Popular Posts

Kategori

Follow by Email

thumbnail

Diposting oleh On 1:34:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Kampung Budaya Betawi Ancol kini memiliki beragam acara menarik untuk ditampilkan kepada masyarakat maupun publik pada setiap minggunya.

Setelah sebelumnya mengulas tentang hari lahir Jakarta, Kisah Si Pitung, dan Cerita Dari Kampung Cidodol Jakarta, Sabtu (14/7), kini di akhir pekan ini Kampung Budaya Betawi Ancol, Minggu (15 Juli 2018), kembali menampilkan talkshow dengan tema Cerita Sejarah Kampung Luar Batang.

Pagelaran talkshow yang dihelat di Gedung Nort Art Space (NAS), Pasar Seni Ancol, yang juga menjadi tempat pemeran Wall Of Frame Betawi tersebut menampilkan pembicara Tokoh Kampung Luar Batang, sekaligus Ketua Umum Sunda Kelapa Heritage, Daeng Mansur. Selain itu juga hadir Candrian Attahiyyat, Arkeolog UI sekaligus Tim Ahli Cagar Budaya Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Sejarah, Kampung Luar Batang yang berada di wilayah Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, memiliki sebuah Masjid bersejarah yang dibangun pada tahun 1739 oleh Sayid Husein bin Abubakar Alaydrus. Masjid tersebut merupakan bagian dari cagar budaya yang dilindungi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Indonesia tentunya menjadi salah satu Negara yang paling banyak disinggahi para wali - ulama Muslim yang diyakini memiliki beragam keramat atau kemampuan di luar nalar. Salah satunya yakni Habib Husein bin abubakar Alaydrus,” ungkap Daeng mengawali pembicaraannya kepada Media ini.

Hingga saat ini, makam beliau di Sunda Kelapa, Jakarta Utara ramai dikunjungi peziarah dari dalam maupun luar negeri. Kebanyakan dari mereka datang mengharap berkah atau jalan keluar masalah, namun tak jarang juga yang datang hanya ingin mengenal siapa sebenarnya Habib Husein Luar Batang.

Daeng menambahkan, bahwa Habib Husein bin Abdullah bin abu bakar Alaydrus atau sekarang dijuluki Habib Husein Luar Batang berasal dari Hadhramaut, Yaman Selatan. Beliau hijrah meninggalkan tanah airnya setelah mendapat restu dari sang IBU. Keputusan untuk pergi menyebarkan Islam ia ambil pasca Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad gurunya meninggal dunia tahun 1720.

“Awalnya, ia singgah di Gujarat, India, namun tak lama pindah ke nusantara. Beliau sempat menyambangi Aceh, Banten, Cirebon, dan Jawa Timur. Namun akhirnya memutuskan untuk menetap di sunda Kelapa,” ujarnya.

Sunda Kelapa itu sendiri, menurut Daeng Mansur, adalah sebuah kota lama, juga dikenal dengan pasar Ikannya Jakarta, pada waktu itu termasuk Bandar yang paling ramai di Pulau Jawa. Di tepi pantai terlihat rumah-rumah nelayan dan warung-warung yang mereka kelola sebagai usaha sampingan.

Singkat cerita, nama Luar Batang sendiri yang kini tidak hanya menjadi julukannya, namun menjadi nama Masjid dan kampong disana dan itu memiliki kisah sendiri, pasca wafatnya almarhum Habib Husein bin Abdullah bin Abu Bakar Alaydrus, atau kini dijuluki Habib Husein Luar Batang.

“Adapun pada makam Habib Husein tertulis, Habib Husein bin abubakar bin Abdillah Alaydrus wafat pada hari kamis 27 Ramadhan 1169 H bersamaan dengan tanggal 24 Juni 1756” pungkas Daeng Mansur mengakhiri perbincangan singkatnya dengan Wartawan GMN.

@ diolah dari berbagai sumber

thumbnail

Diposting oleh On 11:42:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - Dalam rangka Milad Perguruan Seni Bela Diri Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS.PI) Kera Sakti yang ke 38 pengurus cabang perguruan IKS PI Kera Sakti gelar berbagai Atraksi dan donor darah di Lokbin UKM Taman Kota Inten, Jakarta Barat, Minggu (1/4/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pengurus Pusat Madiun, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, serta Ratusan Kader perguruan IKS PI Kera Sakti Sejabodetabek dan juga jajaran pengurus Cabang lainnya.

Ketua Panitia HUT IKS.PI ke 38, Joko Santoso menyampaikan, rasa terima kasihnya kepada pihak pendukung, juga berharap semoga acara giat HUT IKS.PI Ke 38 ini semakin berkembang dan semakin jaya, khususnya cabang DKI Jakarta.

Dikatakan Ketua Panitia, perkembangan perguruan kita alhamdulillah mulai tahun 1984 sudah bergabung di IPSI dan kita pernah menjuarai setiap event-event di IPSI baik ditingkat kota maupun tingkat kabupaten.

Dalam akhir wawancaranya bersama tim GMN, Ketua Panitia menyampaikan, selamat Ulang Tahun untuk IKS PI Kera Sakti yang ke – 38, “marilah kita tingkatkan akhlakul karimah serta meningkatkan Rasa persaudaraan kita bagi seluruh kader dan kepada seluruh masyarakat,” Pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pantauan tim GemaMedia Network (GMN) tampak puluhan kader perguruan IKS.PI dan juga masyarakat antusias mengikuti giat donor darah, dalam rangkaian HUT ke 38 IKS.PI Kera Sakti juga menggelar berbagai atraksi lainnya seperti pecah batu bata serta atraksi lainnya. (tisna/red)

thumbnail

Diposting oleh On 1:25:00 AM

Karnaval Cap Go Meh 2018, Minggu (4/3/2018)
PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA- Ratusan masyarakat tampak antusias memadati kawasan Glodok, Jakarta Barat, Minggu (4/3/2018) sore, untuk menyaksikan pertunjukan puncak perayaan Karnaval Cap Go Meh 2018.

Tidak hanya warga Jakarta dan sekitarnya yang turut menyaksikan acara Perayaan Cap Gomeh 2018, tampak wisatawan mancanegara pun turut menjadi bagian antuasisme bersama warga lainnya, untuk menyaksikan pertunjukan karnaval tersebut.

Karnaval Cap Gomeh 2018, yang dimulai sejak pukul 12.00 WIB hingga sekira pukul 18.00 WIB. juga dihadiri sejumlah tokoh nasional yang meliputi Bamsoet, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO), Agum Gumelar, Charles Honoris, Menkominfo RI Rudiantara, Menko PMK RI Puan Maharani.

Adapun Rute parade dimulai dari Jalan Pancoran menuju Jalan Hayam Wuruk kemudian menuju ke arah Jalan Gajah Mada dan berakhir di depan Gedung Novotel.

Dalam keterangannya, Politikus Partai Golkar, Bamsoet menegaskan, tidak ada satupun [pihak yang bisa memisahkan persatuan dan kesatuan yang telah lama terjalin. Sehingga ia meminta agar masyarakat tetap merajut tali silaturahmi demi menjaga keutuhan bangsa.

"Kita satu kesatuan yang tak terpisahkan, persaudaraan sebagai sesama anak bangsa harus tetap dirajut dan dijaga bersama," kata Bamsoet. Pada perayaan Cap Gomeh 2018, Minggu (4/2/2018).

Dikesempatannya, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan (Zulhas) juga mengatakan sejak dahulu Indonesia sudah menjadi bangsa yang menghargai perbedaan."Sejak dulu, kita adalah bangsa yang toleran, kita bukan bangsa yang radikal, kita saling menghargai dan menghormati," ujarnya.

Pantauan Tim GMN (GemaMedia Network) Perpaduan budaya Mulai dari reog ponorogo, hingga tradisi joli atau tandu yang membawa dewa dan dewi yang diarak dalam karnaval tersebut, hingga semakin menambah semarak suka cita perayaan Cap Go Meh kali ini. (rls/her)

thumbnail

Diposting oleh On 1:13:00 AM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA - "Generasi Prestasi, Generasi Tanpa Narkoba" menjadi tajuk utama dalam giat acara Try Out Taekwondo "Sense Of Championship 2018" yang dihelat di GOR Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Jl.Bandengan Utara III RT.11/012, Minggu (4/3/2018), Dengan diikuti 66 peserta terdiri dari 3 club yakni Dinasti Club, Brata Club, serta Harries Club.

Giat kompetisi dengan kategori Kyorugi usia 5-17 tahun diantaranya tingkat TK, SD, SMP, dan juga tingkat SMA, diselenggarakan oleh GP ANSOR Jakarta Barat, dengan pelaksana Disnasti Taekwondo Club, serta didukung oleh Polsek Tambora tersebut dihadiri oleh Wakapolsek Tambora, AKP Kasranto, Kanit Bareskrim Erick Sitepu, serta Bhabinkamtibmas Nur Sidik.

Pantauan Tim GMN (GemaMedia Network) tampak hadir pula Ketua PC GP ANSOR Jakarta Barat, Alfanny, S.Si, Ketua Harian Taekwondo Pemprov DKI Jakarta, Abdul Rosyid Hasibuan (Opung), Ketua Taekwondo Pemkot Jakarta Barat, Firman Aritonang, SH, Ketua Dinasti Taekwondo Club, Sabeum Nim H.Mulya, SH, serta Ketua Pelaksana Subhan Sahlan.

Dalam sambutannya, Ketua Harian Taekwondo Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Abdul Rosyid Hasibuan atau biasa disapa Opung ini menyampaikan, bahwa acara ini harus terus ditingkatkan lagi, jika perlu diadakan kompetisi antar club Jakarta Barat, "Kalau perlu dibuat Kapolsek Club dan Ansor Club," ungkapnya.

Hingga berita ini disusun, dalam penyematan Medali Juara, dan pemberian piagam penghargaan untuk tingkat TK Putra diberikan oleh Wakapolsek Tambora, AKP Kasranto, untuk tingkat SD Putra diberikan oleh Master Abdul Rosyid Hasibuan (Opung), kemudian untuk tingkat SD Putri diberikan oleh Master Firman Haritonang,SH. (rls/tim)

thumbnail

Diposting oleh On 11:00:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, tengah menghadiri giat Festival Pecinan 2018, di seputaran jalan Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018). 

Dalam giat Festival Pecinan 2018, tampak hadir Walikota Jakarta Barat, HM.Anas Efendi juga isteri Wakil Gubernur DKI Jakarta, Nur Asia, beserta jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.

Festival Pencinan 2018 yang dihelat oleh Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat tersebut menampilkan beragam macam atraksi hiburan serta kesenian bernafaskan budaya tiongkok, juga ragam stand makanan dan aneka kerajinan masyarakat.

Dikesempatannya, Walikota Jakarta Barat, HM.Anas Efendi berharap kawasan Petak Sembilan, Glodok, dapat menjadi ikon pecinan di Jakarta.

Anas juga memohon kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta agar bisa menetapkan Jalan Petak Sembilan, Glodok menjadi kawasan Pecinan, 

“Sekaligus kami mohon, kesediaan bapak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menetapkan secara resmi Jalan Petak Sembilan, Glodok ini sebagai kawasan atau chinatown,” ujarnya.

Pantauan Tim GMN (GemaMedia Network), Festival yang digelar selama 2 hari tersebut, yakni pada tanggal 3 hingga 4 Maret itu tidak hanya menampilkan ragam atraksi, namun juga ada aneka lomba, fashion show, atraksi wayang, pertunjukan drama musical yang dipelopori oleh Koko dan Cici (Koci). 

Hingga berita ini disusun, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menerima pesan khusus berupa dua buah kaligrafi yang dilukis oleh seorang pakar kaligrafi Tionghoa Stave Yenadhira. Ditulis diatas kain berwarna merah serta tulisan berwarna hitam. (rls/her).

thumbnail

Diposting oleh On 1:34:00 PM

PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Panitia Silaturahmi Pendekar Betawi dan Festival Silat Tradisi Betawi Menggelar perhelatan Akbar 24 Jam Nonstop Atraksi Silat Tradisi betawi pecahkan Rekor Muri, yang berlangsung pada 16 hingga 17 Desember,  bertempat di Area Depan Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat

Menurut Eki Pitung Ketua Umum Brigade Anak Jakarta (Braja), acara ini nantinya dilengkapi panggung Hiburan betawi dan Aneka Kebetawian akan Tumplek Blekk, untuk para penggiat Silat Betawi kita Ciptakan sejarah baru kita Ukir prestasi dalam Persahabatan dan Persaudaraan pecahkan rekor muri 24 Jam Non Stop Estafet dalam Atraksi Silat Tradisi Betawi.

“Kite jaga budaye kite dengan kesantunan, dan kite jage budaya kite dengan penghormatan kepada siapa saja,” ungkap Eki Pitung, saat jumpa Pers di Area Museum Fatahillah, Kota Tua Jakarta, Jakarta Barat, Jumat (15/12/2017).

Dikatakan Eki, ini adalah tantangan buat anak Betawi, Jika kita Sehat dan mengaku Anak Betawi.. ucapkan Bismillah, Buang Rasa curiga, buang rasa dengki, Jauhkan dari Rasa Sombong merasa paling kuat merasa paling jago, dan merasa paling tua.

“Junjung tinggi Persaudaraan, Junjung tinggi martabat tradisi kita, dan lestarikan budaya leluhur bukan saja secara fisik tapi nilai-nilai kearifan dan kesantunan itu jauh lebih penting yang diajarkan oleh Leluhur kite,” Ujar Eki Pitung yang juga selaku  Ketua Antar Lembaga Bamus Betawi.

Dalam giat Festival Silat Tradisi Betawi yang akan digelar melibatkan Stackholder serta kaloborasi bersama TNI, Polisi, Satpol PP, dan internal kepanitiaan juga insya allah di back up oleh para pesilat betawi yang tergabung dari hampir 70 perguruan se-Jabodetabek.

Beberapa perguruan Silat Betawi yang akan ikut serta dalam Festival Silat Tradisi Betawi diantaranya, Ikatan Silat Betawi Indoneisa (ISBI), Beksi H.Hasbullah, Beksi Seroja Nusantara, Laskar Batawi, Seni Silat Betawi, Perguruan Oencak Silat Macan Betawi – Bogor, Sanggar Macan Muda Betawi, Pengsimatoga Jalan Enam, Bandul Betawi,


Kemudian Padepokan Pitulung Sadulur Congkok (PPSC), Maen Pukul Betawi p Lampah Gulung, Beksi Seni Bela Diri, Beksi Kong Ba’ih, Putra Rawa Denok, PS Beksi Muh Noer, Kotek Parung, Seliwa Pukul Kapuk, Beksi Mutiara Pancar, Beksi SMI, Pukul Kembang Pulo Jahe, Sanggar Seni Silat Jagorawi, Silat Betawi – Kapuk Jagal, Jawara Peci Merah, PS Putra Jaya, serta masih banyak lainnya. (Her-in/red)

thumbnail

Diposting oleh On 2:03:00 PM

Rustamaji Anggota PPWI Rembang (Pertama dari Kanan) 
PEWARTA-TAMBORA.COM, Jawa Tengah – Seorang warga Desa Telogotunggal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang juga anggota Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) berhasil mengembangkan bisnis pertanian yang terbilang dahsyat. Betapa tidak, hanya dengan modal ratusan ribu, ia bisa meningkatkan penghasilan hingga jutaan rupiah.

Petani itu bernama Rustamaji. Di lahan seluas 1 hektar di dekat tempat tinggalnya di Rembang telah ditanami mentimun jenis Wrinter Melon atau yang biasa disebut juga dengan Mentimun Jepang.

Menurutnya, dalam budidaya mentimun jenis ini tidak membutuhkan modal besar, tapi hasilnya sangat luar biasa. Dalam satu pohon, biaya sewa tanah dan perawatan, mulai dari tanam hingga panen jika dikalkulasi hanya menghabiskan Rp. 2.000 saja per satu pohon mentimun.

Dalam satu pohon bisa menghasilkan buah dengan berat 2 hingga 6 kilogram, sedangkan harga per-kilogramnya mencapai Rp.1.500. Jadi jika ditotal, dengan modal Rp. 2.000 per pohon, bisa berkembang menjadi Rp. 3.000 - Rp. 9.000 per satu pohon mentimun.

Mengenai masa tumbuh pada mentimun ini, kurang lebih mencapai 90 hari. Sedangkan masa panen bisa dilakukan pada usia 36-40 hari setelah tanam.

“Mentimun Jepang jenisnya banyak, tapi saya memilih jenis ini karena selain banyak manfaatnya bagi kesehatan, buahnya lebih besar dari mentimun biasa,” terang Rustamaji.

Saat ditanya tentang penjualan hasil panennya kepada pewarta media ini, Rustamaji mengatakan, dirinya tidak khawatir karena sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan seorang pengepul yang siap mengambil hasil panenannya setiap saat.


Rustamaji juga menyampaikan bahwa dirinya siap menularkan ilmunya kepada orang lain jika ada masyarakat yang tertarik dengan usahanya ini. “Jika ada masyarakat yang ingin mengetahui cara menanam Mentimun Jepang ini, saya siap menularkan ilmunya dan gratis,” kata Rustamaji.(NYR/Red)

thumbnail

Diposting oleh On 6:18:00 PM

Sanny A Irsan (Ke Empat Dari Kanan) Ketua Tim 10 Gubernur DKI Jakarta Bidang Seni dan Pariwisata 
PEWARTA-TAMBORA.COM, Jakarta - Informasi yang valid dalam menggali Kota Tua sangat diperlukan dalam langkah awal menuju suksesnya langkah tersebut. Kota Tua menjadi peluang usaha yang bagus untuk dikembangkan, bahkan dengan study banding dengan negara lain (Singapura) yang telah sukses mengembangkan potensi Kota Tua nya.

Demikian paparan yang disampaikan Sanny A Irsan Ketua Tim 10 Gubernur DKI Jakarta Bidang Seni dan Pariwisata saat menghadiri rapat Pokja Pengurus Pewarta Kota Tua bertempat di Gedung Pengelola Pusat UMKM Jalan Cengkeh Jakarta Barat, Jum’at (24/11/2017) Malam.

Sanny pun merespon dengan kehadiran Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kota Tua, karena saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan fokus pada pengembangan Pariwisata dengan dua sasaran yakni Setu Babakan dan juga Kota Tua.

“Pengelolaan Kawasan destinasi Pariwisata Kota Tua perlu ditingkatkan, seiring dengan perkembangan yang terus menerus meningkat. Tugas dan fungsi Pengelola itu sendiri harus mampu memenuhi segala aspek mulai dari Ekonomi, Sosial, Seni Budaya maupun Kepariwisataan itu sendiri,” Ujarnya.

Acara rapat yang dilakukan Pokja tersebut tidak hanya melibatkan dari pelbagai media yang terlibat didalamnya, namun juga dihadiri oleh tokoh masyarakat Jakarta Utara (Daeng Mansur) serta Koordinator UMKM Ireng Maulana, serta anggota-anggota Media.

Adapun Anggota-anggota Media yang terlibat didalam Pokja yang hadir saat itu diantaranya, PPWI Jakarta Barat, Media Otoritas, Media Mitrapol, Media Elektronik Jk TV, Pewarta Tambora, Antara, IMC (Indonesia Media Center), Media Police Watch, IMO (Ikatan Media Online).

Dalam rapat yang diagendakan pengurus Pojka, selain program kerja kedepan, mengenai visi-misi Kota Tua, agar bisa mengangkat potensi di 5 Zona Kawasan Kota Tua agar berkembang baik secara nasional maupun Internasional

“Ini bukan pekerjaan mudah, tapi misi itu tetap tekad dalam terbentuknya Pokja tersebut, dimana planning besar itu memerlukan sarana dan prasarana yan memadai, disamping budget operational,” Ujar salah satu peserta rapat.

Disisi lain, Pengurus Pokja juga mempunyai harapan demikian, jadi bukan hanya diatas kertas tapi wujud nyata adalah hasil akhir yang terpenting.

“Kami selaku team Pokja yang terlibat didalamnya, berharap setelah pertemuan itu, pemerintah DKI bisa memberikan dukungan penuh terhadap apa yang pokja lakukan, terlebih dalam mengembangkan Kita Tua Jakarta,” Pungkasnya.

(Ichwan Lazuardi Pokja Kota Tua)

thumbnail

Diposting oleh On 1:32:00 PM

Pewarta-Tambora.com, Jakarta - Dinas Pemadaman Kebakaran Jakarta Barat tengah melakukan sosialisasi pemadaman api, bertempat di Pos Pemadaman Kebakaran Unit Angke, Jalan Angke Indah Raya No.25, Kelurahan Angke, Jakarta Barat, Minggu (15/10/2017) pagi.

Berbagai cara pemadaman api dipraktekkan dalam kegiatan tersebut, seperti menghadapi tabung gas yang bocor, cara menggunakan alat pemadam api ringan (Apar) serta cara memadamkan api menggunakan karung basah atau sejenisnya.
Pantauan Tim Media PETA, tampak terlihat antusiasme warga RW.01 dan RW.04 yang didominasi oleh kaum ibu-ibu serta remaja Karang Taruna, yang dihadiri pula oleh Ketua RW.01 Saeful, Kwtua RW.04 Tan Tjoen Bie didampingi Sekretaris Narmin, serta Ketua Karang Taruna Unit RW.04 Angke Yudha.

"Tabung gas selama ini menjadi kambing hitam, apabila terjadi kebakaran, lagi-lagi konon disebakan oleh tabung gas meledak," ungkap Agung Haryaji Staf Pencegahan dari Dinas Damkar Jakbar saat memberikan arahan di lokasi.


Pada dasarnya, lanjut Agung, tabung gas tidak pernah meledak, kalau kita mengerti dan dapat mengatasi terjadinya kebocoran pada gas terlebih saat tercium bau gas, maka jangan menghidupkan atau menyalakan lampu maupun elektronik seperti kipas angin, cukup buka pintu dan pentilasi udara dirumah tersebut.

Hingga berita ini disusun, dalam giat ini instalasi listrik juga menjadi pembahasan oleh pihak Dinas Damkar Jakarta Barat, dalam arahannya Agung menyarankan apabila menggunakan kabel listrik, gunakanlah kabel listrik yang sudah berlabel SNI.

Rep : Yustrisna
Ed : Heri Tambora

thumbnail

Diposting oleh On 10:52:00 PM

Pewarta-Tambora.com, Jakarta - Semangat dan keceriahan tampak terlihat pada wajah seorang anak, saat mengikuti acara Gema Muharram 1439 Hijriah yang diselenggarakan di Ruang Aula Lt.3 Markas Polsek Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (14/10/2017) pagi.

Dengan Tahun Baru Islam 1439 Hijriah, Kita Perkokoh Tali Silaturahmi, Persaudaraan dan Kesatuan, menjadi tajuk utama yang dihelat oleh FORSIMA dengan subtema 'Ayo Bertanding dan Bersanding Dalam Lomba Gema Muharram NKRI Berpotensi'.



Acara yang dilaksanakan oleh Forum Silaturahmi Ulama Kecamatan Tambora (FORSIMA). dihadiri oleh Polsek Tambora Kompol H.Slamet, Camat Tambora Djaharuddin, Danramil 02 TB diwakili Lettu L.Sueli, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, para tamu undangan juga para peserta.

Adapun tempat dihelatnya perlombaan sudah disiapkan oleh panitia pelaksana untuk setiap kategori lomba yang diikuti peserta diantaranya adalah, lomba Tahfidh Qur'an (Lt.1 Masjid Bahrul Huda), Adzan (Lt.2 Masjid), Busana muslim (Lt.3 Gedung Polsek), Pidato (Lt.3 Gedung Polsek), Marawis (Lt.4 Gedung Kecamatan), Cerdas Cermat (Lt.4 Gedung Kecamatan), serta Lomba MTQ (Lt.2 Gedung Kecamatan).

Acara terlihat khidmat saat dilakukan pembukaan acara dengan pembacaan Al-Qur'an, kemudian pembacaan sholawat, Menyanyikan lagu Indonesia raya. Seluruh warga dan Jama'ah tumpah ruah larut dalam kemeriahan acara yang bertabur puluhan hadiah menarik.

"Acara ini sekaligus menandai satu jalinan silaturrahim yang merupakan bukti nyata kekompakan dan sinergitas jama'ah Forsima dan masyarakat Tambora", ujar M.Juhro, salah satu pengurus Forsima.

Menurut Kompol H Slamet,  Kapolsek Tambora, suksesnya kegiatan ini tak lepas dari kerjasama  yang terbangun dari berbagai lini. Baik dari masyarakat dan jama'ah yang memang ada ikatan kuat sejak dulu.

"Alhamdulillah dan terima kasih saya sampaikan kepada seluruh jama'ah dan warga masyarakat Tambora, khususnya Pengurus Forsima dan Jama'ah NU Tambora, acara ini bisa berjalan baik dan lancar", pungkasnya.

Rep : Iim Purnama

thumbnail

Diposting oleh On 10:57:00 PM

Pewarta-Tambora.com, Jakarta - Seperti biasa, Badan Pembina Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) Unit Pasar Angke giat mengadakan pengajian rutin malam jumat di Jalan Pasar Angke, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (12/10/2017) malam.

Selain pembacaan surah yasin dan tahlilan yang dipimpin Ustad Syarip, yang dihadiri oleh Wakil Ketua 1 DPC Jakarta Barat Dimyati Samudera, serta Wakil Ketua 2 DPC jakarta Barat, Abas bersama Ketua PAC BPPKB Taman Sari Olon Sahara, di pengajian ini pun BPPKB Unit Pasar Angke, melaporkan keuangan kas yang dikelolanya.

"Suatu kebanggaan jika dalam organisasi terdapat keterbukaan dan juga transfaransi dalam pelaporan uang kas terkait pengelolaan anggaran."Ungkap Ketua BPPKB Unit Pasar Angke Tatang.

Hal ini pun mendapat respon dan kekaguman bagi Wakil Ketua 1 DPC BPPKB Jakarta Barat, Dimyati Samudera dan Wakil Ketua 2 DPC Abas dengan adanya keterbukaan dan transfaran yang dilakukan oleh BPPKB Unit Pasar Angke.


Selain kekaguman yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPC BPPKB Jakarta Barat, Dimyati Samudera bersama Abas pun menyampaikan beberpa hal terkait mengenai AD/ART BPPKB.

"mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh terbaik bagi rekan-rekan anggota BPPKB yang ada di Jakarta Barat," ujar Wakil Ketua DPC BPPKB Jakarta Barat Dimyati Samudera.

Rep : Budiyanto
Ed : Heri

thumbnail

Diposting oleh On 11:05:00 PM

Di Rakor Bulanan RW.04 Angke, Fokus Bahas Pembentukan Paguyuban Kematian

Jakarta, Pewarta Tambora - Dalam rangka menjaga kekompakan dan dapat bersinergi antara RW dan RT, Ketua RW.04 Tan Tjoen Bie, mengadakan rapat koordinasi (Rakor) bulanan, Selasa (10/10/2017) sekira pukul 21.30

Dalam rakor kali ini, difokuskan membahas tentang pembentukan paguyuban kematian untuk keluarga RT/RW dengan memiliki tujuan untuk membantu meringankan keluarga RT yang mengalami musibah seperti kematian.



Para ketua RT yang terdiri dari 14 RT dari RW.04, Kelurahan Angke, saat menghadiri rapat koordinasi tersebut sangat menyambut baik program dari salah satu yang dicanangkan oleh Ketua RW.04 Tan Tjoe Bie.

Menurut Tan, paguyuban kematian ini dibentuk untuk keluarga RT, mudah-mudahan kedepannya kita juga akan meluas untuk membantu warga diwilayah RW.04, adapun iuran yang dikenakan bagi setiap RT yakni sebesar 20.000,- perbulan.

Tampak hadir Serda Rodhani Babinsa Kelurahan Angke, Ahmad Ma'mun LMK RW.04 serta PKK, hingga berita ini disusun acara rakor berjalan dengan khidmat dan lancar.

Rep : Yustrisna
Ed : Heri

thumbnail

Diposting oleh On 12:56:00 PM

Gubernur DKI jakarta Djarot Bersama Walikota Jakarta Barat,  usai meresmikan Masjid Al Anwar Angke, Selasa (10/10/2017)
Jakarta, Pewarta Tambora - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat dengan didampingi  Walikota Jakarta Barat Anas Efendi dan Wakil Walikota Jakarta Barat, M.Zen tengah meresmikan Masjid Al Anwar Angke, bertempat di Jln.P.Tb.Angke  RT 01/ RW.05, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (10/10/2017).

Dalam peresmian Masjid tersebut, dihadiri juga oleh Camat Tambora Djaharuddin, Sekcam Tambora, H.Naman, Kapolsek Tambora, H.Slamet, Danramil 02 TB, Kapt Inf.Trisnoto, Para Lurah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Unsur Yayasan Lingwa (Lingkar warisan kota tua Jakarta) Ibu Tuti, Ormas, RT/RW, LMK dan juga FKDM. Tk Kecamatan dan Kelurahan, Dewan Pengurus Masdjis DMI.
Lurah Angke M.Dirhamsyah Foto Bersama Gubernur DKI Djarot, usai peresmian Masjid Al Anwar Angke, Selasa (10/10/2017)

"saya merasa seperti mimpi disiang hari bolong, karena bisa duduk di Masjid yang penuh bersejarah yang umurnya diperkirakan mencapai 250 tahun lebih,"ujar Tuti dari Yayasan Lingkar Warisab Kota Tua Jakarta (Lingwa) dilokasi peresmian Masjid.

Tuti pun berharap, kedepan Pemerintah agar selalu dapat memperhatikan cagar budaya, terlebih pada Masjid Al Anwar yang penuh keragamannya mulai dari unsur Masjid serta ornamen khas seninya yang bercampur seni china dan arab.

Ditempat sama, Djarot menyampaikan, bahwa ini bukanlah untuk pencitraan, melainkan rasa tanggungjawab pemerintah, bukan saja pemerintah tapi tanggungjawab kita semua selaku umat muslim

"Masjid Al Anwar Angke, yang merupakan bagian dari cagar budaya ini memiliki khas dan ornamen yang sangat beragam, yakni khas dari seni cina, arab, bali juga banten,"ujarnya.

Disela peresmiannya, Djarot berharap, Masjid ini kedepan dapat dirawat, serta dijaga kelestariannya, agar tetap baik dan destinasinya pun terjaga. (Luthfi)

thumbnail

Diposting oleh On 1:58:00 PM

Jakarta, Pewarta Tambora - Remaja Islam Masjid Jami Nurul Ikhwan yang terletak di wilayah RW.011, tengah mengadakan kegiatan peringatan hari besar Islam 10 Muharram 1439 Hijriah, dengan berbagi santunan, bertempat di Halaman Masjid Jami Nurul Ikhwan, Kel.Angke, Tambora, Jakarta Barat. Sabtu (7/10/2017) Malam.

Acara yang dihadiri Bahabinkamtibmas Aiptu Cecep Supriadi, Babinsa Angke Serda Rodani, Ketua RW.011 lan Sukarlan, LMK Unit RW.011, Para Ketua RT, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta warga sekitar.


Adapun santunan yang disampaikan untuk anak yatim piatu diberikan kepada 60 Orang anak yatim piatu, dengan menghadirkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta tausiyah yang disampaikan oleh Habib Al Habsy. Sebelumnya para pengurus remaja Masjid Jami Nurul Ikhwan bersama warga setempat mengadakan giat obor keliling, lomba azan serta khitanan missal.

Reporter : Iim Purnama/Ipung

Editor : Heri


thumbnail

Diposting oleh On 12:05:00 AM

Jakarta, Pewarta Tambora - Kepedulian dan rasa kebersamaan tergambar dalam acara santunan yatim piatu yang dilakukan Karang Taruna Unit Jembatan Lima bersama Majlis Dzikir Talim Nurul Ilmi, bertempat di Wilayah RT.02/04, Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (5/10). Malam

Dalam acara santunan tersebut turut dihadiri Ketua Karang Taruna Unit Kelurahan Angke, Mulyadi, Masyarakat warga RW.04, serta remaja Karang Taruna dari masing-masing Unit RW Se-Kelurahan Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat.


Ini adalah kali pertama Ketua Karang Taruna Unit Kelurahan Jembatan Lima, yang dikomandoi Andri Andrian dalam membuat sebuah gebrakan dan moment kepeduliaanya berbagi kasih santunan untuk anak yatim piatu dan juga lansia.

Adapun santunan diberikan untuk 25 anak yatim piatu, sebanyak 5 anak yatim sebagian dari wilayah RW.05, dan sebanyak 20 anak yatim piatu dari wilayah RW.04 Kelurahan Jembatan Lima.


Hingga berita ini disusun, acara berlangsung dengan lancar dan khidmat, terlebih saat adanya pembacaan ayat suci Al-Quran yang disampaikan oleh Ustad ilyas, serta tausiyah disampaikan oleh Drs.H.Soemarno serta Ustad Kasif Khaer dengan dihadiri oleh Thoyib perwakilan dari Kantor Kelurahan Jembatan Lima.

Rep : M.Rafiq/Suwaryo


thumbnail

Diposting oleh On 11:47:00 PM

Walikota Jakarta Barat H.Anas Efendi Damping Gubernur DKI Jakarta Djarot Saat Meresmikan Masjid Jami Al Mubarokah Kalijodo, Selasa 3/10/2017 Foto Dok : Pewarta Tambora.
 Jakarta, Pewarta Tambora - Masjid Jami Al Mubarokah dengan luas bangunan sekitar 700-800 meter. Proyek pembangunan yang dilakukan PT Anugerah Mandiri dan didanai melalui program corporate social responsibility (CSR) PT Sinarmas Land, akhirnya diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bersama  Sekda DKI Saefulloh dan Walikota Jakarta Barat Anas Effendi.

Dalam sambutannya, Gubernur DKI Djarot Saeful Hidayat, menyampaikan, renovasi pembangunan Masjid ini dibangun melalui proses panjang, hingga mandek. “namun dapat dilaksanakan kembali berkat kerjasama badan wakaf,” kata Djarot, di Masjid Jami Al Mubarokah Jalan Pangeran Tubagus Angke, RT.006/010, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (3/10/2017) sore.


Dikatakan Djarot, Masjid kita ini, Masjid Betawi, memang harus berciri khas betawi, tidak harus semua masjid itu sama dengan yang di Saudi Arabia, tidak semua Masjid itu sama dengan yang di Suriah, atau Afganistan, “kita juga punya desain yang bagus-bagus khas betawi,” tuturnya. 

Djarot juga menyampaikan, rencana peresmian revitalisasi Masjid kuno di Angke, yakni Masjid Al Anwar, yang menurutnya masjid tersebut memiliki desain unsur tionghoa, yang memiliki desain unsur arabnya, campur jadi satu, "ini masjid sangat indah,"terangnya.

Lebih jauh, Djarot menyampaikan, bahwa, masyarakat dapat melakukan sejumlah kegiatan di lantai satu masjid yang merupakan ruang serbaguna. "Di bawah untuk kegiatan kemasyarakatan, khitanan boleh, selamatan, pengajian. Hal seperti ini yang kami inginkan. Dengan cara seperti itu, kita bisa mengambil manfaat dari keberadaan Masjid Al-Mubarokah ini," ungkapnya.


Tampak hadir dalam persemian tersebut, Walikota Jakarta Utara, Husain Murad, Kapolres Mtro Jakarta Barat, Kombes Royce Harry Langi, Camat Tambora, Djaharuddin, Kapolsek Tambora, Kompol H.Salmet, Habib Abdurahman Alatos, Executive Office Sinar Mas, Doni Rahayu, beserta Para Camat dan Lurah Se-Jakarta Barat. (Luthfi)

thumbnail

Diposting oleh On 11:37:00 PM

Peresmian Masjid Jami Al Mubarokah Kalijodo, Selasa (3/10/2017) Dengan Ditandai Penandatanganan Prasasti Oleh Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saeful Hidayat. Foto Dok : Pewarta Tambora
Jakarta, Pewarta Tambora - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bersama Sekda DKI Saefulloh dan Walikota Jakarta Barat Anas Effendi, tengah meresmikan Masjid Jami Al Mubarokah, bertempat di Jalan Jalan Pangeran Tubagus Angke, RT.006/010, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Selasa (3/10/2017) sore.

Tampak hadir dalam peresmian tersebut, Walikota Jakarta Utara, Husain Murad, Kapolres Mtro Jakarta Barat, Kombes Royce Harry Langi, Camat Tambora, Djaharuddin, Kapolsek Tambora, Kompol H.Salmet, Habib Abdurahman Alatos, Executive Office Sinar Mas, Doni Rahayu, beserta Para Camat dan Lurah Se-Jakarta Barat.

Dikatakan Djarot, Masjid kita ini, Masjid Betawi, memang harus berciri khas betawi, tidak harus semua masjid itu sama dengan yang di Saudi Arabia, tidak semua Masjid itu sama dengan yang di Suriah, atau Afganistan, “kita juga punya desain yang bagus-bagus khas betawi,” tuturnya.

Dalam peresmian tu, Djarot meminta agar Pemkot Jakbar atau Sekda DKI membangun jembatan penyeberangan orang bagi warga dari RPTRA yang hendak menyeberang untuk beribadah ke masjid. Pasalnya kedua lokasi ini dipisahkan jalan raya.

"Satu yang saya titipkan agar dibangun jembatan penyeberangan orang, JPO nyeberang ke Kalijodo. Sebelum ada JPO, atau tolong dikasih zebra cross supaya yang ada di Kalijodo bisa sampai di sini, bisa salat di sini. Dengan cara seperti itu saya tidak janji, tapi saya minta Pak Wali dan Pak Sekda supaya bisa terbangun," pungkasnya. (Iim Purnama/Budi)

thumbnail

Diposting oleh On 10:43:00 AM

Jakarta, PewaraTambora - Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1439 Hijriyah, BIIPKPPRI bersama PKBM Al Munir, mengadakan berbagi kasih santunan untuk 100 anak yatim piatu dan lansia, bertempat di wilayah RT.001/02, Kelurahan Angke, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (1/10/2017) Malam.

Ketua Umum BIIPKPPRI, (Badan Intelijen Independen Peneliti Kekayaan Pengusaha dan Pejabat Republik Indonesia) Darsuli, menyampaikan terimakasihnya kepada masyarakat Angke, khususnya PKBM Al Munir, serta kepada Yana Supriatna.SH, Ketua RT, Ustad Nahri Wibowo, juga kepada Ibu Misri.

"Kami bersama rekan-rekan yang lain, telah saling membantu dan saling bersinergi untuk mengadakan pemberian sedeqah ini, khususnya bagi mereka yang berhak menerimanya, karena pada bulan Muharram ini, kita jadikan moment dalam meraih keberkahan bersama," ujarnya.

Dikatakan Darsuli, dalam acara sederhana dan penuh hikmat ini pula, mudah-mudahan Allah SWT, memberikan kemudahan serta kelancaran dalam setiap aktivitas kita sehari-hari.


Darsuli juga berpesan, mari kita bersatu dalam kesatuan terlebih di lingkungan ini, untuk saling mendukung, baik dari segi kegiatan islami, maupun kegiatan bergotong royongnya, bahkan pada kegiatan Peringatan Hari Besar Islam.

"Pada acara pemberian sedeqah ini, mari kita doa kan, mudah-mudahan untuk anak yatim piati ini dijadikan anak-anak yang soleh dan soleha, berguna bagi bangsa dan negara, serta kepada orang tua kita yang usia lanjut diberikan kesehatan serta umur yang panjang, amin," ungkapnya.

Hal senada, disampaikan Khaerudin, mewakili Ketua RT.001/02, menyampaikan doa yang mudah-mudahan Allah SWT, memberikan hidayah yang berlimpah serta dihapuskan dosa-dosa kecil maupun besar, serta dimudahkan rejekinya, dan semoga tercapai cita-cita yang diinginkannya, terlebih bagi para partisifasi dan yang hadir dalam acara ini, amiin.

Acara yang digelar pukul 19:30 WIB hingga pukul 23.30 WIB berlangsung khidmat dan penuh keceriaan, dengan dihadiri oleh KH. Moch Syatibi Munir Tokoh Sesepuh agama, Khaerudin mewakili Ketua RT.001/02, Ustad Nahri wibowo, Yana Supriatna SH, Ibu Misri FKDN. Bang Alex, KH, TB Alaydrus  serta para pengurus RT, Tokoh Agama, juga Tokoh Masyarakat, serta warga sekitar.

Adapun penerima santunan terdiri dari 100 orang  dan orang yatim piatu lansia, dengan diawali pembacaan doa arwah dan yasin, yang kemudian sambutan oleh Ketua PKBM AL MUNIR, Yana Supriatna SH, kemudian Tokoh pemuda dan Para Guru Guru, Ketua Umum BIIPKPPRI, Darsuli, selanjutnya terakhir Tausiyah disampaikan oleh Ustad Habib Firman Alaydrus dan sekaligus penutup Doa. (Her/Drs)

thumbnail

Diposting oleh On 11:51:00 PM

Jakarta, Pewarta Tambora - "Indahnya Berbagi Bersama Anak Yatim/Piatu" menjadi tajuk utama dalam memperingati 10 Muaharam 1439 Hijriah, yang diselenggarakan oleh Pengurus RW.02, bertempat di Kediaman RW.02, Jalan Laksa, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (1/10/2017) Sore.

Pantauan tim Media, acara yang terlihat penuh dengan keceriaan dan keharuan, berlangsung dengan khidmat, terlebih saat penyampaian tausiyah agama oleh Ustad Asep Jaenal Arifin.

Adapun santunan yang diberikan oleh Pengurus RW.02, dalam hal ini Ketua RW.02, Chaerul Anwar adalah pemberian santunan dan sembako sebanyak 45 orang anak yatim, dengan dihadiri oleh Ketua FKDM Jembatan Lima, Suherman, para Ketua RT.01 hingga RT.015, serta masyarakat setempat.

thumbnail

Diposting oleh On 11:45:00 PM

Jakarta, Pewarta Tambora - Dalam rangka memperingati 10 Muharram 1439 Hijriah, Keluarga besar H.Sugiono bersama Keluarga H.Ritno, berbagi santunan untuk 45 anak yatim, janda dan dhuafa, bertempat di Jalan Laksa 2 Pondok Laksa, RT.002, 015, RW.02, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (1/10/2017) Pagi.

Acara yang penuh dengan keharuan dan kebersamaan tersebut, berlangsung dengan khidmat terlebih saat diiringi pembacaan ratib alhadad, serta tausiyah agama yang disampaikan oleh Ust.Dikky Basandit.


Dalam kesempatannya Ketua RW.02, Chaerul Anwar menyampaikan, rasa syukurnya kepada bapak H.Sugiono dan Keluarga H.Ritno yang telah menyisihkan sedikit hartanya untuk berbagi kasih kepada anak-anak yatim piatu, janda dan dhuafa.

"saya menghaturkan banyak terimakasih serta syukur kepada keluarga besar bapak H.Sugiono dan juga H.Ritno atas kepeduliannya terhadap anak-anak yatim piatu, janda dan dhuafa yang berada di wilayah RW.02, Jembatan Lima" pungkasnya.

Reporter : M.Rafiq
Editor : Heri Tambora