Popular Posts

Kategori

Follow by Email

Perguruan Pencat Silat "Bunga Rasa Azka" dari Wonosegoro Boyolali Mengikuti Kejuaraan International.

Diposting oleh On 6:07:00 PM


PEWARTA-TAMBORA.COM, BOYOLALI - Atlet pencak silat tradisional dari Kecamatan wonosegoro "Bunga Rasa Azka" akan mengikuti kejuaraan pencak silat international Asia - Eropa "Paku Bumi Open V"  di Sentul Bogor Jawa Barat yang akan berlangsung mulai (31/8) sampai (2/9) dengan diikuti dari beberapa Negara dari Asia dan Eropa.

Pelatih Bunga Rasa Azka, Ayik Liem mengatakan, ini adalah kali pertama pengalaman mengikuti kejuaraan international setelah beberapa kali kita mengikuti kejuaraan Nasional, dan ini merupakan sebuah kesempatan bagi kami untuk mengenalkan lebih jauh tentang olahraga beladiri pencak silat tradisional.

“Terutama untuk mengenalkan "bunga rasa azka" dimata Nasional bahkan international,” jelasnya saat kami temui dalam acara upacara pelepasan pemberangkatan rombongan ke Bogor (29/8) di Padepokan Rogoberanti Desa Bandung.

Dikatakannya, untuk ajang kali ini, kami mengirimkan 6 (enam) atlet putra dan putri untuk tingkat SMA dan SMP, yang Sebagian besar kemarin sempat membawa medali dalam kejuaraan Nasional YKTC3 di Jogja bulan lalu, “kami mohon doa nya semuga kita semua senantiasa diberi kelancaran dalam bertanding dan pulang bawa medali kejuaraan.” Ujarnya.

Lanjut Ayik Liem, adapun pembiayaan selama kami mengikuti kejuaraan nanti di bogor adalah dengan dana pribadi dan sumbangan dari beberapa donatur swasta yang membantu memfasilitasi kami, diantaranya salah satu ormas yang ada di Boyolali yaitu MPC Pemuda Pancasila (PP) Boyolali. 

Juga, tambah Ayik, beberapa perusahaan swasta antaranya Resto LGM simo, dan sumbangan lainya yang mungkin tidak bisa kami sebutkan satu persatu yang bersifat pribadi, kami sangat berterima kasih atas semua pihak yang telah mendukung kami baik moril dan spiritual.

“Bunga rasa azka ini merupakan pencak silat tradisional asli wonosegoro,boyolali yang mana awal mula nya dicetuskan oleh beliau Simbah Liem (klaten) untuk kemudian dikembangkan oleh para santrinya (murid red),” pungkasnya mengakhiri (Patih)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Terima Kasih Atas Atensi Anda, Saran dan Masukan Sampaikan Kepada Kami