatan 3C (Pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor) dan  Pencegahan bahaya kebakaran 

Pengurus RW.06 dan Warga Masyarakat Kelurahan Jembatan Lima Foto Bersama Dengan dilatari Spanduk Ucapan HUT Bhayangkara Ke 72 Tahun
Lanjut binmas, bahwa kegiatan sambang ini bertujuan untuk menjalin komunikasi personil Binmas dengan warga binaan dengan cara meyampaikan pola keamanan dan menampung permasalahan yang dihadapi oleh warga dalam upaya meminimalisir atau pencegahan terhadap aksi kejahatan sesuai arahan Kapolsek Tambora, Kompol Iver Son Manossoh, SH

Binmas Jembatan Lima, Aiptu Suparno juga menyampaikan pengaduan bilamana ada temuan kerawanan terkait Kamtibmas. Binmas berharap bisa disampaikan ke Binmas di nomor Hp 0821.1497.655 atau melalui pengaduan Online di 087.700.700.900.

Editor : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 11:25:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Ketua RW.02 Kelurahan Jembatan Lima, Chairul Anwar, mengadakan silaturahmi bersama pengurus RT sekaligus mengadakan Santunan kepada 40 anak yatim piatu yang ada diwilayah RW.01 dan juga RW.02 Kelurahan Jembatan Lima.

Acara yang dihelat di Depan Pos RW.02, jalan Laksa IV, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, pada Minggu (11/6/2018) sekira pukul 16.00 WIB, dihadiri oleh para Ketua RT, LMK, Tokoh agama, tokoh Masyarakat juga warga setempat.


Dikesempatan tersebut, Ketua RW.02, Chairul Anwar, menyampaikan kepada para pengurus RT yang hadir tentang beberapa hal terkait menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, yakni untuk lebih bersinergi lagi antara Ketua RT dan Pengurus RW.

“Tentunya, menjelang hari raya idul fitri ini, kami meminta kepada seluruh pengurus RT untuk bersama menjaga stabilitas keamanan dan kesatuan di dalam lingkungan RW.02 untuk masyarakat yang berada di wilayah lingkungan RW.02,” pungkasnya kepada Media ini.

Hingga berita ini diturunkan, acara koordinasi silaturahmi bersama pengurus RT yang juga sekaligus pemberian santunan kepada 40 anak yatim piatu berjalan dengan lancar dan juga khidmat.

Reporter : M.Rofiq

Editor : Heri Tambora.