Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Posted by On 1:46:00 PM

Pewarta Tambora, Jakarta - Personel Unit Polsek Tambora, Jakarta Barat, Aipda SUYATNO selaku Binmas / Bhabinkamtibmas Kel. Duri Selatan, melaksanakan Patroli Sambang wilayah perbatasan RW. 002. RW. 003 & RW. 006 Jl. Duri Selatan V Kel. Duri Selatan, Kec, Tambora Jakarta Barat, berjumpa dengan beberapa warga dan ojek online. (20/06/2017).

Sebagai bentuk pelayanan Kepolisian, sebagaimana arahan Kapolsek Kompol M. Syafi'i, SH, SIK, MH, Aipda Suyatno juga menanyakan beberapa poin, diantaranya tentang situasi sekitar lingkungan maupun adanya saran atau pendapat atau mungkin informasi dari warga yang bersifat membangun mengarah kepada yang positif dan terpeliharanya kamtibmas dengan baik.

Beberapa Pesan dan himbauan kamtibmas yang disampaikan oleh Binmas diantaranya bahwa, perlunya mengajak warga masyarakat agar ikut perperan aktif bersama sama membantu mengamankan lingkungannya dengan salah satunya mengaktifkan kembali siskamling, membantu memberikan nasihat atau masukan kepada remaja untuk tidak terlibat kenakalan remaja dan mengisi kegiatannya dengan kegiatan yang bersifat positif. (Red)

thumbnail

Posted by On 2:15:00 PM

Pewarta Tambora, Jakarta - Pemerintah Kelurahan Duri Selatan Kecamatan Tambora Kota admistrasi Jakarta Barat Provinsi DKI Jakarta, tengah melaksanakan perekrutan sekitar 105 pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Mereka bertanggung jawab menangani kebersihan dan kerusakan ringan di suatu kawasan tertentu, seperti jalan atau taman.

Lurah Duri Selatan Novi Indria Sari, menyampaikan, “Peraturan gubernur tentang perekrutan para pekerja penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) sudah terbit. Dan Pihak kelurahan sedang menjalankan perekrutan ini. dan hasil tes para peserta di umumkan atas kelulusanya sebanyak 47 peserta telah dinyatakan lulus, nantinya  para pekerja itu akan diresmikan dan mulai bertugas,"ujarnya, Rabu (21/12/2016).

Mereka akan diberi seragam warna oranye, lalu ditempatkan berdasarkan zonasi tertentu di setiap Zona, misalnya, satu ruas jalan atau taman, bisa diisi 2-3 pekerja yang dibagi dalam dua giliran kerja dari pagi hingga malam.

Masalah darurat Tugas utama mereka adalah menangani persoalan darurat dan kecil. Misalnya, membersihkan sampah yang menyumbat saluran air, memunguti sampah yang dibuang sembarangan, menambal lubang kecil di trotoar dengan semen, dan masalah kerusakan pada sarana dan prasarana umum di wilayah

"Kerusakan itu nantinya akan dilaporkan dan ditangani suku dinas atau dinas terkait. Namun, sementara suku dinas dan dinas belum mengerjakan, para petugas itu akan menangani kerusakannya. Jika tidak bisa menangani, mereka harus segera lapor kepada lurah,"jelasnya.

Novi juga menmbahkan, bahwa Pekerja PPSU akan mendapatkan upah sebesar upah minimum provinsi DKI Jakarta, yang  perbulan akan menerima Rp.3.350.750,- (Tiga Juta Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Tujuh Ratus Lima Puluh Rupiah) itupun sesuai dengan kehadiran para pekerja selama menjalankan kewajibanya.

Menurut Novi Indria Sari, Pihaknya telah  melakukan perekrutan agar tenaga lapangan ini bisa segera beroperasi. Perekrutan akan dilakukan oleh  panitia seleksi yang diketuai Sekretaris Kelurahan dengan jumlah pekerja 47 orang.

"Selama ini kami kekurangan tenaga untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan baik terkait sampah, saluran, maupun taman. Saat ini telah memilik tenaga PHL hasil pengrekrutan dan seleksi  jumlah kebutuhan 47 tenaga," ucapnya.  

Pekerja PPSU itu akan dirayonisasi sesuai kebutuhan wilayah. Misalnya, jika ada sejumlah taman yang belum ditangani PHL dari dinas, tenaga PPSU akan ditempatkan di tempat tersebut. Hal yang sama akan dilakukan terkait pengerukan saluran air, jalan rusak, atau kebersihan wilayah. Tenaga-tenaga ini diperuntukkan dalam hal penanganan segera di lapangan. "Pokoknya, mereka akan terus berada di lapangan," ujar Novi.

Sementara itu, Camat Tambora Djaharuddin, menuturkan, “pihak kecamatan akan mengkoordinasi dan mengawasi terkait kebutuhan lapangan di wilayah. Sebab, sejumlah pekerjaan, seperti saluran drainase, melewati beberapa wilayah dalam satu kecamatan.

"Kami yang akan supervisi kebutuhan antara satu wilayah dengan wilayah lain, jika ada yang membutuhkan, kami berkoordinasi dengan lurah berapa tenaga yang perlu dikerahkan,”tandasnya.
 
Sumber : Pewarta Tambora (LTH)